
Naya hanya diam dan kembali sibuk dengan hapenya dan membiarkan apa yang akan dilakukan kepadanya oleh Vandra
berjalannya waktu, semakin menjadi jadi permintaan Vandra, dimana malah ia meminta untuk Naya melakukan apa yang biasa seorang ibu lakukan kepada bayi tapi melakukannya itu kepada Vandra, paham ya? jangan dijelasin pasti paham dong 😁
mereka pun sering melakukan itu bahkan sampai ketahuan oleh Zidan, teman dekat Vandra selain Mamat
"oops, sorry" kata Zidan
seketika itu Naya menutupi badannya dan juga kepala Vandra dengan taplak meja yang ada disana, Naya menariknya beruntung tidak ada gelas atau benda apapun di atas meja itu
"permisi, gue numpang lewat doang, lanjutkan, santai" kata Zidan
Zidan yang dari luar akan mengambil barangnya dikamar belakang dan kembali lagi keluar, disana Naya menahan malu tapi Vandra malah masih saja asik dengan dunianya
dan setelah selesai, baru Vandra melepaskannya dan duduk dengan santainya..
"kamu ini, dilepas kenapa kalo ada orang" kata Naya
"memang ada siapa?"
"gak tau? gimana bisa gak tau jelas suara nya, ada Zidan tadi ambil barangnya didalam"
"oh ya? gak dengar gue"
"apa yang kamu pikirin?"
"keenakan"
"apasih, udah lah" kata Naya
Vandra mencium pipi Naya dengan gemas dan memeluk Naya sambil berbisik...
"makasih ya sudah menuruti aku selalu" kata Vandra
"emm"
"aku cinta sama kamu, jangan tinggalkan aku ya, aku gak mau jauh dari kamu"
"yaa Vandra, udah ah, ayo aku mau pulang"
"iyaaa"
Vandra mengantarkan Naya pulang, dan dari sini Vandra mulai semakin cinta dan tidak akan pernah melepaskan Naya sampai kapan pun
berjalannya waktu, semua apa yang dilakukan keduanya dibelakang Adri jadi ketahuan semua oleh Adri ketika tidak sengaja Mamat, Pandi dan Zidan membahas Vandra dan Naya
"si Vandra sama Naya, pacaran kah mereka?" tanya Zidan
"nape lu nanya begitu?" tanya Pandi
"lu kan tau mereka sering tau berduaan" kata Mamat
"ya gue tau, mereka sering kerumah juga kan, kek lu sama pacarlu yang temannya Naya itu" kata Pandi pada Mamat
"masalahnya kemarin gue ngelihat kalo Vandra lagi ninin (*****) ke Naya tau, pas gue mo ambil tas gue di kamar lu" kata Zidan
"wih serius loh?" tanya Mamat
"serius gue, mereka jelas banget itu, si Naya langsung nutupi bagian itu pake taplak meja disana" kata Zidan
"wah pantesan, tuh taplak berantakan amat gue pulang" kata Pandi
"ya kan? gila sih mereka itu" kata Mamat
"kalian gak lihat asli nya sih, gak lihat pas kejadian itu, nah gue lihat pake mata kepala sendiri" jawab Zidan
"apa yang terjadi? Zidan? apa yang loe lihat?" tanya Adri
ketiga nya kaget karna Adri mendengar semuanya tentang obrolan mereka disana
"Adri? loe ngapain?" tanya Mamat
"kalian bahas Naya dan Vandra kan? mereka pacaran? apa yang kamu lihat jelas memangnya Dan?" tanya Adri pada Zidan
"apanyaaa? gak ada" jawab Zidan
"dimana mereka sekarang?" tanya Adri pada Zidan lagi
"mana gue tau, gue disini dari tadi" kata Zidan
__ADS_1
"wah ini kacau deh nih" bisik Mamat pada Pandi
"iya ini urusannya ama gue pula, rumah gue dibuat pacaran nya kan" bisik Pandi juga kepada Mamat
Adri mengetahui semua pembahasan yang dibahas ketiganya, Adri juga tau ternyata Naya dibelakangnya bermain api dengan pria lain
tadinya niat Adri menghibur diri jadi datang ke tempat berkumpul nya biasanya teman teman nya itu di cafe, tapi tidak jadi karja mood nya turun, ia memutuskan pergi saja
"Adri?" panggil Pandi
"ya?"
