
Saat ketika bertemu dengan Bayu, Dania membeli buku di toko, dan tak sengaja bertemu Gilang
"Lang, Lo disini?" Sapa nya
"Eh Dania, iya"
"Sendiri?"
"Sama tya, tapi masih nyari, jadi gue tunggu disini"
"Oh, jadi sama tya, fiko apa kabarnya?"
"Fiko, baik kok"
Tak lama tya datang
"Loh dania, kok lo disini?" Tanya tya
"Eh tya, iya tadi gue nyari buku, ini udah dapet. Mau bayar ngelihat Gilang"
"Oh, kamu sama siapa"
Dania melihat jika ada seseorang yang sedang mengikuti temannya itu sejak tadi berpakaian jaket tertutup membuatnya tidak mengenali
"Helo, dan" ucap tya
"Lo kenapa" ucap Gilang mengagetkan
"Ya ampun sori, sori, Enggak, tadi mikir apalagi buku yang dibeli, eh main yuk kerumah, kan gak jauh dari rumah ku"
"Waduh, gimana ya?"
"Ayo lah, ya,, Gilang, tya"
"Lain kali aja deh, Gilang ada urusan lain"
"Kan Gilang"
"Kan gue harus nememin"
"Hemmm iya, yaudah hati-hati ya"
Dengan cepat, dania membayar buku dan mengikuti si orang yang sedari tadi mengikuti tya
Saat semua aktifitas selesai, terlihat tya yang sudah diantar oleh gilang turun dan masuk ke dalam kamarnya
Barulah bayu, yang sering mengikuti kemana pun perginya tya duduk santai di pinggiran jalan sebrang rumah tya
Dania yang sedari tadi pun mengikuti, akhirnya melihat orang itu adalah Bayu
"Bayu? Ngapain dari tadi ngintai tya" ucap Dania pelan
Dania mengambil ponselnya dan menghubungi Anissa
"Halo"
"Ya, kenapa dan?"
"Ini, gue tanya, si bayu ada disitu gak nis?"
"Enggak, emang kenapa ya?"
"Oh gakpapa, terus dia dimana sekarang?"
"Katanya sih banyak deadline di kantornya makanya sering sibuk"
Dania hanya terdiam
"Bayu berbohong" ucapnya dalam hati
"Halo, dan, lu masih disana?"
"Eh iya, yaudah gakpapa cuman tanya gitu doang"
Dania langsung menutup telfonnya dan kembali mengintai Bayu, justru Anissa curiga kepada Dania dengan sikapnya baru saja
Selama seminggu penuh, Dania yang selalu menolak untuk jalan bersama dengan Anissa dan tya pun terus mengikuti Bayu yang sedang mengintai tya
Dan membuat Anissa semakin berfikir jauh kearah negatif apalagi sibuknya Dania yang selalu menolak makan bersama dengannya bersamaan dengan kesibukan Bayu yang sering mengaku pada Anissa urusan deadline di kantornya
"Siapa yang ngubungin Dania? Aku apa kamu?" Tanya tya
"Biar aku deh" jawab Anissa
"Yaudah"
Anissa menelfon tapi tak diangkat hingga ke empat kalinya
"Halo" ucap Anissa
"Ya, kenapa nis?"
"Lo dimana?"
"Dikantor"
"Masak sih, tapi kok rame"
"Ya masih dijalan, kenapa?"
"Gimana, bisa gak yang semalam gue bilang? Ngafe?"
"Waduh gak bisa"
"Loh kenapa?"
__ADS_1
"Em, sama kantorku, aku dikirim ke luar kota, ini kemaren baru rapat dan ini sebentar lagi prepare"
"Keluar kota?"
"Iya, udah dulu ya, bye"
Anissa terdiam saat Dania menyudahi telfon mereka
"Kenapa nis?" Tanya tya
"Gini, gue pengen curhat sama lo, mungkin gak sih kebetulan secara berulang ulang itu ada?"
"Ada.. memang kenapa? Dania gimana?"
"Gini loh, Dania ini sering sebulan ini kan Lo tau, selalu gak bisa kita ajak jalan, makan, nonton, shopping, spa dll, bersamaan dengan Bayu ty"
"Bayu?"
