
-POV DIRA-
hai.. kenalin aku nada Nadira Lara Ayunda panggil saja aku Dira.. aku anak tunggal dari pasangan Jefri Lana dan Misya Ayunda.. sejak usiaku duduk di bangku SMP kelas IX, aku sudah mulai mengenal apa itu lelaki, apa itu pacaran dan apa itu cinta..
yaa aku hanya akan jalan dengan lelaki jika itu kekasihku, kalo untuk sebagai teman, atau sepupu atau apalah selain pacar pasti teman-teman perempuan ku pun tau jika takkan mendapati aku jalan sama sama lelaki kecuali pacar..
namun saat usiaku duduk di bangku SMU kelas X, aku dekat dengan lelaki
"hai, Yofan" sapa nya
"Dira" jawabku
"kita berteman ya?"
"boleh, tidak ada larangan kan"
"haha iya"
hanya berteman tapi tidak berstatus hubungan apapun termasuk berpacaran hanya saja ia berkata jadikanlah dia apapun yang aku mau
"Dira.. aku nyaman sama kamu" katanya
"oh terimakasih"
"kamu boleh anggap aku apapun kamu mau, karna aku suka sama kamu, aku berharap kamu juga suka kepadaku"
"ohh kamu serius?"
"iya lah"
jadi gak salah kan kalo aku anggap dia pacar, toh dia juga suka sama aku, daaaan baru dia yang pertama kalinya dalam hidupku lelaki tanpa status jalan dengan ku, seperti layaknya teman-teman ku pasti sudah menganggap nya pacarku
lelaki itu bernama Yofan, ialah seorang lelaki yang jauh dari kata kasar seperti lelaki umumnya, perhatiannya, besar hatinya tidak kan ada wanita yang menolak jika didekati nya..
"Dira.. kita jalan tanpa status, aku rasa kamu juga memiliki perasaan, kamu mau jadi pacarku?" tanyanya
hingga suatu hari setelah aku dan Yofan 6bulan tanpa kepastian dan akhirnya aku mendapatkan apa yang aku tunggu-tunggu karna Yofan menyatakan cintanya dan resmi memintaku menjadi pacarnya
tanpa perlu fikir panjang toh kalo udah begini?
"kita udah 6bulan dekat.. aku pengen kita lebih jelas" ucap Yofan
"ehm ehm.. lalu?" tanya ku
"yya itu, aku ingin kamu jadi pacarku"
aku hanya mengangguk, dan kurasa ia akan tau maksud nya, dan semua kembali berjalan
nah perkenalkan Yofan adalah pacar ku, pacar baru, pacar pertama dan satu satunya pastilah
tapi tanpa keromantisannya lagi.. setiap kita ketemu kita bagaikan dua orang mayat, bagaimana tidak.. seperti punya kesibukan sendiri Yofan dengan hp nya dan terpaksa akupun dengan hp ku agar tak bosan
dan itu berjalan selama 6bulan pacaran, jadi genap setahun kita kenal
"kita sampai kapan begini fan?" tanyaku
"sampai sekarang dan ini terakhir" jawabnya
"maksutnya kita... pu... tus...?"
"mungkin kamu belom jodohku sebagai kekasih"
"ya aku setuju itu, makasih selalu meluangkan waktu mu untukku"
"aku sayang kamu" ucap Yofan memeluk ku
"lalu mengapa kau mengakhiri kalau sayang"
"yaa.. suatu saat kau pasti tau"
"kenapa harus suatu saat? gak sekarang aja jelaskan semuanya"
"karna bukan waktu yang tepat untuk sekarang"
Yofan berlalu dan semua berlangsung 4bln dan berakhirnya hubungan kita tanpa kejelasan, yaa mungkin karna beda jalan pikiran nya yang kupikirkan sekarang
ketika status kita sekedar mantan, dia kembali menjadi sosok seperti sebelum kita berpacaran.. dan yang hanya ada dalam pikiran ku hanyalah
dia lebih asyik tanpa status
saat mulai dekat dengan Yofan yang sudah menjadi mantan, aku mencoba tak sesering mungkin bertemu sekali pun penting karna tak dipungkiri masih ada rasa sakit ketika ia memutuskan tanpa alasan yang jauh berbeda dari mantan yang lain yang dengan sejuta alasannya
hingga akhirnya aku dipertemukan dengan seorang lelaki yang sangat menganggu kehidupan ku.. ia datang dengan sejuta kepedean nya yang membuat orang pasti akan mual mendengar nya..
ia bernama Yovie.. Yovie seorang yang disegani disekolah nya... ah untuk saja tak satu sekolah denganku
ia datang menawarkan diri mendekatiku.. dia rasa dia siapa?
