Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MNA #5


__ADS_3

Beberapa lama setelah guna-guna itu datang, aku melihat Roni menarik sehelai rambut syifa tanpa diketahui syifa.. saat syifa tanya dia jawab tak sengaja


Lalu aku mengikuti kemana arah Roni, dan iya membakar sehelai rambut syifa memasukkan kedalam air, dan meminumnya..


Ini berat, karna ini air itu sudah masuk ke tubuh Roni pastinya syifa akan selalu mencari Roni karna tidak bisa jauh darinya


Aku menemui pamanku. Yang kebetulan turunan dari kakekku. Ia bisa membantu untuk hal ini


Setelah semua keberhasilan dilewati, aku memberanikan diri menghadap kedepan wajah syifa malam itu.. terlihat syifa dengan Roni, yang sedang komat Kamit tuh mulutnya, aku menghampiri, merasa syifa dalam bahaya, dan Roni pulang


Melihat syifa tertidur.. setelah itu aku akan pulang tapi syifa memanggil namaku tepat,


Tau dari mana namaku dia ucapku dalam hati sembari membalikkan badanku


Sejak saat itu syifa tau siapa aku, dan beruntung nya aku bisa dapat kan gadis yang tidak marah setelah aku lama bersembunyi


Tapi tak beberapa lama, lani menghubungi ku, dia datang kerumahku


"Kak.. syifa gak ada"


"Gak ada maksutnya?"


"Udah empat hari gak pulang"


"Kemana"


"Yaitu aku gak tau kak"


"Bentar.. kakak masuk kamar dulu"


Seperti biasa, butuh konsentrasi dan ketenangan untuk mencari tau melalui insting


Dan tak butuh waktu lama, aku tau keberadaan syifa..


Aku keluar dari kamar..


"Kakak mau kemana"


"Ke syifa"


"Udah tau kemana syifa"


"Udah"


"Aku ikut kak"


"Ayok.."


"Temenku ntar lagi sampek kak"


Aku, lani dan teman lani menuju tempat yang aku tuju


Sesampainya benar.. disana sudah ada beberapa yang menjaga didepan tapi mereka urusan kecil untukku


Setelah semua kalah, aku masuk ke dalam dan benar, aku melihat syifa dengan kondisi diikat tangan dan kakinya, tertutup mulutnya membuatku geram ingin menghajar Roni, sampai mati kali bisa


Setelah aku berhasil membawa syifa pergi, aku menyuruhnya tidur


Sejak saat itu aku menjaga syifa tapi tidak dari dekat lagi, beberapa hari berlalu


Aku melihat syifa keluar tengah malam


Dengan pakaian rapi, menuju pertigaan dekat rumahnya, yang disana sudah ada Roni


Aku mengikutinya, mungkin Roni sadar kehadiran ku, ia turun dari mobil dan mendatangiku, aku bergegas pergi


Dan sejak itu aku kehilangan jejak mereka


Perlu insting lagi, dan akhirnya aku menemukan, aku menghubungi lani, menyuruhnya untuk datang ke tempat yang aku kirimkan


Dan setelah sampai ditempat itu


Aku melihat sebuah gubuk kecil, tak lama mereka keluar dari tempat itu dan saat itu pula Roni menyadari kedatangan ku. Dia memberikan hantaman keras di bagian dadaku, dan itu sebagian kecil dari ritual guna-guna nya kepada syifa


Dia pergi dari tempat gubuk itu, aku mengajak lani dan Linda teman lani dan juga teman syifa masuk ke gubuk karna aku yakin disana terdapat sesuatu yang aku pastikan jawaban dari guna-guna nya kepada syifa


Saat aku masuk, aku lani dan teman lani mendapatkan suatu hal yang tercengang


Sebuah foto berdiri di atas semacam Petu kecil, dikelilingi bunga bunga, dan juga dikelilingi lilin


"Lan.. itu tanda nya apa" tnya Linda


Lani menaikkan bahunya


Lalu bertanya padaku


"Kak.. ini apa sih, kok serem gini"


"Ini guna-guna nya"


"Apa.. terus tadi syifa masuk masak diabgak sadar.."


