
dua hari kemudian, ketika Jim seok bingung harus mengembalikan pada siapa
ia bertanya pada temannya, Leemin untuk meminta alamat Hiyoo soo
"wah untuk apa tuh?" tanya Leemin
"gini, aku mau mengembalikan ini"
"waah dia kemaren datengin kita dan tanya apa kita lihat ponsel dan dompetnya, ternyata ada padamu?"
"yaudah sini mana alamatnya"
"nih.."
Jim seok pun menuju rumah Hiyoo soo
sesampainya ia masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu Hiyoo soo hingga tertidur karna lama menunggu.. sorenya ketika Hiyoo soo pulang diantarkan oleh Damtee..
"apa memang rumahmu terbuka seperti itu?" tanya Damtee
Hiyoo soo juga terheran, ia merasa sudah menutupnya, tapi karna ia tak ingin Damtee kepikiran karna harus pulang, ia pun mengiyakan alasan lupa
"ah.. iya tadi lupa, keburu takut telat, kan kalo pagi takut macet"
"em.. yaudah nanti kamu periksa barangmu"
setelah Damtee pergi, dan Hiyoo soo masuk..
"anak ini?" ucap Hiyoo soo kaget
Hiyoo soo meninggalkannya lalu ia membersihkan tubuhnya.. ketika kembali ke ruang tamunya..
"hei.. sudah sadar?" tanya Hiyoo soo
"ah.. maaf aku tertidur.."
"dari mana kau tau rumahku?"
"aku tanya pada lee meen, aku mau kembalikan ini, ini barangmu kan?"
"haaah.. iya ini punya ku, aduh terimakasih.. "
"iyaa.. maaf ya baru bisa balikin"
"gakpapa"
sejak itu, mereka pun terlihat lebih dekat..
Jim seok terbilang bersikap dewa jahil..
sejak beberapa hari Kedekatannya dengan Hiyoo soo, tak jarang Hiyoo soo jadi sasaran keisengannya...
namun lagi lagi, Hiyoo soo menganggapi keisengan hanya dengan sikap dewasa tanpa membalas kelakuan Jim seok..
terkadang, Jim seok mendapatkan nasehat ketika akan mengerjai seseorang yang sudah lanjut usia dan anak kecil, dan kedewasaan nya lah membuat Jim seok tiba tiba mendaftarkan diri menjadi penggemar Hiyoo soo
mereka pun saling dekat sejak hari itu...
jalan berdua, makan..
suatu hari kejahilan Jim seok kembali menggarap Hiyoo soo menjadi sasarannya..
kejorokan seolah dilakukan Jim seok didepan Hiyoo soo, ketika itu Jim seok dan Hiyoo soo sedang bercocok tanam karna mereka suka dengan tumbuh tumbuhan, mereka melakukan itu di rumah belakang milik Jim seok, dan ketika itu Jim seok masuk dan mengambil camilan cokelat berbentuk seperti tanah dan jeli jeli kecil mirip cacing tanah..
seketika melihat Jim seok memakan didepan Hiyoo soo, Hiyoo soo pun muntah muntah.. makanan dalam perutnya benar benar keluar..
tak hentinya ia muntah, Jim seok khawatir..
"kamu tidak apa apa kan? kau bercanda ya?" tanya Jim seok
"aku geli melihat mu makan itu.."
sampai akhirnya Jim seok menjelaskan.. berhenti pula muntahan Hiyoo soo
yaaa... kejahilan itu sering dilakukan Jim seok kepada Hiyoo soo, ditambah Hiyoo soo adalah orang yang pembersih.. tidak suka hal jorok..
semua seperti berjalan teratur ditangan Hiyoo soo, Hiyoo soo mampu mengendalikan 3 lelaki sekaligus..
hingga sekitar kedekatan itu terjalin setahun, ketika itu Hiyoo soo mengundurkan diri dari perusahaan milik ayah Damtee.. karna memang kontrak hanya berjalan selama 1 tahun 6 bulan saja.. dan masa itu tenggang pada hari esok, dan sore ini Hiyoo soo membersihkan meja kerja nya..
