
karna dikira hanya ancaman biasa, mungkin pemblokiran atm, visa, atau penarikan fasilitas kemewahan lainnya
tapi semua salah..
Fu Zao dan Nada mempercayakan Sung Ma menjaga Xiao dirumah sakit. . .
dua hari berlalu, Xiao masih dalam kondisi kritis
Jung Min datang untuk menjenguk. . .
"selamat siang" sapa Jung Min
"Siang.." sapa beberapa teman Xiao
"saya Jung Min yang bertanggung jawab atas perawatan Xiao" sapa nya mengenalkan diri kepada Sung Ma
"oh yaa... yaa.. saya oma nya"
dan ketika di hari ketiga Xiao sudah mulai sadar..
hal pertama yang membuat dokter takjub adalah...
ketika para dokter mengatakan benturan karna pukulan cukup keras membuat Xiao gegar otak, dan dampaknya hanya ada dua kemungkinan, jika tidak kehilangan ingatannya ditengah, dia akan menjadi sosok yang baru dan berbeda dari sebelumnya..
tapi dokter juga manusia.. juga bisa salah mengira..
Xiao baik baik saja, Xiao tidak lupa dengan semua hal dihidupnya, dan Xiao masih dengan sikap dingin, cuek, tapi pemberani membela kebenaran...
suatu hari ketika sudah dirasa nya cukup beristirahat, ia kembali ke sekolah.. aktifitas seperti sebelum kejadian itu..
"Xiao" sapa Lin Mei memeluk Xiao ketika melihat Xiao sudah mulai kembali ke sekolah..
dan ketika duduk, Hyung pun datang, Wang turut datang dan teman lainnya juga turut datang..
tapi kemana Liu?
"Lin, Liu kemana?" tanya Xiao
"Liu, ha.. Liu, emm Liu..."
"Liu dirawat, ketika kamu diculik oleh Zhi Ma, di membantu kamu datang menolong mu juga aku dan Hyung, tapi dia masih belum sadar dari koma nya" jelas Wang
"dirawat? kenapa tidak bilang aku?"
Xiao berdiri sambil memukul mejanya dan menarik tasnya lalu pergi dari kelasnya
"Xiao, kamu mau kemana?" tanya Hyung mengejar Xiao
Xiao terus berjalan meninggalkan sekolah menuju rumah sakit, Hyung terus mengejar Xiao bahkan ikut sampai dirumah sakit, Xiao diberikan izin oleh dokter untuk masuk dan melihat kondisi Liu..
setelah selesai, ia menemui dokter dan bertanya apa penyebab Liu tidak kunjung sadar..
dokter berkata.. tulang kaki Liu patah karna ada benturan keras.. dokter pun tidak tau benturan apa penyebab nya
ketika keluar dari ruang dokter..
Xiao menatap tajam arah Hyung..
"kenapa lihatbaku begitu?" tanya Hyung
"di tempat itu ada Liu, kamu, juga Wang, coba jelaskan padaku benturan apa?" tanya Xiao
"emm.. eh itu benturan kecil"
"benturan kecil kamu bilang, lihat, aku sembuh, berdiri disini, lihat lah Liu" bentak Xiao dengan nada benar benar keras..
"Xiao, kenapa kamu begitu pedulinya pada Liu?" bentak balik Hyung
"peduli? jelas, dia terlalu baik berteman denganku tapi dia tulus"
"lalu aku?"
"jika di tempat itu kamu, aku akan bertindak sama kepada Liu dengan nada keras bertanya ada apa dengan kamu"
"ya ya okeh, dia terkena pukulan besi ketika Zhi merasa terancam kalah Zhi memukulkan besi itu ke kaki Liu" jelas Hyung
-POV NADA-
Jung Min menikah diusianya sangat mudah bahkan ketika ia masih duduk dibangku sekolah
__ADS_1
dan membuatnya jadi ayah muda dengan usia belasan dan sudah harus membiayai anak juga istri
sementara batas usia pernikahan dikorea akan dibilang pernikahan yang matang jika genap berusia 30 tahun..
