Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
HA #2


__ADS_3

beberapa orang terus meyakinkan bahwa yang ia temui adalah penampakan tapi entah bagaimana bisa Jason tetap yakin dia masih manusia


beberapa hari kemudian, ia terus terbayang bahkan menjadi paranoid, angin menggerakkan sedikit saja beberapa gorden jendela hotelnya ia sudah merasakan hal yang sama seperti saat ia bertemu dengan penampakan itu, tapi ia tetap mencoba bersikap normal


beberapa hari berselang, seperti biasa.. ia kembali ke Amerika sebelum akhirnya mendaki kembali


dan ketika beberapa hari ia melanjutkan ke salah satu gunung, jika sebelumnya ia sudah mendaki gunung Arjuna, kali ini ia datang untuk menjelajah gunung cikuray..


gunung cikuray juga sering disebut tempatnya berkumpul iblis dan setan


bahkan ada yang menyerupai beberapa hewan disana.. namun tetap yakin dengan pendiriannya, Jason melanjutkan perjalanan..


baru saja masuk area perhutanan..


sudah terdengar beberapa suara aneh seperti seseorang yang berkumpul dan berbicara dengan teman temannya..


Jason mencari dimana sumbernya, ia benar benar mencari karna penasaran, suara itu terdengar jelas ditelinganya hingga salah satu pemandu menyapanya


"apa yang akan kamu lakukan disana?" sapa nya


"ooh, saya mendengar kegaduhan" jawab Jason


"lanjutkan saja jalan" kata orang itu


akhirnya Jason terus melanjutkan perjalanannya.. setelah berjalan melewati beberapa post, tepat di post terakhir ia pun merasakan sesuatu bergerak mengikutinya


ia terdiam, dan merasakan apa yang mengikutinya, lalu ia mencari kebelakang, tapi tidak ada siapa siapa


saat ia berjalan lagi, ia kembali merasa ada yang ikut berjalan bersamanya, akhirnya ia mengambil kamera dan merekamnya diam diam


dan kalian tau, apa yang tertangkap dalam kamera itu, adalah sosok hantu yang berwajah cantik tapi pucat


seketika membuat Jason takut, tapi karna yang nama nya hantu suka dengan orang yang penakut, hantu itu mengendalikan tubuh Jason


hingga tidak terasa jika Jason berjalan di tengah tengah pemukiman warga, ia melihat disekelilingnya bukan lagi dihutan yang banyak pohon. tapi malah rumah


Jason bingung, ia melihat semua orang ada disana dengan kegiatan masing masing, hingga Jason terus berjalan, betapa ia kagetnya ketika ia mendapati sebuah cahaya besar berada di atas nya dan diatas pemukiman itu yang tiba tiba pemandangan perumahan tadi berubah menjadi pepohonan


tapi saat Jason mengusap kedua matanya dan mencoba melihat lagi kearah tempat nya berdiri, ia berada di puncak gunung


"heei" sapa salah satu pendaki kepada Jason


"ya?" sapa Jason


"kamu pendaki?" tanya nya


"iya"


mereka saling tatap satu sama lain dengan teman mereka karna merasa ada yang janggal dengan tiba tiba datangnya Jason


"apa kamu rombongannya dibelakang?" tanya nya


"bukan, aku solo hiking" kata Jason


"ahh oh ya?"


mereka semakin bingung, bagaimana tidak, karna sama satu pendakian


"maaf kak, saya sejak tadi tidak melihat anda sama sekali, sama sekali, anda tidak ada dibarisan mana pun, bahkan solo hiking saja saya harusnya tau" kata salah satu dari mereka


"tapi saya benar mendaki kak, saya sampai kan buktinya di gunung puncaknya?" jawab Jason

__ADS_1


"iya saya tau"


semua pendaki disana setuju jika mereka tidak melihat sama sekali Jason ada diantara pendaki lain, sampai Jason menyapa pemandu yang ia sempat sapa tadi


