
Hanum berpikir tak masalah sih, siapa tau berteman dengan Venya, Remi jadi normal kan, meskipun Hanum curiga jika Remi juga suka pada adiknya
sorenya ketika ada jam kuliah, Hanum dan remi Bertemu
"lu punya nomor adik gue dari mana?" tanya Hanum
"emm.. itu, gue, dapet, stalking facebook nya"
"masak adik gue umbar nomor ponsel?"
"ya enggak, di data dirinya ada kok"
terdiam sejenak keduanya..
"adik gue bilang sering lu ikut nongkrong bareng temen temen Venya?" kata Hanum
"emm"
"mereka pada tau lu cewek?"
"hehe"
"wah parah lu men, gue bilang Venya deh biar dia gak baper sama lu" ucap Hanum
"num, apasih, eh jangan jangan, plis" ucap remi memohon
beberapa teman Hanum mengira jika Hanum dan Remi sangat dekat, memang akhir akhir ini, keduanya cukup dekat apalagi sejak Remi dekat dengan Venya, adik Hanum, jelas sering kerumah Hanum, tapi teman teman mereka taunya ya mereka dekat pasti karna ada hubungan
"wadah cadaas, kalian pacaran romantis amat?" ledek salah satu temannya
"PJ bro.. pajak jadian" jawab yang lain
"apa sih, ini loh, dia deketin adik gue, dia berusaha bikin adik gue sama kaya lo?" ucap Hanum
"ya enggak num, gue kan cuman suka aja, biasa aja kan, gue juga ga macem macem"
"eh lu pikir gue kenal lo baru kemaren?"
"gue.."
"wah lu, anj*r lo yee, mending sama gue aja sih num, adik lu" jawab teman Hanum lainnya
"apa lu juga" jawab Hanum
setelah malamnya, barulah Hanum menceritakan jika Remi adalah perempuan pada adiknya
"ah masak sih?" jawab Venya
"nama dia itu Ramitha, dia emang terkenal yaa tomboi begitu seperti lelaki, parahnya dia suka sesama jenis, makanya gue kuatir loh jalan sama dia"
"kita jalan sama yang lain kok bang"
"iya sama yang lain, tapi Remi suka sama lu, lu suka sama dia?"
"najis gue normal bang"
"lah yaaa makanya, lu boleh deh deketin temen abang yang mana, tapi jangan dia"
"enggak deketin"
"iya tapi dia deketin lu"
dan hari berikutnya ketika kembali berkumpul dengan teman Venya..
baru saja Venya menceritakan kepada temannya jika Remi ternyata perempuan, memang tak ada yang percaya tapi itu kenyataannya, Remi pantas jadi lelaki, tak keliatan sisi perempuan sama sekali, terutama Raksa yang kaget, karna Raksa lumayan dekat dengan Remi juga
"hei" sapa Remi
"hei kak" sapa beberapa teman Venya
"eh udah kumpul, ayo jalan, udah laper, pengen stick ayam" ajak Venya
teman teman Venya termasuk Venya dan Raksa tak menghujat, mereka bersikap selayaknya, karna mereka memang bukan kumpulan anak hits yang suka merendahkan orang
"eh kak, coba deh ini, kakak keliatan yaa sedikit formal lah, ada sisi feminim dari hijau" ucap salah satu teman Venya
"hijau yaa.. terang ya?" jawab Remi
"ini kak, lagian nih kakak kan gak semestinya berdandan laki begini, keluar kodrat kak" jawab Venya
"untung kita panggil kaka bukan abang" ledek Raksa
"haaa. mereka tau?" ucap Remi dalam hatinya bingung
setelah beberapa hari memutuskan tak lagi datang kumpul dengan teman teman Venya, Remi kembali kumpul dengan Hanum dan lainnya
"dideportase sama temen Venya?" tanya Hanum
__ADS_1
"bukan, gue memang ngehindar, maluu, lu sih bilang"
"ya kan lama cepet mereka akan tau juga"
"iya sih"
hari kembali berjalan, sampai beberapa bulan berlalu, dengan kondisi ditengah tengah tom and jerry, Venya terus sering jalan sama Raksa tak peduli kakaknya marah dan sebagainya
dan bertemulah dengan seorang wanita ketika venya duduk dikursi tunggu menunggu Raksa ditoilet
Venya tersenyum pada wanita disampingnya yang memandanginya padahal sibuk berbedak
"yaa tuhan, diaaa ini" ucap wanita itu dalam hati
kembali lagi Venya hanya tersenyum saat melihat wanita itu memandanginya lekat
Venya memainkan ponsel, dan menghubungi Raksa, yang ternyata masih buang air besar
namun wanita itu masih memandangi Venya lekat
"orang nih ngapa yaak?" ucap Venya dalam hati heran
tak sanggup terus diperhatikan, Venya akhirnya bertanya apa ada yang aneh dari wajahnya
"emm.. sorry, gak maksud begitu kok" jawab wanita itu
"ku kira ada bedak yang ketebelan, atau lipstik yang kemerahan kali"
"enggak kok" jawab wanita itu
"em..."
