
Sesampainya ditempat ibu roni
"Baru Dateng Ron" tanya ibu roni
"Iya ma.. ma ini syifa yang aku ceritakan"
"Oh ini syifa.. cantik ya"
"Makasih Tante.."
"Yaudah duduk dulu situ ya, Tante tinggal dulu"
"Ya Tante"
"Sayang.. buka dirumah apa disini?"
"Terserah udah sayang"
"Yaudah kerumah aja ya"
"Ibu kamu"
"Ikut, kan ada pegawai nya"
Aku, Roni dan ibu roni menuju rumah Roni
Setelah waktu berbuka. Kamipun buka bersama, dan beberapa saat setelah buka, aku duduk santai didepan tivi
Beberapa saat kemudian, seorang lelaki datang, ia adalah kakak Roni
"Baru pulang lu" tanya Roni
"Ehm kepo, heh itu siapa"
"Pacar gue lah"
"Oh"
"Apah? Naksir?"
"Kagak.."
"Inget ya bang.. dia kagak akan pernah Suka sama kamu"
"Kenapa"
"Percaya udah"
"ya deh terserah deh, kenalin kalik" ucap kakak Roni
"Eh yaudah, sayang.. kenalin ini kakakku nomor dua.. namanya doni, yang pertama tadi makan bareng kita Dovi"
"Syifa" ucapku mengulurkan tangan
"Dovi" menyambut uluran tanganku
"Em yaudah aku masuk duluan deh ya"
Aku yang mendengar penasaran
"Nih sayang.. kesukaan kamu kan"
"Iya sayang.. em sayang.. kamu tadi ngomong gitu ke kakak kamu kenapa ya"
"Yang mana sayang"
"Yang kamu bilang aku gak akan pernah suka sama kakak kamu"
"Oh itu, candain aja kok"
"Ou"
"Sayang pulangnya nantik ya"
"Okeh"
Sesampainya dirumah, seorang lelaki berdiri didepan rumah ku
Membelakangi ku.. dan Roni terlihat geram
Saat membalikkan badannya
"Kamu siapa" tanya ku
"Sofi" ucap Roni membuatku membelalak
"Sofi" ucap nya tersenyum
Menghirup wangi tubuhnya, membuat kepala ku sedikit-sedikit pusing
Setelah dua jam aku terbangun, aku sudah ada didepan rumah dengan kondisi hilang memori sebelum tertidur tadi
Tapi satu hal yang kuingat dan kurasa sampai hari ini adalah bau dari lelaki itu seolah masih menyengat di hidungku
Siapa dia? Kenapa wanginya membuatku pusing semalam?
Saat ku akan keluar dari kamar, aku mendengar percakapan lani, Linda dan seorang lelaki
"Oh jadi gitu" suara lani
"Udah gakpapa, aku pastikan itu Takkan pernah terjadi lagi" suara lelaki
__ADS_1
"Kamu.. serius sama syifa"
"Itu pasti"
"Tolong jaga dia"
"Makasih kepercayaan mu"
"Aku pulang"
Karna mendengar nya akan pulang. Aku segera membuka pintu kamarku, memastikan itu lelaki itu lelaki semalam atau mungkin dia Sofi.. atau mungkin keduanya lelaki semalam adalah Sofi
"Berhenti" ucapku
menghentikan langkah kaki lelaki itu
Ia membalikkan badan nya dan benar dia lelaki semalam tapi apa dia Sofi
"Sofi.." ucapku asal berharap benar
"Kamu tau aku" tanya lelaki itu
"Pasti, yang sudah ada dihati tidakkan pernah kulupa, kenapa kamu selama ini gak mau nemuin aku, terus lani sama linda selama ini tau soal sofi gak bilang aku"
"Syifa.. sorry dia sebenernya kakakku, dia suka sama kamu mulai pertama kita kenal dan kamu kerumahku. Dan Linda juga baru tau ini sejak aku minta bantuan kak Sofi untuk membuat mu sadar" penjelasan lani
"Ya fa.. aku juga baru tau. Tapi kamu harus paham semua nya" ucap linda
"Aku tidak marah pada kalian, dan juga sofi, tapi tolong jelasin buat aku sadar dari apa tadi"
"Ya sadar dari guna-guna kiriman Roni"
"Maksutnya?"
