
astaga apa ini yang dikatakan orang tua yang baik? Apa ini yang dinamakan surga masih ada di telapak kaki ibu? Hanna berpikir tidak.. surga memang ada di telapak kaki ibu yang mengasihi dan menyayangi anaknya dengan iklas
Okeh kita tinggalkan masalah itu.. dan beralih dikisah cinta Hanna, seperti yang sudah Hanna bilang, ia sering berkenalan lewat Facebook, yang kata orang banyak penipuan.. ah itu issue... sebenernya juga kalo kenalan pasti Hanna yang menipu untuk morotin
hingga suatu hari aku berkenalan dengan lelaki, lebih tepatnya ia mengajak Hanna berkenalan, pas melihat beberapa unggahan fotonya.. semua fotonya dalam tanda kutip jelek tapi karna Hanna ini memang tidak memandang wajah dalam berteman, jadi Hanna gak permasalahkan, toh teman gak boleh pilih pilih, dan itu terbukti ketika Hanna berteman dengan anak anak jalanan
di Facebook ia bernama Allan, yaa Hanna berkenalan dengan lelaki itu disana
Allan sering mengajak bertemu tapi sering dia menolak karna memang malas untuk bertemu karna fotonya yang jelek itu sih, tapi suatu hari saat asik nongkrong dengan teman teman Hanna ada seseorang yang mengenalinya..
"Hanna?" sapa nya
"ya? siapa ya?" sapa balik Hanna
"lah lupa?" tanyanya
dia menyapa Hanna, seolah kenal lama dengan dengan Hanna, ia sangat tampan dan cara berpakaian nya yang yaa terbilang sopan
sontak membuat semua teman teman Hanna kaget terutama Hanna nya sendiri, seorang seperti Hanna bagaimana bisa memiliki penggemar rahasia secakep dia..
pastinya kalo dia tau nama Hanna kan pasti penggemar rahasia hehe, itu membuat Hanna melambung dan akhirnya terjatuh lagi ketika tau lelaki ini siapa
"Hai.. Hanna benar kan ya?" tanya nya
"Ya.. siapa ya?" jawab Hanna
"Pemilik akun Allan difacebook, inget nggak?"
"eh astaga kamu, iya inget, masak kamu, kan beda fotonya"
"Ehm bisa ngobrol empat mata bisa kan?"
"Okeh"
Hanna menghindar sebentar dari teman temannya mengobrol dengan lelaki itu, dan lelaki itu adalah Allan
ya dia pemilik akun Facebook yang beberapa fotonya jelek tapi mengapa bisa setampan ini di asli
"bagaimana bisa berbeda Allan?"
"ya aku memang begini orangnya, aku paling malas pajang foto asli dan yang di Facebook itu editan penuh, banyak teman yang mau berteman karna tampan saja jaman sekarang"
"Editan jadi lebih jelek, baru tau aku"
"Haha udah bahas lainnya, kamu sendiri lebih cantik aslinya ya daripada di foto"
"Kalo lebih tampan, ntar kamu kalah lagi sama aku"
"Haha bisa aja kamu, waah senangnya bisa bertemu disini, berapa kali aku ajak ketemu selalu ditolak"
"haha iya maaf ya"
"emm iyaa iya, oh ya punya pacar?" tanya Allan
"Ada, mas Dito namanya, kamu sendiri?"
"Ada juga, Bella namanya, di Facebook ada kan"
"oh ya"
"Ehm.. eh aku boleh minta nomor mu?" tanya Allan
"Untuk apa?" tanya balik Hanna
"Yaa lebih deket aja"
"Boleh, lalu Bella?"
"kan untuk berteman"
"oh ya"
setelah mengobrol disana, mereka janjian untuk jalan hari itu, Hanna pamit kepada teman temannya akan pergi dengan Allan
"untuk hari ini kamu free gak?" tanya Allan
__ADS_1
"iya, kenapa" tanya Hanna
"kita jalan yok"
"kemana?"
