Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
AL #2


__ADS_3

sontak Liya terhenti dari rasa yang mendekati maut itu, Liya melihat tajam kearah polisi itu.. dan karna Liya takut semua terbongkar lebih jauh siapa dirinya, akhirnya ia memutuskan memarahi polisi dengan alasan ia ingin suasana hening karna dengan itu ia akan terhindar dari ucapan polisi yang mengenalinya


"pak, tolong pak aku ingin suasana hening, aku merasakan sakit ditanganku jadi belum bisa berpikir" kata Liya


"iya"


hingga sampai pada RS yang dituju, karna uang minim untuk biaya operasi malam itu, akhirnya Liya dibawa pulang oleh dua kakak laki laki nya dan ibu nya dengan paksa tanpa operasi dan ambil jalan pintas ke dukun ahli tulang


sesampainya dirumah dukun tersebut, Liya didudukkan di sebuah kasur pasien, dan si dukun memulai usaha nya, sumpah demi apapun ketika waktu itu bagaimana rasanya tulang yang patah dan berlawanan, dipaksakan agar lurus lagi, sebuah hal paling sakit


dukun membenarkan tulang yang parah bersalipan, menjadi sedikit benar meskipun tidak menyatu


selama dua bulan berturut-turut perminggu Liya harus mengeluarkan kocek sebesar 200ribu untuk dukun itu, tapi yang ia dapat hanya tangannya yang bertambah panjang beda dengan panjang tangan sebelah kiri


soal kuliah awalnya Liya masih masuk diawal semester ke empat itu tapi lama lama uang tak cukup untuk melanjutkan kuliah itu sendiri membuatnya harus berhenti


"Hanya bisa diam, tidur, makan, dan mengalami sakit yang berkepanjangan, karna aku tidak memutuskan untuk operasi hanya ke dukun ahli tulang, ini benar benar sakit ya Allah" ucap Liya


akhirnya dua bulan berlalu, dirasa tak ada perubahan pada tangannya, diawal bulan keempat ia patah tulang tanpa ada perubahan justru sering mengalami bengkak, membuatnya kuatir, dan akhirnya Liya mengeluarkan ucapan (sebuah janji kepada Allah)


"Jika aku sembuh nanti, aku akan berhijab, meninggalkan semua aktivitas sehari-hari ku sebelumnya yang gelap, yaa aku akan berhijab dengan drastis, akan melepaskan hijab hanya saat di dalam kamar saja aku lepas itu"


Itulah yang keluar dari ucapan Liya seketika, dan setelah hampir masuk bulan kelima, Liya periksa di salah satu klinik milik dokter yang menjabat menjadi direktur disalah satu RS ternama dengan fasilitas lengkap pula


Tapi niat memeriksa tenggorokan yang waktu itu radang, dokter melihat ada keanehan pada tangan kanannya, ia menanyakan beberapa


"Tangan nya kenapa?" Tanya Widia


"Oh ini bekas kecelakaan dok" jawab Liya


"Kecelakaan? Kapan? Sudah diperiksa lebih lanjut?"


"Ya hanya dibawa ke ahli tulang"


"Sangkal?"


"Iya dok"


"Oh jangan hanya disana. Ini perlu lebih intens, karna kalau tidak akan fatal, saya kasih rujukan ke RS saya ya"


"iya dokter, saya hanya mengikuti kata ibu dan kakak kakak saya saja"


setelah diberikan rujukan oleh dokter dan esoknya Liya menuju rumah sakit yang dituju, sekitar pukul 3 sore, masuk ke ruang UGD, penanganan utama, puasa, habis magrib pemeriksaan, dan sekitar pukul 9 malam baru akan masuk ruang operasi


Disana Liya merasakan betapa dingin nya suhu ruangan operasi, dan lama kelamaan Liya tak lagi ingat apapun


sampai akhirnya Liya terbangun, dipukul 3 subuh, dan jam 6 pagi barulah Liya dipindahkan ke ruang inap biasa


Tak lama sesampainya diruangan inap biasa, Liya disuntik dengan anti nyeri dan beberapa obat suntikan maupun minum


