
Akhir nya Arka menemukan setitik cahaya putih dan Arka tersenyum lalu terus berjalan mengarah ke arah cahaya terebut, tapi sangat di sayang kan Arka jatuh berdiri dan jatuh lagi sampai ia berusaha agar bisa sampai di cahaya itu, Arka berharap kalau cahaya itu adalah penolong nya.
Tapi sebelum sampai ada orang yang menghalangi Arka.
" Anda siapa?." tanya Arka
" Anak muda kamu tidak perlu tahu saya siapa, saya di sini hanya ingin berpesan pada kamu, dan kamu dengar kan baik baik, cari lah istri yang selalu ada buat kamu, yang bersedia menjadi makmum kamu." ucap orang tersebut.
" Elsa bersedia menjadi makmum saya pak, Elsa juga pasti nya akan menjadi istri yang baik buat saya." jawab Arka.
Orang itu menggeleng kan kepala nya.
" Hanya itu pesan saya." ucap nya, orang itu langsung berjalan pergi meninggalkan Arka.
Arka tidak menghiraukan ucapan orang tersebut, ia terus berjalan ke arah cahaya tersebut, hingga saat ia sampai di cahaya tersebut, Arka mengalami sakit di dada nya. sakit yang luar biasa.
Arka memegang dada nya dan merengkuh tubuh nya agar rasa sakit nya berkurang.
Namun tiba tiba di saat Arka menunduk ia melihat sebuah tangan perempuan berpakaian putih lalu mengulurkan tangan nya kepada Arka, Arka mendongak melihat siapa wanita itu, tapi Arka tidak bisa melihat wajah nya karena cahaya putih itu menyilaukan mata nya, tanpa rasa takut Arka menerima uluran tangan itu.
Di dunia nyata Arka membuka mata nya.
__ADS_1
Bunda Mesya yang tahu kalau putra ke dua nya itu sudah terbangun sangat bahagia.
" Haus." ucap Arka pelan.
" Sayang, nak kamu sudah sadar, ini minum sayang." ucap bunda.
" Bunda panggil dokter dulu ya." ucap bunda lallu pergi keluar kamar, bunda lupa kalau di ruangan itu ada tombol untuk memanggil perawat dan dokter, berhubung bunda saking senangnya, bunda lebih memilih untuk keluar.
" Dokter dokter." teriak bunda Mesya menggema, Ayah Ray, Langit dan Alvin yang baru saja sampai di lorong ruang rawat inap Arka langsung berlari setelah mendengar teriakkan bunda Mesya, mereka ber tiga terkejut karena selama mereka ini mereka tidak pernah tahu suara keras bunda, dan ini baru pertama kali mereka mendengar,
" Dokter, tolong periksa putra saya, putra saya sudah sadar dok." ucap Bunda Mesya.
" Bun, ada apa, kenapa teriak teriak?." tanya Ayah.
" Iya Arka kenapa Bun?." tanya Ayah
" Arka sadar yah, sadar." ucap bunda
" Alhamdulillah." ucap Langit, Ayah dan Alvin.
Tanpa menunggu lama mereka semua masuk ke dalam kamar Arka.
__ADS_1
Setelah di periksa, semua alat alat bantu yang berada di tubuh Arka di lepas dan saat ini Arka bisa berbicara meskipun sedikit sedikit karena masih sakit.
" Nak kamu mau kemana?." tanya Ayah saat melihat Arka bangun dari tidur nya.
" Ke to i let yah." jawab Arka.
Alvin dan Langit langsung bergegas mendekat ke Arak untuk membantu.
" Aku bisa sendiri." ucap Arka.
Saat Arka akan menggerakkan kaki nya untuk turun tapi ia kesulitan. Arka masih mencoba tapi tetap sama.
" Biar kakak bantu Arka." ucap Langit.
" Aku bisa sendiri." jawab Arka dengan kesal.
Saat sudah sampai di tepi ranjang.
Brug......
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...