Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
R&R #1


__ADS_3

seseorang memanggilnya


"rayya" panggil seseorang


"kamu"


"maafin kami ray.. kami tau kami salah, ini hak kamu, bukan kami yang pantas tapi kamu, benar ibu,  dia tak salah mempercayakan padamu, kami kembalikan yang sudah jadi hakmu, makasih merawat ibu diakhir waktunya" jelas anak bu tarsih


ha.. aku gakpapa kok, ini kan milik ibu kalian. kalian lah yang berhak"


"enggak, jangan, udah kamu lanjutkan, anggap saja ini tanda terima kasih ibu kepada kamu, dan aku paham sekarang mengapa ibu melakukan ini"


mereka pun saling tatap dan berpelukan..


"makasih kamu percaya sama aku"


"mulai sekarang kamu harus jadi adik bungsu buat kami"


"iya, kamu harus jadi adik bungsu supaya aku tidak jadi bungsu yang selalu disuruh suruh"


"haha iya deh, aku rela kalian suruh"


mereka pun menjalin tali kebersamaan


bak seperti adik kakak..


Alga anak terakhir bu tarsih selalu menggoda  dan selalu membantu rayya..


bahkan ia membelikan sepeda motor untuk rayya..


tak merasa curiga, kedua kakak alga merasa hal yang wajar saja melihat kebaikan seorang rayya


ditambah sejak mereka tau, rayya benar benar pribadi tulus... tapi dibalik itu alga yakin betul jika dirinya sebenarnya menyukai rayya tapi ia terus berusaha menutupi itu..


hingga suatu ketika, ia pergi ke salah satu rumah pelanggan, karna ingin melihat referensi warna kainnya..


"hallo ray kamu datang kerumah ya. bawa dah itu contoh warna nya. tapi kainnya ya"


"iya tante, kapan itu bisanya?"


"besok siang agak sore gimana, jam jam 2 gitu?"


"bisa tante.."


esoknya, rayya pun mengantarkan kerumah pelnaggan dengan berjalan kaki karna rumahnya tak jauh dari toko nya..


namun ketika diperjalanan...


sampai tepat di ujung gang, seseorang menabraknya dan membuatnya tak sadarkan dirinya..


karna bingung dan tak mengenal siapa gadis itu, lelaki yang menabrak pun membawanya kerumah kontrakan miliknya


dan sorenya ketika alga masuk ke toko tak mendapati seorang pun, ia bingung terus menghubungi nomor rayya namun lowbat


begitupun dengan pelanggan yang esoknya pelanggan pun datang ke toko


"siang bu" sapa alga


"siang.. kok mas nya? mbak rayya kemana mas?"


"waduh itu bu, dari kemaren sore toko udah gak ada prang"


"ah masa sih mas? kemaren loh masih janjian sama saya ketemuan dirumah jam 2, tapi gak dateng dateng, saya pikir sibuk"


"emm.. yaudah saya bantu ibu butuh kain yang mana ya?"


"enggak ah mas, saya klop sama rayya, saya tunggu rayya aja deh. pulang dulu ya mas"


"oh iya bu"


setelah ibu pergi


"kemana anak satu ini, toko ditinggal begitu aja, nomornya gak aktif pula, kemana sih"


sementara dikontrakan, rayya masih juga tak sadar..


berjalan 3 hari, rayya masih tak sadar kan dirinya


rayyi pun menjaga, rayyi adalah lelaki yang menabrak rayya..


karna tak berani membawa kerumah sakit takut dirinya disalah kan lalu dipenjara oleh orang disana, ia memilih membiarkan rayya tidur di kamarnya berhari hari


karna merasa dirinya tak sanggup karna kerjaan yang padat, rayyi pun membawa rayya pulang kerumahnya yang ternyata sudah ada alga disana


"siapa kamu?" tanya alga


"tolong buka pintunya, saya taruh dulu ini cewek, baru saya jawab pertanyaan itu"


setelah meletakkan rayya


"saya rayyi, saya gak sengaja nabrak cewek ini"


"hah, kamu nabrak dia?"


