Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
R&R #5


__ADS_3

hari demi hari berlalu, ketika hari itu rayya mulai tak bersemangat menjalankan hidupnya, rayya berada dititik paling lemah..


membuat rayya pun terdiam duduk didalam toko kainnya, tak lama irham datang


"hay ray"


"irham?"


"iya, aku bawain sesuatu"


"kamu belikan aku ayam pedas?"


"iya, kamu suka kan?"


"kamu tau dari mana aku suka ini?"


"satpam di panti zoo bilang kalo kamu sering minta belikan ayam pedas"


"emm... jadi simpulin sendiri ini?"


"hehe"


"kamu bawa dua kan?"


mereka pun makan, dan setelah cukup kenyang..


rayya bersender di bahu irham..


"kamu wanita kuat, memang baru aku kenal kamu tapi baru ini aku liat kamu lemah"


"aku kurang fit"


"kenapa masih buka?"


"hmm aku bingung apa yang akan aku lakuin dalam kegelapan dirumah sendirian"


"kamu kuat kok"


"aku beruntung berada ditengah tengah orang yang sayang padaku seperti kak salsa, kak sabila, dan kak alga, walaupun aku tau aku gak sempurna, mereka masih mau membantuku mengurus hidupku"


"kamu ngomong apa?"


"aku tau kamu sudah tau tentang aku dikeluarga kak salsa"


mencoba menguatkan, irham mengelus rambut rayya namun tak disangka, salsa yang mendengar ucapan rayya dengan irham pun tersentuh, karna ia benar benar sayang kepada rayya seperti adik sendiri


namun ketik itu, salsa yang ternyata bersama mama nuni, mama dari rayyi, nuni pun terkejut


"kalian ini sebenernya?" Tanya nuni blak blakan


"tante" sapa rayya


"rayya, tante uni tadi datang kerumah, dan nyari kamu, ada yang mau di bicarakan" jelas salsa


"bicara disini saja" ucap nuni


"oh boleh tante" tanya rayya


"kamu siapa?" tanya nuni menunjuk arah irham


"saya irham, teman rayya"


tak menghiraukan irham yang mengenalkan diri..


"rayya, tante tadi sudah bilang sebelumnya sama salsa, niat tante kesini untuk rayyi, rayyi sudah bilang kalo dia suka sama kamu. tante mau kamu sama rayyi menikah"


"ha.. tante serius?" tanya rayya


"tante kalo ngomong selalu serius sayang.. rayyi sudah pas sama kamu, tante juga suka sama kamu"


"tapi kan rayya..."


"tante gak memandang rayya dengan kekurangan, tante juga sudah bantu dokter untuk donoran mata"


terdiam sejenak, rayya menyentuh tangan salsa


"iya nanti rayya pikirin lagi tante.."


"yaudah, tante siapin untuk semuanya"


"haa... langsung tante?"


"iya.. nunggu apa?"


seketika suasana hening, uni menelfon salah satu W.O terkenal.."


namun tak membuat irham meninggalkan rayya, hanya saja irham harus merasakan hal yang sama untuk ketiga kalinya..

__ADS_1


yaa ketiga kalinya, pasalnya di pacar pertama nya, ia ditinggalkan oleh kekasihnya untuk menikah dengan lelaki lain, begitupun dengan pacar keduanya, dan lebih parah nya lagi, pacar keduanya justru hanya memanfaatkan kekayaan nya hingga membuatnya jatuh, dan setelah itu ditinggalkan


kini kembali terulang...


karna sudah terlanjur cinta, akhirnya irham memilih menjadi orang terdekat rayya dan tak lebih karna ia tau janur kuning sudah melengkung


dan tiba dihari persiapan..


ketika rayya yang sedang berbincang dan nuni pun membuat irham hanya memandang dari kejauhan.. salsa dan sabila pun memahami perasaan itu


salsa maupun sabila menguatkan irham untuk bisa berdiri


sementara rayya yang bercerita dengan mama nuni, mama nuni dibuat kaget oleh nya


"kamu tinggal memang hanya sama nenek dan kakekmu?" tanya mama nuni


"iya.. "


"lalu apa kau tau kemana mama dan papa mu?"


