
betapa senangnya julian dan sofia
"kamu hamil sayang?" tanya julian
"iya sayang aku hamil"
"ya ampun mama dapat cucu"
lian memeluk irly dengan kebahagiaan
sejak mengetahui istrinya hamil, semua pekerjaan ia yang menanggung mulai bekerja mencari nafkah, karna memang tugasnya ya harus ia lakukan
hingga mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, nyuci, masak, dll
"lian, mama bantu, kalo kamu irly, jangan, jagain aja cucu mama" ucap sofia
"ma.. enggak, jangan sentuh, biar semua aku, udah ma, aku gak mau, dua hartaku ini capek, udah kamu irly, jagain ank kita dan mama, udah duduk aja, mama selama ini udah capek ngurusin aku, sekarang udah saat nya aku yang lakukan semua"
melihat perubahan anaknya..
"liat dia, betapa mama bahagia melihat ini" ucap sofia pada irly
"irly aja gak percaya ma.. suami penuh tatto tapi menyayangi istrinya.. ya cuman lian"
"makasih sayang kamu benar benar membuat nya berubah"
tak lama
"makan siang sudah siap" teriak lian
lian menuntun irly menuju meja makan
karna lian memang menjaga istrinya apalagi saat hamil
benar benar bahagia irly mendapatkan lelaki baik seperti lian
dikehamilannya yang mengijak usia 5 bulan.. irly mendapatkan fakta jika suaminya itu dulunya adalah pengedar dan pemakai narkoba, rokok, dan suka bermain dengan banyak perempuan
ia mengetahui saat ada seseorang wanita yang mendekati arah rumahnya dengan pakaian bak high class
"cari siapa?" tanya irly
"lian ada?"
"lian ada didalam"
"bisa panggilkan?"
"ada urusan apa ya?"
"oh iya saya siska, teman baik lian"
tak lama lian keluar
"siska?" ucap lian
"oh yaudah aku masuk, kalian silahkan lanjutkan" ucap irly
"loh sayang.."
"udah gakpapa"
"oh jadi dia pacarmu? hamil? diluar nikah?" tanya siska
"tau apa kamu, ada urusan apa?"
"aku kangen, katanya kamu miskin, kan aku bilang brpa kali aku terima kamu apa adanya"
"maybe? ketika saya jatuh, kemana anda?"
"saya..."
"pergi.. !" bentak lian
"lian.. aku"
"pergi...." bentak nya lebih keras
siska tetap dengan keras kepalanya untuk tetap menemui lian, lian pun masuk dan mengunci pintunya
"sayang..." panggil irly
"sayang.. aku jelasin, dia cuman masa lalu kok"
"iya... aku percaya sama kamu"
"ini buat siapa?"
"oh aku bikin buat temen kamu tadi"
"udah pulang" jawab singkat lian
"liaaaann" teriak siska
"loh sayang.. itu masih diluar, jangan gitu dong sama orang.. dia kan tamu, ada urusan penting mungkin"
"enggak penting sayang.. biarin udah"
"tapi yang..."
__ADS_1
"sayang nurut sama aku dong"
irly memaksa membuka pintu
"em... masuk mbak" sapa irly
"diluar aja, aku ada perlu sama kamu lian" jawab siska
irly memberikan kode untuk lian mau menemui siska
"apa?"
"kamu mau ya sama aku, aku kangen, aku tau aku salah, tapi pacar terbaik itu kamu, kamu yang bisa ngertiin aku, manjain aku" ucap siska
"kamu gak liat wanita memberikan teh ini untukmu? dia istriku, dia hamil anakku"
"yaudah, biar jadi rahasia kita aja"
"maaf, aku tak lagi sebajingan itu"
lian pun menerima kedatangan siska dan membiarkan siska bercerita apapun tentangnya yang ingin diceritakan kepada lian
sementara irly sibuk mencari camilan untuk tamu suaminya..