"Orang yang diguna-guna tidakkan melihat ini"


"Yaudah kak hancurin aja sekarang"


"Jangan, balaknya kekita nantik"


"Balak apa lan" tanya Linda


"nantik aja, aku ceritakan"


"Terus kita kemana nih lan" tnya Linda


"Kak kita kemana nih" tanya lani balik

__ADS_1


"Cari Roni"


Aku tak mendapatkan keberadaan Roni


Waktu yang sudah mulai pagi, aku tidakkan membiar kan adikku dan teman nya lelah


Aku menyuruhnya pulang dan istirahat


Dua hari penuh aku mencari dan ketemu, mereka kembali ke gubuk itu lagi, aku merasakan hal negatif sudah semakin membesar


Aku menghubungi lani, dan tak beberapa lama lani datang dengan linda temannya


Sesampainya..


"Dimana kak syifa.."


"Disitu"


Mungkin lani yang sudah geram dengan perbuatan Roni, mengambil jalan pintas untuk langsung masuk dan memergoki Roni


Benar.. sudah kudapati Roni yang menyirami tubuh syifa yang hanya dengan tertutup kain biasa..


Disiram lah dengan air tujuh bunga..


Tapi aku dan lani terlambat mencegah.. syifa sudah tersiram tandanya susah untuk menyadarkan


Aku ingin sekali membunuh Roni


"Lu gila ya.. lu stress Ron" ucap lani


"Eh, gue cuman bilang gue suka sama syifa.. kan gue udah bilang, gakkan ada yang bisa halangin gue"


"Karna lu gila" jawab lani lagi


"Karna gue tidak pernah ditolak, dan gue pastikan untuk datang lagi menjemput syifa, karna dia tidak kan pernah bisa jauh dariku"


Roni pergi, aku mencoba menyadarkan syifa yang masih duduk bersemedi disana tidak mendengar apapun


Aku mendoakan beberapa bacaan dari Kakek jika menghilangkan pengaruh negatif dari tubuh seseorang dan akhirnya syifa pingsan


"Lani ayok angkat, bawak dia masuk mobilmu, kakak bawa sepeda dibelakangku"


"Kemana ini kak"


"Kerumah Linda aja, karna gak aman kalo kerumah syifa atau kita"


"Ya kak"


Sesampainya dirumah linda.. aku menidurkan syifa dikamar Linda


Aku semalaman membacakan beberapa doa doa, agar syifa normal lagi ditemani lani dan Linda


Setelah syifa sadar pada pukul dua tengah malam, syifa bangun dari tidurnya dengan masih mencari-cari Roni


Semakin keras aku membacakan doa didepannya dan seketika syifa pingsan lagi


"Tadi itu kiriman dari Roni masuk lagi"


"Ya ampun syifa.. kenapa kamu harus mengalami nya, kamu baik fa.. gak pantas dapat ini" ucap lani sedih dan aku paham


"Kak, bantu temen Linda ya.." ucap linda


"Pasti" jawabku yakin


Setelah semua kurasa membaik, aku meninggalkan mereka disana karna pasti disini aman, semalam kata Linda kebetulan, Roni tidak tau dimana rumah dia.. yang Roni tau hanya rumah syifa dan lani karna memang tak sering untuk menginap dirumah linda


Dua hari syifa tidak juga bangun dari tidurnya..


aktivitas lani dan Linda tetap harus berjalan, dan aku menjaga nya juga tidak sering karna memang aman disini. Ada kedua orang tua Linda yang menjaga dan sudah aku titipkan


Pagi tadi, ibu Linda menelfon ku, dan mengatakan syifa tidak ada dikamar Linda.. Linda sendiri yang tidur di sebelah syifa tidak tau kapan syifa pergi


Lagi dan lagi aku mencari tau. Dan dia dibawah oleh Roni ktempat kost


Aku menghampiri dan membuka pintu kost nya, hampir saja sedikit lagi, syifa kehilangan kehormatan nya


Dan disana aku mengahajar Roni kembali membawa pulang syifa yang masih tak sadar Dari tidurnya


Aku membawa syifa ke rumahku dan total menjaga nya.. sholawat mungkin jalan yang tepat untuk menjaga syifa sekarang


Aku meminta salah satu tetanggaku yang bergelar ustad


Ia membacakan doa-doa yang membuat keadaan syifa makin membaik


Esoknya lani datang


"Kak.. udah ketemu syifa"


"Udah.."