"nenek bilang mama dan papa sibuk, mengurus adik rayya"


"emm... tante suka sama kamu seperti yang tante bilang, karna tante teringat mama tante, neneknya rayyi"


"emm... sabar tante"


dengan cukup banyak perbincangan setiap harinya untuk saling mengenal, baru lah mama nuni bertanya siapa nama dan bagaimana nenek kakeknya merawat rayya


rayya pun menceritakan..


"nenek saya bernama elok sementara kakek bernama sugeng" jawab rayya


jawaban yang mengagetkan nuni


nuni langsung meneteskan air mata nya


tak percaya jika gadis yang akan dinikahi oleh anaknya ternyata juga anaknya...


"tante... kok diam?" sapa rayya


nuni seakan tak percaya, gadis buta didepannya terlahir dari rahimnya yang dibawa pergi oleh ibu nya..


bagaikan magnet, perasaan rayya pun gelisah, seperti ikut menangis..


"tante sedih?" tanya rayya menyentuh tangan nuni


bukan soal undangan pernikahan yang terlanjur disebar, juga bukan tentang semua uang yang keluar untuk pernikahan itu, tapi karna ia bisa dipertemukan dengan anak nya yang sangat ia rindukan, yang hanya bisa memeluk bantal kecil yang ditinggalkan anaknya ketika dibawa pergi oleh ibunya sendiri


"tante kalo sedih rayya ikut sedih"


nuni masih terdiam.. tak lama rayyi datang..


"ma... rayya, aku bawain juice pisang, ini jarang loh ada kan juice nya, tadi ketemu temen jualan es ada pisang aku suruh aja bikinin juice, enak kok" ucap rayyi nyerocos tanpa melihat situasi apa terjadi


dan ketika melihat mama nya menangis dengan mata yang cukup bengkak


"mama.." panggil rayyi


rayyi bingung, ada apa, mengapa mama menangis tapi rayya tidak


"mama kenapa?"


"mama kamu dari tadi diam, aku juga gak tau kenapa mama kamu diam" jelas rayya


"maa.. kenapa ma?" tanya rayyi


nuni menarik napas nya dan menghembuskan perlahan...


"emmm.. okay, maaf, mama bengong tadi" jawab nuni


"gak, tante gak cuman bengong tapi juga nangis" jawab rayya


"em.. terus nenek sama kakek kamu kemana?"


"kalo nenek meninggal setahun sebelum kakek meninggal, dan kakek meninggal ketika dua bulan sebelum rayya kelulusan sekolah" jelas rayya


semakin menangislah nuni, betapa menyesalnya ia ketika dulu kasar kepada ibu nya, mama uni sering memarahi ibunya ketika ibunya menasehati nya untuk tidak pilih pilih kasih kepada kedua anaknya..


memang waktu itu mama uni lebih jauh sayang pada rayyi


*Flashback..


diusia yang seumur jangung, nuni memang membedakan kasih sayang nya pada kedua anaknya.. karna ia sangat suka dengan anak lelaki, ia berharap anak nya kembar laki laki bukan laki dan perempuan


sebab itulah nenek rayya membawa pergi rayya..


tak langsung menyesali ketika tau rayya dibawa oleh neneknya, mama uni masih santai hingga rayyi tumbuh besar dan sibuk dengan urusannya, membuatnya kesepian dan rindu..

__ADS_1


nama rayya dan rayyi adalah pemberian dari kedua orang tuanya dan nuni menerima usulan nama karna memang suaminya juga suka dengan nama tersebut


*End.Flashback


"nama kamu rayya chintya firlina dari nenek kamu?" tanya nuni


"iya tante, nenek bilang papa suka sama nama pemberian itu" jelas rayya


nuni pun menatap arah rayyi..


"apa kalian tidak ada sesuatu hal yang mengganjal?"


"apa ma?" tanya rayyi


"apa mungkin?"


