Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
KI #8


__ADS_3

"iya kenapa malah kalian ngebeban ke gue dong, ya bareng lah, loe loe juga lah urusan ini bantu ngurus" kata Ben


"ya kalo itu sih, gampang ntar gue juga bantuin loe kok" jawab Tirta


bahkan sampai Ben berpamitan dan pergi, mereka masih sama sama diam tidak mengatakan apa yang mereka ketahui soal Vandra kepada Ben


Ben pun pergi, tinggallah Tirta dengan Banyu disana, berawal mereka saling tatap, lalu saling membuka pembicaraan dengan bersamaan


"apa..." ucap keduanya bersamaan


"bang loe dulu deh" kata Banyu


"loe aja udah, gue nanti"


"kita bahas Naya apa Vandra?"


"keduanya lah"


"bagaimana bang menurut loe?" tanya Banyu


"susah gue, gimana coba caranya buat pisahin mereka?"


"susah bang, jangan lah pisahin, kelihatan banget ke Vandra, gak enak kita nya"


"ya gimana, Naya dalam bahaya itu"


"ya gue tau, susah juga bang"


"siapa yang bisa kita minta bantuan, tapi yang tau soal Vandra dan Naya juga?" tanya Tirta


"anak band nya deh bang, Vandra cukup dekat juga kan sama mereka, mereka tau semua itu soal Vandra dengan beberapa masalahnya" kata Banyu


"ya bener juga, tapi gimana sih, gue sibuk kerjaan gue ini, gampang deh, gue bakalan bantu sebisanya gue"


"ya sama bang, ini akhir tahun perkuliahan, mau wisuda juga gue sibuk ini"


keduanya tidak bisa dalam waktu dekat untuk membantu Naya, mereka sibuk masing masing urusan


Tirta sibuk dengan target kerjaan bulanan nya


Banyu sibuk dengan target wisuda akan kelulusannya


padahal disituasi ini, Tirta dan Banyu yang bisa membantu Naya agar tidak sampai berpacaran dan berlanjut ke lebih serius dengan Vandra


"apa bener keputusan kita bang?" tanya Banyu


"untuk sekarang memang kita harus nya diam dulu, kan tidak mungkin kita mengikuti campur dengan mendadak" kata Tirta


"iya sih, kuatir sama Naya gue bang" kata Banyu


"lah ya sama, gue malah jauh lebih kuatir Naya ketimbang Vandra meskipun Vandra jauh lebih lama bersama kita" kata Vandra


"iya bener, gue juga, jadi diam ini?"


"diam saja lah dulu, bantu apa yang bisa dibantu, jadi bantu diam diam saja"


lalu apa saja yang di ketahui oleh Tirta dan Banyu tentang Vandra?


semua, semua tentang Vandra, keduanya tau, bahkan beberapa yang tidak diketahui teman Vandra lainnya juga sudah diketahui oleh keduanya


tapi keputusan itu menjadi boomerang bagi mereka berdua karna telah menunda membantu, ya bagaimana, mereka juga ada urusan nya sendiri sendiri kan


setelah sejak itu, Ben kembali sibuk menjalani urusannya sendiri dong, yaa meskipun padahal Ben juga sudah diwanti wanti oleh Tirta dan Banyu, tapi Ben juga tidak mungkin kan menjaga full time setiap harinya untuk menjaga Naya


Ben pikir juga Naya sudah dewasa lah, sudah paham baik dan buruknya dalam beberapa urusannya


hari berbeda, dimana ketika Naya dan Vandra jalan bersama di salah satu mall, mereka jalan tidak sengaja bertemu dengan Dari, personil dari Syahpa band


"hei, Naya.. Vandra?" sapa Dari sedikit teriak


"bang Dar? kamu disini?" sapa Naya


"Dari, halo" sapa Vandra


"kalian jalan? berduaan saja?" tanya Dari

__ADS_1


"iya, aku sama Vandra saja jalan, kamu sama siapa?"