"Dimana kak"


"Di kost sama Roni"


"Gimana ceritanya kak"


"Panjang, intinya syifa menghilang karna bantuan ghaib Roni"


"Ya ampun lani, kenapa sahabat kita begini" ucap linda memeluk lani


"Aku juga nyesek Linda.. doakan terbaik saja"


"Lan.." ucapku


"Ya kak"

__ADS_1


"Nantik syifa udah sadar, aku mau melamar nya"


Ekspresi dengan menatap kaget dari wajah lani dan Linda seolah tidak percaya pernyataanku


"Kalo aku sangat setuju kak" ucap lani


"Tapi tunggu sadar kan kak" tanya Linda


Aku mengangguk


Dan menunggu sadar nya syifa..


Tak lama syifa sadar.. dan menunggu lagi pemulihan beberapa hari baru aku melamar


Dan aku mengungkapkan maksudku ingin melamarnya didepan kedua sahabat nya, yaitu adikku dan Linda


"Syifa.."


"Ya Sofi.. kenapa"


"Will you Merry me?"


Seketika syifa melihat kearah kedua sahabat nya yang memberikan kode jika mereka merestui


Syifa mengangguk kan kepala nya


Dan pernikahan yang sudah setengah jadi, tiba-tiba kedua orang tua syifa membatalkan, mereka tidak ingin aku meminangnya, padahal sebelumnya kedua orang tuanya antusias dan meminta dipercepat, untuk tidak terjadi fitnah atau omongan jika terlalu lama


Tapi mengapa sekarang melarang


"Mama minta batalin fa"


"Kenapa ma?"


"Mama gak akan restui kamu sama dia.."


"Tante, kenapa ya Tan.. saya salah apa" tanyaku


Tapi tak menggubris ucapanku malah membawa syifa pergi


"pulang sama Mama fa.."


Aku hanya bisa diam melihat syifa yang pergi dengan kedua orang tuanya tapi melihat arahku tanda ingin sekali aku menahannya tapi aku tak bisa, aku tidak bisa melawan kedua orang tuanya


Beberapa hari kejadian berlalu yang seharunya hari ini adalah hari pernikahannya justru ia mendapatkan kabar dari lani jika syifa akan menikah dengan Roni


"Kak.. syifa.. kak"


"Kenapa"


"Dia mau dinikahkan sama Roni"


"Yaudah kalo syifa mau"


"Mau apanya kak, baca nih chat ku sama syifa.."


Aku membacanya


Syifa mengatakan tidak ingin, tapi ibu memaksa nya.. dan mungkin memang jalannya. Aku hanya bisa doakan yang terbaik


"Kak ayok kak.. kita datangin mereka"


"Biar sudah, mungkin sudah jalan mereka, mungkin sudah jodoh"


"Pasrah kak?"


"Gimana lagi" sembari menghela nafas panjang


"Yaudah kalo kakak gak mau yaudah deh.. aku aja"


Mendengar ucapan lani. Jelas gak mungkin aku membiarkan lani menyelesaikan sendiri semua


"Eh iyaa iya aku mau"


"Mau kak"


"Iya"


"Ayoook"


Sesampainya dirumah syifa..


Aku menemui ibu syifa


"Kamu lagi" ucap ibu syifa


"Tante. Saya minta restuin saya"


"Tidak sekarang pergi"


"Kasih saya kesempatan apapun itu saya lakukan"


"Kamu sayang sama anak saya" tanya ayah syifa


"Iya om, banget"


"Saya paham, tapi saya juga bingung kenapa ibu nya syifa kekeh gini"


"Om tolongin saya"


"Saya mengerti perasaanmu, saya akan melakukan yang terbaik"


"Makasih Om"


Berkali-kali aku mencoba membujuknya tapi gagal, begitupun lani dan syifa

__ADS_1


Hingga akhirnya saat kesempatan ketemu dengan syifa.. syifa lupa padaku, dia tidak menghiraukanku


__ADS_2