"iya"


"apa akta dokter"


"saya gak bawa kedokter"

__ADS_1


"ha? lah kenapa?"


"saya takut, tapi saya sibuk, ini saja waktu sudah mepet, kamu tenang aja, saya akan tanggung untuk segala pengeluaran yang dibutuhkan cewek ini"


"eh dodol, kamu pikir dia butuh apa kalo lagi begini?"


"ya kalo kamu mau bawa dia kerumah sakit bawa aja, kasih tau saya nominal berapapun dan ini karru nama lengkap alamat rumah, kantor dan nomor telfon"


rayyi pun meninggalkan alga dan rayya disana..


alga tak mau terlalu lama. ia pun menelfon kedua kakaknya dan membawa rayya ke rumah sakit


"keluarga nona rayya?" panggil dokter


"saya dok.. bagaimana kondisinya?" ucap kakak alga


"kalau boleh tau pasien sudah berapa lama tak sadarkan diri?"


alga dan kedua kakaknya bingung harus menjawab apa


"emm.. itu.." ucap alga benar gagap


"begini pak.. bu.. pasien ini terlambat datang kerumah sakit, kecelakaan atau terjatuh atau apa saya kurang paham hanya saja benturan dikedua kakinya membuat pasien mengalami kelumpuhan" jelas dokter


"lumpuh dok?" tanya Salsa, kakak pertama alga


"iya.. saya juga sudah maksimal penanganan tapi karna sudah terlambat jadi saya terpaksa hanya bisa mengabari ini"


"terus dok, apa itu bisa sembuh?"


"bisa.. walau butuh waktu cukup lama"


tak peduli dengan ucapan dokter, alga masuk dan melihat kondisi rayya


"alga.." teriak sabila kakak keduanya


"algaaa ini rumah sakit ga" teriak salsa


"dok.. terus dia sadar gak?" tanya salsa


"masih dalam koma, malam nanti kami pindah ke rawat inap biasa, saya permisi"


"makasih dok"


kesal dengan keadaan rayya..


alga pun keluar dari ruang ugd dan pergi menemui rayyi sore itu juga


ia memaksa masuk, dan memaksa bertemu dengan rayyi yang sedang membahas kinerja beberapa karyawan nya bersama sekertarisnya


"kamu, lihat kondisi nya bagaimana? mana tanggung jawab kamu" bentak alga


"jawab"


"silahkan duduk"


"ga butuh"


"anda punya kesopanan bukan?"


"oh okey"


setelah duduk, masih dengan nada emosi, alga menjelaskan kondisi rayya


mereka pun menuju rumah sakit, dan masuk keruangan ugd..


dan bersamaan dokter akan memindahkan rayya ke kamar inap biasa


"alga? siapa?" tanya salsa


"dia yang bertanggung jawab atas kondisi rayya kak"


"maksud kamu?"


"intinya dia yang menyebabkan semua terjadi"


"saya kan sudah bilang, saya akan bertanggung jawab soal itu, apapun resiko saya angkat.." jelas rayyi


beberapa hari berlalu, di bulan kedua rayya masih tak juga sadar..


"dok, apa masih ada kemungkinan?" tanya sabila


"masih, tenang saja, kami terus mengontrol kondisi nya"


setelah beberapa hari kemudian, ketika itu, salsa ditemani suaminya yang menjaga rayya


ia melihat jari jari tangan rayya bergetar


"suster, ini geter kan tangannya, kenapa dia suster?"


"bukan getar bu, ini hanya ekspresifnya menunjukkan dia sudah mulai sadar, biar saya panggil dokter"


setelah diperiksa, tak lama rayya pun tersadar dengan sedikit remang remang..


"ray?" sapa salsa


"kak salsa"


"kamu masih inget? syukurlah"

__ADS_1


"kakak aku dimana?"