"memang berapa usia Jung Min melahirkan Zhi?" tanya Xiao
"15tahun"
jadi usia Jung Min dan kedua anaknya hanya berjarak 15 tahun dan 17 tahun..
bahkan diusia Jung Min sekarang untuk menikah barulah masuk kategori matang..
karna sudah sekitar usia 40 tahun..
"papa kenal sama dia dari kapan?" tanya Xiao
"papa kenal sejak papa mengenal dunia bisnis, ia adalah orang yang selalu didepan berusaha membuat saya jatuh, tapi rencana nya selalu gagal" jelas Fu Zao
Xiao terdiam.. tak lama Fu Zao menoleh arah anaknya tajam
"apa pa?" tanya Xiao
"kamu kenal dia dimana?" tanya Fu Zao
"jadi waktu itu ada dua orang satu ibu ibu dan satu lagi anaknya mungkin, disiksa, sama penagih hutang, jadi aku bantuin pa, karna aju gak suka kekerasan pas didepan mataku, jadi aku bantu mereka, tapi salah satu dari mereka keluarkan pisau kecil langsung merobek tanganku sedikit" jelas Xiao
"hem lalu"
"ya jadi mereka pergi, masih inget waktu pulang aku pakai baju temanku untuk tutupi tangan? itu lah pa, aku tutupi sebenernya kalau papa suruh tanganku balik ya ketahuan"
"terus?"
"terus pas aku diundang temen ku ke kafe, mereka datang lagi, aku lawan, aku menang, tapi mau jalan lagi, seseorang keluar dari mobilnya dan itu ya dia, Jung Min"
"terus?"
"udah, gitu aja, tadi waktu ketemuan sama anaknya, dia datang, dan bilang sebenernya aku gak perlu bales karna dia tau bagaimana cara membalas anaknya, dan dia bilang akan beri pelajaran kepada anaknya dengan menyesal seumur hidup mereka" jelas Xiao
"oh ya.. bagus dong, memang dia bilang rencana apa?"
"gak tau deh pa"
yaa.. admin lobi utama mengatakan tamu atas nama Jung Min menunggu di lobi
ketika turun dan menemui Jung Min
"apa kabar pak Fu Zao Cheu, CEO tampan dan dingin sepanjang sejarah"
"katakan mau mu?"
"Fu Zao.. kita punya umur cukup berbeda ya.. beda generasi, tapi saya ingat betul ketika saya masih duduk dibangku sekolah, kamu adalah orang yang sudah dikenal di seluruh kota ini.. dan beruntungnya kamu, bertemu perempuan yang bisa meluluhkan hati kamu" jelasĀ Jung Min
Fu Zao hanya diam dan mendengarkan banyaj kata Jung Min
"lalu menikah, dan menerima kamu dari segi wajah kamu, dan dia melahirkan keturunan untukmu, lahir cantik, wajah tidak sedikitpun terlihat sisi jelek, sama seperti istrimu, tapi sayang dia keturunan dari kamu, dingin, kasar, cuek"
"kamu datang membicarakan anak saya.. adq urusan apa?"
"pertemuan kita hari ini kupastikan hari terakhir aku menjadi lawan bisnis mu, dan pertemuan kali kedua setelah ini, kita sudah menjadi satu buah keluarga" jelas Jung Min
Fu Zao melirik arah Jung Min tajam, ia menatap tajam arah orang yang sudah menjadi musuh sejak lama dengan Fu Zao dalam bisnis..
"aku hentikan semua persaingan ku dengan kamu, aku mengalah, mengalah supaya aku dapat satu harta terbesarmu" jelas Jung Min
"maksud kamu?"
"aku mencintai anakmu" ucap Jung Min sembari berjalan meninggalkan kantor Fu Zao
tapi Fu Zao mengejarnya
untuk kali pertama nya..
dalam sejarah hidupnya..
ia memukul orang dengan tangannya sendiri...