"kemana gitu, jalan aja"
dan mereka jadi jalan berdua, baru Allan lelaki pertama yang membuat Hanna terpesona, entahlah, mungkin karna pas dengan yang dipikiran Hanna
seiring berjalannya waktu, Hanna dan Allan lebih dekat, hingga akhirnya terembus oleh Dito kekasih Hanna dan juga Bella kekasih Allan itu
tapi kali ini, Dito yang mencurigainya dulu
"siapa dia?" tanya Dito melihat pesan masuk dihape Hanna
"oh, sini, sini, ini temanku"
"teman? kenapa sayang?"
"kamu lihat kan ini nama perempuan"
"iya, aku lihat, tapi mana mungkin dia perempuan tapi panggil baby? lucu ya?"
"salah? banyak kok yang panggil begitu teman ke temannya yang sama sama perempuan, baby, sayang, dan lainnya" kata Hanna
"ya tapi aku tau tipe kamu dekat sama siapa juga aku tau Hanna"
"jangan sembarangan pikiran buruk, aku gak suka"
Hanna rasa sifat yang sama dari nya dan Allan membuatnya dan Allan menganggap dunia milik berdua, yang lain terserah mau apa, bahkan sama sama lupa jika mereka memiliki pasangan, yang sebelumnya juga sama sama bucin kepada pasangan
Allan seorang lelaki yang cukup mapan yang pasti pekerja keras, merasa salut karna dia sudah menjadi sarjana paling muda dalam bidangnya
"kamu dapat serajana sampai tiga?" tanya Hanna
"emm, aku berusaha banget mendapatkan itu, karna kan masih mudah, segalanya bisa dicapai"
"emm, salut sih aku, jadi minder aku"
bukan kesombongan dari gelar sarjana nya justru ia memulai pekerjaannya dari bawah, ya sebagai direktur konsultan pertama untuk jembatan beberapa bank yang akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan..
"jadi selepas itu kerjaan nya apa?" tanya Hanna
"sekarang aku di perusahaan otomotif bagian karet dan ban mobil"
"emm, bagus dong, jadi?"
"manager sih"
"kok sih? itu tinggi jabatannya"
"iya juga sih"
bekerja sama dengan perusahaan otomotif untuk hasil yang lebih meningkatkan daya pembeli untuk perusahaan dan meningkatkan daya peminat bank nya..
sayangnya, pekerjaannya tidak diindonesia melainkan di jepang.. sebelumnya di Turki, Amerika, Malaysia, arab dan Afrika, untuk target selanjutnya Korea dimana intinya diluar negri untuk pasaran nya
yaa pekerjaan yang membuat hubungan harus Long distance Relationship, tapi berhubung Hanna berlibur sebelum melaksanakan tugasnya di Jepang, ia pulang ke negara sendiri yaitu Indonesia dan akhirnya bertemu dengan Hanna ini lah
"loh, jadi selama kita kenal, kamu gak disini?" tanya Hanna
"dijepang, tapi dari sini, sepertinya kembali ke jepang buat bahas yang akan ke Turki dulu baru ke Korea, sekalian biar bareng Turki - Korea" jelas Allan
"emm" ucap Hanna
Jadi untuk dua bulan ini pendekatan dengan Hanna..
saat Allan akan persiapan pergi kembali ke jepang, ia yang memiliki hubungan sebelumnya dengan Bella juga membuat Bella mulai curiga
"sayang, kamu sudah siap? ini makan dulu" kata Bella
"makasih sayang, enak nih pasti"
"emm"
__ADS_1
Allan makan dan ditemani oleh Bella, saat selesai makan, Allan kedapur, meletakkan bekas makannya dan mencuci tangan, tapi saat Allan pergi, Bella melihat hape Allan
tapi membuat Bella bingung karna tidak biasanya Allan memberikan Sandi hapenya
"Bella, kenapa?" tanya Allan kaget Bella pegang hapenya
"ini kenapa kamu sandi? tumben? apa sandinya?"
"jangan pegang sembarangan, aku sengaja kasih sandi karna gini sikap kamu" kata Allan
"loh, kenapa aku? bukannya biasanya juga begitu? aku sering cek hape kan?"
