Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 95


__ADS_3

" Siap ibu ku sayang." Jawab El dengan menggoda ibu nya. El pun berjalan tergesa gesa keluar dari rumah menuju halte bus di depan yang tidak jauh dari rumah nya.


Setelah menunggu 5 menit, ada bus yang berhenti, karena di kejar waktu El pun naik meskipun bus nya penuh.


Kalau tidak ke Pepet pasti El lebih baik menunggu bus berikut nya. Ia pun berdiri karena memang sudah tidak ada bangku yang kosong.


Dan ada banyak juga penumpang yang berdiri, jarak rumah ke kampus lumayan jauh, memakan waktu sekitar 30 menit, ia berdiri di samping bapak yang mungkin usai nya sekitar kepala 5, El tidak menyadari jika bapak di samping nya adalah copet.


Dia masih menaruh tas nya di belakang, dan asyik melihat pemandangan di luar bus.


Setelah beberapa saat ada kondektur yang menghampiri untuk meminta ongkos bus, El pun mengambil dompet di tas belakang nya dan menyodor kan uang warna biru.


" Turun mana mbak?." Tanya pak kondektur.


" kampus Xxxxx pak." Jawab El.


El pun mengambil uang kembalian yang di berikan kondektur dan memasukkan nya ke dompet dan di taruh kembali ke tas rangsel nya.


Dia tidak menyadari jika dari tadi ada sepasang mata yang melihat gerak gerik nya mengambil dan mengembalikan dompet nya ke dalam tas. Si bapak itu pun semakin menempel ke El.

__ADS_1


Apalagi keadaan bus semakin berdesak kan. Tapi di belakang bapak itu ada seseorang yang berseragam loreng yang melihat kejadian itu. Dia juga memperhatikan si bapak dengan dia.


30 menit kemudian, El pun sampai di depan kampus nya.


" Pak pak berhenti di sini." Ucap El.


" Tek Tek Tek berhenti. "Pinta kondektur dengan memberikan tanda berupa ketukan di pintu bus dengan uang koin.


Bus pun berhenti dan El turun dari bus tersebut.


Dan dari belakang ada seorang laki laki yang mengikuti nya.


" Iya saya." El menoleh ke sumber suara dan menunjukkan diri nya dengan jari telunjuk nya.


" Iya mbak, si mbak, ini dompet nya mbak." Ucap Laki laki itu sambil menyodorkan dompet berwarna pink kepada El.


" Loh dompet saya kok bisa sama mas nya, jangan jangan mas nya nyopet dompet saya ya?." Tanya El dengan menyipitkan mata nya dan menunjukkan jari telunjuk nya sebagai tanda curiga.


" Ha ha ha ha ha. "Laki laki itu pun tertawa atas tuduhan El.

__ADS_1


" Mbak ini lucu sekali, mana mungkin saya mau mengambil dompet mbak dengan pakai seragam ini." Ucap laki laki itu sambil menunjuk kan seragam nya.


" Saya bisa di cincang sama atasan saya mbak." Lanjut nya lagi.


" Terus kok bisa dompet saya bisa sama mas?." Tanya El pun masih belum percaya.


" besok kalau Mbak nya naik bus, jangan taruh tas rangsel mbak di belakang, tadi bapak bapak di samping mbak melihat gerak gerik mbak dari tadi. Kalau tidak percaya coba cek tas mbak." jelas laki laki itu sambil menyunggingkan senyuman tipis di bibir nya.


Yang menampakkan ketampanan nya dengan wajah eksotis khas para mas mas berseragam loreng.


El pun terpesona dengan senyuman laki laki itu beberapa saat.


" Mbak mbak." Panggil laki laki itu sambil menggoyangkan satu tangan nya di depan wajah El.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2