
" Tidak ada tapi tapi an, kalau adik berangkat juga, ayah tidak akan kasih uang jajan satu bulan." Jawab ayah
" Duh senjata pamungkas nya ayah di keluarkan mah, hamba bisa apa paduka?." Adam berakting lesu.
Ibu Tia dan Senja hanya tersenyum geli melihat Adam bersikap seperti itu
...🍀🍀🍀🍀 ...
Acara piknik gelar tikar di halaman pun di mulai, pohon mangga menjadi naungan mereka yang berada di bawah nya, batang batang kecil nya yang merambat ke depan seoalh olah seperti payung, meneduhkan..
Nasi kuning, ikar asin, sambal goreng tempe dan kacang tanah, sambal bajak terong mie, telur gulung, dan kerupuk, emmmm menjadi menu utama, sungguh nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?. Selesai makan, mereka pun bercengkrama santai, menceritakan kegiatan mereka masing masing selama sepekan, ini sungguh suasana yang bisa membuat keluarga menjadi erat.
Senja teringat akan sesuatu, yang sudah beberapa hari ini ia simpan dan menunggu sang ayah pulang, padahal beberapa hari yang lalu sudah bertemu tapi waktu dan tempat nya yang tidak pas, jadi Senja menunggu saja saat sang ayah libur.
" Ayah, Kakak mau bicara boleh?." tanya Senja sambil menatap sang ayah.
__ADS_1
" Apa nak, bicara saja." jawab Ayah.
" Di tempat ayah bekerja, di rumah Bu Mesya atau Bu Siska ada lowongan kerja tidak yah?." tanya Senja.
Ayah dan ibu melihat Senja dengan penuh tanya, tapi ibu langsung paham dengan ucapan putri nya karena kapan hari Senja sudah bicara ibu nya.
" Kamu mau kerja di kantor kah kak?." tanya ayah Asep
" Tidak yah, kakak mau cari kan kerja teman kakak yah." jawab Senja lalu menceritakan tentang Yasmin pada ayah nya.
Pak Asep sempat terkejut sama seperti ibu saya itu setelah mendengar cerita dari Senja.
" Baik, besok ayah akan tanya sama den Langit ya kak, semoga saja ada." jawab ayah
" Iya yah, tapi ayah jangan cerita masalah ini kepada pak Langit atau pun keluarga nya yah, karena Yasmin anak nya pekerja keras yah, ia anti mendapat belas kasih orang lain." ucap Senja.
__ADS_1
" Baik kak, ayah juga senang dengan anak yang seperti itu, ke dua orang tua nya pasti bangga dengan Yasmin itu kak." jawab Ayah Asep.
Mereka melanjutkan obrolan mereka kembali, dan....
" Bu, Senja, Adam, ada yang mau ayah bicarakan sama kalian. " Ayah Asep menatap ketiga nya dengan wajah serius.
" Ayah mau berhenti bekerja, bagaimana pun kondisi fisik ayah sudah tidak sebagus dulu, dan juga faktor U..., usia ayah saat ini sudah kepala 5, bagaimana menurut kalian?." tanya ayah Asep kepada istri dan ke dua anak nya
" Terasa sekali kalau perjalanan ke luar kota, atau nyupir pas waktu malam, ini badan gampang masuk angin." Lanjut ayah.
" Ayah mengambil keputusan ini karena tanggung jawab ayah sudah ringan, kakak sudah lulus kuliah, sudah tidak butuh lagi biaya, tinggal Adam In Syaa Allah ayah masih mampu." Ayah menjelaskan degan lugas.
" Kakak dukung keputusan ayah, jangan khawatir soal biaya sekolah adik, kakak kan punya penghasilan, ayah ibu duduk diam di rumah saja, sekarang waktu nya kakak membahagiakan ayah sama ibu." Senja menatap ke dua orang tua nya penuh haru.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...