"kamu Serius Hiyoo, kamu bisa loh pikirkan lagi" kata Damtee
"pak, saya sudah menjelaskan kan, saya yakin, makasih waktunya selama ini pak"
Damtee terus meyakinkan Hiyoo soo untuk tidak jadi keluar namun melanjutkan kontrak..
dengan lembut Hiyoo soo memberikan pengertian..
__ADS_1
jika ia mendapat kerja lain yang cocok dengan pashion nya..
saat keluar dan melihat diluar sudah ada Jim seok di depan kantor Hiyoo soo bekerja..
"Jim" sapa Damtee kaget
"he Damtee.. kau sedang apa disini?"
"ah.. aku.. disini kerja.."
"oh jadi ini perusahaan ayahmu?"
"iya.. terus kamu kenal sama Hiyoo soo?"
"kenal, berjalan setengah tahun kita kenal" jelas Jim seok
"apa kamu mau kerja di perusahaan ayah nya?" tanya Damtee
Damtee mengira Hiyoo soo pindah ke tempat kerja milik ayah Jim seok
tak lama Mingthae datang dengan mobil pribadinya namun ia ditemani supir..
"wait wait... kalian?" tanya Mingthae menunjuk Damtee dan Jim seok
"loh kalian disini? ngapain?" tanya Mingthae lagi
"Mingthae, kau tau, ini perusahaan milik ayah nya.. dan ini Hiyoo soo wanita yang dekat dengan aku justru kerja di tempat kerja ayah Damtee" jelas Jim seok
"wait.. Hiyoo soo juga dekat denganku" jawab Damtee
"heei saya juga dekat, saya kesini jemput Hiyoo karna saya tau hari ini jadwal nya terkahir kerja ditempat ini, tapi aku baru tau, jika kamu pemilik perusahaan tempat nya bekerja.." jelas Mingthae
"eh wait... kau bilang mau jemput dia hari ini, naik taksi?" tanya Damtee
"apa kau sudah tidak bisa melihat aku membawa mobilku?"
"kau yang mengendalikan nya?"
"aku pakai sopir tapi sambil belajar"
"mana ada kamu antar dia pulang pakai sopir.. lebih enak kalo sama aku, naik mobil ku.. dan pulang bareng aku" jelas Jim seok
pusing mendengarkan ributnya mereka..
Hiyoo soo pun teriak kesal
"aku bisa pulang sendiri, dan kalian belajar urus diri sendiri.. stop ribut aku lelah hari ini, dan aku jelaskan, aku tidak bekerja di tempat jim seok atau Mingthae.. aku bekerja diperusahaan periklanan.."
Hiyoo soo pun pergi dan masuk kedalam mobil taksi yang sudah dipesannya..
mendengar jawaban Hiyoo soo bekerja di perusahaan periklanan, Mingthae, Jim seok, dan Damtee pun berfikir perusahaan yang sama yang dimaksud Hiyoo soo
perusahaan layanan iklan satu satunya dan terbesar
dan sejak itu, bukannya menganggap temannya pesaing berat, ketiga lelaki ini justru berusaha mengambil hati Hiyoo soo dengan cara masing masing...
sudah sejak beberapa hari terakhir ketiga nya memang memilih sibuk dengan membantu orang tua masing masing di perusahaan milik orang tua mereka, membuat persahabatan mendapat renggang..
ditambah mereka menyukai wanita yang sama membuat masing masing ingin membuktikan diri jika dirinya yang pantas bersama Hiyoo soo
hal pertama mereka ambil adalah meminta dan memohon dengan sangat kepada orang tua masing masing untuk bekerja sama dengan perusahaan iklan..
Damtee dengan usaha kripik rumput laut
Mingthae dengan usaha pengharum mobil
Jik seok dengan usaha alat alat mobil
awalnya mereka tidak memasarkan melalui media masa, karna mereka anggap warga sudah tau dengan produk mereka..
namun ketika ketiganya mengusulkan untuk bekerja sama dengan perusahaan iklan itu, orang tua mereka mulai memikirkan dan mempertimbangkan..
karna sebelumnya, perusahaan periklanan yang dimaksud anak nya berhasil mempromosikan alat digital yang sekarang dikenal dengan camera vlog
dan juga berhasil memasarkan ribuan boneka beserta mesin capit yang sekarang musim dan digandrungi
dan mengiyakan permohonan anak nya, ketiga orang tua mengizinkan produknya masuk ke dan dipasarkan melalu periklanan dengan syarat anak anak mereka yang mengurus..