"hai Dira.. kau tak ingin berkenalan dengan ku atau mungkin dekat denganku, aku sudah lama mengagumi mu"
"apaan sih" ucapku dalam hati
__ADS_1
"kau cantik ya dari dekat begini?"
"makasih" jawabku, aku berlari kecil menghindari nya..
"aku Yovie.. anak SMU berdikari 500meter dari sekolahmu?" teriaknya
"ah masa bodoh deh" ucap ku dalam hati
saat berjalan menuju dekat sekolah karna Dira sudah memesan ojek langganan..
"mau pulang denganku?" ucap Yovie
"ehm tidak terimakasih"
"udahlah daripada jalan"
"siapa bilang jalan? itu dijemput ojek langganan" sembari berlari kecil menjauhinya
"udah pak jalan"
"kemana mbak?"
"rumah aja"
karna memang aku tak melulu kerumah sepulang sekolah
tapi saat diperjalanan aku melihat dari spion motor ojek ku ternyata Yovie mengikuti ku
"ah mau apa dia" ucapku dalam hati
sesampainya dirumah aku membayar ojek langsung masuk kerumah takut takut Yovie berbuat nekad
kubersihkan seluruh badanku dan merebahkan badan, seketika teringat Yovie..
"apa Yovie masih diluar ya?"
kumelihat dari jendela kamarku, tak ada siapapun disana.. ya kurasa dia pergi, untunglah...
keesokan harinya, hari Minggu, dimana semua kegiatan sekolah ditiadakan.. saat waktu dihandpone ku menunjukkan pukul 07.00 pagi.. aku menuju kamar mandi yang cukup jauh dari kamarku tapi aku melihat seseorang berada diruang tamu dan menghampiri ku
"astaga kenapa bisa dia disitu?" ucapku dalam hati mengetahui siapa lelaki itu
"hai Dira.. kamu cantik alami ya bangun tidur begini"
"bagaimana bisa kau masuk kerumahku?"
"apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Yovie andalangit?" jawabnya mencoba meraih pipiku
tiba-tiba ayahku datang
"yah.. tolong jelasin kenapa dia bisa masuk seenaknya dia kerumah kita" kata ku
"ssst kamu diem disini bentar.. ehm nak Yovie, ayo silahkan diminum dulu teh anget nya saya kebelakang sebentar ya"
"iya pak"
"sini.. sini" ucap ayah menarik tanganku
"kenapa sih ayah.."
"jangan keras-keras Dira.. dia Yovie.. bapak punya utang sama dia dikit lagi lunas kok"
"yaudah yah lunasin cepetan"
"ya yaa sabar.. ini ayah lunasi sekarang, udah sana mandi"
"awas loh ayah, selesai Dira mandi, dia harus pulang"
"iya... sana"
setelah selesai aku mandi dan betul dia sudah tak ada..
hari minggu ini jadwal bersama teman-temanku ke mall untuk belanja beberapa kebutuhan tapi setelah sore tiba dan aku sampai depan rumah.. aku mendapati ayah dan ibuku sedang nangis..
"ayah, bunda, kenapa?" tanyaku
"Dira.. kamu dari mana aja nak?"
"Dira dari rumah teman yah.."
"Dira.. dengerin bunda.. kamu jangan boros kaya gini lagi.. belanja ini itu yang gak penting, tabungin uangmu buat masa depan mu" ucap bunda
"ya kenapa bun?"
"ayahmu bangkrut, perusahaannya merosot, kemaren ayahmu melunasi utangnya di Yovie"
"loh emng ayah utang sama Yovie buat apa?"
