
odi memang tau cerita nya bagaimana.. namun karna odi memang kasian berniat membantu mama nya dalam urusan ini, ia pun diam dan menerima
"yaudah, emang harusnya dia tau.. terus marah?"
"iya"
"barangnya disini?"
"beberapa hari lalu ia kesini, mengambil beberapa potong pakaiannya"
"em..."
esok siang, ia pun datang kerumah doni yang dikasih alamtnya..
"ini apa ya? tapi gak ada kehidupan, apa orangnya kerja?" gerutunya
dan saat menelfon doni, benar doni di kantornya, terpaksa ia menunda, ia menuju ke kost faye namun kebetulan juga faye kerja
namun bukan odi kalo tak nekad..
odi pun menghampiri tempat kerja faye.. sekaligus bermain dan silahturahmi....
"odi" sapa faye
"hai.."
faye memeluk odi kangen
"kamu kapan pulang?"
"kemaren, aku kesini hari ini bisanya, gimana kabar mu?"
"baik.... di, ya ampun kangen aku"
beberapa karyawan lain turut menyapa odi
"malam ini kita jalan?" tanya odi
"malem ini?"
"iya, malam minggu, soalnya minggunya aku harus balik"
"emm... tapi"
"aku tunggu ya, oh iya sekalian ini juga aku bawain oleh oleh"
"apa ini"
"bukanya di kost dong biar sureprize"
"ah okeh okeee"
sesampainya dirumah faye membuka pemberian odi
baju, sepatu, lengkap dengan alat make up..
begitu bahagianya faye sampai ia lupa janji dengan doni malam ini
saat malam tiba, faye dengan santai nya menuju tempat janji makan dengan odi
saat sedang menyantab makanan, ia teringat jika ia ada janji dengan doni
"ya ampun" ucap faye melihat jam ditembok restoran
"kenapa fay?"
"aku ada keperluan lain, lupa, telat satu jam, aku duluan ya"
"eh tapi fay"
faye berlari pelan keluar resto namun hujan.. dan saat ia memberanikan diri
"gak bisa, harus di terjang.." ucap faye pelan
odi pun mengejar faye yang menyetop taksi dan mengikuti nya
"fay, kenapa kamu terburu seperti ini, sepenting apa orang lain yang akan kau temui malam ini bahkan kau rela kehujanan" ucap odi dalam hati..
sementara doni yang sedari tadi sudah menunggu faye selama satujam lebih, ia masih menunggu bahkan kehujanan
dan saat sampai di taman, faye turun walaupun hujan deras
"do, kenapa gak pulang, atau tunggu ditempat teduh?" tanya faye
"fe, kamu dateng? kenapa telat?"
"maaf do, aku lupa malam ini kita janjian"
"aku kedinginan fe"
faye memeluk doni menuju mobilnya...
dan apa yang ia lihat dihadapan mata kepala nya membuat odi tak percaya
ia menatap terus faye dan melepaskan payung ditangannya
"kak doni" ucap odi
yaa kak doni adalah jawaban dari pertanyaan odi mengapa faye rela menerjang hujan
saat sampai dirumah doni
odi masih mengikuti..
"bahkan faye mengetahui sebelum aku mengetahui rumah kak doni" ucap nya dalam hati
terlihat keduanya mengobrol di teras depan rumah doni
"kamu cantik pakai baju itu, maafin aku ya buat kamu kehujanan jadi make up nya luntur" ucap doni
"aku yang minta maaf, aku lupa kita janjian hari ini"
tanpa berfikir lagi, odi meninggalkan keduanya..
menuju rumahnya
"di, kamu hujan hujanan?" tanya bu kustin
"mama tau soal kak doni dengan faye?" tanya odi
kustin terdiam kaget
"mama kok diam?"
"emm..."
"mama tau?"
__ADS_1
"mama..."
"karna aku kenal kak doni ma.. kak doni takkan pernah berkata lebih dari tiga kata sekalipun dengan sahabat dekatnya kecuali doni dan faye ada hubungan.."