"kemana loe?"
"balik, bye ya"
ketiga melihat bagaimana kecewanya Adri kepada Naya, tapi bagaimana lagi, ketiganya merasa tidak enak jadi pulang juga kerumah Pandi
sampai dirumah Pandi, ketiga berpikir untuk membantu saja meluruskan hubungan Naya dengan Vandra dan Adri itu bagaimana yang sebenarnya
jadilah ketiganya kerumah Vandra, baru juga sampai, melihat ada sepatu sekolah Naya diluar rumah itu
"ada Naya nih?" kata Mamat
"mana?" tanya Zidan
"itu ada sepatu sekolah nya dia"
"oh ya beneran, ada Naya dong"
"udah lah, ayo masuk saja nyari" kata Pandi
baru juga membuka pintu, mereka bertiga malah dibuat kaget ketika mendapati Naya dan Vandra berciuman disana
"kalian?" ucap Pandi
"kan gue bilang apa juga?" tanya Zidan
"apa yang kalian lakukan datang kemari?" tanya Vandra
"kita mau bicara soal kalian" kata Mamat
"Naya, ini urusannya sama loe, loe sama Adri itu putus udah kan?" tanya Pandi
Naya melirik kearah Vandra mendengar pertanyaan itu dari Pandi, ia bingung jawab apa jadi Vandra yang jawab, tapi sayangnya Pandi maunya Naya yang jawab karna ia bertanya kepada Naya
"itu urusan pribadi mereka, kamu kenapa nanya nanya?" tanya Vandra
"gue nanya Naya, bukan nanya loe" sambar Pandi
"aku sama Adri baik baik saja, kami masih pacaran"
"jadi kalian gak putus?" tanya Pandi
"lalu kenapa kalian melakukan itu semua?" tanya Mamat
"apa itu semua maksudnya?" tanya Vandra
"ciuman sampek *****" jawab Zidan
Naya menahan malunya karna terbilang saat ini ia sedang dilabrak oleh teman teman dari Vandra, apalagi mengingat teman teman Vandra itu juga kenal dengan Adri
"eh gini ya, jangan urusin urusan Naya sama gue, kalo kalian ada urusan sama Naya, urus sendiri toh gue gak pernah mau ikut campur" kata Vandra
"gue kan mengingatkan kalian berdua doang, gak usah ribut deh, kita hanya mengingatkan saja, terserah kalo lo gak hisa dengar kita" kata Pandi
"loe mikir, Naya itu udah punya pacar, gue tadinya mau bicara baik baik malah gak jadi ya sama sikap loe" kata Mamat
"urusan gue, bukan urusan kalian, udah lah lagian kaki gak masuk campurkan kalian dalam masalah kami" jawab Vandra
"yaudah kalo loe mau nya gitu, kita hanya mau minta keterangan saja sih, yaudah lah" kata Zidan
"jadi soal hubungan gue sama Naya itu biar jadi urusan gue, gak usah loe loe ribut" jawab Vandra
"Vandraa" bisik Naya
"gue cuma mau bilang soal hubungan kalian ini sudah diketahui oleh Adri" jawab Pandi
"serius bang? bagaimana bisa dia tau?" tanya Naya
__ADS_1
"kita gak sengaja bicarakan kalian dan dia dengar, jadi untuk itu gue menemui kalian, dan gue minta maaf Naya" kata Pandi
"lalu bagaimana bang? dia marah?" tanya Naya lagi
Naya penasaran karna pacarnya sudah mengetahui tapi Vandra mengatakan agar Naya melupakan Adri dan bersamanga saja
"sudah lah, jangan tanya tanya dia, dia sudah tau kan? tinggal menunggu dia memutuskan kamu" kata Vandra
"Vandraa" ucap Naya
