Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SACYG #2


__ADS_3

"Danar, buatmu, dari aku" kata Adam


"bang serius, ini buat aku? ada acara apa nih kok gini?" tanya Danar


"sudah ambil, aku hanya ingin memberikan kamu, karna kerja kamu bagus"


Danar menerima nya.. dan pulang malam ini dengan sepeda baru pemberian Adam


tapi ditengah jalan Adam mengalami kecelakaan besar membuatnya terpental dengan sepeda barunya cukup jauh terlempar yang mengakibatkan buta pada kedua syaraf mata Danar


"Dok.. kenapa mata saya gelap" tanya Danar saat ia sudah mulai siuman


Dan dokter memeriksanya


"Semoga kebutaan ini hanya sementara" ucap dokter


dengan kondisi Danar yang buta sekarang pupus semua harapan Danar.. Danar berteriak histeris dan menyesali kenapa semua bisa terjadi..


Tiba-tiba Tasya datang..


"Danar" sapanya


"Tasya?" sapa balik Danar


"Yaa aku disini Jhon.. kamu tenang yaa"


Danar memeluk Tasya.. dan untuk saat ini Tasya lah yang mengerti dan menenangkan Danar atas kejadian yang menimpanya, Tasya lah yang merawat Danar..


dimulai dari Tasya siapkan makan.. bersihkan kamar.. menyuapi makan untuk Danar.. menonton bola pun Tasya lah yang memberi tahu score dan tim mana yang unggul..


beberapa harinya.. jadwal kontrol Danar..


Setelah Danar dan Tasya bersiap menuju rumah sakit.. Ahmad mendatangi Tasya


"Aduh Tasya maaf ni aku gak bisa nemenin kontrolnya hari ini.. kan masih banyak yang harus aku urusin sebenarnya gak enak terus-terusan ngerepotin kamu"


"Iya Dam.. aku ngerti kok.."


Sesampainya dirumah sakit.. setelah Tasya mengantar Danar diruang pemeriksaan.. Tasya menuju toilet..


Setelah Tasya selesai dari toilet.. Tasya mendengar obrolan dokter dengan Danar


"Dok.. gimana dengan mata saya?"


"Yaa ada kemajuan sedikit Danar.. tapi saya daftarkan kamu untuk mencari donor mata yaa.. biar kamu bisa lihat lagi.. gimana?"


"seriusan dok?"


"Yaa dong"


"Oh iya dok saya mau.. oh ya Tasya sudah kembali dari toilet?"


"Ehm" jawab dokter seraya menengok ke arah pintu


"Sudah Danar"


"Yaudah dok nantik hubungi saya lagi yaa kalo pendonor nya sudah ada.. saya pamit dulu sekarang"


Danar dan Tasya pulang dan didepan pintu masuk ke rumah susun milik mereka sudah terlihat Adam menunggu disana..

__ADS_1


Menuju kamar Danar.. Adam bertanya


"Gimana tadi Danar?"


"Oh kata dokter Siena.. aku secepatnya akan mendapatkan donor mata" jawab Danar dengan semangatnya


"Oh yaa Dan? iyakah Tasya?" tanya Adam


Melihat Tasya memandang tanpa tujuan terkaget dengan ucapan Adam


"Ehm apa Dam?" tanya Tasya


"Bener si Danar secepatnya akan dapat donor mata?"


"emm Danar.. kata dokter Siena belum pasti.. jadi kamu jangan terlalu berharap.."


"Tapi setidaknya aku mendapat harapan baru sya"


"Iyaa.. eh pada haus kan? Aku buatin minum yaa" ucap Tasya


"Boleh tuh.. yang seger-seger"


Tasya membuatkan suguhan minuman..


Beberapa hari berlalu..


"Sya? Adam kemana yaa kok gak perna kesini lagi?"


"Adam sibuk ngurusin anak-anak.."