dan berhasil membujuk satu dengan yang lain, ketiga lelaki tersebut yaitu Mingthae, Jim seok, dan Damtee menghubungi perusahaan tersebut dan medapatkan jadwal diwaktu berbeda..
ketiganya pun menjelaskan produknya dihari pertama pertemuan, dan meninggalkan berkas
sementara untuk seleksi dihari selanjutnya yang berjeda seminggu..
dihari kedua pertemuan setelah seminggu berlalu mereka datang menawarkan produk..
mereka pun datang dengan jadwal yang sama..
__ADS_1
dan manager utama meminta Hiyoo soo membuatkan minuman untuk klien baru mereka
"tolong nanti kamu buatkan minuman ya buat klien saya" kata bos
"baik bos, nanti diantar kemana?"
"keruangan saya saja, mereka disana"
ketika selesai tiga gelas kopi susu, iya mengantarkan minuman ke ruang rapat kantor..
ketika melihat dari kaca pintu didalam ada tiga lelaki yang ia kenal..
ia tetap harus profesional dan masuk ke ruangan itu memberanikan diri
"siang.." sapa nya
"siang bu.. " sapa salah satu karyawan yang menangani ketiga klien baru tersebut
dan Hiyoo soo memberikan satu persatu minuman untuk ketiganya..
ketiganya pun dibuat terpanah dengan tampilan baru Hiyoo soo ketika menggunakan rok mini dengan atasan hem feminim
"hai Hiyoo" sapa Mingthae
"hai.. bagaimana bisa kalian disini?"
"emm..."
"aku tahu kok ceritanya, yaudah silahkan lanjutkan"
setelah Hiyoo soo keluar..
ketiga klien bertanya apa pekerjaan Hiyoo soo disini
"apa anda kenal dengan wanita barusaja?" tanya staff
"oh.. dia teman saya.. dia baru keluar dari perusahaan saya dan pindah kerja disini" jawab Damtee
"saya juga kenal, terbilang dia my girlfriend" sambar Mingthae
"huh.. hei.. kita sedang berada dikantor perusahaan bukan urusan percintaan" sambar Jim seok sewot
"memang posisi dia apa disini?" tanya Damtee
"dia..."
tiba tiba pesan chat masuk..
yaa Hiyoo soo segera mengirimkan pesan kepada karyawan yang sedang bersama ketiga klien tersebut dengan isi pesan
"nanti.. jika mereka tanya saya diposisi apa, katakan saja saya pekerja kecil atau officegirl"
hampir saja karyawan tersebut mengatakan posisi Hiyoo soo sebenarnya..
"permisi?" sapa Mingthae
"em... maaf.. saya dapat laporan dari kepala gudang"
"oh... saya ulangi pertanyaan, apa posisi Hiyoo soo disini?"
"oh dia.. seperti yang kalian lihat tadi, dia pengantar minuman artinya officegirl"
"ah kamu sedang berbohong.. apa karna sangking hebatnya perusahaan ini, pekerja officegirl berpenampilan se detail itu? seperti nya sama dengan kerapian pakaian mu" jawab Jim seok
"yaa kurang lebihnya seperti itu.." jawab karyawan tersebut lalu melanjutkan penjelasan tentang kontrak dll..
dan ketika perusahaan akhirnya mengeluarkan 3 bentuk produk dalam satu promo dan hasil nya super mledak..
Mingthae, Damtee, dan Jim seok mulai mencari sela mendekati Hiyoo soo..
ketika itu Hiyoo soo sedang mencari makan siang, Mingthae yang kebetulan ingin main ke perusahaan tempat bekerja Hiyoo soo berpapasan didepan kantornya
"hai Hiyoo" sapa Mingthae..
"Ming"
"apa kau mau keluar mencari makan?"
"iya.."
"sama saya?"
"kamu pakai sopir?"
"wah diremehkan, saya sudah bisa dong pakai mobil ini, saya selalu ingat ucapan kamu"
"bagus deh, yaudah yuuk"
__ADS_1
sesampainya direstoran tempat makan mereka, mereka bertemu damtee yang sudah berada di tempat itu