"Roni itu udah guna-guna kamu fa.. biar kamu suka sama dia"
"Terus"
"Ya terus berkat dia nih, si Sofi.." ucap linda
"Makasih" ucapku senyum
"Makasih aja, kamu masih sayang sama aku?" Tanya Sofi
"Jelas.." jawabku
"Aku mau kamu jadi yang dulu, bukan yang Sekarang"
"Kenapa"
"Karna aku pasti akan susah jagain kamu kalo yang sekarang"
"Ya deh"
"Hehe aku kak" jawab lani
"Lani..." Jawab Sofi
Yaa memang tidak ada yang spesial di pertemuan ku dengan sofi..
Tapi semua terasa indah
Sampai akhirnya, beberapa hari kemudian, mungkin karna Roni tidak lagi bisa dengan mudahnya mengirim guna-guna
Ia marah, ia menculikku
Awalnya aku tak tau siapa dalangnya. Tapi aku tau setelah aku sampai di tempat penyekapan
Mereka hanya menutup mataku
Menyeret ku ke sebuah ruangan
"Diem sini"
"Kalian mau kemana"
"Diem aja napa sih"
Tak beberapa lama, seorang masuk lagi
"Sayang.." ucapnya
"Roni"
Yaa aku sangat hapal suara itu
"Roni, lepas Ron, kamu kenapa gini"
Roni melepas mataku
Dia mencoba meraih pipiku
Seminggu sudah aku diculik Roni, awas aja sampek lepas ini kalian ditanganku akan ku cakar aja mukanya roni tu
Ponselku yang sedang dipegang Roni, kudengar berbunyi.. pasti lani atau enggak Linda..
Dan hampir sebulan penculikan ini berangsur. tak beberapa lama. Lani dan Linda datang
"Roniiii..."
"Kalian, kenapa tau disini"
__ADS_1
"Sofi, Sofi punya kekuatan indera keenam, jadi kemana pun kamu bawa syifa pergi juga akan ketemu"
Lani dan Linda melepasku. Sementara Sofi aduh kejantanan alias baku hantam dengan Roni
Setelah Roni dirasa kalah..
"Mau lo apa ?" Tanya lani
"Mau gua? Kalian tanya mau gua?"
"Apaaa" tanya lani lagi
"Dia" menunjuk ke arahku
Sofi melepaskan genggaman nya dari leher Roni, dan membawa aku, lani dan Linda pergi
Sesampainya dirumah, aku istirahat, tidur dan sekitar pukul setengah dua malam aku terbangun, aku mencari-cari Roni, aku merasa ingin sekali didekat Roni.. ku melihat sekeliling ku dikamar hanya ada lani.. lalu Linda kemana
Saat aku keluar untuk ke toilet dan berganti baju untuk kutemui Roni, kulihat ada Linda tertidur, ah pasti ini anak habis telfonan jadi ketiduran nya disini
Dan setelah aku bersiap-siap untuk berangkat kerumah roni, aku mengendap-endap supaya lani dan Linda tidak terjaga dari tidurnya
Aku menuju kedepan pertigaan dekat rumahku Tapi sedari tadi dari depan rumah aku jalan, seperti ada yang mengikuti, sesekali
ku menengok ke arah belakang tidak ada orang sama sekali disana
Sesampainya dipertigaan ternyata sudah ada Roni berdiri didepan mobilnya disana
Kenapa dia tau aku mau kesini ucapku dalam hati
"Mau kemana fa kok malam malam begini"
"Ketemu kamu Ron"
"Sekarang udah ketemu kan. Mau kemana"
"Terserah kamu aja Ron aku ikut kamu kok"
"Bagus"
Sama seperti sebelumnya, masih merasa ada yang mengikuti..
Mungkin Roni juga merasa ada yang mengikuti kita..
Roni berhenti pinggir jalan, keluar dari mobil, menghampiri lelaki yang menaiki motor lengkap dengan pakaian tertutup nya dan baf, tapi saat Roni mendekati, justru lelaki itu lari dengan motornya
Saat Roni kembali ke arah ku
"Darimana?"
