Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 25


__ADS_3

Devi pun melangkah menuju mobil nya, perlahan melaju kan mobil nya mendekat ke arah gerbang menyusuri jalan perumahan menuju kantor dimana ia bekerja di dalam sana sejak ia masih kuliah dulu.


Langit masih betah duduk di meja makan sambil membuka laptop mengecek setiap laporan yang masuk ke email nya, ditemani secangkir teh tawar panas sebagai minuman favorit nya, mata nya tampak fokus ke layar.


" Den mbak Nina sudah di depan apa mau berangkat sekarang?." Tanya pak Asep. Langit melirik jam tangan nya.


" Ok berangkat sekarang saja, kita kan mau ke tempat Senja dulu hmmm, di jalan apa pak?." Tanya Langit.


" Jalan nya terlewati kok den, searah dengan tujuan ke pabrik kalau gitu saya tunggu di depan den." Jawab pak Asep.


" Ok pak. " Sayang papi, ayo kita berangkat nak." Langit menuntun anak nya untuk ikut berjalan ke depan.


" BI...tolong bawakan ke depan tas nya Ara." Ucap Langit .


Bik Surti mengikuti Langit dari belakang.


" Selamat pagi pak Langit dan princes Ara." Salam Nina dengan sopan. Langit membalas dengan anggukan.


Perlahan mobil Rush hitam yang mereka tumpangi keluar menyusuri jalan, Ara yang duduk di baby car seat samping papi nya tampak riang dan berceloteh sepanjang jalan.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Di toko E2 collection.

__ADS_1


" Senja ayah mu jadi ke sini jam berapa?." Tanya Cika.


" Ayah tidak ada telepon lagi, berarti jadi kita tunggu saja." Jawab Senja.


" Itu bukan, ada mobil di depan." Tunjuk Cika melihat mobil hitam yang abru datang.


Senja langsung menoleh karena posisi nya lagi lesehan ngeberesin baju baju yang di QC.


Belum sempat Senja berdiri terdengar ucapan salam ayah nya.


" Assalamualaikum." Ucap salam ayah.


" Waalikumsalam, ah ayah kakak kangen." Jawab Senja sambil berlari dan memeluk sang ayah.


" Uluh uluh anak ayah lebay, tidak ketemu 4 hari saja seperti tidak bertemu berbulan bulan." Ledek ayah.


" Eh ada anak Nemu ternyata, baru kelihatan, Alhamdulillah ayah selalu sehat dong." Canda ayah.


" Ya ampun ayah, Cika Segede ini dari tadi berdiri masa tidak kelihatan, emang nya Cika makhluk astral apa!!!." Cika mencibik kan bibir nya pura pura marah.


" He he he jangan cemberut gitu, nanti kadar cantik nya turun 50%. Canda ayah.


" Assalamualaikum." Ucap salam seseorang.

__ADS_1


Mendengar ada yang mengucap salam semua orang menoleh ke arah pintu.


Senja terkesima melihat makhluk tampan yang yang berdiri depan pintu sambil memangku bayi.


Cika malah melotot kan ke dua mata nya dan mulut nya menganga melihat penampakan yang belum ia lihat sebelumnya.


" Waalaikumsalam." jawab Senja


Langsung sadar akan keadaan sambil menyikut Cika yang masih menganga.


" Kakak masih ingat tidak ini den Langit, anak nya bernama non Ara, nah yang di belakang nya mbak Nina sekretaris den Langit." Jelas ayah.


" Eh ya salam, kenal kembali pak Langit Bu Nina." Senja mengatupkan ke dua tangan nya di dada.


" Kamu Senja?." Sapa Langit.


" Wah beanr benar palngling ya, lama tidak ketemu kalau ketemu di jalan pasti tidak kenal." Ucap Langit.


" Cantik." Lanjut ucap Langit di dalam hati nya.


" Eh silahkan duduk, tapi hanya bisa lesehan tidak ada kursi." Tawar Senja malu.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2