
"ayo buruan oleskan ke kakinya.' ucap bunda lagi.
" Tapi Bun arka...." Bunda menatap tajam ke arah anak ke dua nya itu, sebenar nya bunda tahu bahwa arka memang tidak menyukai jenis bau minyak minyak kan seperti ini sedari kecil, tapi mau bagaimana lagi ini kan darurat.
Dengan terpaksa Arka pun mengambil minyak angin itu lalu mengoleskan ke kaki Yasmin, lagi lagi mata arka melotot karena merasakan kaki Yasmin Yang sedingin es.
" Bun kenapa kaki Yasmin dingin banget?." tanya arka panik bunda pun segera menyentuh kaki Yasin dan benar saja tapinya sangat dingin dan pucat.
Bunda dan Arka memberi minyak angin lalu menggosok gosok telapak tangan Yasmin.
Setelah itu para laki laki keluar dan melanjutkan kegiatan mereka masing masing, Ara awal nya tidak mau pergi tapi dengan banyak rayuan akhirnya ia mau pergi juga, sedangkan bunda setelah mengantarkan bubur, bunda pamit untuk keluar sebentar, ada yang bunda kerjakan.
Setelah semua nya pergi, Arka tidur di sebelah Yasmin lalu merengkuh tubuh Yasmin dengan erat, seakan akan ia tidak mau meninggalkan Yasmin meskipun sedetik saja.
" mas." Panggil Yasmin lirik saat melihat Arka ternyata sedang merangkul tubuh nya di tempat tidur masih lengkap dengan pakaian kerja nya.
Arka membuka matanya dan melihat Yasmin sudah sadar dari pingsan nya arka pun langsung menghadiahi ciuman di seluruh wajah Yasmin.
" Mas." Ucap Yasmin lagi. " Apa yang kamu rasain sayang?." tanya arka dengan lembut.
" Mas Arka tidak kerja?." bukan menjawab Yasmin malah balik bertanya kepada arka.
" Mas masih mau ambil cuti hari ini biar semua di-handle oleh kak langit dan kak David." jawab arka.
" Kepala kamu masih pusing? masih mual tidak?." tanya arka lagi.
" Sedikit." Jawab Yasmin lirih.
" sarapan dulu ya kamu belum makan apapun dari semalam." kata arka lalu meraih bubur dan susu yang sudah disiapkan dari tadi.
" Tidak mau mas." Yasmin segera menutup hidungnya kalau mencium aroma makanan.
" Ya sudah kalau begitu susunya saja ya." kata arka lagi membuat Yasmin menggelengkan kepalanya.
" sedikit saja saya." Lanjut arka lagi dengan lembut.
__ADS_1
" Kita ke rumah sakit ya." Ucap arka lembut sambil meletakkan gelas bekas susu di atas meja.
" Kenapa rumah sakit mas? Yasmin kan tidak apa-apa nanti istirahat sebentar juga sembuh." ucap Yasmin.
" demi kesehatan kamu sayang mas mohon yuk kita periksa ke rumah sakit." ucap arka lagi akhir nya Yasmin menuruti kemauan suami nya, Yasmin yang malas mandi akhir nya dibantu oleh arka dari a sampai z kebalikannya jika biasa nya Yasmin yang melayani arka kini gantian arka yang memberi pelayanan untuk Yasmin.
Mereka ber dua telah sampai di rumah sakit, tadi dokter keluarga tidak jadi datang karena sedang ke luar kota, jadi mau tidak mau Arka mengajak Yasmin untuk periksa ke rumah sakit.
" Mas kenapa kita kesini tanya Yasmin bingung pasalnya yang mereka datangi bukan dokter umum melainkan dokter spesialis.
" Kamu nurut saja dulu ya kita lihat sama-sama." ucap arka. Saat Yasmin pingsan bunda sempat mengatakan kemungkinan kalau Yasmin sedang berbadan dua tapi masih kemungkinan saja dan bunda menyuruh Arka untuk mengeceknya langsung ke rumah sakit ditambah lagi dokter keluarga tidak bisa datang.
Arka dan Yasmin mulai memasuki ruangan dokter jantung Yasmin berdegup sangat kencang.