"Eehm.. enggak itu bentar ada urusan"
"Dia siapa"
"Gak tau, gajelas juga wajahnya"
"Oh"
Setelah sampai ditempat yang ditujukan oleh Roni, sebuah rumah semacam gubuk
-POV SOFI-
Awal pertama perkenalan ku dengan gadis yang aku sukai, waktu itu adikku, lani mengajak teman nya untuk belajar dirumah, dan aku mengenal seorang gadis cantik, lani menawariku berkenalan tapi aku tak mau, aku akan menyukai nya dan menjaga dia dari jauh saja
Setelah aku tau semua cerita gadis itu yang bernama syifa.. aku mengambil kesimpulan, gadis itu pantas ku perjuangkan, apalagi saat lani bercerita tentang syifa yang dari lahir buta kedua matanya dan baru bisa lihat saat umurnya sudah belasan.. dan mengambil home school, sampek usianya duduk di bangku SMA, dan sekolah seperti gadis-gadis normal lainnya
Bukan soal iba, hanya saja tertarik, dan terkesan dengan semangatnya
Aku juga tau beberapa dari lani, dan beberapa aku tau sendiri, soal percintaan nya yang ia tutupi dari lelaki brengs*k yang setelah lelaki itu tau justru menghina nya
Dan setelah semua berlangsung membaik dengan melupakan lelaki brengs*k itu, aku tau syifa membuka hatinya lagi setelah kuliah, dan itu pastinya aku, karna aku memberanikan diri ku untuk mendekatinya sekedar chatting dan kirim pesan tapi tak pernah ingin menemuinya
Pada akhirnya ia terjebak di kondisi ia harus membantu temannya lepas dari lelaki yang tidak pantas untuk temannya menurut temannya sendiri, akhirnya ia memutuskan berkedok Bella, bella sendiri berkedok syifa.. dan syifa berkenalan dengan Roy, yang seharusnya itu hari pertemuan dengan Bella
Sesekali aku biarkan dia mendekati syifa selagi syifa mau.. tapi saat nanti syifa tak mau lalu ia paksa, aku yang akan bertindak
Syifa mampu merubah seorang Roy yang tidak terawat menjadi keren dan bersih, membuat Bella mengaku semuanya kepada Roy, berharap Roy memilih nya, akupun begitu berharap Roy memilih Bella
Tapi dugaan ku salah, justru dia menginginkan syifa.. saat syifa sudah tidak mau, dan saat inilah aku yang bertindak
Aku akan menghajar siapapun tak perduli lelaki atau wanita yang menyakiti syifa aku yang bertindak.. termasuk Bella mungkin..
Bella sudah kuberi pelajaran untuk tidak semena-mena pada syifa selama ada aku
Beberapa hari, aku melihat perubahan pada penampilan syifa
Membuatku semakin terkesan, mungkin dia gerah, dengan banyak bibir yang mengucapkan dia adalah pesuruh lani dan Linda karna tampilannya yang tidak kekinian
Setelah perubahannya, memang terlihat banyak lelaki yang menginginkan dengan pikiran kotor mereka..
Tenang fa.. selama ada aku takkan ada yang menyakitimu, aku mendukung apapun keputusan mu ucapku pelan
Setelah lama ku diamkan Roy, kini saatnya aku memberi pelajaran, tak beberapa lama Roy sedikit sedikit menghindar dan sembunyi dariku mendekati syifa, masalah baru datang
Roni.. datang lagi, tau bagaimana perubahan syifa yang sekarang membuatnya mendekati syifa lagi
Aku tidak tau pastinya sejak kapan aku punya insting kuat, soal santet, guna-guna, pelet dan sejenisnya
Yang aku tau, aku bisa merasakan itu kepada syifa..
Aku belum tau pastinya siapa dibalik ini. Aku mencari tau sekeliling syifa.. aku menaruh curiga kepada Roni..
__ADS_1
Roni menyebabkan berubahnya syifa dengan beberapa bubuk mantra yang ia masukkan ke dalam makanan syifa..
Kakekku pernah bilang.. jika ada ritual sendiri untuk mengetahui dan memastikan itu benar guna-guna, dan saat aku melakukan ritualnya