
beberapa hari kemudian, ketika Abra sibuk mencari nama Ayudia, karna Abra cukup dibuat terkesan oleh gadis itu, Namun karna kesibukannya, ia hanya bisa menunda menunda dan menunda
sampai akhirnya ia dipertemukan disebuah kelas, dimana kelas Ayudia berisi hanya lima anak yang waktu itu mendapat hukuman karna masakan nya yang kurang dari persyaratan
mengetahui yang menjadi pemandu dikelasnya adalah lelaki yang membantunya kemaren, Ayudia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya
saat akan memasak, ia mengambil masker penutup wajah
"hey you ... why use a face cover?" tanya Abra
(hei kamu.. kenapa pakai penutup wajah?)
"emmm"
"flu?" tanya Abra
dan Ayudia hanya mengangguk..
dan setelah selesai masak, mereka bubar namun Ayudia lupa, ia membuka penutup wajahnya, saat berjalan melewati Abra
"hei... you" panggil Abra
(hei.. kamu)
seketika teman Ayudia berhenti dan mengatakan pada Ayudia jika Abra memanggilnya, kaget Abra menyadarinya, Ayudia baru sadar jika ia melepas penutup wajahnya
"astaga. pantes aja dia kenalin aku.. ya ampun" gerutunya dalam hati
Ayudia membalikkan badannya dan tersenyum
"oh so you use a face cover so I don't recognize it?"
(oh jadi anda memakai penutup kepala supaya saya tidak mengenalimu?)
"em.. no.. iam, emmm.. flu"
(em.. tidak.. saya, emm.. flu)
"okay everyone can go home except you, as I said earlier, your cuisine is most destroyed"
(oke semua orang bisa pulang kecuali Anda, seperti yang saya katakan sebelumnya, masakan Anda paling hancur)
"but I have another class at my school, I said I was just studying here"
(tetapi saya memiliki kelas lain di sekolah saya, saya katakan saya baru saja belajar di sini)
"okay, I take you to school and after you come, come with me"
(oke, aku mengantarmu ke sekolah dan setelah kamu datang, ikut aku)
"what? where?"
(apa? kemana?)
"follow me"
(ikuti aku)
Abra berjalan dan Ayudia mengikutinya, setelah mengantar Ayudia, Abra menunggu didalam mobil sampai tertidur, tak terasa Ayudia selesai sekolah utamanya
"dasar yaa cowok keras kepala, masih aja nungguin, sampek ketiduran pula" gerutu Ayudia pelan
"wake up" ucap Ayudia
(bangun)
"you done?"
(kamu sudah selesai?)
"yes"
(ya)
Ayudia masuk dan menuju rumah Abra, Abra menyuruh Ayudia masak menu andalan yang sering ia masak
dengan bahan dasar mie instan, tentu hal yang mudah untuk mengolah masakan itu.. apa dia bisa memasak mie instan dengan tak biasa..
sejak itu keduanya dekat, yaa hanya sebatas teman biasa, membuat Abra sering mengerjai Ayudia karna terlalu lugu juga..
karna seringnya dikerjain, terutama Abra hanya akan datang pada Ayudia ketika ia sedang dicampakkan oleh Niken..
membuat Ayudia pun muak, akhirnya Ayudia pun kesal ketika Abra mengatakan jika dirinya terlalu bodoh dalam segala urusan
"car control can't, cooking is broken, make up is also standard ..then what do people want to see?" tanya Abra
(kontrol mobil tidak bisa, memasak rusak, make up juga standar ... lalu apa yang ingin dilihat orang?)
"I am in cooking school because I can't cook and learn to be able to, I also can't control the car, that's what I study"
(Saya di sekolah memasak karena saya tidak bisa memasak dan belajar untuk bisa, saya juga tidak bisa mengendalikan mobil, justru karna itu saya pelajari)
__ADS_1
ketika membalikkan badan akan pergi, Ayudia berkata tanpa membalikkan badannya kearah abra
"try a little more to appreciate the shortcomings of others .." jawab Jira sambil jalan akan pergi
(coba sedikit lagi untuk menghargai kekurangan orang lain ..)
Abra berlari menyentuh lengan Ayudia untuk meminta maaf
"sorry, I don't mean to insult you" ucap Abra
(maaf, saya tidak bermaksud menghina anda)
"do you still want to be my friend?" tanya Abra lagi
(apakah kau masih mau menjadi temanku?)
"yes.. " jawab Ayudia dengan sedikit dingin
sejak itu keduanya dekat..
hari berlalu, saat Abra akan jalan bersama Niken tapi uang didompetnya hanya tinggal 20 ribu dan Niken tak mau jalan dengan Abra karna hanya ada uang 20 ribu
akhirnya Abra mengajak Ayudia keluar, Ayudia menyanggupinya dan Abra janji jemput sekolah Ayudia
"hai" sapa Ayudia baru keluar dari sekolahnya
"done?"
(selesai?)
"yes..."
"where are you going today?"
(kemana kamu pergi hari ini?)
melihat wajah Abra yang masam, Ayudia paham jika isi dompetnya sedang menipis, tak ingin menyusahkan Abra, Ayudia memilih membeli bakso jalanan saja
dalam hati Abra terus komat kamit semoga harga nya pas dengan uangnya, supaya tak membuatnya malu, namun saat selesai makan, dan membayar, ternyata hanya mengabiskan uang 18 ribu dan kembali 2000
"thanks god" ucap Abra dalam hati
dan ketika lupa membeli air minum, Abra meminta kembalian diberikan minuman segelas untuk Ayudia saja
karna susah ngomong bahasa, sementara si ibu tidak mengerti ucapannya, Abra memberikan gambar menunjukkan kembalian dikasih air minum saja dan ibu penjual mengerti lalu mengambilkannya..
