Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
RFPR #11


__ADS_3

"maafin papa nak, kamu harus kerja sendiri, padahal untuk kamu minta apapun mama sama papa bisa kok kasih  semua nya, tapi papa tau kamu hanya butuh kasih sayang dan perhatian kami" ucap sadewo, papa faye


tak lama faye terbangun..


"papa.." panggil faye mencari papanya


"eh sayang?" jawab papa faye yang masih menemani faye tidur


"papa kok disini?"


"iya.. kamu kapan pulang?"


"baru aja pa, papa gak kerja? faye pikir papa kerja"


"papa.. gak ada kerjaan aja sih"


"oh, mama kerja ya pa?"


"iya mama kerja"


"em..."


melihat ada yang seperti disembunyikan


"papa kok gitu mukanya, papa ada apa? baik baik kan sama mama?"


"iya sayang.. papa cuman bingung, papa udah lupa tugas papa kepada anaknya, maafin papa ya"


"iya pa.. faye bisa ngerti, kerja itu memang butuh first time.. ngebuang waktu untuk keluarga demi menghidupi keluarga"


papa faye memeluk faye erat..


saat siangnya, ketika tau anaknya pulang, mama faye pulang lebih cepat dua jam dari biasanya


"sayang..." sapa mama faye


"mama? kangen" ucap faye


"sama, mama juga, maaf ya mama kerja, papamu dirumah tapi kan?"


"iya itu di dapur"


"oh yaudah,karna mama tau kamu pulang jadi mama mampir deh beliin ini"


"body lotion sama vitamin kulit?"


"iya, kamu kan sering pake make up jadi harus diimbangi sama pakai itu biar gak lepuh"


"makasih ma"


tak lama papa pun berkumpul


"oh iya sayang.. kamu udah punya pacar?" tanya mama faye, dian


"belum kok ma"


"tapi kata temen kost kamu yang cewek tinggi kayak cowok itu kamu..."


"deket sama anaknya pemilik kost? cuman deket ma, odi sama doni"


"oh odi sama doni"


"iya.. gak pacaran?"


"enggak ma, kenapa sih"


"mama...."


saat akan bicara, justru papa faye menginjak kaki mama dian


"kenapa ma?"


"enggak, mama lengket semua nih, mandi dulu ya, terus kesini lagi"


"loh mama pulang, gak balik lagi?"


"enggak, mama udah pulang"


"oh yaudah"


"papa kekamar ya faye" ucap papa faye


"ya pa..."


dikamar..


"pa.. sini deh, kenapa gak boleh bilang sih" ucap dian


"ya kan faye baru pulang.. capek, kasian lah ma"


"hmmm iya sih pa, kadang mama mikir mau bilang kasian bukan kenapa, kita aja belum bisa jadi orang tua yang baik" jelas dian


"nah, jadi papa juga bingung harus mulai dari mana.."


"yaudah pa, sekarang kita jadi orang tua yang baik aja dulu"


"ya ma"


sejak faye pulang kerumah, faye kerja mulai dari berangkat hingga pulang papa dan mama faye bergantian mengantar jemput


jika mama dian bisa mengantarkan artinya jemput faye setelah kerja bagian papa nya, begitu sebaliknya


"hai fay.. kemaren kok gak masuk?" sapa teman kerjanya


"iya nih kak, lagi pulang kerumah orang tua"


"oh pulang kampung?"


"ya pulang beneran"


"loh gak ngekost lagi?"


"enggak"


saffa datang menyapa


"fayeeeee" teriaknya


"saffa?"


"gak ada kamu kost sering sepi, ga ada lagi tau yang tiba tiba bikinin makanan atau juice"


"hmm... iya, maaf ya, gimana kabarnya kak jane, kak irsa sama misha?"


"mereka juga kesepian, udah mbak ovi keluar dari kost sekarang kamu, bentar lagi kak jane"


"kak jane mau keluar kenapa?"


