
"iya, aku gak bermaksud selain aku curhat sama kamu, karna dari sekian lama, kamulah wanita pertama kali dihidupku yang kuceritakan masalalu aku.." ucap irly
"okeh, sekarang aku mau anterin kamu cek kehamilan, aku mau mastiin anak diperutmu baik baik saja" ucap siska
siska berubah, sejak irly menceritakan masalalu nya..
ia benar benar baik, dan saat ia pulang sehabis mengantarkan irly kedokter..
iapun menemui saski untuk menghentikan semuanya
"kenapa tiba tiba kamu minta aku berhenti?" tanya saski
"aku berfikir ini bukan soal cinta anak remaja lagi, aku minta maaf sama kamu, libatin kamu sampai kamu mencintai beneran, tapi aku mohon lupakan semua" ucap siska
"aku bisa dan aku juga pernah berfikir aku berhenti, tapi aku masih mencintainya.."
"maafkan aku"
"lalu bagaimana dengan kamu?"
"aku benar benar melupakan semua nya tentang lian, aku mengalah, aku paham perasaan irly aku tak mau suatu saat karma menyapaku dengan keluargaku kelak" jelas siska
benar benar mengundurkan diri dari rencana yang sudah tersusun rapi dipikiran saski maupun siska, keduanya memutuskan untuk menjadi sahabat baik bagi lian dan irly
lian dan irly menyambut perubahan saski dan siska untuk menerima mereka menjadi sahabat..
"mau lahiran ya?" sapa siska
"iya.. ya ampun asli nafasku mau copo" ucap irly
"udah periksa?"
"udah, kurang lebih dua mingguan, bisa saja lebih cepat karna perhitungan tak selalu tepat.."
"besar ir, apa anakmu kembar lagi?" tanya siska
"aduh repot pasti ya" ucap irly
beberapa hari kemudian, irly dilarikan kerumah sakit dan lagi lagi menemani sang istri, lian menjadi saksi pengorbanan irly melahirkan keturunannya yang lagi lagi kembar tiga
"pak.. anaknya laki laki, kembar tiga.." ucap dokter
senang campur bahagia juga
tapi justru menumpuk pikiran lian adalah...
takut jika irly terlalu capek mengurus tiga bayinya belum lagi empat anak lainnya
ditambah shuo anak pertama sudah awal awal masuk sekolah pertama
setelah membawa pulang istri dan anaknya...
"aduh cucu mama kembar lagi, tiga lagi, semakin tua mama mu ini lian... irly" ucap sofia..
"cucu berapa ma?" ledek lian
"tujuh, astaga benar benar amanah terbesar dan banyak, harus disyukuri" ucap sofia
setelah mulai mengasuh ketiga bayi kembarnya lian memeluk irly pun menangis
"makasih sayang kamu orang terhebat" ucap lian
"iya... lihat wajah anak kita yang.. sama kan, kakak kakaknya kan" ucap irly menyebut tiga anak kembar nya yang lahir lebih dulu
"iya.. panggilan nya kita ambil yang berkaitan dengan mereka yang"
dan mereka mendapatkan nama dengan panggilan itu..
beberapa bulan setelah kondisinya membaik, irly kembali dengan aktifitasnya yang setiap ia mengandung mulai dari kandungan muda sampai sebulan setelah melahirkan semua pekerjaan selalu diambil alih oleh lian..
sejak kelahirannya yang ketiga ini, sofia lebih sering untuk datang lalu menginap di rumah lian
"maa.. kenapa mama gak tinggal aja sama kita, kan ini rumah mama juga, mas lian anak mama, aku gak keberatan ma daripada liat mama bolak balik rumah sana kesini" ucap irly
__ADS_1
"enggak lah, mama itu udah pengen lepasin lian, seberapa bisa ia bertanggung jawab kepada istrinya, lagian mama kan udah tua, mama pengen dong nikmati masa tua dengan menjadi seperti anak muda, yaa itung itung mama udah gak punya ekor lagi, hehe"
"sih mama, pinter, mama palingan pacaran mulu" ledek lian
"yang" ucap irly menyenggol lengan lian
"yaa kalo ada yang ngajak pacaran kan juga gak masalah toh, mama bebas kan, hahahaa" ucap mama sofia
"maaa inget cucu ada 7 ma..." ledek lian lagi
yaa benar keluarga bahagia mereka
melihat situasi didepan membuat irly begitu beruntung menjadi orang yang berada diposisi ini sekarang.. jika dilihat dulunya ia benar benar tertekan, jangankan mondar mandir keliling benua, asia, semua negara satupersatu di tapaki nya, untuk bisa kuat menahan sakitnya aja pun ia penuh bersyukur..
dan sejak usia bayi kembar kedua yang dilahirkannya, bayi kembar pertama yaitu obby dan occy sering diajak oleh siska dan saski yaa tidak secara bergantian, tapi mereka sering membawa kedua anak itu, sementara shuo memang sedari kecil tak bisa lepas dari sosok mamanya, irly. kemana mana pasti ngintil, sementara onny yang jarang mau dengan orang asing ya kadang dengan neni nya, sofia, lebih sering ikut papanya kerja
"sayang.. kamu nih enteng banget biarin siska kadang malah saski bawa anak anak" ucap lian
"tenang aja lah, kan mereka udah jadi sahabat, toh selama ini mereka ngembaliin anak anak dengan utuh, malah pulang pulang occy sering ngaduh dapet mainan dibelikan saski" jelas irly
"hemmmm haduh kah" ucap lian menarik napasnya
"udah tenang aja, berikan kepercayaan kemereka pasti mereka jaga kok setiap orang dikasih kepercayaan pasti akan memberikan juga keyakinan bahwa mereka benar benar tak bermaksud jelek" ucap irly
daaaaan... sebagai seorang bapak yang mencintai anaknya tak heran jika lian terbilang bapak yang protektif pada anaknya, namun sisi lain seorang lian yang jabatannya adalah bos besar dan pemilik perusahaan tak mempermasalahkan jika karyawannya membawa anaknya jika terdesak
asal dengan syarat pekerjaan tetap berjalan
dan sebagai orang yang bertatto, membuatnya tetap menerima siapapun yang melamar sekalipun bertatto dan bertindik sama dengannya
eh eh.. malah ke papa nya.. nglantur nih writters nya... hehe.. maap namanya juga ngefans sama si bapak tampan bertatto hehe
menjaga 7 anak sekaligus itu bukan hal yang mudah, dimana seorang shuo yang sudah menjadi kakak dari enam adik laki lakinya diusianya yang sebetulnya masih membutuhkan kasih sayang orang tua, irly dan lian tak mau membuat kesan pada orang lain terutama shuo jika shuo tak lagi jadi pusat kasih sayangnya..