"Iya, Lo tau, masak Dania pernah tanya dimana Bayu, pas gue bilang lagi sibuk di kantornya eh langsung dia matiin, belum lagi setiap jalan, dia nolak, katanya sibuk dikantor, eh si bayu juga tau ty, deadline Mulu, sering dan banyak sekali aneh ty, dan ini baru aja, Lo tau kan gue bilang kemaren pas ngajak Lo ngafe ini, Bayu bilang ada urusan kantor dia dikirim ke luar kota untuk investasi perusahaan nya melihat perkembangan yang di luar kota, tapi Dania juga bilang sibuk dikirim ke luar kota"
"Kok bisa ya? Eh tapi bisa jadi, kebetulan banget, udah ah gak baik berfikir negatif gitu" ucap tya
"Bingung gue tya, harus gimana"
"Berdoa saja dan lakukan sebisa mu"
Tya dan Anissa pun tidak tau jika sebenarnya Bayu sedang ada didekat mereka, duduk dimeja berbeda tepat dimeja belakang Anissa yang berjarak dua meja, dan mengintai dengan berpura-pura memesan makanan dengan pakaian lengkapnya serba hitam dan tertutup dengan baff, begitupun dengan Dania, yang tiba-tiba saja duduk disamping Bayu dengan segelas blueberry juice ditangannya
Dania duduk dan mengagetkan Bayu
"Gak capek ya begini, kenapa sih sering ngikut Mulu kemana tya, suka ya, tapi tidak bisa bicara?" Ucap Dania
Bayu hanya diam dan membuang muka
"Gue tau kali bay, ini tuh elu, ngapain coba lu pakai begini, ngintai temen pacar Lo sendiri?" Tanya Dania
Bayu menatap wajah Dania tajam
"Dasar lemah" ucap Dania membalas tatapan Bayu
"Mau lo apa?" Tanya bayu
"Cuman mau tanya, ngapain Lo lakuin ini semua dibelakang Anissa, Lo tau gue sahabat Anissa, gak terima dong gue, sahabat gue Lo ancurin"
"Gue cuman mau jagain Anissa"
"Gausah bohong, Anissa apa tya yang Lo jagain? Lo pikir baru ini gue ngikuti Lo?"
Dengar keributan sampai terdengar di meja lain, anissa dan tya pun menoleh
"Apa sih rame amat" ucap Anissa
Anissa tidak mengenali keduanya, karna memang Bayu memakai baff dan Dania memakai kacamata hitam dan masker penutup wajah, tapi tya mengenali
"Itu Dania sama Bayu deh" ucap tya
"Dania sama Bayu?" Ucapnya
"Iya, gue kenal banget itu si Dania, dan itu Bayu" ucap tya
"Yakin loh"
"Yakin, tuh liat, Lo inget gak gelang ditangan si cewek nya, itu gelang kan Dania pernah bilang kalo dia hanya pakai kalo keluar sama orang lain selain kita, keluarganya, dan orang terdekat nya, inget gak sih?"
"Oh iya, yang pas gue bilang kan itu prinsipnya yang aneh" jelas Anissa
"Iya kan? Iya gue yakin"
Bayu yang mengetahui jika Anissa dan tya sudah mulai curiga, Bayu menarik tangan Dania
"Mo kemana sih?"
"Lo gak liat noh mereka curiga, cepet" ucap Bayu
Saat mengejar Dania dan Bayu, kaki tya justru tersangkut oleh meja lain dan terjatuh, bodohnya justru Bayu menolong tya, membantunya mengangkat tapi Anissa menarik tangan Bayu dan Bayu melepaskan tangan nya paksa, gelang yang sering dipakai nya pun kini ada ditangan Anissa
Bayu dan Dania pun pergi secepat mungkin sebelum Anissa dan tya tau kendaraan yang dipakai mereka
"Kamu gak papa kan ty" tanya Anissa
"Enggak, gak papa, ngilu sedikit kok, tapi bisa kok berdiri"
"Yaudah, ayok gue anter pulang"
"Makasih ya"
Sesampainya dirumah tya, tya pun istirahat dan Anissa menghubungi Bayu namun tidak aktif
Dua hari kemudian, barulah Anissa bisa bertemu dengan bayu
"Kamu kemana aja sih, sibuk Mulu?" Tanya Anissa
"Ya namanya juga kerja"
"Kerja? Yakin kerja?"