" Baiklah tuan nona perkenalkan nama saya Maya ucap dokter maya.
" Ahh iya dok." Jawab Yasmin tersenyum kikuk.
" Hmmm saya akan melakukan beberapa tes untuk nona Yasmin." ucap dokter Maya.
" Kapan anda terakhir menstruasi nona?." tanya dokter Maya lagi kepada Yasmin.
" Kapan sayang?." Tanya Arka lembut.
" sa... saya lupa dok." jawab Yasmin malu.
" hmmm kalau begitu kita coba tes pakai alat langsung saja ya." ucap dokter Maya dengan tersenyum.
Dokter Maya mempersilahkan Yasmin untuk berbaring di atas brankar lalu dokter Maya menutupi sebatas perut ke bawah dengan selimut dan menaikkan dress yang dikenakan Yasmin ke atas namun tangannya langsung berhenti saat akan menaikkan dress Yasmin.
" Hey apa yang akan kamu lakukan?." Tanya Arka.
" Hah maksud tuan?." Tanya dokter Maya bingung.
" Kenapa pakai acara buka baju?." Tanya Arka lagi.
__ADS_1
" Kita akan melakukan USG tuan kalau tidak dibuka bajunya bagaimana saya bisa memeriksa nya." ucap dokter Maya sedikit geram.
" Suruh mereka keluar dulu." Kata Arka sambil mata nya melirik ke arah beberapa suster yang berada di dalam ruangan itu.
Dokter Maya tidak habis pikir mengapa Tuhan arkas bisa seperti ini padahal arka yang ia kenal dulu tidak polos ini.
" Astaga apakah jatuh cinta bisa membuat seseorang menjadi bodoh." gumam dokter Maya dalam hati nya.
" Jangan ngatain aku atau akan aku pecat ingat ini rumah sakit adalah rumah sakit keluarga ku." ucap arka dingin dan tajam membuat dokter Maya menelan saliva nya dengan berat.
Setelah menyuruh para suster keluar ruangan, dokter Maya kembali menyingkap dress Yasmin dan mulai mengoleskan jelly ke alat USG.
" Nona dan tuan bisa melihat layar yang ada di depan kalian." ujar dokter Maya memberitahu membuat Yasmin dan arka seketika langsung menatap layar LCD yang dipasang di depan mereka.
" apakah nona melihat nya?." tanya dokter Maya kepada Yasmin.
" Hey apa yang mau dilihat cuma gambar hitam putih dengan banyak semut seperti itu." Pekik arka dengan kesal. Dengan menghela nafas kasar dan terus berucap dalam hati sabar sabar sabar sabar dokter Maya pun kembali tersenyum dan menjelaskan.
" Nona dan tuan bisa lihat ini adalah janin." kata dokter Maya menunjuk ke arah monitornya terlalu ribet kalau menyuruh 2 pasangan suami istri ini menatap ke layar besar yang sudah diperuntukkan untuk pasien tapi pasiennya seperti ini.
" Mana ada janin begitu kamu jangan membohongi Ku mau." kata arka
" masa iya anak ku bentuk nya begitu." arka tidak terima lantaran janin di layar USG itu hanya berbentuk bulat kecil tidak seperti bentuk bayi biasanya.
" Astaga arka." dokter Maya dan pada akhirnya berteriak karena sudah jengah dengan sifat bodoh arka.
" mana ada juga bayi di dalam kandungan yang masih kecil langsung berbentuk bayi." ucap dokter maya.
" gue tuh heran kenapa lu bisa sukses kaya pula, gini kalau otak lu kosong sama pengetahuan beginian." ucap dokter Maya. Jangan heran kenapa dokter Maya bisa berani berbicara seperti itu kepada arka karena Maya adalah teman dan juga sahabat arka sampai saat ini.
" Iya lagi kamu memberi penjelasan tidak jelas begitu kamu lihat saya baik-baik saya ganteng tinggi perfect dan sempurna dan istriku cantik imut manis gemesin meskipun sedikit mungil masa iya anakku astaga." ucap arka berdecak menggelengkan kepala nya.
" Nona Yasmin sepertinya saya lelah menangani suami Anda bolehkah saya pamit undur diri saja." kata dokter Maya kepada Yasmin.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...