Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 261


__ADS_3

" Ri.... Mona ha.... hamillll" ucap Nita dengan tangisan tersedu sedu.


" Apa????." ucap Riri dengan suara bergetar, bagaimana dia tidak terkejut Mona adalah salah satu sahabat Nita, bagaimana dia bisa melakukan ini dengan suami sahabat nya sendiri.


" Iya RI..... aku salah apa dengan mereka Ri, andaikan mereka punya hubungan di masa lalu kenapa tidak mengatakan kepada apa ada nya, kalau memang mereka mempunyai hubungan jadi aku orang ke tiga Ri untuk mereka berdua, bahkan sekarang Mona hamil RI Hamil." ucap Nita lagi


"Sabar Nit, pasti ada hikmah di setiap kejadian ini." Ucap Riri lirih menenangkan Nita.


"Aku tidak tahu hubungan mereka sampai sejauh ini Ri, pantas saja mas Fajar selalu alasan dinas luar pas Mona lepas dinas." Ucap Nita.


"Kenapa ini harus terjadi padaku Ri, hik.. hik." Ucap Nita.


"Maafin aku juga Nit yang nggak cerita langsung sama kamu. Sebenarnya kemarin aku sempat lihat suamimu dan Mona masuk ke hotel itu ketika aku dan temanku di kafe. Tapi aku nggak berani cerita sama kamu, takutnya kamu tidak percaya sama aku."Jelas Riri yang masih memeluk Nita.


"Hik. hik. hik. aku nggak menyangka mereka menyakiti aku seperti ini."Isak Nita.


"Mengapa mereka bisa kecelakaan seperti ini Nit?" Selidik Riri dengan membantu Nita duduk di depan IGD.


"Kejadian itu terlalu cepat Ri, aku berada di belakang mereka dan beberapa saat aku melihat mobil mas Fajar oleng dan menabrak pembatas jalan. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka."Jelas Nita.

__ADS_1


" Iya Nit tap....." ucapan Riri terpotong


" Mbak Bagaimana apa sudah ada pendonor darah buat pasien?." tanya Suster kepada NIta.


" Saya sus, saya bisa mendonorkan darah saya, satu nya sahabat saya ini juga bisa sus." jawab Nita.


" Nit....?" panggil Riri


" Mona Nit, dia butuh trafusi darah, kasihan dia RI, apalagi dengan janin nya, aku tidak mau berdosa RI." ucap Nita.


" Ayo sus, saya duluan." ucap Nita.


" Kenapa kamu sebaik ini nit kepada Mona yang jelas jelas sudah menghianati mu, hati mu terbuat dari apa." ucap Riri sambil melihat punggung sahabat nya menjauh dari nya.


Setelah Nita dan Riri mendonorkan darah nya untuk Mona, mereka berdua masih duduk di kursi depan UGD.


Tak berselang lama, dokter kembali untuk memberikan info tentang keadaan Fajar.


Ceklek..

__ADS_1


Suara pintu IGD terbuka.


"Keluarga korban?" Ucap dokter dengan nama Ridwan di sneilnya.


"I...ya dok, saya istrinya. Bagaimana keadaan suami saya dok?" Jawab Nita yang sudah berdiri setelah melihat dokter keluar dari ruangan.


"Maaf bu, keadaan pasien saat ini masih kritis. Karena benturan di kepalanya, beliau mengalami pendarahan dalam otaknya jadi harus segera di operasi untuk menghentikan pendarahannya. Dan satu lagi bu, karena kedua kaki suami ibu tergencat badan mobil, kemungkin beliau akan mengalami kelumpuhan. Semoga saja tidak permanen."Jelas dokter yang merasa kasihan.


Deg..


"Ba..ik dok, tolong selamatkan suami saya. Lakukan yang terbaik buat dia." Jawab Nita yang kaget mendengar kondisi sang suami.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin bu untuk kesembuhan suami ibu Silahkan ibu ikut suster untuk menandatangani surat persetujuan." Tambah sang dokter.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2