
“Ya terserah, aku sih ga berharap apa apa lagi !!”
Soni meninggalkan guntur yang terlihat berusaha menahan rasa kecewa dengan sikap vokalis mereka yang sering tak hadir akhir akhir ini.
Hari ini toffee band menjalakan tugas mereka dengan baik. Ketidakhadiran vokalis tidak mengurangi semangat mereka untuk tampil. Diakhir penampilan mereka sebelum mereka bubaran dari café. Di sela sela waktu bersantai guntur teringat dengan janji seorang gadis pada hari ini.
Ia tersenyum kecil mengingat kejadian yang begitu berkesan baginya. Ia tidak pernah lupa untuk menepati janjinya pada sang gadis baik hati tersebut
Sepulang dari malam tersebut. Guntur pun pergi menuju rumah Caroline , ia ingin mendapatkan kejelasan dari ketidakhadiran Caroline akhir akhir ini. Rumah Caroline terletak tak jauh dari tempat stevanna tinggal.
Memang kawasan itu terkenal karena komplek mahasiswa yang banyak memilih mengontrak rumah disana. Rumah Caroline tampak kosong ketika guntur memanggilnya. Beberapa saat kemudian sebuah mobil sedan berhenti dengan munculnya Caroline bersama pacarnya
Guntur menatap sahabatnya itu dengan sedikit perasaan sungkan terlebih ada kekasihnya. Caroline yang tampak sedikit mabuk melihat guntur dengan sedikit perasaan tidak enak.
“guntur..ngapain kamu?” Tanya Caroline
“Ehm. Aku mau bicara sama kamu , boleh?”
“Ok bentar ya..” ujar Caroline sambil berbisik pada sang kekasih yang tampak tidak senang dengan kehadiran Guntur di rumah Caroline.
Kedua orang itu menepi untuk bicara secara empat mata
“Kenapa tur,?”Tanya Caroline
“Katanya kamu sakit.. kok bisa pergi. ?”
“Hm,,..!”
“Kamu masih niat ga sih sama band kita?”
“Hm..,” Caroline terdiam tak menjawab
“Jawab dong, kan kasian anak anak yang tiap hari nunggu kamu. ?”
“tur.. aku sepertinya mundur saja dari band…!”
“Kenapa? Kasih alasan dong. Kan kita bisa diskusikan secara bersama. ?"
Caroline terdiam sejenak menatap wajah sahabatnya begitu menantikan jawaban
“Aku.. aku hamil tur.. sepertinya aku akan menikah dengan Jeremy..” jelas Caroline sambil menyebut nama kekasihnya tersebut
Guntur terdiam, ia terkejut mendengarkan kata kata tersebut. Ia sempat melihat wajah Jeremy kekasih Caroline. Mereka belumlah menikah. Dan ia menjadi sungkan.
“Aku juga ga bisa bilang apa apa kalau itu sudah terjadi. Selamat ya atas kehamilan kamu. ?” ujar Guntur sedikit terkejut
“Maafin aku ya.. titip salam buat teman teman. Kapan kapan aku usahakan untuk tampil..!”
“Iya pasti aku sampaikan.. kamu jaga diri dan bayi kamu..!”
“Terima kasih ya tur..”
Guntur memang terkejut dengan apa yang terjadi pada Caroline. Namun apa yang dikatakan Caroline menjadi akhir dari tempatnya di band toffee. Ia meninggalkan kedua orang itu dengan perasaan antara sedih dan bahagia. Malam ini terjadi hal yang singkat dan begitu cepat tanpa jedah yang membuatnya sedikit bingung. Namun guntur berkata dalam hatinya
“toffee band akan tetap ada, ada atau tidaknya kamu Caroline. “
Suara motor pun melaju cepat menembus malam yang samakin dingin disebuah negeri impian yang orang orang sebut pulau dewata.
__ADS_1
Keesokan harinya guntur mengabarkan kehamilan Caroline kepada sahabat band lainnya. Semua menerima dengan lapang dada apa yang terjadi pada Caroline. Artinya mereka harus mencari vokalis baru untuk menutupi kekurangan band mereka. Rasti tidak keberatan untuk menjadi vokalis namun ia selalu berharap terdapat vokalis baru secepatnya. Latihan hari ini untuk band mereka berlangsung dengan cepat. Malam nanti mereka akan berkumpul untuk tampil di café.
