
"Tan, sepertinya istri saya mau melahirkan. Sekarang dia merasakan sakit di perutnya."Jawab Fajar dengan rasa khawatir.
"Ya Allah, dimana mbak Nita om." Tanya El sambil menuju rumah Nita.
"Masih di dalam tan, ini saya baru menaruh barang bawaan ke mobil dulu." Jawab Fajar, Fajar dan El pun masuk ke dalam rumah.
Di atas sofa, tampak Nita yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya
"Ya Allah mbak, sabar ya." Ucap El.
"Sa..kit mbak." Jawab Nita pelan karena merasakan sakit di perutnya.
"Om cepat bawa mbak Nita ke rumah sakit. Ini ketubannya udah keluar."Pinta El yang melihat ada air berwarna bening di bawah Nita.
"I...ya tan." Jawab Fajar dengan gemetar.
Fajar pun menggendong sang istri dengan pelan menuju mobil. Dan El mengikutinya dari belakang.
"Tan, saya berangkat dulu mohon do'anya agar istri saya di beri kelancaran dalam persalinan."Pamit Fajar setelah menaruh sang istri di kursi samping pengemudi.
"lya om, saya berdo'a semoga mbak Nita di beri kelancaran. Sekarang cepat om bawa mbak Nita, untuk Ben, biar sama saya saja, om tidak usah fikirkan" Ucap El
"lya tan." fajar pun berputar arah menuju pintu pengemudi.
__ADS_1
Setelah masuk, dia mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan sedang.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai." Ucap Fajar sambil tidak lepas menggenggam tangan sang istri dengan tangan kirinya. 5Sesnagkan tangan kanannya fokus di kemudi.
"Sa...sakit mas." Jawab Nita dengan suara parau menahan rasa sakit di perutnya.
Piluh keringat keluar di dahinya. Dan dia mencengkram kuat kursi untuk meredakan rasa sakitnya.
"Tarik napas yang,nkeluarkan pelan-pelan." Pinta Fajar memberikan instruksi kepada sang istri.
Fajar menjadi suami siaga setelah kehamilan Nita memasuki usia tua.
Dia menemani Nita untuk mengikuti senam kehamilan dan bertanya beberapa hal tentang apa yang harus dia lakukan ketika menghadapi istri yang akan melahirkan sebagai rasa menebus kesalahan nya kepada sang istri di waktu yang lalu.
"Huh..hah. .,"Nita mengambil napas pelan dan mengeluarkannya sesuai instruksi sang suami.
"Sabar ya yank." Ucap Fajar menenangkan sang istri.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, mereka pun sampai du pelataran rumah sakit.
Fajar mematikan mobil dan keluar untuk meminta bantuan.
"Sus, tolong istri saya mau melahirkan."Ucap Fajar setelah sampai pintu depan.
__ADS_1
"lya pak." Jawab suster dan mengambil bangker untuk membawa Nita.
Nita pun di gendong Fajar menuju bangker. Setelah itu suster mendorongnya menuju ruang bersalin Di ikuti Fajar di samping Nita yang tak mau melepas pegangan tangannya kepada sang istri
Dengan setia, Fajar menemani sang istri masuk ke ruang bersalin.
Dan tanpa mau melepaskan genggaman tangannya di tangan sang istri sebagai rasa dukungan kepada Nita dalam berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka.
"Sayang, kamu harus kuat. Mas akan selalu menemani kamu." Bisik Fajar lembut ke telinga sang istri yang sedang meringis menahan rasa sakit.
Sedangkan seorang dokter wanita dan suster sedang mempersiapkan alat-alat untuk bersalin.
"I...ya mas." Jawab Nita dengan suara lemah.
"Sekarang sudah pembukaan penuh ya bu, ibu dengarkan instruksi saya." Ucap dokter lembut.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan Lupa mampir di karya ku yang lain nya ya kak
__ADS_1