"aku risih" kata Allan
"masak sih, berapa tahun kita pacaran kenapa baru risih aku cek hape?"
"sudah lah, Bella tolong, aku ingin pergi dengan kondisi lega, tanpa ada pikiran"
Saat Hanna dan Allan benar memutuskan untuk menjalin status berpacaran dan tidak memutuskan pacar masing-masing, biar mereka yang memutuskan terlebih dulu
saat semua berjalan dengan beberapa rencana Hanna dan Allan seperti awal, untuk tidak memutuskan pacar masing masing sampai mereka memutuskan
Dito yang memutuskan Hanna, karna cemburu pada Hanna yang semakin hari semakin tidak jelas
begitupun Bella, yang biasa datang ke jepang menemani disana beberapa waktu, tapi sikap Allan dingin, akhirnya yang membuat nya memutuskan Allan karna cemburu juga, semua tanpa disengaja membuat hubungan Hanna dan Allan lebih berani
suatu hari tanpa perlu menunggu waktu lebih lama, sebulan ketiga Hanna dan Allan harus berpisah
kontak hanya via Facebook kembali karna Allan harus mengerjakan pekerjaannya di Jepang
bulan keempat Allan pulang dengan keindonesia dan membawa kedua orang tuanya untuk melamar Hanna
"Allan?" sapa Hanna kaget
"Hanna, gimana kabarmu?"
"baik, kok gak bilang kalau pulang? kan baru 4 bulan?"
"aku gak bisa menahan tidak ketemu kamu"
"ahh maksudnya?"
Allan berniat untuk melamar Hanna agar bisa membawa Hanna kemana ia akan pergi, ditambah ia sibuk diluar luar negri, ia ingin Hanna ikut terus dengannya
tapi lucunya hari lamaran itu hari pertama Hanna bertemu dengan kedua orang tua Allan, begitupun Allan yang baru bertemu dengan keluarga Hanna bahkan langsung lamaran itu mungkin tidak etis atau bahkan hampir tidak ada tapi dibuktikan oleh mereka berdua, cinta memang butuh proses, tapi proses mereka saling serius adalah proses cepat
yaa menikah seadanya, menikah tidak terlalu ramai, dirayakan biasa juga.. hanya ijab qobul dan beberapa doa dari kerabat maupun keluarga, membuat Hanna lebih bahagia dari hari sebelumnya
bagaimana tidak, sebulan kenalan pertama dan ketemuan pertama setelah 5 tahun kenal di Facebook, lalu 4 bulan berpisah dengan jarak jauh, dan dibulan ke-5 membuat mereka yakin atas keputusan menikah, baru dibulan ke-6 persiapan menikah
"Hanna menikah?" tanya teman temannya kaget
"ya lah, lihat ini, undangannya kan" kata Roy, salah satu teman Hanna disana
"wooh iya ya, Hanna bener dong, wih, sama siapa dia?"
"ehh fotonya, laki laki ini, yang dulu pernah ketemu Hanna pertama kali di mall waktu kita jalan gak sih?"
"oh astaga iyaa"
semua undangan datang, termasuk teman teman Hanna, semua mengucapkan doa baik, dan juga masih belum percaya Hanna menikah
jangan kan teman, ibu, adik, tante semua belum percaya karna tau bagaimana sikap buruk Hanna, mereka lebih kepada takut juga, jika suami Hanna akan tau bagaimana Hanna bersikap, bisa saja mereka pisah dan cerai
dan setelah pernikahan, karna yang namanya suami istri harus tinggal seatap sekali lagi itu tidak berlaku untuk Hann dan Allan
"Allan, selamat atas pernikahan kamu" kata rekan kerjanya
"terimakasih pak"
"tapi saya masih minta maaf, karna saya meminta agar tidak membawa keluarga dan siapapun untuk pergi keluar negri" kata bos nya
"loh, gak boleh pak? saya pikir boleh pak?" tanyanya
"iya Allan, diutamakan biar kamu fokus bekerja dulu Allan" kata bosnya
__ADS_1