
Sagita Tiya Wardani.. atau Tiya Wardani.. atau adik kedua Libra Wardani
baca season Libra Wardani nya ya di judul
"tidak semua hubungan dijalani dengan indah"
untuk untuk Sagita Tiya Wardani saya menceritakan kisah percintaan nya hanya singkat sebelum menikah namun saya lebih dominan kepada kehidupannya setelah menikah saja ya..
Tiya adalah anak yang lebih condong ke pemberani, ia juga pekerja keras, ia tak pernah meminta imbalan ketika ia memberi sesuatu kepada orang, itu memang didikan dari sang kakak, kakaknya adalah kakak paling tulus yang ia punya
kisah cinta nya dimulai ketika ia bertemu dengan salah satu pelanggan setia di TIYANNA CAFREST..
tiyanna cafrest adalah usaha nya bersama kakak keduanya Ayanna..
ketika itu, ia duduk sambil mengerjakan tugas kuliah nya..
ia duduk sendiri tak lama Ayanna mengirimkan segelas capucino dimeja adiknya itu
"makasih kak" ucap Tiya dengan lembut
"iya.. kamu sering harus di perhatiin, kalo enggak ya gak bakal inget kesehatan, tugas terus dipikirin"
"iya kak"
dan Tiya yang duduk sendiri, Ayanna kembali kedapur.. tapi Tiya merasa kan jika ada yang memperhatikannya..
ia menoleh kearah jarum jam menunjukkan angka 10..
dan benar, seseorang disana menatapi nya namun memalingkan ketika Tiya menoleh arahnya..
dan setelah selesai mengerjakan tugas, Tiya bersiap siap membereskan laptop dan beberapa buku..
dan ketika Tiya berpamitan akan pergi pada Ayanna, Ayanna melihat bungkusan titipan Libra ketinggalan..
"biar saya antarkan" sapa lelaki tadi itu
"oh.. tapi"
"gakpapa, saya yang antar barang ini ke gadis itu"
"makasih yaa, maaf loh, saya masih ada kerjaan soalnya kak" kata Ayanna
"iya iya sama sama"
lelaki itu teriak memanggil Tiya..
"kak..." sapa lelaki itu ketika sudah didepan mata Tiya
"kamu?"
Tiya berfikir, seberani itu lelaki yang tadi ketahuan memperhatikannya sekarang menyapa nya..
"emm.. ini tadi saya lihat perempuan yang tadi duduk sama kamu memanggilmu karna ini ketinggalan" ucap lelaki itu
"ah.. terimakasih, untung saja, tau kalo lupa bisa balik lagi, makasih ya"
"iya.. kamu naik apa?"
"emm.. naik mobil sih"
"oh gitu, okeh.. oh ya.. kenalkan saya Romi.."
"oh iya.. saya Tiya.. makasih ya.. saya duluan ya"
ketika Tiya berjalan, sementara Romi komat kamit semoga ada masalah pada mobil Tiya, berdoa buruk untuk sebuah kesempatan baik, itu salah tapi apalah yang bisa lagi dilakukannya agar bisa berkenalan dengan Tiya
ketika Tiya sampai, benar saja yang terjadi adalah aki mobilnya yang tak sempat diganti kini benar benar tidak bisa digunakan begitupun dengan mobilnya
Tiya turun dari mobilnya, berjalan ke arah dalam untuk berniat meminjam mobil Ayanna..
"kenapa?" tanya Romi
"ah.. itu tadi mobilnya gak nyala, pasti aki nya, sudah lama sih agak eror musti ganti emang, aku sibuk terus" kata Tiya
"emm.. terus gak jadi keluar?"
"jadi.. mau pinjam mobil kakakku tadi"
"ah.. jangan pinjam, nanti kalo kakakmu perlu gimana, saya antar aja"
"ah serius.. kamu bercanda"
"serius beneran"
"bener ya.. yaudah yok"
dan mereka pun pergi, ketika diperjalanan..
"itu di restoran kakak kamu toh?" tanya Romi membuka pembicaraan
"iya.. kenapa?"
"terus resto nya?"
"oh.. itu usaha bareng, aku sama kakak aku"
"kalian cina ya?"