"nunggu siapa?" tanya wanita itu
"temen ku kak, ditoilet"
"cewek? kenapa gak masuk aja?"
"cowok kak"
"oh cowok, punya pacar dia, pantes sih, mana ada yang tega biarin cewek beginian jomblo sehari dua hari?" gerutu wanita itu
"Venya kak" sapa Venya menyodorkan tanggannya
"Adella" jawabnya
"iya.. " sapa nya memanjakan suaranya
tak lama keluarlah Raksa
"kak aku duluan ya, itu temen ku dah selesai" ucap Venya pada Adella
"eh oh iya iya"
melihat kearah Raksa yang ternyata juga kriteria ketampanan Adella
mereka pun pergi dengan bergantengan tangan, Raksa membawa kan tas Venya dan menggenggam tangan Venya
"emm... soo cute .. pasangan idaman, satu so handsome, ceweknya so cute.." ucap Adella
Adella pun pergi kembali berkumpul dibar resto di salah satu lapak di mall itu bersama temannya
"muke lu seneng amat?" sapa teman Adella
"baru aja gue di toilet ketemu pasangan its soo perfecty" jawab Adella
"em.. lu naksir cowok nya ya?"
"ceweknya juga cantik"
"yaaa kan cocok si ganteng sama si cantik?"
"aaargh bayangin wajah mereka yang serasi abis itu gak bosen"
"lebay lu mah"
waait.. saya kenalkan dulu..
terlahir dengan nama FAZZA FADILLAH ia merupakan transgender dari laki laki menjadi wanita.. namun pandainya dia menutupi diri aslinya didepan kebanyakan orang dan meyakinkan jika dirinya wanita..
bahkan ia juga merubah semua data dirinya.. dari FAZZA FADILLAH menjadi FAZZA ADELLA NURIPUTRI
lebih meyakinkan orang lain tentangnya adalah wanita tulen..
dan saat pertemuan kali pertama nya dengan Venya, membuatnya seketika berubah dirinya menjadi penyuka lawan jenis..
meyakinkan hatinya ini sesaat, iya kembali dengan aktifitas nya menjadi seorang CEO pesta alam..
__ADS_1
dan ketika takdir mempertemukan kembali dia dengan Venya..