"mama..."
"mama setuju kalo faye dekat sengan kak doni?"
"emmm...."
"mama setuju? ketimbang faye sama aku?"
"gini odi...."
"udah lah mah"
odi pun masuk kekamar tanpa mendengar penjelasan kustin
"baru saja berdamai dengan doni, sekarang sengan odi, tuhaann.." keluh kustin
sementara faye yang berada dirumah doni pun mengurus doni, mulai menggantikan baju atasan, mengeringkan rambut doni, dan membuatkan teh panas, ia sendiri juga mengganti pakaian nya dan menghapus make up yang dipakai nya
daaaan baru lah malam itu, seorang doni yang cuek, bahkan adiknya saja tak tertandingi..
odipun tak secuil dengan watak cuek doni..
malam itu juga doni yang kedinginan meminta faye memeluknya..
"aku kedinginan.. peluk" ucap doni
"apa sih do...." jawab faye menyentuh pipi doni
"yaudah sini" ucap faye lagi
namun faye hanya ingin menggelitiki doni, bukan ingin memeluknya
"ini kan" ucap faye tertawa
"ihh udah udah dong, fe" ucap doni
tapi justru faye tak sengaja begitu dekatnya wajah nya dengan wajah doni
dan doni akhirnya menyatakan perasaannya
"aku sayang sama kamu" ucap doni
mendengar suara ponsel doni, faye pun duduk dengan posisi benar
doni hanya melirik ke arah faye
"kok gak diangkat?" tanya faye
"dari..."
"siapa?"
"odi"
"yaudah angkat siapa tau penting"
"loh kamu lupa ya, kan odi di german"
"loh, kamu gak tau?dia pulang?"
"pulang?oh pantes kemaren dia tanya aku dimana, aku jawab dikantor.. emang pas dikantor"
"yaudah nanti aku pulang aja kerumah mama"
"yaudah"
"kamu udah ketemu odi?"
"udah"
"haa kapan?"
"waktu jam kerja"
"em... ngomong apa aja?"
"gak ada, cuman tanya tanya kabar, kerjaan"
"oh... aku siap siap ke rumah mama ya"
saat doni berjalan menuju kamarnya..
"aku juga sayang sama kamu" ucap faye
doni pun menghentikan langkahnya perlahan menoleh kearah faye
"gak karna aku bilang sayang tadi kan?" tanya doni
faye menggeleng
"kalo misalkan odi waktu itu yang bilang seperti aku tadi gimana?" tanya doni
"ya odi yang aku terima" jawab faye santai
"wah kamu ya...."
doni pun mencubit kedua pipi faye dan memberantakkan rambut basah faye....
doni pun memeluk faye..
"udah berapa cowok yang peluk kamu?" tanya doni
"ada berapa ya.. aku itung.. emmm.."
"banyak nih cowoknya..?"
"ada dasuke, ada hitoshima.. ada em..."
"itu namaku semua?"
"iya lah, kan sekarang kamu yang peluk"
"dasar anak jelek..."
mereka pun tertidur.. faye tidur disofa depan tv dan doni tertidur di lantai bawah sofa tidur faye
tengah malam faye terbangun
"udah jam satu malem ya.." ucap faye pelan saat menatap jam di dinding
melihat doni tidur dibawah, ia pun menyelimuti doni dengan selimut yang dia kenakan
"beruntung kata kak jeni, bisa dekat dengan kedua adik kakak super cuek dan bahkan bisa masuk ke hati seorang kak doni" ucap faye memandangi wajah tampan nan imut namun alami dari doni
__ADS_1
faye pun menyalakan televisi dan mencari acara yang cocok..
"ah begini aku malas kalo dah tidur kebangun gak bisa tidur lagi" gerutu faye
melihat arah jam masih berada di angka 1 membuatnya bosan
ketika sudah pas dengan acara di tv, tiba tiba doni terbangun
melihat kearah faye yang menonton tv sendirian..
ia bangun dan memeluk faye
"do..."