"kamu dirumah sakit, kamu tenang yaa, kan ada aku disini"


salsa mengisyaratkan pada suaminya untuk menghubungi kedua adiknya, sabila dan alga


karna sabila sedang free day, ia lebih awal datang daripada alga


"kak" sapa sabila


"kak bila dateng" panggil salsa


dengan manja rayya meminta dipeluk sabila, namun ia kaget kenapa dari pinggang hingga kedua telapak kakinya kaku tak Bis digerakkan dan begitu sakit jika sedikit paksa untuk digerakkan


"au.. kak.. kok sakit" ucap rayya membuka selimutnya


"emm.. kam...kamu"


"kak, aku kenapa kak?" tanya salsa


melihat rayya dengan kondisi itu, salsa tak sanggup mengingat dirinya perna membenci rayya dan mencaci nya


dan sabila yang memeluk menenangkan rayya


sabila pun tak sanggup menahan tangisannya, kedua suami sabila dan salsa pun keluar karna tak mau larut


"kak.. kenapa kakiku sakit, kakiku kenapa kak, kan masih ada dua, kenapa sakit gak bisa gerak ini kak" ucap rayya menangis sesegukan


tak lama dokter datang dan menjelaskan perlahan yang terjadi


sabila masih terus memeluk rayya tanpa memandang ke arah dokter yang menjelaskan begitupun dengan salsa yang melihat kearah jauh dibalik jendela kamar inap rayya


perlahan perlahan, meyakinkan dan menenangkan, akhirnya rayya terdiam dari tangisannya..


namun ia masih berusaha mengingat apa yang terjadi mengapa ini terjadi..


tak beberapa lama, alga pun datang..


"bang.. rayya sadar?" tanya alga kepada kedua suami kakaknya


tak ada yang menjawab, ia semakin penasaran yang terjadi


ketika masuk, ia melihat dokter yang akan keluar setelah menenangkan rayya, dan hal yang membuat alga berdiri mematung, tak sanggup melihat kearah rayya yang terus menangis ketika rayya dalam pelukan sabila namun memukuli Kakinya...


rayya terus menangis tak menyangka ini akan terjadi..


beberapa hari berlalu, seminggu setelah sadarnya rayya, alga dan kedua kakaknya membawa pulang rayya..


beberapa hari ia masih terdiam dikamar meratapi kesengsaraan nasibnya..


rayya hanya bisa menangis dengan kondisinya namun tak bisa terus seperti ini


ia harus melanjutkan hidupnya..


dengan kondisi barunya..


ia masih terus bekerja di toko bu tarsih


"ray, kamu masih sakit, masih pemulihan udah disini?" tanya alga


"kan aku harus lanjutin hidup kak, mana bisa aku terus marah.. tapi aku masih butuh uang untuk hidupku"


alga menemani rayya berjualan, dan jika ada pesanan antar, alga yang mengantarkan, tak sedikit beberapa pelanggan yang tak mau menerima Orderannya jika bukan rayya yang mengirim sendiri


"bu.. ini pesanan, titipan dari raya" ucap alga


"kok kamu? rayya mana?"


"rayya masih harus pemulihan bu, dia sedang sakit"


"enggak mau saya, saya pengen ketemu rayya, padahal tadi yang balas chat saya rayya loh"


"iya bu tapi kondisinya gak mungkin kalo harus antar"


dan akhirnya alga pun kembali ketoko


"sudah kak?" tanya rayya


"emm. "


"kok dibawa balik? kurang pas motiv apa warnanya kak?"


"emm.. gak kok, pas kok"


"terus? oh mau bayar belakangan?"


"enggak"


"lah kenapa itu terus kak?"


"enggak papa"


tak lama pesan chat masuk


"mbak ray, saya gak mau, gak srek kalo sama masnya, mbak rayya bisa gak anterin, saya juga lama gak ketemu sama mbak rayya"


kesal dengan pelanggan itu, alga pun merebut ponsel dari tangan rayya dan berusaha menelfon pelanggan itu.. namun rayya tak memberikannya karna tau alga hanya akan memarahi nya


"kak udah lah, udah yaa jangan gitu, dia pelanggan terbaik saya, dia paling setia beli kain di saya. sekarang kakak anterin aku aja kesana, tokonya ditutup bentar" ucap rayya

__ADS_1


__ADS_2