"aku sama pacarku Naya, itu di toilet sana, aku tungguin eh kelihatan kamu, kamu apa kabar?" tanya Dari


"baik bang, kamu gimana?"


"sama dong, baik sekali malah, sudah ada pacar"


"haha akhirnya ya, kan yang sering pacaran bang Febe"


"iyaa itu gue akhirnya bisa dapat pacar" kata Dari


Dari memerhatian diam diam kepada Vandra, ia mengingat ucapan penjelasan Zidan soal Vandra yang akan menyentuh atau menatap mata Naya saja membuat Naya akan membuat Naya menjadi sedikit aneh


"eh iya, terus kalian kenapa berduaan? kalian pacaran?" tanya Dari


"kami berteman biasa bang, aku baru putus sama Adri" jawab Naya


"oh iya gue tau dari Adri" kata Dari


"iya, kami hanya jalan berdua sebagai teman, jadi jangan salah paham ya bang" kata Naya


"ahh santai kok, loe sama Adri putus ini kan"


tapi yang terjadi didepan matanya, ketika Dari melihat Vandra menyentuh tangan Naya dan menggenggamnya, dimana tadinya Naya menolak mengatakan ada hubungan malah menjadi mengakui jika mereka sedang proses pendekatan untuk berpacaran


"kita proses pendekatan, akan berpacaran juga kok" kata Vandra


"oh ya?" tanya Dari kearah Naya


"emm iya bang, kami sedang pendekatan" kata Naya


"dan sebentar lagi akan menjadi pacar, doakan ya bro, sepertinya kita harus pergi duluan, kami pamit ya" kata Vandra


Vandra dan Naya pergi, masih dengan bergandengan tangannya, dalam hati Dari heran bagaimana bisa Vandra meminta agar Dari mendoakan soal hubungan Vandra dengan Naya disana sementara Vandra tau Dari adalah teman satu band dengan mantan Naya


dilain waktu, juga ada kesempatan ketemu dengan Febe, dimana ketika sama sama ada di toko buku, Vandra mengantarkan Naya untuk ke toko buku, membeli buku untuk beberapa bahan tugas Naya tapi Febe pergi bersama pacarnya untuk mengantarkan adik dari pacar Febe


"Naya.. Vandra?" sapa Febe


"bang Febe? ngapain bang?" sapa Naya


"sama adik pacarmu? ini?" tanya Naya


"iya ini pacarku, kenalin" kata Febe


Febe mengenalkan pacarnya kepada Naya, tadinya hanya ingin kenalkan kepada Naya tapi tidak enak kepada Vandra juga jadi menyapa Vandra juga


tapi karna pacar Febe juga ngurusin adiknya jadi Febe mengobrol dengan Naya dan Vandra


tapi tak lama baru Febe paham Naya seketika berubah ketika Vandra menyentuh lengannya, tapi Febe lebih berani dibandingkan Dari, jadi ia berlagak menanyakan beberapa hal tentang sekolah dan akan dilanjutkan kemana


seketika itu Naya mengikuti Febe dan tangan Vandra jadi lepas dari tangan Naya, Febe mengajak sedikit jauh dari Vandra untuk bisa mengobrol


"Naya, loe serius ini dekat sama dia?" tanya Febe berbisik


"bang kita teman, kamu tau kan, semua tau, kita berteman sungguh" jawab Naya


"kamu baik baik saja kan?" tanya Febe


"baik baik saja kenapa maksudnya bang?" tanya Naya


"merasa ada yang menganggu pikiran mu kah, atau ada yang mencoba memengaruhimu?"


"tidak ada bang, kenapa ya?"


"jujur sama aku saja Na, loe sama Vandra serius?"