"buat nutupi kekurangan dikantor ayah tapi kekurangan nya semakin membengkak"
"kenapa bisa sih ayah"
"dan sekarang kamu masuk ke kamar, bersihkan semua barang-barang mu.. dalam waktu sebulan kita harus pergi dari rumah ini kita"
__ADS_1
"pergi kemana?"
"cari kontrakan.."
"gak gak mungkin, bunda bercanda kan?"
"bunda bilang masuk Dira.."
aku menuju kamar dan menangis
sekencang-kencangnya nya menutup mata dan tak ingin lagi membuka mata itu..
bagaimana bisa semua begini.. lalu bagaimana dengan sekolah ku? berhenti ditengah jalan? gak lucu deh
sebulan berlalu tapi aku bunda dan ayah tak juga keluar dari rumah justru ayah memulai usaha baru perabotan online dan bunda masih bekerja dikantor perusahaan garmen nya
"yah.. kok kita gak keluar dari rumah ini? kan udah hampir dua bulan?" kataku
"sudah ada yang membeli rumah ini dan menyewakan nya pada kita gratis"
"gratis yah?"
ayah mengangguk
"baik banget dia ya yah? masih ada aja orang tulus seperti itu" ucapku heran
sejak hari tak jadinya aku dan ayah bunda keluar dari rumah justru aku sering mendapati ayah maupun bunda seolah-olah mengagumi sosok Yovie..
"ehm pasti ni, ayah pinjem duit lagi sama si Yovie.. kebiasaan" ucapku dalam hati kesal
seiring berjalannya waktu kini aku sudah mulai kelas XII di bangku akhir sekolah
2tahun terakhir aku lewati masih dengan situasi parasit Yovie menggangguku dan belum lagi harus bertemu dengan Yofan setiap hari membuat kenangan itu susah ku delete
dan fakta baru mengejutkan yang ternyata Yovie dan Yofan kakak beradik
tapi bagaimana bisa Yovie kakak dari Yofan tapi seumuran?
"kamu sering jalan sama Yovie ya?" tanya Yofan
"Yovie? jalan sih enggak, pas kebetulan ketemu aja iya"
"Ehm.. dia abangku"
"abang? maksutnya A6bang?"
"ya dia abangku"
"tapi kan kalian seumuran bagaimana bisa jadi dia kakakmu?"
"beda ibu dir, ibu dia istri pertama ayahku, dan ibuku istri kedua ayahku?"
"lalu kalian akur?"
"enggak.. justru aku mau minta maaf sama kamu dir.."
"maaf? soal apa?"
"soal aku pacarin kamu, karna aku mata-mata Yovie.. dan dia akan bisa menerima aku dan ibuku jika aku mau membantunya mencari tau tentang mu"
"apa?" ucapku terkejut atas pertanyaan itu
"apa kau benar-benar tak mencintaiku sedikit pun" tanyaku
"awalnya tidak tapi sejak aku mengakhiri hubungan kita, aku sadar aku suka sama kamu, tapi harus kupendam demi ibuku"
aku berjalan menjauhi Yofan dengan penuh isi dipikiran ku
"hemm.. yaa.. bagaimana bisa begini" ucapku kesal dalam hati
sejak saat itu entah setiap ajakan Yovie yang selalu kutolak kini ku tak pernah tolak
sering antar jemput aku, mencoba melupakan kejahatan Yofan
"kamu tumben mau ikut ajakan ku" tanya Yovie
"ternyata ini maksud mu dan dengan putuskan aku tanpa sebab waktu lalu?" ucapku dalam hati
"hei.. kok ngelamun?"
"ehm sori yov lagi banyak pikiran"
"ehm yaudah aku antar pulang ya?"
aku dan Yovie menuju rumahku..
sesampainya dirumah, aku melihat layar handphone dan ada telfon dari nomor tak dikenal saat melihat pesan nomor itu masuk lagi ke panggilan aku menjawab
"halo? dengan siapa?"
"saya dari Rs mitra bisa bicara dengan Dira?"
"saya sendiri, kenapa buk?"
__ADS_1