Sekitar pukul 8 pagi, Liya merasa kan sudah sakit lagi pada bagian tangan bekas operasi, setelah diberi obat penghilang nyeri, Liya pun meminta ibu untuk mengantarkan nya ke toilet, dan yang dirasa kan adalah, susah bangun, apalagi berdiri dan berjalan


ia merasakan pinggangnya kaku, ya kaku, Tak bisa bergerak sedikitpun


berkali-kali Liya bertanya ada apa dengan pinggulnya, ibu hanya menjawab "hal biasa setelah operasi"

__ADS_1


selama lima hari dirawat, dokter mengizinkan nya pulang, atau bahasa medisnya rawat jalan..


selama tiga bulan berlalu, masih terasa sakit di pinggang dan membuatnya penasaran, ternyata ada bekas operasi juga, akhirnya ibu menjelaskan jika di pinggang bekas operasi pengambilan rusuk untuk penguat tulang yang patah di lengan


mendengar nya.. membuatnya ingin sekali teriak sekencang-kencangnya jika Liya merasa benar-benar kesakitan hari itu


selepas dari perawatan inap, tetap masih harus kontrol, ada saja yang mau menjadi masalah, kini jempol kanannya tak berfungsi dan di cek up laporan nya tertulis urat yang terjepit dan harus operasi ulang pada bagian tangan bawah dan dokter berkata


"tidak perlu operasi asal selalu melatih tangan dan harus bisa menahan sakit nya, karna itu jalan satu-satunya menghindari operasi" kata dokter


"tapi saya capek dok kalau operasi"


"ya berusaha lah untuk sembuh, saya kasih obat dan resep nya agar kamu bisa berhasil tanpa operasi"


karna saking tak mau lagi operasi, Liya bersikeras untuk melatih, sekalipun sakit, sakit sekali.... tapi ia harus bisa, dan akhirnya setelah cek up terakhir mengatakan semua baik-baik saja, bisa digunakan untuk aktivitas lagi, akhirnya Liya mencoba beberapa hal yang tak bisa dilakukan dengan tangan kanannya selama sakit


seperti, makan tangan kanan, menulis, menyentuh benda dan merasakan hawa benda tersebut (panas dingin nya), dan beberapa hal lain, berangsur-angsur ia merasakan membaik akhirnya ia memutuskan memenuhi janjinya pada Allah yaitu berhijab


yaa Liya mulai berhijab, menutup aurat, tapi tidak dengan memperbaiki diri, dia kira hanya dengan berhijab pun ia akan aman dan terbebas dari janji nya, tapi Liya salah


saat Liya memutuskan untuk mulai bekerja di salah satu pabrik tembakau, Liya masih sering membuka tutup hijab, dan itu sering sekali, dan masih menerima orderan BO sekalipun ia sudah berhijab, tidak separah dulu bedanya, ia pun kembali menjadi gadis yang semula..


berhijab boleh, tapi Liya masih benar-benar tidak merubah gaya hidupny, ditambah Liya sudah bisa mendapatkan uang sendiri, karna ini pengalaman pertama nya, menghasilkan uang sendiri


jadi selingkuhan dari pacar supervisor ditempat Liya kerja sedang dikulakukan


jadi perusak rumah tangga teman dengan cara membuat suami mereka menyukainya, juga pernah


lalu apa lagi? keluar dari rumah berhijab rapi dan ternyata menuju tongkrongan anak-anak jalanan, membuka hijab, membuka sebagian dada, mengumbarnya lagi, hingga pada akhirnya semua berlangsung belum setahun ia bekerja


"bantu dia, ayo tolong" kata beberapa warga


"iya ayo, nak gakpapa nak?"


sedikit sadar tapi masih terkulai lemas, dilarikan ke klinik terdekat, dan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, hanya saja luka di kedua telapak tangan, dan seluruh punggung


akibat kecelakaan ini, membuatnya harus bekerja dengan penuh kerepotan, harus menahan sakit saat menyentuh daun tembakau, itu benar-benar perih, sakit sangat sakit jika tembakau terkena luka, bayangin saja


kisah 5


tapi sayang nya itu masih belum membuatnya sadar akan janji yang dibuat dan dimainkan sendiri..