"thank you" ucap Abra
"yaa" jawab ibu penjualnya
"You don't drink, drink this"
(anda tidak minum, minum ini)
karna Ayudia tau Abra pun belum minum, Ayudia menyisihkan setengah gelas untuk Abra dan menyuruhnya meminum juga..
setelah itu kedua nya pergi..
beberapa hari kemudian, tepat dihari ulang tahun orang tua Ayudia, dan Abra diundang untuk datang ke pesta, Abra tak menyangka jika Ayudia terbilang tajir mlintir, rumah gedong mewah, barang dan interior yang tak terbilang murah...
saat sampai dirumahnya, ia disambut hangat oleh Ayudia
"ayo.." ajak Ayudia
dan sampai ditaman belakang rumah Ayudia, ia benar benar lupa membawa kado untuk mama Ayudia yang sedang ulang tahun..
"ohh god, I forgot to bring the gift" kata Abra kepada Ayudia
(ya tuhan, aku lupa membawa kado itu)
"gift? I told you you don't need to carry it"
(hadiah? sudah kubilang kau tidak perlu membawanya)
"but..."
(tapi..)
"nothing but, you now take food, because we have started the program"
(tidak ada tapi, kamu sekarang ambil makan, karna kami sudah mulai acara)
setelah acara selesai, Ayudia mengantarkan Abra ke mobil
esoknya, Abra memberikan kado yang semalam tak ia bawa
"what is this?" tanya Ayudia
(apa ini?)
"this gift your mom and you" kata Abra
__ADS_1
(ini hadia untuk mama kamu dan kamu)
"but"
(tapi)
"nothing but"
(tidak ada tapi)
seolah membalas ucapan Ayudia yang menolak jika Abra memberikan hadiah, kini Abra yang memaksa Ayudia menerima hadiah darinya
dan ketika dibuka, berisi sepatu snikers couple untuk Ayudia dan Amalia, ibu Ayudia yang baru berulang tahun
"This is good ... I like it, who does it choose? not you, right?" tanya Ayudia
(ini bagus.. aku suka, siapa yang memilih? bukan kamu, kan?)
"my sister, acnez" jawab Abra
(adik perempuanku, acnez)
"say thank you, i really like this, btw thank for you to"
(bilangkan terimakasih, aku benar benar suka ini, btw terimakasih untuk kamu juga)
baru kali ini, pemberian nya yang pertama kali ia dapatkan ucapan terimakasih..
karna selama ia memberi kepada Niken, kalo tidak dihina, ya dibuang begitu saja karna menurut Niken pilihannya jelek
beberapa hari kemudian, Ayudia memberikan video vlog nya dimana Amalia menerima dengan senang hati pemberian Abra
"you know.. i like, i like indonesia, this perfect" ucap Amalia
(kamu tau, aku suka, aku suka indonesia, ini sempurna)
yaa sangat berbeda jauh dari kekasihnya jauh berbeda dari Monita juga, dimana Monita lebih kepada sombong dan acuh kepadanya
meskipun usia Ayudia jauh dibawah 5 tahun dari Niken, Ayudia masih berusia 12 tahun tapi bukan soal umur perbandingannya tapi dengan perbandingan dimana Ayudia adalah orang yang pintar dan bisa menghargai orang lain..
berbeda dengan Niken, wajar kan jika Ayudia berhasil merebut hati Abra..
dan karna kesukaan keduanya, baik Ayudia atau Abra dalam mengkonsumsi daging mentah, Abra dan Ayudia bekerja sama membuka resto khusus sashimi..
bukan hal yang sulit untuk keduanya sekedar membuka usaha baru untuk perkembangan, ditambah keduanya ada budget yang terbilang banyak..
dan tak ingin kalah, adik juga kekasih dari adiknya, tapi Acnez dan kekasihnya tetap membantu awal awal pembukaan resto yang diberi nama SASHIMI SANS BAR
diberi nama nama itu karna Ayudia dan Abra mendekorasi ruangan tak seperti resto sashimi seperti kebanyakan, ia justru mendekor dengan nuansa alam sehingga terlihat lebih rilex
dan saat melihat promo restorannya di akun sosmed masing masing
hingga sampai pada Niken yang membaca status milik Abra pun menanyakan apa itu restoran miliknya atau bagaimana
"is that your resto?" tanya Niken
(apa itu resto kamu?)
"ya.."
"Take me there, I want to know, honey"
(ajak aku kesana, aku ingin tau, sayang)
dan sorenya ia menuju ke sashimi sans resto..
namun saat sedang asik menikmati makanannya.. Niken yang akan menuju ke toilet, tak sengaja menabra Ayudia yang baru datang..
"hei.. Where do you put your eyes?" bentak Niken
(hei.. dimana anda meletakkan mata?)
"iam sorry.."
(aku minta maaf)
"You think apologize for drying wet clothes because of your drinking water?"
(anda pikir, meminta maaf bisa mengeringkan pakaian saya karna air minummu?)
"ai..."
(aku...)
Abra yang yang mengobrol dengan admin di restonya, sedang bertanya Ayudia, tiba tiba melihat Niken membentak Ayudia habis habisan
"hei.. stop, stop, I don't like to see you being rude to him" ucap Abra
(hei.. berhenti, berhenti, aku tidak suka kamu bersikap kasar padanya)
Niken menatap kaget kearah Abra, karna tidak terima kenapa bisa justru Abra memarahi nya bukan membantunya..
__ADS_1
"hey, I'm the victim, why do you choose him, who is he?" bentak Niken
(hey, aku korbannya, kenapa kamu memilih dia, siapa dia?)