"kamu tadi bilang sayang sama aku kan?" tanya doni
"iya"
"kamu sayang sama aku?"
"iya lah"
"kita pacaran?"
"melem malem gini kamu bangun, peluk aku cuman mau bilang itu?"
"iya.. "
"iya iya kita pacaran..."
saat pagi, ketika keduanya sudah beres beres, doni yang akan mengantarkan faye pulang..
"aku mandi pake baju kamu loh" ucap faye
melihat kearah faye dengan baju doni yang cukup terbilang kedodoran, membuat tangan faye bahkan tak tampak
"ini tuh di lipet, biar nih jari keliat" ucap doni merapikan baju faye
faye menyentuh tangan doni dan berkata jika faye ingin menikah.. bukan berpacaran
"do... aku sudah memilih kamu dari odi, aku gak mau pacaran, aku mau nikah, aku mau cari yang serius, dan aku mantab sama kamu"
doni melepaskan tangannya
"kamu minta apa aja aku bisa kasih fe.. tapi untuk nikah aku belum bisa.."
"kenapa do, bukannya kamu sayang sama aku"
"aku kasih kamu apap aja asal bukan menikah" ucap doni
doni pun berdiri dan saat akan keluar, faye dan doni kaget didepan rumahnya ada weni
"weni"
"kalian" ucap weni
"kita..." ucap faye dipotong weni
"apa kamu, aku bicara sama doni"
"fay kita berangkat sekarang aja"
"iya.."
doni mengunci pintunya dan berlalu
sesampainya di kost faye, sudah ada odi disana
"odi?" sapa faye
"baru pulang?"
"em.. aku...."
"semalam kenapa kamu pulang?"
"aku cu..."
doni yang tak mengetahui ada odi pun masuk
"odi" ucap doni
"dari semalam kamu tidak pulang kata semua teman kost mu, sementara semalam kamu pulang ninggalin aku pergi hujan hujanan, temui kak doni, kalian ada apa?" tanya odi
"di, kita.." ucap doni
"bahkan kamu temui dia semalam kehujanan, tak pulang, dirumah kak doni, pulangnya pagi begini, apa aku masih harus berfikir positif?" tanya odi
keempat teman kost faye pun mendengarkan
"liat deh, mereka berdua kan sama sama jarang ngomong panjang panjang.. kita berdiri disini baru ini dengar mereka ngobrol sepanjang itu, iya gak sih?" tanya misha
"iya sih mis.." jawab jane
"kalo bukan karna kalian tidur serumah hanya duduk atau sekedar mengobrol, takkan sampai sepagi ini kecuali.. kalian juga tidur" ucap odi
faye spontan menampar odi
"jaga sebelum bicara.. saya tidak akan menyuruh mu keluar dan angkat kaki dari rumah ini, saya tau rumah ini milik anda, tapi saya yang akan angkat kaki.." ucap faye
faye pun berlalu, ia membereskan beberapa bajunya
"fay.. kamu kemana?" tanya jane
"iya fay, kamu mau pergi?" tanya misha
faye terus membereskan beberapa barangnya dari kamar itu, dan berlalu
faye keluar kamarnya dan menuju pintu utama...
"ini kunci kamar.. makasih, urusan pembayaran sudah ku kasih ke kak jane beberapa hari lalu" ucap faye
"fay" ucap odi menyentuh lengan faye
namun faye melepaskan..
doni mengejarnya
"fe.. aku anter ya" tawar doni
"taksi online sudah dekat, gak usah"
sesampainya dirumah...
faye merebahkan badan dikamarnya
kamar yang sudah lama tak ia tempati, sudah berdebu.. faye pun tertidur
__ADS_1
melihat anaknya tertidur papa faye membenarkan posisi faye tidur, biar tidurnya bisa lebih tenang dan nyaman, ia tidak mau anaknya salah tidur