"aku berat bang" kata Naya


"berat? apa maksudnya?"


tapi belum dijelaskan keburu pacar Febe memanggilnya karna urusannya selasai begitupun dengan Vandra yang langsung menarik tangan Naya dan berpamitan pergi kepada Febe


disini, Febe bisa merasakan bahwa Naya sama sekali tidak bahagia dengan Vandra, bukan Vandra diharapkan oleh Naya tapi Febe tidak bisa berbuat lebih, Naya terburu dibawa pergi Vandra lagi

__ADS_1


beberapa hari berikutnya.. ketika Naya di rumah Ben bersama Nunu, baru juga sampai, diruang tamu ada Tria dan beberapa teman teman pria yang lainnya kecuali Fahar, karna Fahar tidak datang hari itu ada urusan kerjaan


"hai Ya" sapa Naya kepada Tria


"hai, Na.. Nunu" sapa Tria


"lagi pada kumpul, mana Fahar?" sapa Nunu


"Fahar kaga dateng dia, ada urusan dia" kata Tria


"oh"


"eh bang Ben ada di ruang tamu sama cewek" kata Tria


"apa iya? siapa?" tanya Naya


"pacar nya kali, belum gue nanya"


"pastinya pacarnya Na" jawab teman mereka disana


"iya kali ya" jawab Naya


"cantik kaga?" tanya Nunu


"kenape lu nanya, waah" kata beberapa teman disana


"ya nanya doang dong gapapa"


"yaelah iya deh, mencurigakan kalo loe nanya nanya" jawab Tria


"Tria, berapa tahun berteman, curiga mulu kehidupan loe ke gue ya" jawab Nunu


tengah berduaan di ruangan keluarga, tak lama Ben pergi, Ben juga melihat Naya dan Nunu baru datang pun mengenalkan pacar nya itu kepada mereka berdua dan benar itu adalah pacar dari Ben


tapi karna akan pergi, pacar Ben pun berpamitan dan pergi, disana tinggal Ben, Ben duduk bersama teman temannya lagi mengobrol biasa lah


tapi sejak awal, Ben tidak bisa berhenti menatap kearah Naya, dan yang menyadari itu adalah Tria, tapi Tria tidak rame, ia hanya diam saja, sampai pada kesempatan ketika Tria hanya ada disana berdua dengan Ben


Nunu dan Naya dan beberapa teman mereka pergi untuk makan baso dipojok gang samping rumah Ben juga menbungkuskan juga untuk yang masih dirumah Ben termasuk Ben


beberapa nya lagi pergi menonton televisi diruang tengah, tapi saat Ben juga akan pergi ke ruang tengah, Tria memanggilnya


"bang Ben?" sapa Tria


"ya Ya?"


"bang duduk deh, gue mau ngobrol nih"


"wih tumbenan apa? soal Fahar?"


"bukan bang"


"terus?"


"Naya"


"kenapa Naya?" tanya Ben


Tria mengatakan curiga karna tadi Ben memerhatikan Naya dan menatapnya dengan lekat tanpa melepaskannya, karna tau Tria jelas salah pahan, jadilah Ben menjelaskan semua kenapa ia memerhatikan Naya disana


Ben menjelaskan kepada Tria apa yang Tirta dan Banyu beberapa hari lalu katakan..


"bingung kan, gue mau ngurusi hidup Naya, nah gue ada urusannya sendiri" kata Ben


"iya juga ya bang, gue juga ada urusan sendiri kalo bahas masalah itu juga sih, tapi sepertinya bang Tirta dan bang Banyu bener deh bang" kata Tria


"iya bener sih bener, udah lah, dikira apa gue ikut campur urusan Naya"


"ya Naya gak masalah pastinya bang"


"iya si Naya kaga masalah, gue nya gak enak juga, keluarga bukan, teman biasa ini, lagian Naya juga udah gede kan, dia udah gak dibawa umur lagi kok" kata Ben


"ya bener juga sih"


"hemm, ribet urusan Naya, lah gue juga ribet urusan gue" kata Ben

__ADS_1


lalu bagaimana dengan kisah kedekatan Naya dengan Vandra? yuk bahas kembali mereka..


Naya baru sebulan perpisahannya dengan Adri, sedih tidak, tapi masih kepikiran, Naya tidak bisa membohongi dirinya sendiri atas perasaannya kepada Adri, karna bagaimana pun Adri adalah mantan pertamanya


__ADS_2