ketika ibu Raksa yaitu Yani ingin memesan dining room bertema alam, dan menghubungi sang CEO
"Venya ikut mama?" tanya Yani, mama Raksa
yaa Yani memang lebih bugar dari Ninin, mama kandung Venya, dan kedekatan keduanya tak diragukan, ditambah, sejak Ninin bertemu dengan Yani, Yani selalu menganggap Ninin adalah kakak sendiri
beberapa menit setelah bersiap mereka memutuskan untukĀ langsung menuju tempat pertemuan di tempat kerja Yani
"sudah lama bu, menunggu?" tanya Yani
CEO membalikkan badannya
Venya sudah lupa tak mengenali
"anak ini" ucap Adella yang ternyata ceo dari perusahaan fasilitas pesta alam yang dipesan oleh Yani, ibu Raksa
"dia gak ngenali gue ya?" ucap Adella dalam hati menatap Venya
"hello, bu, em.. gimana?" tanya Yani
"em.. maaf bu, iya untuk konsep kami ada andalan untuk rekomendasiannya bisa ibu pilih, silahkan"
Venya benar benar tidak mengenali Adella, dan Adella memilih diam memerhatikan Venya
"kenalkan ini Venya, tangan kanan saya untuk urusan pesta dan acara resmi maupun formal" ucap yani
"Venya" sapa Venya
"Fazza Adella" sapa Adella
"oh namanya Venya, ah dia benar tidak ingat aku?" ucap Adella dalam hati
seiring kebersamaan persiapan pesta, keduanya terus melewati waktu berdua, bahkan sempat dengan alasan tanya pilihan konsep kayu kepada Venya, Adella berani menginjak kakinya di tanah kampus Venya menjemputnya..
"hai Venya?"
"hai.. kak Adella, disini?"
"iya... saya chat kamu, gak di read, saya perlu tanya konsep kayu"
"oh.. yaudah kita jalan aja"
karna sering jalan bersama, terasa Adella menyukai kebiasaan unik Venya yang suka mengoleksi foto varian susu disosmednya, bak ketularan, Adella pun sering mengunggah foto tangan nya menggenggam botol susu kemasan
"anj*r, gue udah sini sono, rubah ini ono, jadi cewek, gue suka sama cewek ini, ya tuhan apa ini?" gerutu Adella kesal
dan tuhan benar benar menguji seorang transgender yang merasa dirinya wanita padahal terlahir sebagai lelaki dengan cara membuat nya suka pada lawan jenis yang tepat untuknya
namun ketika kedekatan Venya dan Adella berlangsung sekalipun diluar posisi mereka sebagai Venya klien dan Adella pekerjanya.. mereka tetap memutuskan jalan bersama
"kamu kok mau sih jalan sama aku, aku ngajak nonton, kamu jarang tuh sama temen kamu sampek didemo" ucap Adella
"oh iya.. kalo itu sih bukan apa kak, kemaren juga bukan demo, mereka emang bilang karna sibuk masing masing gak bisa ketemu kesel, jadi sering kangen jalan bareng pengen jalan tapi sibuk, kalo sama kakak kan kakak dewasa, jadi aku belajar dewasa aja sama kakak" jawab Venya
"cuman itu.."
"iya kak.."
Hanum yang selalu menyindir Raksa menusuk Venya dari belakang karna dianggap suka pada Adella, justru Hanum lah yang suka pada Adella
yaa memang Raksa sering menggoda Adella, sering merayu, membaperisasikan Adella, namun ya sekedar guyonan, iseng saja
"eh eh ternyata si abang tercinta ini lempar batu sembunyi kaki, nuduh orang suka padahal dirinya yang suka.... sih abang yaaa" ledek Raksa
"Raksasa diem"
"heran ya sama kalian, tengkar aja kerjaannya, padahal mama papa kalian itu akur" jawab tante Venya
"tauk dia sih muke nya ngeselin, pake segala ngegebet adik gue" ucap Hanum
"bang, apaan sih? rame amat" ucap Venya
lalu Adella berfikir..
"pasti ceritanya si Hanum gak setuju sama si Raksa ini" gerutunya dalam hati
"udah lah, pergi aja gue, ribut kalian" ucap Adella
"eh enggak kok del, lu sih, sana pergi pergi" ucap Hanum
"yaudah gue pergi" ucap Raksa menarik tangan Venya pergi
tinggallah berdua Hanum dan Adella
"yaaa Venya pergi sama Raksa, gue pikir deketin dia eh abangnya kecantol, arrrgggh benar benar dont cute" teriak Adella dalam hati
__ADS_1
yaaa Hanum terus berusaha mendekati Adella, namun Adella tak menggubrisnya, yang Adella harap justru Venya..