
" Ibu senja." suster memanggil nama senja, lalu Senja beranjak dari kursi dengan menitipkan tas nya ke langit.
" Mama ikut." seru ara akan turun dari kursi nya dan akan mengikuti kemana Senja berjalan.
" Kakak tunggu dulu di sini sama papi ya lihat dari sini saja." senja memberi pengertian ke arah dengan lembut.
" Iya kakak tunggu di sini sama papi nanti kalau masuk kedalam kakak diajak langit meraih ara duduk di pangkuan nya.
Senja mengikuti prosedur awal pemeriksaan mulai dari timbang badan tensi darah menjawab pertanyaan alamat usia ada tidaknya keluhan dan hpht suster mencatatnya dalam buku kecil yang akan menjadi pegangan saat pemeriksaan dan kontrol.
" Ibu silahkan duduk lagi, nanti akan di panggil kembali." Ucap suster itu dengan tersenyum ramah, Senja mengangguk dan kembali ke kursi nya tadi.
" aku merasa deg-degan mas." ujar senja setelah duduk di silangit tangannya meraba dada kirinya yang berdebar.
" Santai saja sayang tidak ada yang perlu dikhawatirkan." langit memegang tangan senja yang dingin.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu ruang pemeriksaan terbuka sepasang suami istri keluar tidak tampak perut istri sedang hamil mungkin saja datang untuk progam hamil.
Nama senja terdengar dipanggil oleh suster yang berdiri di ambang pintu suster tersenyum ramah mempersilahkan masuk dan duduk di kursi berhadapan dengan dokter nya.
Dokter Aisyah nama dokter spesialis kandungan itu melihat dari tampilannya sepertinya usianya sudah kepala lima dia menyapa dengan ramah setelah mengamati buku pemeriksaan milik senja hingga senja yang tadinya tegang menjadi lebih rileks melihat pembawaan dokter tersebut.
" Ayo ibu senja, kita periksa dulu ya." Ucap dokter Aisyah.
Senja berbaring di atas bed tersebut, baju nya di singkap ke atas oleh suster, dan tidak lupa kalau bagian bawah Senja di tutup oleh selimut, suster memberi jell di atas perut nya,
" Rahim nya bagus, bersih nah ini selamat ya bapak dan ibu, ada calon baby di sini, usia nya baru 6 Minggu." Ucap dokter Aisyah.
Langit dan Senja tampak antusias memperhatikan ke layar.
__ADS_1
" Yang mana dok bayi nya?." Tanya Langit sambil menahan kan mata nya.
Ara menatap bingung ke arah layar yang kelihatan nya hanya hitam putih.
Dokter melingkari titik hitam di layar.
" Ini ukuran nya baru sebesar kacang polong, bentuk nya seperti kecebong, organ tubuh seperti mata, hidung, telinga, tangan dan kaki sudah mulai terbentuk nanti dari waktu ke waktu akan mengalami perkembangan nah detak jantungnya juga mulai dengar." ujar dokter Aisyah menjelaskan.
" Masya Allah." senja hanya mampu berucap tak juga matanya berkaca-kaca terharu langit ikut tersenyum bahagia dia kecupan di istrinya dengan sayang.
" Mama adiknya kenapa kecil dan Hitam tidak seperti Ara yang punya rambut kulitnya putih." Ara bertanya dengan polosnya dokter sampai terkekeh pelan mendengarnya.
" Kan nanti adiknya akan tumbuh di perut Mama sampai perut Mama jadi besar kalau sudah besar nanti adiknya akan keluar dari perut Mama nanti kakak bisa mengajaknya bermain." jawab senja mencoba menjelaskan dengan bahasa yang bisa dipahami oleh Ara agar tidak membuat Ara bingung
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...