"ya rayyi rasa, rayyi sayang sama rayya ma, makanya rayyi pertahankan perasaan itu" jawab rayyi


"tapi kenapa banyak yang bilang aku sama rayyi sama ya tante? kata orang kalo mirip itu jodoh"


"okeh, tak ada lagi waktu yang tepat kecuali hari ini, mama jelasin kalo sebenernya yang rayya rasakan kalo banyak yang mengatakan kalian itu mirip, mereka benar, dan jika rayyi bilang merasakan rasa sayang, gak mau kehilangan itu wajar.. kalian sebenernya..."


"sebenernya apa ma?"


"sebenernya?"


"jodoh?" tanya rayya berniat bercanda namun salah waktu


"iya, sebenernya berjodoh dalam kondisi berbeda, bukan sebagai pasangan kekasih, tapi sebagai.."


"sebagai apa ma?" tanya rayyi sedikit nada keras


"kalian saudara kembar"


"haaa.." jawab rayya dan rayyi bersamaan


nuni pun menceritakan semua mulai mereka lahir hingga akhirnya terpisah, dan hingga akhirnya kembali dipertemukan..


terjawab sudah seluruh pertanyaan dikedua hati masing masing..


rayya mendapat jawaban atas penasarannya mengapa wajahnya begitu terlihat sangat mirip dengan rayyi menurut banyak orang diluar sana


begitupun rayyi yang sejak awal mengenal, sudah merasakan hal ganjal tapi ia masih tak tau itu apa, dia berfikir itu pasti karna ia terlalu cinta kepada rayya


dan ketika semua sudah terlambat.. bagaimana bisa membatalkan semua yang sudah tersebar berita pernikahan mereka..


rayya pun tak kuasa menyentuh wajah rayyi dan ia menangis.. mengapa ia tak bisa melihat ketika ia dipertemukan dengan orang yang selalu diceritakan neneknya, yang ternyata ia baru sadar jika dongeng setiap ia sebelum tidur yang sering dibaca oleh neneknya adalah kisah nya...


"aku tidak pernah tau kita kembar" ucap rayyi


"aku tidak bisa melihatmu, aku ingin melihat kalian" ucap rayya sedih


"kamu akan bisa melihat nanti nak" ucap nuni


kisah seorang gadis yang dipisahkan oleh keluarga nya hingga tumbuh besar si gadis masih tak mengenal siapa orang tuanya..


hingga akhirnya sebelum neneknya meninggal, neneknya mentamat kan cerita dengan bertemunya sang gadis dengan saudara kembarnya yang sudah belasan tahun dipisahkan...


seperti menerima keadaan keduanya pun berpelukan, dan saling mengurungkan niatnya untuk saling mencintai sebagai pasangan kekasih sekalipun mereka seperti memaksakan minyak dan air menyatu yang takkan bisa menyatuh dalam sebuah hubungan cinta justru mereka seperti merekatkan kedua magnet ketika mereka akan mencintai sebagai saudara kembar...


"maafin mama, mama gak maksud untuk buang kamu atau usir nenek dari rumah, ini salah mama tapi mama menyesal, mama sayang sama kamu, mama setiap hari rindu.." ucap nuni memeluknya


"aku juga hanya mengenal mama dari cerita nenek, dan sekarang nenek pasti bahagia melihat kita kembali bersatu.."


"antar mama ke makam nenek dan kakek"


"iya ma"


mereka pun menuju ke makam nenek dan kakek


setelah selesai


"mama... terus papa kemana?" tanya rayya


"papa..."


nuni bingung harus menjawab apa pertanyaan itu


"papa kamu menikah lagi" jawab nuni


"menikah? papa ninggalin mama sama rayyi?"


"iya.. papa ninggalin kami demi wanita itu, itupun mama yang minta karna papa kamu menjalin hubungan dengan perempuan lain itu sejak awal pernikahan kami"


dan ketika hari terus berlalu, menghitung waktu yang sudah berjalan hampir sebulan di hari pernikahan itu..


nuni mencoba menghubungi suami nya yang kabar terakhir ia dengar andi, papa rayyi dan rayya sedang sakit stroke

__ADS_1


ia menghubungi salah satu tetangga mantan suaminya, andi....


__ADS_2