"Terus kita kapan waktunya kontrol lagi sya? Aku gak sabar operasi"


"Belum ada kabar lagi dari rumah sakit maupun dari dokter Siena kan"


Keesokan harinya dokter Siena bertanya pada perawat yang ia suruh telfon Danar, tapi tak mendapatkan respon


Akhirnya dokter Siena meminta nomor itu lagi dan menghubunginya sendiri lewat nomor pribadi tapi tak juga ada respon..


dokter Siena meminta alamat Danar untuk menemui langsung saja karna kuatir tidak ada nya kabar dari Danar


Sesampainya di rusun dokter Siena mencari alamat yang sudah dituliskan perawatnya


Sampai lah di alamat blok M nomor 13..


Terlihat didepan kamar nya begitu kotor seperti tak terurus..


"kemana Tasya, dia bukannya tetangga Danar dan berjanji mengurus Danar?"


Dokter Siena membuka pintu kamar Danar yang kebetulan tidak dikunci karna Tasya baru datang membeli makanan


Dokter Siena melihat sekitar ruangan yang penuh dengan sampah.. seperti tak terurus.. saat hendak membuka lemari es tiba-tiba Tasya datang..


"Dokter.. ada apa yaa dok?" tanya nya


"Eh sya.."


Tak sengaja pintu lemari es terbuka karna dokter Siena hendak membuka dan terjatuh lah Adam yang sudah dipastikan meninggal..


"Adam.... Tasyaaa kau gila sya?" tanya Siena

__ADS_1


"Heee kau diam.. jangan ganggu Danar, kami cukup bahagia bersama" ucap Tasya seraya menodongkan pisau


"Kau benar-benar gila sya"


Tasya semakin mendekati dokter Siena dan mencoba menusuk nya pake pisau itu


"Apa kau dibalik semua ini sya?" Tanya dokter Siena


"Yaa.. ada aku dibalik semua kejadian ini.. mulai dari Danar masuk timnas.. aku memohon pada pelatih utama Timnas untuk memasukkan Danar sebagai bagian dari mereka tapi apa balasan Danar padaku? Dan aku yang membuat Danar buta karna ini inginku.. dan yang terakhir untuk Adam.. yaa dia meninggal karna aku tak ingin Adam membawa Danar kepadamu untuk operasi, karna Adam membuat ku terancam hingga aku harus membunuhnya


Dengan sigap dokter Siena menampar Tasya dan pingsan


seketika Dokter Siena membawa Danar pergi dari tempat itu


"dokter, dokter datang?" sapa Danar


"Danar. ikut saya" kata dokter Siena


"kemana dok?"


"ikut saja saya cerita nanti, bawa barang barangmu"


jadilah dokter Siena membawa beberapa barang Danar disana dan pergi meninggalkan rumah itu


dan tiba diwaktu mengoperasikan mata Danar, Kini Danar bisa melihat barulah dokter Siena menceritakan semuanya kepada Danar tentang Tasya


mendengar semua, Danar kaget bukan main karna ternyata semua dibalik kejadian adalah peran Tasya, berkat Tasya lah dia berada dititik ini


"Menurut dokter apa ini salah ku?" tanya Danar dengan menendang beberapa bola yang sudah ia siapkan untuk latihan di lapangan itu


"Jangan diforsir Danar.."


"Dokter.. jawab dulu apa ini salah ku?" Ucap danar sekali lagi


"Bukan salah mu atau salah Tasya.. hanya saja waktu yang tidak pas dan cinta yang salah.. dan Tasya melakukan itu karna ada sesuatu yang membuat dia benar-benar mencintaimu"


.


.


.


.


.


.


.


×SELESAI×


cast pemain :


Danar Alamsyah - pemain sepak bola


Tasya - penggemar gila, Danar


Adam - pelatih Danar

__ADS_1


Siena - dokter mata Danar


Taufik - teman baru di timnas


__ADS_2