"iya.. kami cina, tapi nasrani"
__ADS_1
"oh.. saya hindu.."
"oh hindu, heheh saya gak begitu paham sih"
"santai aja.. namanya perbedaan kan indah ya"
"haha iya bener, kamu asik orangnya, kupikir tadi mengawasiku kamu membahayakan"
setelah sampai, ternyata Libra sudah ada didepan gerbang kantornya menunggu adiknya duduk bersama satpam
"kak" panggil Tiya
Tiya pun turun..
"Tiya.. kakak pikir gak jadi?"
"aki nya jadi rusak kak"
"kan kakak bilang juga apa?"
"hemm..."
"itu siapa?" tanya Libra
"itu pelanggan di tiyanna kak" jawab Tiya
Tiya memberikan kode supaya Romi turun
"kok gak turun" tanya Tiya
"maaf tadi saya takut menganggu kan saya orang asing.."
"oh ya kenalin kakak aku"
"Libra" sapa Libra
"Romi kak"
mereka mengobrol bersama disana dan kegiatan pun sering dilakukan oleh Tiya dan Romi, dimana mulai dekat juga Romi dengan keluarga Tiya
"Romi suka ya sama Tiya?" tanya Libra langsung menjurus
"kakak.. kebiasaan" bentak Tiya
"loh kebiasaan apa sih, kamu juga dulu diam diam kan gitukan pacar kakak"
"ya kan sama Ayanna juga"
"ya nanti kak Ayanna ada pacar, aku juga bakalan tanya begini, biar ada kepastian, kita ini wanita dek, butuh kepastian" kata Libra
Tiya paham betul kakak nya itu selalu apa ada nya dan ceplos ceplos, jadi ia harus menginjak kaki kakaknya ketika kakaknya keceplosan
"nih kak, titipan"
"nah, makasih dek"
"iya.. "
Tiya pun masuk kedalam mobil Romi
tak lama Libra mengirim pesan chat pada adiknya
"dek, sopan kok, kakak setuju" tulis Libra dalam pesan chat nya kepada Tiya
"kakak setuju apaan, gajelas.." jawab Tiya malu
"sopan dek, bener, baik keliatannya, kalian dekat kan, sudah lah kapan pacaran"
Tiya tak lagi hiraukan chat kakaknya..
"kemana kita?" tanya Romi
"ke kampus, udah gitu kamu pulang, saya terimakasih ya sudah mau merepotkan"
"iya, oh iya boleh saya minta nomor kamu?"
"oh tentu.. boleh boleh"
dan sejak itu keduanya dekat.. terbilang waktu cukup cepat, perkenalan nya itu ketika kakak kedua tiya sudah menikah, dan akhirnya tiya diburu buru waktu untuk melanjutkan kedua kakaknya yang juga sudah menikah untuk menyusul keduanya
ketika itu, daddy yang sudah mulai tua begitupun mama, papa mendesak supaya Romi melangsungkan pernikahan saja...
"gini nak, saya tau kamu sudah lama sejak kamu dekat dengan anak saya.. kamu tau kan, kedua kakaknya sudah rumah tangga, sekarang waktunya Tiya, Tiya anak ketiga kami"
"ya pak, saya sudah ada niat yang seperti bapak minta, hanya saja saya takut ditolak" kata Romi
"gak akan nolak kok, selama kamu berniat baik sama anak saya" jawab Rudy, ayah Tiya
"dipercepat nak, takut bapak gak nutut waktu" jawab Asna, ibu Tiya
"jangan bicara begitu lah bu, saya janji saya secepatnya melamar Tiya.."
kisah cinta Tiya termasuk lebih singkat dibandingkan kedua kakaknya..
butuh dua tahun mereka memutuskan menikah..
benar saja, Romi melamar Tiya, lalu mereka mempersiapkan untuk pernikahan mereka, barulah mereka menikah dengan penuh kebahagiaan
skip.. kehidupan setelah pernikahan..
