Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 58


__ADS_3

" Saya memulai nya saat kuliah Bu, tapi dari rumah lama lama omset makin naik dan rumah tidak bisa lagi menampung barang stok jadi setelah lulus saya sewa toko ini " jawab Senja dengan tersenyum.


" Maaf ya Bu, ibu duduk di karpet, di sini tidak ada kursi di tamu." Lanjut Senja dengan posisi masih memangku Ara di ke dua paha nya yang berlapis rok panjang


" Tidak apa apa Senja, santai saja, oh iya kamu kenapa lebih memilih wirausaha bukan nya melamar kerja di kantoran?." Tanya mama Siska


" Saya ingin membantu orang dengan menciptakan lapangan kerja Bu, terlihat tidak seimbang soal nya, lulusan tiap tahun itu banyak, sedangkan ketersediaan lapangan kerja sedikit, hmm juga sebagai planning masa depan juga, jika kelak menikah saya masih bisa tetap mengurus keluarga, karena usaha seperti ini bisa di lakukan dari rumah jadi perhatian kepada suami dan anak anak tidak terabaikan." Jawab Senja yang menjawab pertanyaan dari mama Siska penuh keyakinan.


" Wah ibu salut dengan pemikiran mu, dewasa sekali." Mama Siska tersenyum ada rasa bangga dan kagum yang terpancar dari sorot mata nya.


" Senja ini ada gofood antar makanan, sudah di bayar kata nya." Ucap Cika yang memberikan beberapa kantong makanan ke Senja


" Lho aku tidak pesan makanan kok, slaah alamat kali Cik." Senja mengerutkan dahi nya.


" Itu ibu yang pesan, ini makanan untuk kita semua, Ayo makan bareng, dan 1 bungkus ini tolong kasihkan pada supir yang di depan ya." Mama Siska menyodorkan 1 bungkus kepada Cika.

__ADS_1


" Alhamdulillah rejeki anak sholehah ." Ujar Cika berseru kegirangan, Senja hanya menggeleng gelengkan kepala nya dengan tersenyum.


Mama Siska pulang setelah adzan Ashar berkumandang.


Setiba nya di rumah, Ara di mandikan sama sang Oma. 1 jam kemudian Langit sampai di rumah sang mama.


" Assalamualaikum." Langit mengucap salam dan mencium tangan mama nya.


" Waalaikumsalam." Jawab mama Siska yang sedang menemani Ara bermain.


" Iya soal nya di rumah bosan, terus anak mu juga senang nya minta ampun, di ajak ke sana eh dia nempel terus tuh sama Senja,." Ucap mama Siska melirik dengan ekor mata ke arah Ara.


" Sayang tadi main sama kakak ya hmmm, senang tidak?." Langit menguyel uyel pipi Ara yang duduk di pangkuan nya, Ara menjawab dengan anggukan kepala, belum banyak kata yang bisa ia ucapkan tapi ia mengerti perkataan yang di sampaikan pada nya.


" Langit pulang dulu ya ma, keburu magrib nanti, sayang ayo Salim dulu sama kma." Langit menuntun anak nya mendekati mama Siska yang sedang membuka buka majalah.

__ADS_1


" Makan di sini saja dulu nak." Ucap mama Siska


" Di rumah saja ma, Langit pulang dulu ya ma, Assalamualaikum." ucap Langit.


" Waalaikumsalam, hati hati." jawab maka Siska.


Kumandang adzan magrib terdengar saat Langit tiba di rumah nya, ia melirik garasi yang terbuka masih kosong, itu berarti istri nya belum pulang.


" BI, titip Ara dulu ya, Ara sudah di mandikan mama kok bik." Langit menyerahkan Ara yang ia tuntun ke bik Surti.


" Sayang sama bibik dulu ya, papi mau mandi dan sholat dulu." Langit mengecup kening anak nya kemudian melangkah ke arah tangga menuju kamar nya.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2