
"Aya capek nggak, kalau capek duduk dulu sayang ?" Tawar El kepada Putri kecilnya yang setia mendampingi El dan Zafran di atas panggung.
"Ok mommy." Jawab Aya.
Aya pun duduk di kursi belakang El.
"Kamu juga duduk dulu sayang pasti capek karena adik pakai sepatu high Heels." Pinta zafran.
"Tidak apa-apa kok mas, bentar lagi juga tamu sudah habis. Insya Allah IFA masih kuat." Ucap El menolak.
Akhirnya pasangan ini pun berdiri melanjutkan bersalaman dengan tamu yang datang.
Meskipun El dan zafran mengundang beberapa teman dan saudaranya, ternyata tamu yang datang lebih banyak. Mereka datang untuk memberi selamat beserta do'a untuk kedua mempelai.
Beserta do'a untuk kedua mempelai.
Ada sosok laki-laki dengan wajah sendu berjalan naik ke atas panggung untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.
El awalnya kaget dengan kehadiran laki-laki tersebut. Tapi Zafran yang melihat kedatangan dia, zafran memegang tangan istrinya untuk memberi semangat.
"Selamat ya El, semoga kamu dan suami di berikan kebahagian dalam mengarungi rumah tangga kalian." Ucap Rahman mengulurkan tangannya dengan senyum yang di paksakan di kedua bibirnya.
"Terimakasih mas Rahman atas do'anya dan bersedia datang ke pernikahan El." Jawab El dengan menangkup tangannya.
__ADS_1
"Sama-sama."Ucap Rahman dan menarik tangannya kembali.
"Selamat ya bro, akhirnya kamu yang bisa memenangkan hati El. Jangan menjadi seperti diriku yang telah salah menyia-nyiakan perempuan sebaik dia." Ucap Rahman yang beralih memberi kan selamat kepada Zafra .
"Terimakasih bro, saya akan menjaga istri saya agar dia tetap tersenyum bahagia bersama kami." Jawab zafran dengan menjabat tangan Rahman.
El yang mendengar jawaban suaminya untuk mantan tunangannya pun tersenyum bahagia.
"Terima kasih mas udah au menerima El "Ucap El dalam hati.
"Mungkin, jika dulu aku tidak melepaskan mu dan tidak memilih wanita licik itu pasti kita sudah bahagia dengan keluarga kecil kita El, Apalagi jika hadirnya anak menambah kebahagiaan kita. Tapi aku terlalu bodoh yang telah takhluk bujuk rayu darinya, perempuan ular dan tak tahu diri karena kecantikannya hingga aku membuah permata seperti dirimu." Ucap Rahman dalam hatinya setelah turun dan melihat senyuman yang terpatri di wajah mantan tunangannya.
Rahman yang tak kuat melihat kebahagian El pun undur diri dari pesta pernikahan El dengan hati yang pecah berkeping-keping.
Setelah acara bersalaman dengan tamu, kedua pasangan tersebut bergantian berfoto bersama keluarga besarnya.
"Nggak usah resek deh dek.",Jawab Zafran kepada Azell.
"Nggak usah sewot deh Kak, bentar lagi bisa tu belah duren lagi." Tambah Yasmin.
El yang mendengar perkataan iparnya pun hanya tersenyum malu.
Sedangkan zafran ingin melahap adiknya yang berbicara frontal di depan keluarga besar El dan zafran.
__ADS_1
"Udah deh dek nggak usah goda Ran dan El." bela Langit.
"Nanti udah siap belum Dek?" Bisik Langit kepada adik nya.
"Sama saja kamu Kak sama Yasmin, bisanya meledek saja." Jawab Zafran.
"Adik akhirnya adik mbak yang cantik ini bisa bertemu jodohnya, Jangan lupa ya nanti di buka kado dari mbak Arin dan Tania." Ucap Arin yang mengedipkan matanya ke arah Tania.
Tania yang tahu maksud pembicaraan Arin pun tertawa.
"Nanti hadiah dari kita membuat suamimu terpesona dengan dirimu." Tambah Tania yang berbisik kepada El.
"Memangnya hadiahnya apa Tan ?" Tanya El dengan polosnya.
"Rahasia lah." Jawab Tania dengan santai nya.
"Awas aja kalau kadonya aneh-aneh." Ancam El kepada Arin dan Tania.
Kedua orang yang diancam El pun hanya ketawa sehingga membuat orang disana penasaran dengan apa yang mereka tertawakan.
"Mommy Aya bahagia sekali, akhilnya Aya punya mommy, jadi ketika aya pelgi ke sekolah bisa di antal mommy sepelti teman yang lainnya." Ucap Aya dengan polosnya dan membuat orang dewasa disana tersentuh dengan ucapannya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....