"dia bilang sih tokoh tatto nya dibangun lagi kebelakang, ia beli tambahan tanah buat kamar tidur dan beberapa perlengkapan pribadi nya"

__ADS_1


"waduh alhamdullilah"


"cuman bertiga aku, misha sama kak irsa"


"ya nanti aku sering sering main ke kost kok sama kaya mbak ovi"


"bener ya"


setelah pulang, faye melihat ada doni didepan tempat kerjanya


"saffa, itu doni bilangin aku pulang lebih awal ya"


"oh iya.."


"yaudah kamu duluan"


saat berjalan keluar


"saffa kan?"


"ya, kak doni?"


"ada faye?"


"faye pulang awal kak"


"kemana?"


"kerumahnya"


"aduh, kalo tanya rumahku ke saffa gimana ini, eh tapi saffa kan gak tau alamat pasti" gerutu faye pelan


"ada alamat?"


"gak tau kak, yang tau kak jane deh"


karna tak kenal dan begitu dekat dengan jane, doni pun tak mencari tau melalui jane, doni langsung pergi begitu saja


tepat sekali, doni keluar, masuklah mobil papa faye menjemputnya


"saffa, aku duluan ya?"


"oh iya, dijemput?"


setelah faye sampai rumah...


faye merebahkan badannya di ranjang tidur miliknya


beberapa hari kemudian, faye pulang lebih cepat pun menuju kost nya


"kak jane, kak irsa.." teriak saffa


"apa" jawab jane


"kak ada tamu"


"siapa?"


jane melihat ternyata faye


"faye?"


"kak jane..."


mereka pun mengobrol


"misha kerja?"


"eh fay.. kamu sejak pulang. kerja antar jemput orang tua kamu?" tanya kak jane


"iya fay, kamu sering dijemput anter kan? kamu bilang keluargamu gak harmonis, ego masing masing, perhatian begitu kok" sambar saffa


"nah itu yang mau aku bilang, sejak aku keluar dari kost ini memutuskan pulang, mereka selalu menyempatkan waktu kadang mama nemenin aku seharian, kadang papa, kadang setengah hari tapi sering begitu, gak seperti sebelum aku ke kost ini" jelas faye


"mungkin mereka ingin menebus fay" ucap irsa


"semoga aja begitu kak, aku berharap begitu memang"


lama mengobrol...


"kak jane, temenin aku beli buku ya" ucap faye


"boleh"


tanpa sengaja ia teringat kenal dan bertemu akhirnya dekat dengan odi sampai akhirnya bisa dekat dengan doni, hingga kini tak lagi bersama..


sepanjang jalan dari kost ke toko buku ia mengenang


"fay.. aku penasaran sama buku horor drama yang kemaren pelangganku kasih tau, ini fotonya"


"oh itu ada sebelah sana kak"


"yaudah aku kesana aja"


"aku kesana kak, cari buku karangan LILA sama TERE LIYE"


"oh TERE yang kata bijak bijak? okeh deh"


melihat didekat sana.. ada seorang lelaki wajah dan tubuhnya mirip dengan doni, yaa perpaduan doni dan odi lah..


sedang bingung mencari sana sini, kanan kiri


"mbak" panggil lelaki itu


"ya mas?"


"ada buku "kisah sissy"? genre horor"


"untuk kisah sissy yang penakluk berhantu kosong, laris tapi keluar sedikit"


"terus buku keluaran penulis LILA JANUARI apa aja?"


"em.. untuk penulis LJL memang susah mas.. kan produksi nya keluar sedikit soalnya langsung promo lewat layar lebar jadi buku nya berkurang"


"em... padahal bagus itu saya cari"


"iya, nanti saya kabari jika ada keluaran baru dari super LJL"


setelah pelayan pergi


faye mendekati arah lelaki itu dan menyodorkan buku dari tasnya


"kisah sissy keluaran lily" ucapnya


"em... kamu dapat? hebat ya"


"saya pengagum berat lila jadi saya harus punya persatu bukunya.."


