Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 50


__ADS_3

" Ya sudah bunda tutup dulu ya nak, ini bunda mau masuk kelas dulu, bang Ray Mesya tutup ya, da da sayang nya bunda, Assalamualaikum." ucap Mesya


" Waalaikumsalam." Jawab Ray


Kembali ke cerita


Mesya memberitahukan kepada bu Ratna dan pak Rio kalau Mesya akan pulang ke Surabaya karena kuliah nya sudah selesai, baik bu Ratna dan pak Rio mengiyakan nya tapi jujur mereka berdua sedih karena mereka sangatlah dekat dengan Mesya, tapi bagaimana pun juga Mesya harus tetap pulang. mengenai Langit nanti mereka bisa melakukan VC.


Di kediaman rumah pamungkas.


Sudah sangat ramai karena mereka tahu kalau adik paling bungsu mau pulang, saat boarding Mesya memberitahukan kalau sebentar lagi akan take off dari bandara Soekarno hatta Jakarta menuju bandara Juanda Surabaya.


Padahal masih ada waktu 1 jam lebih tapi keluarga Pamungkas sangat antusias, mereka semua akan menjemput Mesya.


Mereka menggunakan banyak mobil menuju bandara, tidak hanya yang kecil dan muda saja bahkan, oma opa dan kakek juga ikut serta menjemput Mesya.


Mereka semua sudah sampai di bandara dan melihat kalau 30 menit lagi Mesya akan sampai.


30 menit kemudian.


Terdengar suara maskapai pesawat yang membawa Mesya telah mendarat dengan baik.

__ADS_1


Mesya yang melihat semua keluarga nya ikut menjemput hanya menggeleng gelengkan kepala nya saja, ia sangat terharu mempunyai keluarga yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang, mereka tidak pernah membedakan mana anak atau menantu semua nya sama.


" Assalamualaikum." Mesya mengucap salam dengan suara yang lantang, banyak dari mereka melihat tingkah laku Mesya barusan dengan tersenyum


" Waalaikumsalam, sayang, adik, nak, aunty." ucap mereka semua yang berada di sana


Keponakan Mesya langsung berlari menghampiri Mesya dan berebut untuk mencium Mesya, tidak peduli kalau keponakan Mesya ada yang sudah besar kalau sudah dengan Mesya mereka suka rela untuk mencium pipi Mesya


" Aunty, kami kangen." ucap Cio


" Aunty juga kangen sama kalian sayang, ayo kita kesana, aunty bawa oleh oleh banyak buat keponakan aunty ini." ucap Mesya


Mesya mencium tangan mereka semua dan memeluk mereka satu persatu hanya dengan Sandi saja Mesya tidak memeluk nya.


" Bagaimana kabar kamu nak?." Tanya mommy


" Alhamdulilah, seperti yang mommy lihat, Mesya sehat dan tidak kekurangan suatu apa pun." jawab Mesya


" Daddy apa daddy tidak kangen dengan Mesya." ucap Mesya dengan mata genit nya


Daddy sudah tahu apa yang di katakan oleh putri bungsu nya itu, sejak kecil daddy tahu kalau putri nya sudah berkata seperti itu, pasti minta di gendong, dengan cepat daddy membalikkan badan nya dan mempersilahkan Mesya naik di atas punggung daddy.

__ADS_1


Dengan cepat Mesya naik memeluk leher daddy sambil terus menciumi pipi daddy itu.


" Aunty sudah besar kok minta gendong opa, apa tidak malu dengan kami!!!." ejek para keponakan Mesya


" Aunty tidak malu, bahkan aunty sangat senang sekali, weeeeek." jawab Mesya sambil menjulurkan lidah nya keluar


" Dek, sama abang saja ya, kasihan daddy, kamu itu berat." ucap Juna, Lian dan Irsyad


" Apa dengan abang saja dek!!!." ucap Sandi


" Tidak mau, adik ingin dengan daddy, daddy apa adik berat, kalau berat biar adik turun saja." tanya Mesya


" Sudah jangan dengerin abang abang kamu nak, daddy masih kuat kok gendong kamu, apa kamu lupa kalau daddy adalah pahlawan kamu." Jawab daddy


" Terima kasih daddy, adik sayang daddy, love you daddy, muah muah muah." Ucap Mesya


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2