"aku ada teman, kalau kalian mau, aku akan membawanya" kata Guntur
"iya kalau ada bawa saja, kita tidak mungkin stak begini" jawab Soni
"iya tur, apalagi suaraku bukan untuk vocal" jawab Rasti
"iya aku akan menemuinya nanti"
Guntur tidak pernah lupa janjinya untuk datang ke rumah stevanna. Siang itu sehabis berlatih bersama. Dengan gitar disampingnya, ia pergi menuju rumah stevanna. Suara motor ninja yang berhenti di depan gerbang rumah stevanna membuat stevanna tersadar dari lamunan buku pelajaran yang ia baca.
stevanna sedang berada dirumah, ia belajar untuk menghadapi ujian yang akan datang beberapa minggu lagi. stevanna begitu gembira ketika melihat guntur muncul di pintu gerbangnya. Dengan cepat ia menghampiri pria berkulit putih tersebut.
“Kamu?” Tanya stevanna
“Hai.. masih inget dong sama aku?” tanya Guntur
“Tentu saja. Masuk yuk..!”
stevanna membuka pintu dan guntur memasukan motornya. Kemudian keduanya duduk diteras depan halaman.
“Kamu lagi ngapain?” Tanya guntur
“Aku lagi iseng baca baca buku aja, hari ini ga kerja?”
“Oh.. kerja sih. Cuma aku bisa izin kalau siang. Ngomong-ngomong neh..” guntur menyerahkan sebuah gitar untuk stevanna
“Apa ini..!”
“kan aku uda janji mau ajarin kamu bermusik. Karena kamu bilang, kamu ga ada alat musik! Aku kasih saja ini gitar untuk kamu..!”
stevanna begitu gembira menerima hadiah tersebut. Ia membuka jaket gitar hitam tersebut. Gitar klasik yang berbody slim dan berwarna biru. Ia segera memainkan nada asal dan lentingan suara gitar tersebut begitu kusut hingga membuat ngilu guntur yang mendengarkannya
“Eits.. jangan gitu, salah!” ujar guntur
“Maaf aku terlalu bersemangat dan ga sabar hehehe!”
“Sini aku ajarin..!”
Guntur begitu mahir dalam bermain gitar. Ia mengajarkan secara sabar kepada stevanna tentang nada nada yang perlu stevanna ketahui tentang petikan gitar. stevanna begitu bersemangat belajar banyak dengan guntur. stevanna bahkan melupakan tentang ujian yang akan ia pelajari karena asyik belajar bermain gitar.
Keduanya terhanyut dalam alunan musik. Stevanna begitu kagum akan kepintaran guntur. Namun ia menyembuyikan kekaguman itu dengan bersembunyi menatap mata pria itu. Dan akhirnya pelajaran indah itu usai.
Stevanna mengambilkan segelas air dingin untuk guntur yang sedang menatapi taman kecil dihalaman. Rasa lelah itu berakhir dengan cepat. Dan terjadi sebuah perbincangan kecil
“Stevanna, malam nanti kemana?” Tanya guntur
“hm. Ga ada acara sih! Kenapa?”
“Mau ga kamu mampir ke café aku..!”
“Café kamu..!”
“Iya aku mau ajak kamu sekali sekali liat performa band kita. Gimana!”
“Wah mau banget.. !”
__ADS_1
“Ok kalau gitu aku jemput ya..!”
“Siap.. !”
Guntur terdiam sejenak menatap Stevanna. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu namun mulutnya serasa terkunci.
“kok diem ..!” kata Stevanna
“Aku pamit dulu deh, mesti pulang dulu. Ngomong-ngomong suara kamu bagus juga. Aku yakin kamu akan jadi penyanyi yang baik kalau sering sering berlatih, !”
“masa sih..!!” Stevanna tersipu malu tak percaya
“serius.. aku kan dengerin kamu dari tadi nyanyi.. kalau latian lebih baik . aku yakin kamu bisa jadi penyanyi.. !”
“ah dasar.. kamu memuji sembarangan.!!”
“yauda kalau gitu aku pamit dulu ya.. !”
“ok..!”