"dengar siska, di mataku, didunia ku, bahkan segalanya hanya irly seorang.. gak ada yang bisa menggantikannya sekalipun kamu bisa aku takkan merubah pendirianku mencintai dia seorang.."
dan saat ia membeli camilan diluar dari pintu belakang, ia pun menyuguhkan, namun irly merasa menang satu langkah dari seluruh perempuan didunia yang bahagia mendengar pernyataan lelaki yang benar tulus mencintainya.. dan saat menyodorkan camilan ke meja
"emm.. maaf ganggu, ini camilannya" ucap irly
"jadi kamu pilih dia dari aku? sekarang rendahan pilihanmu, apa sih kurangnya aku? apa lebih nya dia?"
"kurangnya kamu, tak lebih baik dari dia.. jangan pernah tanya apa kurangmu, jelas menurutku dia lebih dari kamu"
"aku bisa mencintai kamu, kamu lupa dulu kita ngehotel bareng... makan.. mandi... tidur.. kita ngebir... mabuk bareng, semua bareng" ucap siska
wanita mana yang tak kaget mendengar jika masa lalu suamibya dengan wanita lain bahkan sejauh tidur bersama?
"itu masa lalu jangan bawa ke masa baru, saya sudah punya hidup baru, pergi atau aku lempar batu ke kepalamu?" bentak lian
lian menarik paksa tangan siska dan menyuruhnya pergi
setelah kembali, lian melihat irly masuk, ia pikir irly marah tentang kenyataan yang didapatkannya
"sayang..plis jangan marah ya" ucap lian
"sayang.. aku gak marah, kamu sering cerita masa laly lalu kamu, aku juga, dan kenapa aku tak marah, karna lelaki baik seperti mu orang satu satunya yang mengerti aku didunia ini.. bahkan aku bisa merasakan kasih sayang ibu dari mama kamu"
mendengar jawab irly, lian memeluk irly
"aduh kenapa papa nya ditendang?"
"bagus nak, tendang aja, biar nanti jadi pemain bola handal" ucap lian
"apa? enak aja.. iya kamu seneng anakmu pinter nendang.. yang ditendang coba liat siapa? perut bundanya" ucap irly
"uccch iya lupa aku, hehe. jangan nendang sekarang ya sayang, nanti aja kalo dah lahir"
benar benar keluarga bahagia..
saling menguatkan karna sama sama dari masalalu yang berat, mereka mampu membuktikan, jika kisah cinta mereka lebih indah dari kisah cinta yang pernah ada
hari hari selanjutnya pun kembali dengan aktivitas semula..
tiba saatnya dimana siska membawa saudara kembarnya untuk menunjukkan tentang irly, dan menyuruh kembarannya itu mendekati irly..
bernama saski, wajah tampan yang memang terlihat jika lebih detail akan ada banyak kesamaan dengan wajah siska..
hanya saja saski terlahir laki laki dan lima menit lebih tua dari siska
"liat itu cewek pakai daster.. bisa gak dekati dia.. lalu kita buat rumah tangganya dengan lian hancur" ucap siska
sementara saski, yang melihat pertama kali sosok irly, ia sudah jatuh cinta..
"sas.. lu bengong, eh jangan jangan lu..."
"apa? iya iya udah urusan gue"
"lu begitu amat, lu suka ya sama dia?"
"biasa..."
"yaudah deketin okeh"
"yaaa"
saat siska akan pergi
"eh dia bengong, ayoooo" teriak siska
"udah lu duluan, gue sambil cari cara deketinnya gimana"
"oh bagus... okeh deh, bye"
saski terus memandangi dan mengagumi kealamian irly..
"cantik.. walaupun hamil, lagi gendut, cantiknya tetep.. lagian mana sih suaminya, penasaran gue, ampek si siska juga ngebet pula" gerutu nya pelan tengok kanan kiri
betah betah nya dia menunggu membuahkan hasil bagus.. sorenya melihat seorang lelaki datang..