setelah ia berhenti dari pekerjaannya di pabrik tembakau, ia kembali dengan santainya lepas pakai hijab yang tidak teratur


Janji yang hanya membuka hijab didalam kamar masih tak di laksana kannya, masih saja keluar kamar bahkan keluar rumah dengan santainya melepas hijab


Dan kenakalan yang sekarang masih dengan aroma BO, yaa Liya masiiiiih menerima BO, tapi bukan seperti sebelumnya yang benar-benar di BO dan dibayar, ini hanya saat Liya dengan kekasih nya saja melakukannya, dan yang sering ia lakukan yaitu dengan Hasan (pacarnya)


yaa Liya dengan pacarnya yang satu ini sering berpacaran diluar batas, seperti berciuman, melakukan kemaksiatan yang lainnya yang gak perlu dijelaskan


bahkan sering pula dengan lelaki lain, dan akhirnya Liya kembali harus merasakan kecelakaan ketiga kalinya,


untuk yang ketiga ini disini Liya tidak tau pasti, yang ia tau dan ia ingat ya Liya baru pulang dari membeli kartu perdana


dan sepulangnya ia menabrak seseorang yang berada didepan nya karna dia memberhentikan motornya dengan dadakan

__ADS_1


akhirnya Liya terjatuh, dan tak sadar kan diri, hingga akhirnya Liya terbangun disebuah warung pinggir jalan, dengan barang yang masih lengkap untung nya, dan akhirnya Liya pun pulang menaiki sepeda nya lagi..


kecelakaan yang ini, Liya mengalami luka pada wajahnya, bawah hidung, kepala bagian kanan, bawah mata bagian kanan, dan mata merah karna benturan, dan sakitnya pun masih terasa meskipun sudah dua bulan lebih, biasanya jika pusing ya tidak terlalu sakit, sekarang pusing sedikit sudah nyut-nyutan nya sangat sakit


belum lagi rahang bagian kanan, jika mengunyah makanan sakitnya minta ampun sampai sekarang


dan sejak itu, Liya yang keluar batas kamar dengan tanpa hijab merasa takut dan gemetar, akhirnya mencari hijab yang harus ditutupi aurat nya dari seluruh tubuhnya, sejak itu ia mendapatkan hidayah dan berkali-kali bersyukur, jika Allah sudah berkehendak kita umat pun takkan bisa berlari


sejak itu pula, Liya tau betul ketika ia melupakan janjinya, keluar tanpa memakai hijap saja, dan ketika ia sadar tapi ia tidak mempedulikannya, tak selang berapa lama ia akan mengalami kecelakaan


hingga kini total sekitar 6 kali kecelakaan disetiap Liya lupa dengan hijap tapi ia menghiraukan


yaaa namanya manusia, ada saja yang membuatnya malas dan lupa


Pesan yang akan dapat kalian ambil dari kisah ini banyak kok teman😊


Salah satunya ya berjanji pada Allah itu jangan samakan dengan berjanji kepada manusia biasa, yang bisa kau khianati sewaktu-waktu


ingat, Allah yang tau siapa kamu, maka jangan sesekali menyembunyikan diri dari janjimu sendiri


Dan hidayah-Nya adalah aku bisa lebih bercermin untuk beristiqomah lagi dalam hijrah


Dan lebih impossible, sekarang aku ingin bercadar, sekedar ingin, bukan janji lagi ya karna aku tau aku tak kan sanggup melawan ***** jika sewaktu waktu dapat berubah pemikiran lalu membuka cadar itu sendiri


Sangat tidak mau itu terjadi!!


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


cast pemain :


Camelia Nur Azizah - peran utama


Deno - pria paling tampan di tongkrongan


Hasan - pacar dari cast utama


Lidia - teman tongkrongan


Inayah - teman sama sama open BO


Widia

__ADS_1


__ADS_2