
" Bro, tolong anak ku, dari tadi Langit nangis seperti nya menahan rasa." Jawab Ray dengan raut wajah yang sangat khawatir
" Baik kita masuk, untuk saja aku meminta dokter Ana untuk datang ke RS, jadi apa yang aku khawatirkan benar." Jawab Adit sambil menggendong Langit dan Ray di sebelah nya, mereka berdua berjalan dengan cepat sampai tidak membalasa sapaan dari orang yang mengenal mereka berdua.
Setelah Langit di periksa dokter Ana keluar dari ruangan anak dan memberitahukan kalau lebih baik Langit di rawat di RS ini terlebih dahulu agar kondisi badan nya Langit seperti sedia kala.
" Ray, apa kamu tidak kasih tahu ke orang tua nya Fina nak?." Tanya ibu
" Tidak bu, ibu tahu sendiri kan, saat Fina meninggal, papa sama mama menyalahkan aku yang tidak pecus dan mengakibatkan Fina meninggal bu, dan lebih parah nya lagi mereka tidak mau mengakui kalau Langit adalah cucu mereka, padahal papa sama mama tahu sendiri kalau Fina berjuang antara hidup dan mati tapi mereka apa bu, sebenarnya Ray ingin kesana dan meminta tolong kepada mereka apalah daya biar Allah yang membuka hati papa dan mama kalau masih ada Langit cucu mereka bu." Jawab Ray
" Iya nak, lebih baik kamu istirahat ya, itu ada 2 bed, biar kamu sama ayah tidur di sana dan ibu yang akan menemani Langit disini." ucap ibu
__ADS_1
" Tidak bu, lebih baik ibu dan ayah tidur di bed biar Langit bersama dengan Ray." Bantah Ray
Akhir nya ibu dan ayah tidur di bed yang sudah di sediakan oleh pihak RS, kamar Langit tidak seperti kamar pasien lain nya, kamar itu mempunyai fasilitas yang lengkap.
Tepat jam 2.30 dini hari Ray bangun dan melihat kalau Langit masih tertidur dengan pulas, akhir nya Ray memilih untuk sholat Tahajud berserah diri untuk kesembuhan putra nya.
30 Menit Ray mencurahkan isi hati nya kepada Allah SWT.
Ray memandangi wajah putra nya sambil membelai pipi tirus sang putra.
Tapi di setiap doa dan ucapan barusan ada seorang yang mendengar doa dan curahan hati sang putra semata wayang nya.
__ADS_1
" Ya Allah berarti Langit bukan cucu kandung ku, kenapa Ray tega membohongi ibu nya sendiri." ucap bu Ratna dalam hati sambil meneteskan air mata nya.
Ray yang mendengar suara isakan tangis, Ray langsung bangun dari tidur nya mencari arah suara isakan tangis tersebut, tanpa Ray duga ternyata yang menangis adalah ibu nya dan Ray lupa kalau di dalam ruangan itu tidak hanya ada ia dan Langit saja.
" Ibu." Panggil Ray
Bu Ratna langsung menghapus air mata nya sebelum Ray melihat nya.
" Iya nak, ada apa." Bu Ratna menjawab dengan suara serak khas orang habis menangis
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...