Stevanna mengantarkan pria itu hingga gerbang. Ia memberikan senyuman sembari memeluk gitar yang ia dapatkan dari guntur. Guntur pun pergi meninggalkan Stevanna. Stevanna memandangin gitar yang begitu indah baginya.
“aku janji sama kamu. Suatu saat aku akan buktikan kalau kamu ga sia sia diberikan sama aku!” ujar Stevanna pada gitar tersebut.
Suara yang indah
Malam ini Stevanna berdandan cukup rapi untuk menunggu kedatangan Guntur menjemputnya. Ia menggunakan setelan baju bawahan berwarna pink. Dengan rambut tergelai dibiarkan, ia nampak cantik. Polesan bedak terakhir dipipinya bertepatan dengan terdengarnya suara panggilan Guntur di depan gerbang pintunya. Stevanna menatap sesaat dari jendela kamarnya yang menghadap langsung ke gerbang pintu utama. Ia segera turun dan memastikan dirinya tampak rapi untuk terakhir kali di cermin lemari.
Guntur berdiri terdiam menatap Stevanna keluar dari rumahnya.. ia menatapi gadis cantik itu dengan penuh senyuman. Stevanna terlihat malu menampakkan wajahnya.
“aku datang terlambat, ga? “ Tanya guntur
“ga kok. Aku baru saja selesai!”
“kalau gitu yuk..!”
Guntur malam ini tidak membawa motor seperti biasanya, ia membawa mobil milik ayahnya. Mereka pun segera menuju café toffee. Sepanjang perjalanan guntur bercerita banyak tentang keluarganya. Tersebutlah, ayahnya adalah seorang dokter yang membuka praktek umum sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga yang taat pada agama Hindu. Ia mempunya adik laki laki yang kuliah di yogyakarta
mengikuti jejak ayahnya. Sedangkan guntur sendiri lebih memilih menjadi pemusik. Keluarganya menerima begitu saja keputusan Guntur tanpa larangan apapun. Yang terpenting guntur tidak setengah setengah menggapai cita-citanya.
siapa Stevanna sendiri? saya bercerita singkat tentang dirinya. Terlahir dari keluarga yang mempunyai anak laki laki keseluruhan dan seorang diri menjadi anak gadis dari ayah yang bekerja sebagai pedagang bangunan. Stevanna memilih kuliah di Bali
karena tertarik oleh wisatanya kebanding jadwal kuliahnya yang padat. Ia lebih memilih kuliah sambil berlibur kebanding pilihan orang tuanya di Jakarta yang sudah sumpek. Semua berjalan baik baik saja. Ia memang sempat tertarik pada musik , namun tidak memiliki banyak sahabat yang terjun kedunia itu. Guntur lah orang yang menjadi sahabat pertamanya yang bermusik.
Keduanya tiba di café toffee yang berinterior alam terbuka namun memiliki ruang utama yang cukup besar sebagai tempat show mereka setiap hari. Pengujung tempat ini biasanya dalah wisatawan yang menyukai live show seperti yang akan di lakukan guntur dan kawan kawannya. Guntur tidak mempunyai banyak waktu saat itu, ia harus segera menuju panggung dan Stevanna tidak keberatan ditinggalkan disebuah meja yang posisinya cukup menarik untuk melihat tampilan toffee band.
Beberapa pengujung sudah berdatangan malam itu. Stevanna memesan chicken steak dan sedikit kentang goreng sebagai santapan malam ini. Ia mendapatkan lebih , karena guntur memang memberikan semuanya khusus. Bebarapa kali Stevanna bertepuk tangan melihat penampilan band milik Guntur ini yang ia anggap bagus dan keren.
Guntur menatapnya beberapa kali dengan senyuman , anggota band lain sepertinya paham betul kalau Stevanna adalah orang yang khusus diundang oleh guntur . dikala sela waktu jedah show pergantian lagu. Soni mendekati guntur.
“siapa tuh..?” Tanya soni
“Temen aku. Kenapa?" tanya Guntur
“cantik banget.. kenalin dong!”
“iya iya. Ntar abis show aku kenalin deh.. tapi inget ya jangan macem macem!!”
__ADS_1
“kayak ga kenal aku aja kamu!! Dasar!!” keluh soni
“karena kenal.. makanya aku bilang jangan macem macem!!!” tegas soni bercanda