"nah sekarang udah menikah semua, papa kan bisa pacaran lagi sama mama" ucap Rudy
__ADS_1
"iya paa, tapi kami tetap tidak akan melupakan kalian kok" jelas Libra
"kalau perlu saya siap berebut kalian dari dua tangan kakak ku" jelas Tiya
"eh enak aja, papa dan mama harus sama kakak karna kakak lebih tua" jelas Libra
"yaudah adil sama anak tengah dulu" sambar Ayanna
"eh eh malah ribut..." ucap Asna
dan ketika hari dimulai, dimana Tiya yang merasa curiga karna waktu kerja suaminya tak tentu, karna sebelumnya waktunya selalu teratur..
merasa ada yang ditutupi dari dirinya, Tiya mencari tau apa penyebab waktu kerja suaminya lebih sering molor..
Tiya berinisiatif untuk menemui perusahaan tempat bekerja Romi, suaminya itu..
disana Tiya disambut admin di bar depan
"siang kak" sapa admin
"siang.. saya bisa bertemu pak Romi?"
"pak Romi manager?"
"iya"
"dia sudah tiga bulan lebih dipecat"
"dipecat? karna apa?"
"biasa kak, perusahaan ini diambil alih anak pemilik perusahaan"
"terus?"
"dan boss yang baru agak semenah menah sama bawahan, jadi pak Romi salah satu dari sekian pegawai yang dipecat karna alasan sepeleh, kurang cepat.. memang pekerjaan pak Romi disini terkenal kalem kak, tapi deadline"
dalam hari berkata.. ini alasan pertama suaminya mulai berubah jam kerja dan lebih sering lelah..
"kalau boleh tau, sekarang kira kira dimana pak Romi kerja?" tanya Tiya
"kabar ke kabar sih ada yang bilang jadi pengantar makanan lewat online kak"
"oh gitu"
dan hari berlalu, suatu hari ketika Tiya bersama temanya melewati arah jalan panjahitan, disalah satu pinggiran jalan terlihat Romi duduk diaspal tanpa alas dan makan nasi bungkusan...
melirik kearah suaminya..
ia melanjutkan perjalanan dan pulang..
sesampainya..
"kamu sudah pulang?" tanya Tiya
"iya..."
"makan lah, ini sudah larut malam, kamu baru pulang pasti capek, bersihkan badan mu lalu tidur"
"iya sayang"
dan Tiya pun melirik kearah Romi ketika Romi sudah terlelap tidur..
"kenapa harus berbohong masih bekerja diperusahaan itu?" tanya Tiya dalam hatinya..
"sayang.. belum tidur" tanya Romi
"eh belum, ini masih lihat ponsel kak Ayanna kabari besok ada klien Tiyanna.."
"oh.. yasudah besok aku antar lalu aku berangkat bekerja"
"apa tak menyusahkanmu?"
"sejak kapan kau mengatakan hal itu.. kita sudah lebih tiga tahun menikah"
"ya cuman bilang saja"
"tenang aja, kerjaan ku kan manager, jadi agak santai"
"oh gitu, okeh.."
dan ketika Romi sudah pergi.. Tiya menelfon taksi online untuk mengikuti Romi
ketika sudah didalam taksi, Tiya menelfon kakaknya jika ia absen datang ke Tiyanna hari itu
taksi mengikuti arah mobil Tiya yang dibawa oleh Romi yang ternyata dititipkan ke indomart sementara Romi turun menuju toilet indomart itu dan ketika keluar, baju yang tadinya jaz rapi menjadi baju kurir yang terbilang dekil..
dan ketika sampai dirumah malamnya...
Tiya pergi lagi untuk membeli gula ke warung karna gula kebetulan habis jadi sekalian beli beras dan telur..
ketika kembali, Tiya melihat Romi menyembunyikan tas kerjanya yang berisi sepatu kerja, baju, dan peralatan lainnya
Tiya mengambil tas itu dan membersihkan semua peralatan kerja Romi diam diam dan mengembalikan lagi barang barang itu sebelum pagi tiba..
dan ketika Romi paginya melihat baju, sepatu dan lainnya rapi dan bersih, ia bingung mengapa bisa bersih dengan sendirinya..
telfonnya berbunyi membuatnya melepaskan pikiran banyak pertanyaan itu..
"haloo, oh iya saya antar sekarang... ya bu ya" jawab Romi
dan siangnya Tiya pergi kesalah satu toko parfum langganannya
__ADS_1