"em... keren"

__ADS_1


"pinjam dan bawa lah kalo kau butuh"


"wah boleh ni?"


"iya..."


saat akan meminta nomor ponsel, faye sudah pergi dengan kak jane..


"loh cewek itu" ucap lelaki itu sesekali melirik kearah buku


sesampainya di kost


"kak makasih ya udah anterin aku ke toko buku"


"iya fay"


"aku ke minimarket depan ya sekalian nunggu papa jemput"


"oh yaudah iya"


"kapan kapan main lagi ya?"


"iya saffa dadah semua"


faye membeli minuman botol sembari menunggu papanya


saat papanya datang, faye langsung masuk dan mobil dan berlalu


sesampai nya dirumah.. faye kembali masuk kamar dan merebahkan badannya


hari demi hari berlalu..


saat terdiam sendiri faye sering teringat odi dan doni..


keduanya berkesan pada faye.. saat seminggu sudah faye tak lagi bertemu dengan doni..


tiba tiba papa faye mengatakan jika faye sudah ada yang melamar


"faye.. kamu gak ada kepikiran nikah?" tanya papa


"papa?"


"iya nak, umurmu kan udah cukup"


"memang kenapa sih ma, pa?"


"em... papa boleh jujur?"


"apa?"


"sekitar sebulan lalu, anak temen papa bilang mau melamar kamu"


"melamar pa?"


"iya, dia datang kesini dengan kedua orang tua nya ingin menikah denganmu tapi papa ulur dan beralasan menunggu kamu pulang balik kerumah, sekarang kamu udah seminggu disini jadi papa bilang biar nanti kalo mereka datang kamu gak kaget"


"mama sama papa gak nerima kok, nunggu kepastian dari kamu" sambar dian, mama faye


"tapi aku kan belum kenal, dia juga, masak dia udah melamar aja?" tanya faye


"ya itu kan bisa kalian bicarakan bagaimana"


"emmm..."


"gimana?"


"terserah mama aja ma.. pa.. baiknya bagaimana"


"kamu mau kan?" tanya sadewo, papa faye


"iya pa mau, tapi bukan haidar pa?"


"haidar anaknya sundari? ya bukan"


"oh yaudah"


"emang kalo haidar kamu mau?"


"gak tau ah pa..."


paginya, saat faye akan berangkat kerja..


"besok malam kita makan bareng temen papa yang anaknya melamar kamu, kamu ikut ya fay" ucap sadewo


"iya pa.. besok malem kan?"


"iya"


esok malamnya..


tepat dihari sabtu malam


faye dengan rok pendek dipadu atasan lengan panjang hem berwarga baige tampak cantik dan terlihat aura remaja saat faye menambahkan aksesoris anting panjang sebelah kanan


faye bersama kedua orang tuanya datang ke sebuah restoran yang lumayan jauh dari rumah faye


setelah sampai...


"nah itu dia temen papa"


seseorang melambaikan tangan..


dan saat anak teman sadewo itu menoleh.. betapa melelehnya faye melihat seorang lelaki tampan berwajah turki menatapnya


"gimana gimana, ayo duduk sini" sambut teman sadewo


faye tak henti hentinya menatap lekat kearah lelaki itu sesekali menunduk dan tersenyum


"bener bener ya.. bapaknya kaya apa mama nya kaya apa eh jadinya beda" ledek teman sadewo, yudo


"yuda ini bisa aja"


"gakpapa pa kita jelek, asal anaknya cantik" jawab dian


"haaa bener itu, iya..."


lelaki dihadapan faye bernama suto


lelaki keturunan turki dan jepang


mereka pun makan bersama


sepulangnya..


"aduh mama sama papa mau ada acara ini fay.. kamu pulang sama siapa ya.." ucap dian menggoda faye


"yah ma, ikut, anterin pulang bentar aja" jawab faye


"waduh gak bisa gak bisa, temen mama nunggu di dekat gang sebelah sini nih, mama papa pulang ya" ucap dian

__ADS_1


"yah ma..."


__ADS_2