Jung Min berdiri kembali dengan tegap dan meyakinkan Fu Zao dirinya tidak akan mundur hanya karna satu pukulan dan beberapa kali pukulan pun..
satpam penjaga tidak bisa bertindak, karna berurusan dengan atasannya, tapi mereka ambil tindakan untuk menelfon Nada..
__ADS_1
"Fu Zao, cukup" teriak Nada
"Jung Min?" tanya Nada ketika tau yang dipukul suaminya adalah Jung Min
Nada sudah kenal betul siapa Jung Min dan bagaimana sepak terjang seorang Fu Zao memegang kuat hatinya dalam berbisnis..
"hai.. Nada, apa kabar?" tanya Jung Min
"pergi kau, pergi" bentak Fu Zao
"Nada, titip salam untuk Xiao" ucap Jung Min
dan ketika ia pergi, Nada membawa suaminya masuk ke ruang kerja nya..
"ada apa? aku baru lihat kamu semarah ini sampai memukul pakai tanganmu sendiri" tanya Nada
Fu Zao menjelaskan yang baru saja terjadi
"kamu serius dengan ucapan itu?" tanya Nada
"apa selama kau kenal aku, aku bermain dengan ucapan ku sendiri?" tanya Fu Zao
aku terdiam, memikirkan hal yang sangat jauh
ketika malam itu aku sampai rumah, bahkan hari itu membuatku sangaaaaat melelahkan..
sedang mendapatkan hal apa lagi aku..
anakku dalam bahaya.. anakku sedang jadi incaran..
dan aku benar benar diam tanda rasa kantuk sedikit pun..
bahkan sampai pagi menjelang..
"kamu semalaman tidak tidur?" tanya Fu Zao
"enggak, banyak yang mengganjal pikiranku"
"soal anak? kamu tenang saja, aku juga tidak tinggal diam, aku sudah siapkan orang untuk menjadi mata mata ku menjaga Xiao" jelas Fu Zao
pagi itu, aku tidak ikut Fu Zao datang ke kantor
Fu Zao memahami, ia menyuruhku istirahat dan tidur karna semalam aku tidak tidur
tapi kurasa semua perempuan yang menyandang nama IBU tidak akan bisa melakukan apapun mendengar hal menakutkan membahayakan anaknya..
aku berfikir, anakku sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa yang harusnya bisa menjaga diri dimana ia menempatkan diri diwaktu dan keadaan yang bagaimana semestinya ia berdiri
Xiao.. aku dan papa mu tidak pernah melepaskan sedikit saja tentang kisah kehidupanmu juga termasuk dengan Liu seorang penyanyi cafe yang cukup dikenal dan Hyung seorang pemain basket yang sudah malang melintang menyusuri kehidupan atlet
keduanya sama sama berprestasi, aku sempat bangga, anakku bisa menggait lelaki lelaki pintar
tapi semua hilang, seketika..
saat aku mengetahui lelaki yang jauh lebih sadis dari suamiku, tapak tilas Jung Min selama ku tau pintar, cerdas, licik, berbeda dengan suamiku yang tidak akan senyum didepan umum, tapi Jung Min selalu menyebar senyum..
Senyum beraroma kesadisan..
ah bagaimana jika jadi anakku dengan lelaki yang sangat bertolak jauh dengan ayahnya sendiri..
"nyonya gak seperti biasanya, pagi pagi pak Fu zao berangkat langsung aktif tapi sekarang kok" sapa asisten rumahku
"buk, sini deh"
"ada apa, nya?"
"saya mai tanya.. kalau ibu punya anak perempuan dan ada dua laki laki yang sama sama pintar pilih mana?" tanyaku
"pilih yang dipilih anak perempuanku lah nya, atau enggak yang mana yang lebih sering sama anakku jadi aku bisa pastikan dia paling nyaman"
"emm gitu ya?"
aku berfikir..
ahhh aku tau siapa yang harus kucari..
aku pergi siangnya menunggu asisten rumahku juga pulang..
ketika aku tau kelas Xiao tidak ada jam, aku pastikan Wang Tyang ada dirumahnya..
__ADS_1
yaaa.. Wang Tyang yang bisa bantu aku tentang Xiao