mendengar perkataan Vandra, Pandi kaget, ia tidak habis pikir dengan sikap yang dilakukan oleh temannya itu, padahal Vandra adalah teman paling baik selama Pandi berteman dengan banyak orang tapi semua berubah
"Vandra, gak habis pikir gue sama loe ya, loe tau kan Naya udah punya pacar, gue yakin loe tau soal itu, kenapa dilanjutkan mendekati nya?" ucap Pandi
"ya apa masalahnya memang sangkutan dengan kalian kah? gak kan?" tanya Vandra
"ya tapi Naya itu sudah punya pacar, bisa kali loe cari cewek lain, gak cuma Naya didunia ini" kata Pandi
"gak cuma Naya didunia ini tapi cuma Naya di mata gue" kata Vandra
"loe juga Naya, gak nyangka ya gue, loe itu baik, sopan, polos, tau nya murahan" kata Pandi
"bang, aku bisa jelaskan semua itu" kata Naya
"dengarkan, ini urusan ku dengan Naya, jangan ikut campur lagi" kata Vandra
"oh okeh, gak masalah, gue gini karna anggap loe sahabat gue, tapi ya terserah loe aja kalo pemikiran nya kesana" kata Pandi
"udah udah, biarkan Adri tau soal kita, jangan peduli, kamu milik aku sekarang" kata Vandra menatap kedua mata Naya
"yaudah lah, kita pamit saja kalo begitu, kita rasa sudah selesai urusan ini" kata Zidan
Zidan memgajak kedua temannya pergi meninggalkan rumah itu, Naya tinggal berdua dengan Vandra disana...
"Vandra.. bagaimana Adri sudah tau?" tanya Naya
"udahlah, lepasin dia, putus sekalian, gak usah banyak mikir, nurut aja apa kataku, aku bisa kasih kebahagiaan, melebihi siapapun pria yang pernah memberikan bahagia kamu"
"tapi.."
"lagi pula dia tidak ada banyak waktu untukmu sepertiku kan? lupain dia" kata Vandra
Vandra terus mencuci otak agar Naya yakin dirinya yang lebih baik dari Adri dan beberapa pria lain didunia yang pernah dekat dengan Naya
esoknya..
baru saja Naya akan pergi kesekolah, baru buka pintu rumahnya, sudah ada Adri didepan pintu itu
"bang?" sapa Naya
"apa bener kamu ada hubungan sama Vandra?"
"bang, aku bisa jelasin itu, kamu salah paham saja"
"apa kamu tidak bahagia sama aku?"
"bang.. aku tidak pacaran sama Vandra, sumpah, aku hanya teman dekat saja"
"memangnya dimana ada teman dekat sampai berciuman, sementara kamu sama aku pacaran saja tidak pernah ciuman Naya" kata Adri
"aku dipaksa"
"dipaksa bisa menolak, itu alasan kamu, gak nyangka kamu begini Naya" kata Adri lagi
tapi ternyata Vandra melihat semuanya, ia langsung mendekati keduanya dan menarik tangan Naya, Naya langsung melepaskannya tapi Vandra kembali menggenggam tangan Naya
"dia sudah jadi milikku, kamu lupakan saja dia" kata Vandra
"Vandraaa" ucap Naya
"semua berita yang kamu dengar ditelingamu itu benar, Naya memberikan ciuman pertamanya kepadaku, kurasa kamu memutuskannya saja untukku, dia tidak mencintaimu tapimencintaiku" kata Vandra
"seharusnya aku tau ya dari awal kita bertiga dipertemukan dan kalian saling kenal, itu mulai ada kejanggalan, tapi aku tidak sadar itu" kata Adri
Naya hanya diam disana, ketika Vandra melirik kearah Naya
"semoga kalian bahagia ya, permisi" kata Adri
Adri pun memutuskan hubungan pacarannya dengan Naya dan pergi meninggalkan Naya bersama pria lain itu
__ADS_1