"pak, bapak masih ingat saya kan?" tanya Jason


"ahh iya, kamu dibawa tadi, saya bilang jangan cari sumber suara?" tanya pemandu


"nah itu saya" jawab Jason


semua masih heran, karna sama sekali tidak ada ia merasa melihat adanya Jason disana, tapi tidak mau terlalu memikirkan itu, Jason memutuskan beristirahat dan duduk


saat akan turun, beberapa gerombolan mulai turun, tidak ada yang menawarkan kepada Jason ikut mereka atau tidak, karna semua masih terpikirkan hal tadi


tapi hingga salah satu pendaki naik, Jason masih diatas, dan Jason masih diam beberapa saat hingga setelah ia merasa selesai beristirahat, Jason akan turun, tapi mereka yang baru sampai di puncak dan beriatirahat meminta agar bersama sama turun dengan Jason


"kak, sudah mau turun?" sapa salah satu orang itu


"oh, iya, ini" kata Jason


"bareng yuk kak, biar ramai ramai"


"boleh"


mereka pun jalan turun beriringan, Jason berada di baris paling depan, lalu jalan melewati beberapa post dan sampai pada finish terakhir, semua berjalan dengan sangat lancar


Jason kembali lagi ke amerika, sebelum ia lanjutkan puncak ketiga dan juga sebagai puncak terakhir untuk Jason pijak di indonesia itu


setelah kembali ke rumahnya, ia bertemu ayahnya, dan merasa jika ayahnya mungkin membencinya, karna selama ini ia tidak pernah melihat ayahnya lebih banyak dirumah


hingga malam itu saat makan, ayahnya menyapanya


"gimana jelajah kamu selama ini nak?" sapa ayahnya


"tidak lah, papa cuma mau titip pesan jaga diri"


"pasti pa, ini terakhir nanti minggu depan mungkin mau ke gunung lawu, gunung terakhir juga kok"


"oh gitu, yasudah, pengalaman kemarin kemarin bagaimana?"


sebenarnya ingin jika Jason menceritakan semuanya kepada ayah, ibu dan adik adik nya disana tapi ia takut jika mereka kembali melarang nya untuk pergi lagi akhirnya ia diam


tiba di hari terakhir yang sudah ia tentukan akan pergi ke gunung lawu, Jason persiapan pergi, lalu ia pun sampai di start gunung itu


mengecek beberapa barang bawaannya, ia pun lanjutkan jalannya, tapi baru saja masuk, baru belasan langkah saja, ia merasa seperti ada yang menyambutnya


ia mendengar suara seperti musik, tapi suara terdengar samar samar, dan suara itu seketika berhenti ketika Jason menginjak sesuatu yang membuat kaki nya sakit


dan saat ia melihat, itu seperti gelang, ia pun mengambilnya karna ia merasa heran, hanya gelang, tapi kenapa ia menginjaknya malah sakit, padahal juga sepatu dipakai Jason sangat tebal, jadi menginjak paku sebenarnya saja tidak akan menembus sampai kaki juga


saat memegang gelang itu, seseorang memanggilnya


"baaang, kamu hanya diam saja?" tanya mereka


"ahh iya, bentar lagi aku jalan" kata Jason menjawabnya


"ayo jalan bareng kita" ajak mereka


"ya ya"


saat Jason akan meletakkan lagi gelang itu di tempat semula, gelangnya sudah tidak ada, tapi saat ia akan jalan lagi, ia sudah berada bukan pada hutan pegunungan yang tadi ia masuki

__ADS_1


Jason memutarkan balik balik badannya dan melihat kearah belakangnya tapi masih berada disana


"hai, ayo ikut kami" ajak seseorang lelaki disana


"oh, apa jalan keluar?" tanya Jason


"yaa"


Jason mengikuti nya tapi yang ada malah terus jalan ditempat itu itu saja, sampai akhirnya ia bingung ada dimana, ia seketika melihat sosok hitam besar berdiri tepat dihadapannya sekarang