"Iya lah, apa lagi?"
"Dua hari lalu kamu kemana?"
"Kekantor lah"
"Katanya keluar kota"
"Em, iya, maksud nya kantor yang diluar kota"
__ADS_1
"Kok gugup sih?"
"Enggak, biasa aja"
"Coba sini, liat ponselmu"
"Untuk apa?"
"Pinjam, pengen tau aja, kan dulu sering aku pinjem"
"Nih"
"Tak ada yang mencurigakan dari ponsel nya, mungkin dia terlalu pintar menyembunyikan sesuatu" dalam hati Anissa
"Udah?"
"Udah nih"
"Ada apa?"
"Gak ada"
"Makanya, masih mau curiga?"
Anissa diam..
Hari-hari selanjutnya, ketika tya sedang keluar untuk makan siang diluar, saat melihat jika tya keluar, justru dengan leluasa Bayu mendekati tya
Tapi sesampainya di restoran, saat belum memesan makanan, waiter pun sudah siap dengan pesanan dari Bayu
"Loh, saya belum pesan?"
"Tadi ada yang pesan,"
"Siapa?"
"Kurang tau Bu"
"Oh, yaudah makasih"
Tya lalu memakannya, dan Bayu memanggil waiter yang mencatat pesanan tya dan meminta bil di meja tya lalu membayarnya
Saat setelah selesai makan, tya memanggil waiter meminta bil tapi waiter menjawab jika pesanannya sudah dibayarkan
"Sama siapa si pelayan?"
"Kurang tau Bu"
"Ciri-ciri nya"
"Tinggi, putih, tampan, bibirnya kemerahan, lesung Pipit, apalagi ya"
Mendengar ucapan waiter menjelaskan tentang dirinya, bayu menepuk jidat nya sendiri
Saat ingin memberanikan diri mendekati tya, ia harus mengurungkan niatnya
Karna Anissa tiba-tiba saja datang
"Nisa?" Ucap tya
"Tya, aku bingung, aku harus gimana"
"Kamu kok tau?"
"Oh, tadi aku cek Lok Lo ada disini"
"Sama siapa?"
"Sendiri"
"Emang Bayu masih sibuk dengan kerjaannya ya"
"Nah ini, masalahnya ya tya, aku bingung, ku curiga disisi lain aku gak dapat bukti"
Dania yang awalnya sengaja membongkar rahasia Bayu hari itu justru mendapat sial, justru Anissa menuduh dirinya yang bermain belakang
Dania duduk disamping Bayu, bersamaan dengan Gilang, yaa Dania sengaja mengajak Gilang karna sebelum nya ia sudah menceritakan semua pada Gilang, pacar tya
Melihat Dania dan Gilang duduk di samping nya, Bayu kaget
"Dania, Gilang" ucap Bayu kaget
"Ternyata bener lu selama ini ngincer pacar gue?" Ucap Gilang
"Maksud Lo apa Dania"
"Gue cuman mau kebenaran, gue gak mau antara sahabat gue ada kesalahpahaman"
Mendengar keributan
"Ya ampun, setiap kali gue curhat disini, pasti ada aja yang ribet" ucap Anissa
Anissa dan tya melirik kearah meja belakang mereka
"Dania" ucap Anissa
Tya dan Anissa mendekati Dania, Gilang, dan sosok yang tertutup disana, Anissa mendekatinya lalu membuka baff yang menutupi sebagian wajahnya
"Bayu" ucap Anissa
Bayu hanya terdiam
"Oh jadi bener, lo sama Dania ada main di belakang gue? Gak salah curiga gue ternyata ya, lo kok bisa sih dan, tega, kenapa? Mau alesan apa Lo? Ke geb juga masih bisa ngeles?"
"Loh, kok jadi gue yang disalahin sih, gue bantuin Lo Nisa, gue gak mau persahabatan kita rusak hanya karna lelaki seperti Bayu ini"
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Gilang tau, bagaimana Bayu menutupi rahasia besar jika dirinya menyukai teman kita, dan karna gue tau, gue gak mau persahabatan kita rusak begitu saja"