irly dan sofia sangat pintar membagi tugas, shuo tak mau jika ia Berangkat sekolah diantar dan ditunggu oleh neneknya ataupun papanya, shuo selalu minta mamanya, jadi pembagian asuh anak, dua dibawah irly mengantarkan sekolah shuo, antara onny anak kembar pertama dan oqqy anak kembarnya kedua, kadang juga occy sendirian, lainnya dua selalu di bawa ayahnya bekerja dan yang langganan selalu obby dan onny karna keduanya itu yang bisa diandalkan saat papanya sibuk dan tak menganggu justru sibuk dengan mainan nya
sementara ommy, ovvy selalu dibawa neni nya, tak jarang bahkan sering kali keenam enam nya dihandel sendiri oleh sofia sementara irly dan lian bebas dengan pekerjaannya masing masing..
"ya lah, mama hebat ngedekor taman rumput belakang jadi taman bermain" ucap lian
"hmmmm.. betahan dirumah neni nya nih" ucap irly
keenam anak kembarnya sendiri bahkan lebih sering dirumah neni nya karna memang neni nya sengaja mendesain taman belakang rumah menjadi taman bermain anak yang memang sengaja dibangun sofia untuk cucunya yang berjibun
saat akan pulang dari sekolah shuo, hanya berduaan dengan shuo, saski yang kebetulan lewat mengajak bersama
"eh kak shuo, ayo ikut om saski, jalan kaki ya?" ajak saski
"wah om saski, mau ikut om saski gak nih shuo?" tanya irly
"mau, mau, tapi aku didepan ya mama" ucap shuo
"iya deh, mama dibelakang deh"
sesampainya dirumah..
"makasih om saski" ucap shuo yang diajari oleh irly
"sama sama, dadah kak shuo" ucap saski
yaa saski benar benar baik kepada keluarga irly bukan karna ada maksud lain, tapi benar benar kali ini ia tulus...
setelah irly dan shuo mandi dan bersiap kerumah neni, saat keluar ke ujung gang rumah nya mencari taksi mereka pun menuju rumah mama sofia
saat keluar...
disekitar rumah sofia
"mbak" teriak seseorang
"iya..."
"saya arneta mbak, mbak ini bukannya mbak anaknya bude jainun?"
__ADS_1
"oh iya, saya irly, mbaknya?"
"saya arneta mbak, masak iya lupa, dulu saya masih kecil pindah dua rumah dari belakang rumah mbak irly ini, tapi saya pindah ketika udah lulus dan masuk ke SMP"
"oh... pak fathur?"
"iya mbak, inget?"
"iya, kamu masih kecil dulu, mainan jorok main tanah sama si irfan"
"iya mbak, inget ya, tapi aku masih kecil mas irfan udah yang gede kan"
"iya iya sama aja lah, sama sama gede"
"mbak ngapain ada disini?"
"saya disini kerumah ibu saya, emm... maksudnya ibu mertua"
"oh mbak udah nikah, ini ya anaknya?"
"iya... ini anak saya yang pertama"
"oh ada berapa anak mbak sekarang?"
"banyak, kaya pokoknya ayo main kerumah mama saya"
"boleh, ada anak anak mbak kan?"
"iya.."
"saat masuk dari pintu samping rumah sofia, itu mereka anak anak saya"
"mbaaaak semua... kembar berapa?"
"itu yang lari larian kejar kejaran anak kedua kembar tiga, dan yang duduk sama mama itu ditepian sana itu anak ketiga kembar tiga lagi"
"ya ampun mereka lucu"
setelah mengenalkan pada sofia
"yaudah makan sana mama udah masak, kamu juga makan ya" ucap sofia pada arneta
karna arneta menolak makan udah kenyang.. ia bertanya pada irly bagaimana kabar keluarga irly
"saya terakhir tau, yaa udah hidup masing masing" jawab irly
"masing masing gimana ini?"
"ya masing masing, mama udah sendiri, kak ismail sama irfan juga masing masing hidup"
"oh iya saya sempat ketemu mas irfan mbak, terakhir kalo gak salah, dia jadi driver ojek pengkolan, kadang saya juga sering temui nongkrong nongkrong sama anak anak yang yaaa... anak jalanan lah kasarannya" jelas arneta
"iya kah? dimana?"
"saya sering lihat di...."
belum selesai mengatakan, dimana adiknya berada, lian datang..
"eh tamu yang?" tanya lian
"iya nih, eh kenalin arneta ini suami saya"
"arneta"
"lian"
"tetangga aku waktu masih kecil dirumah lama sama mama jainun" jelas irly pada lian
"oh yaudah gakpapa lanjutin"
"eh enggak, udah mau pulang kok" ucap arneta
"ada apa dia?" tanya lian
__ADS_1