"siapa kamu?" tanya Jason


"hahaha" ucap sosok itu


karna merasa ada yang tidak beres, Jason mencoba berkeliling lagi disekitaran sana, tapi waktu mulai gelap, hingga tiba malamnya


akhirnya ia berteduh dan berdiam diri disalah satu pohon, sambil ia memikirkan, ia ada dimana sekarang, ia tidak tau sudah terjadi apa dengannya


hingga tiba di pagi harinya lagi, dimana ia mulai bangun dan melihat disekitarnya, dimana ternyata ia berada ditempat kemarin ia menginjak gelang itu


"bang, kamu tidak apa apa kan? apa yang terjadi?" tanya salah satu pemandu disana


"aku baik baik saja, tapi sejak kapan aku disini?" tanya Jason


pemandu dan beberapa penjaga pintu pertama masuk ke gunung itu mengatakan jika sejak kemarin, Jason diam dan berdiei di tempat itu tanpa gerak sama sekali, lalu duduk dan tidur


semua yang melihat dikira nya Jason akan beristirahat dulu, jadi mereka membantu mengawasi Jason saja takut takut terjadi apa apa


tapi padahal Jason sudah berjalan sejauh jauhnya dari tempat itu, ia merasa sudah jalan cukup jauh dan merasa sudah tidak menemukan jalan sampai ke puncak jadi memutuskan tidur saja


akhirnya Jason duduk dulu sebentar, ia tidak menceritakan yang ia alami kepada orang orang disana, saat duduk malah ia menemukan gelang juga, berbeda dari sebelumnya tapi ia yakin itu gelang yang sama, jadi ia tidak mau menyentuhnya sedikitpun, lalu melanjutkan jalan meninggalkan tempat itu


"pak saya lanjutkan jalan" kata Jason


"apa kamu sudah baik baik saja?" tanya mereka


"iya iya"


Jason lanjutkan jalan, ia menganggap itu adalah mimpi biasa tadi, mungkin ia kelelahan, kan habis jalan dari amerika ke indonesia langsung masuk gunung nya, meskipun padahal sebelumnya juga tidak sebegitunya


setelah berjalan beberapa langkah dari post kedua, Jason memutuskan untuk istirahat, lalu mengambil bekal makanan dan minumannya


saat ia membuka ternyata tidak ada sisa sedikit pun makanan persediaan bawaannya ditasnya


padahal ia belum membukanya sama sekali, dan ia seketika ingat, saat di tempat yang ia tidak tau itu kemarin, ia memang menghabiskan banyak persediaan makanan nya karna ia kelelahan berjalan sejauh jauhnya


"kenapa tidak istirahat di post kedua?" sapa salah satu pendaki lain


"oh, iya, baru haus juga"


"oh yaudah kami duluan ya?" kata mereka


"Iyaa" jawab Jason


saat istirahat itu ada yang menyapanya, sekitar 5 orang pendaki laki laki yang berjalan beriringan satu persatu, dan yang menyapa Jason adalah orang yang dibarisan paling depan


tapi Jason melihat dengan jelas ada sosok wanita yang tidak tampak kakinya berada di barisan keenam, Jason tidak yakin jika itu adalah kelompok dari pendaki itu


Jason yang sambil masih memikirkan makanan nya itu disana, tak lama ia tidak sengaja mendengar suara air, padahal ia tau jika air akan terdengar setelah pos ke tiga, dan ia masih baru saja melewati post ke dua


tapi ia tidak mau lagi terkecoh, ia lanjutkan jalan, tapi entah kenapa ia merasa seperti disisi kanan kirinya selama jalan seperti ada beberapa orang sedang diam bersemedi disepanjang pinggiran jalan yang ia lewati

__ADS_1


setelah sampai di post ketiga, ia beristirahat dan melihat lagi botol minumnya siapa tau tadi ia salah lihat, tapi air minumnya masih tetap kosong saja


__ADS_2