
Adam terus saja menangis melepas semua beban hidup nya di depan Siska, Adam mengeluarkan ponsel nya menunjukkan foto seorang anak laki laki berlesung pipi dan berusia 1 tahun lebih di gendongan Ray sambil menunjukkan senyum manis nya itu.
Siska sempat di buat terpukau saat melihat foto anak kecil itu.
Setelah Adam tenang, Siska langsung memegang tangan Adam lagi.
" Dam, anak ini nama nya Langit?." tanya Siska sambil mengarahkan ponsel Adam itu.
Adam hanya menganggukan kepala nya.
" Dia tampan sekali Dam, terlihat sekali kalau Langit duplikat kamu Dam, seharus nya kamu harus bersyukur karena di beri anak seperti Langit, kamu harus bangga Dam, anak adalah suatu anugerah yang telah Allah berikan pada umat nya, jadi kamu harus merawat dan mendidik nya, jangan sia sia kan titipan Allah pada kamu, meskipun sekarang Fina telah tiada dan di dalam akta kelahiran Langit adalah putra dari Ray bukan berarti kamu lepas tanggung jawab Dam, dan untuk jawab aku, aku akan tetap di samping kamu Dam, aku kan pernah bilang ke kamu, suatu hubungan itu tidak untuk mencari kekurangan masing masing tapi suatu hubungan itu untuk saling melengkapi, Allah saja selalu mengampuni semua dosa dosa umat nya, meskipun umat nya itu mempunyai dosa yang begitu besar, asalkan umat nya berjanji kalau akan menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk kedepan nya, apa boleh aku bertemu dengan Langit Dam?." Tanya Siska
" Sis, apa aku tidak salah dengar, apa benar kamu sudah memaafkan kesalahan ku di masa lalu?." tanya Adam
__ADS_1
" Iya Dam, aku sudah memaafkan kamu, asal kan kamu tidak mengulangi lagi." Jawab Siska
" Mengenai Langit, aku tanyakan dulu pada Ray ya, bagaimana pun juga saat ini Langit berada di pengawasan Ray, dan Ray juga bilang kalau Langit tidak mudah untuk bertemu dengan orang yang tidak pernah ia temui sebelum nya, jadi kamu bersabar ya, tapi untuk keluarga kamu bagaimana Sis, apa mereka akan menolak aku." Tanya Adam
" Kamu tenang saja, mengenai keluarga ku, serahkan pada ku, kamu harus yakin kalau keluarga ku juga akan menerima Langit dengab tangan terbuka." Jawab Siska
Setelah berbicara panjang lebar Adam bisa bernafas lega karena beban di pundak nya berkurang dan Adam juga sangat senang karena Siska masih bersedia berada di samping nya untuk menerima Langit sebagai putra nya kelak.
Siska dan Adam saat ini sudah berada di rumah Ray, Ray turun ke bawah sambil menggendong Langit.
" Hai sayang." Ucap Adam
" Pa...pa." Ucap Langit
__ADS_1
" Iya sayang, ini papa, Langit sudah sembuh, coba lihat papa bawa mainan buat Langit, kata nya Langit suka menggambar ya." Ucap Adam yang mengambil alih Langit dari tangan Ray
Langit yang melihat kado dari papa nya langsung minta turun untuk membuka nya.
Siska yang melihat itu langsung senang dan mendekati Langit saat Langit sedang sibuk membuka kado nya.
Kakak kakak semua, mohon dukungan nya selalu ya, bulan ini level nya turun kak, aku bingung harus bagaimana,
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1