__ADS_1
"apa dia..." ucapnya dalam hati
saski mulai memperhatikan lebih baik keduanya
"astaga, dakian begitu direbutin, gila ma gue ya jauh kali, ih kadang kadang rendah juga si siska.." gerutunya lagi
saat akan masuk ke dalam rumah, lian yang merasa ada yang memperhatikan dirinya dari balik pagar tanaman milik tetangganya menoleh
melihat ada seseorang ia ingin mendekati nya namun irly menariknya
"ayoo liat tv nya, gak bisa hidup" ajak irly
"oh iya iya ayok"
hari demi hari berlalu, mama sofia yang setia menjaga irly, diminta oleh lian untuk lebih estra lagi, karna lian merasa ada seseorang yang mencurigakan disekitar rumahnya
hari pun berlalu, dimana hari kelahiran bayi keduanya pun lahir..
dengan nama shuo ia dilahirkan menjadi anak pasangan julian dan irly
sejak kelahiran baby shuo..
pasang orang tua shuo selalu mendapat rezeki berlimpah...
yaa rejeki dari kelahiran bayinya mulai dirasakan, keduanya mulai mencapai kemapanan..
pekerjaan membaik, ekonomi juga mulai membaik, yaa setidak nya tak lagi sesederhana sebelum kehadiran shuo
saat shuo sudah mulai beranjak usia dua tahun.. lian kerap menitipkan shuo, anak perempuan pertamanya kepada nenek nya yang sejak awal memang tak tinggal dengan irly dan lian namun tinggal dirumah lama bersama adik kandungnya
"neni... nitip shuo dong" ucap lian..
"boleh banget, mau jalan lagi?"
"iya...."
yaa karna memang sejak kehadiran shuo bisa dikatakan irly dan lian terbilang berkecukupan, baru bisa menikmati jalan bersama, berlibur berdua, terutama bulan madu..
karna sering meminta izin seperti itu membuat sofia hafal bahkan tak keberatan
"ma.. tapi kalo untuk sekarang aku sama irly mau ke korea..." ucap lian
"oh ya gapapa dong.. terus berapa hari?"
"ya dua minggu"
"emm yaudah gakpapa"
mereka pun pergi ke korea..
melihat pemandangan disana.. irly terlihat bahagia.. karna sebelumnya untuk sampai dititik sekarang ia berdiri tak pernah terfikirkan ini akan terjadi...
kebahagiaan irly ternyata membuat lian terharu..
dimana lian yang dulu pernah dan sering ke asia tak membuatnya sebegitu bahagia seperti irly
"sayang.. kamu kok nangis?" tanya irly
"enggak, aku liat kamu seneng aja.. jadi gak kerasa senyum ampek keluar air mata"
"emm... aku seneng banget.. aku gak pernah ke korea"
setelah beristirahat lalu melanjutkan jalan, makan, shopping...
tak terasa dua minggu.. sehari sebelum pulang ke indonesia
irly dan lian perawatan kesehatan disalon termahal disana....
beberapa jam di poles, jreeeng....
seperti orang yang berbeda keluar dari kubu yang sama..
yaaa drastis penampilan irly maupun lian, lebih terlihat terawat
"gak salah memang keluar budget mahal jadinya maksimal" ucap irly
"iya sayang.. gak rugi"
saat penerbangan menuju indonesia..
sesampainya dirumah mama sofia, begitu kagetnya sofia melihat perubahan keduanya
haripun berlalu... tak terasa baru satu bulan keduanya berlibur dari korea, mereka membeli rumah megah seharga gaji presiden dengan uang sebanyak itu tak masalah ketika disaat sedang jaya dan bergelimang uang
"sayang.. ada satu lagi kejuatan" ucap irly
"apa?"
"aku hamil"
"serius?" ucap lian
dengan senangnya, lian mempercepat makan dan langsung memeriksakan kandungan..
diusia kandungan yang sudah lima bulan
"bu dokter.. kenapa perut saya besar sekali, perkiraan saya masih 5 bulan, kayak udah mau lahiran" tanya irly
"iya bu, diperkirakan, baby nya kembar"
__ADS_1
"kembar dok? beneran?" tanya irly