Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Venya Nurani Salendra


__ADS_3


berawal dari sebuah nama VENYA NURANI SALENDRA atau dikenal dengan nama Venya..


yaaa Venya tidak mengatakan dirinya berpacaran dengan musuh kakaknya, hanya saja friendzone, sebatas teman mesra..


lelaki yang hanya dianggap friendzone adalah RAKSA DANIELL RUSELDI


Raksa adalah musuh bebuyutan kakaknya sendiri DAENG HANUM SALENDRO


"hee.. he.. lu ngapain disini?" bentak Hanum


"main lah bang.. adik lu mana?" tanya Raksa


"anj*m manggil gue abang, kaga ada, adik gue pergi jalan sama cowok lain"


"tapi dia chatting ada kok didalem"


"tidur tidur"


"katanya keluar, kok tidur"


"brisik lu" bentak Hanum


keluarlah Venya, menyapa Raksa dan Hanum diluar


"ayok" ajak Venya


"Venya.. gue berapa kali bilang sih, dia cowok gak baik" ucap Hanum berbisik


"bang.. plis bang, gue mohon bang, gue serius, gue cinta sama adik lo" kata Raksa


"lo jajan aja minta sama orang tua.. lu mau makanin adik gue pake cinta?"


"ya gue berusaha bang, gue juga cari kerja sana sini bang" jawab Raksa


"bang.. dia bener bang, aku tau dia" ucap Venya


Venya pun berlalu menarik tangan Raksa, yaa pertengkaran Hanum dan Raksa memang terus begitu selama hubungan antara Venya dan Raksa terjalin sementara hubungan itu keduanya sudah melalui selama dua tahun..


sampai akhirnya, Hanum yang tak pernah mengajak teman temannya menginjak kaki mereka dirumah pribadinya, ia pun membawa lima temannya, empat lelaki dan 1 wanita yang menjelma bak lelaki, bahkan bisa dibilang teman wanita Hanum ini seorang penyuka sesama jenis (lesbian)


daaan ia bernama RAMITHA.. dan sering menyebut namanya dengan REMI..


ternyata remi terkesan kepada adik Hanum, ketika itu, adik Hanum yaitu Venya yang baru pulang dari kuliahnya..


"bang.. aku cuman bentar langsung cab" ucap Venya


"kemana lo?"


"nongpis (Nongkrong Tipis)


"nongpis apa ngapel lu?"


"ama temen bang"


"ada si Raksa kan?"


"ya ada bang, kan banyak yang kenal juga"


"modus lo ya"


"apa sih bang?"


Venya langsung masuk


"waaaais.. siapa noh?" tanya teman Hanum


"adik lo itu bro" sambar teman lainnya


"iya, adik gue" jawab Hanum sembari memainkan gitar


"sadis..." jawab beberapa teman Hanum


"satu rahim bro?" tanya teman lainnya


"iya, tanya mulu kaya wartawan"


"ya kagak, gue berapa tahun bareng lu, tau sih lu ada adik cewek, mana tau secantik dia, pikir gue kan elu begini, adik lolu ya sama aja kali, jiplakan lu"


mereka berdebat, dan ditengah perdebatan, Venya kembali turun dengan rok mini hitam dengan kaos pink emoticon blink blink


"bang.. gue cab" kata Venya


"gue anter"


"kaga, ada yang jemput"


Hanum mengikuti adiknya keluar dan diikuti juga oleh Remi teman Hanum..


ketika melihat adiknya dijemput Raksa..


"nah loh, gue juga bilang apa, pasti raksasa" gerutu Hanum


"dia pacar adik lu" tanya Remi


"Remi, lu ngikutin gue dari tadi"


"hehe iya"


Hanum pun kembali keruang berkumpul dengan temannya


"itu pacar adik lu?" tanya Remi


"bukan, temen doang"


"gak mungkin kali gue bilang gue gak suka sama si Raksasa itu ke Remi, eh tapi tunggu, ngapain si Remi tanya tanya Venya?" ucap Hanum dalam hati


sedikit mulai ada kecurigaan pada Remi jika perasaan Hanum, Remi suka pada adiknya, yaa Hanum teman Remi sejak lama, ia kenal betul bagaimana Remi


hari berikutnya, Remi sering main kerumah Hanum, juga sering jemput Hanum ke kampus berangkat bareng bahkan sekedar nongkrong dan ngopi dirumah Hanum


merasa ada yang membuatnya janggal, memang gerak tingkah Remi terlihat seperti sering memperhatikan Venya

__ADS_1


"lu ngapain liat adik gue begitu?" tanya Hanum


"em.. ehmm.. enggak, itu num, adik lu dilihat mirip sama lu"


"lah ya namanya adik gue, gue kan kakaknya"


"eh iya sih ya"


"gimana sih lu"


"hehe"


"lu..."


"apa gue?"


"suka sama adik gue?"


"ha.. emm.. engggak"


"hemm gue kenal lu sama kaya gue kenal adik gue, gue tau siapa lu"


"enggak num"


"gausah sok lancar begitu ngomong, ashiiiia... udah lu ngaku, eh gue bilangin, adik gue itu normal, gak akan mau sama lu, seriusan" ucap Hanum


Remi terdiam sesekali menatap layar ponselnya


"gue tau lu suka, ah udah gue yakin, 150persen gue yakin" ucap Hanum


terdiam beberapa menit, bak ulam tiba, Venya datang dengan kaus oblong dan celana pendek tetap terlihat sisi feminimnya


"bang.. gue baru beli, rasa baru" kata Venya


"masak sih, dimana?" tanya Hanum


"samping kampus"


"lumayan, nanas squish?"


"iya nanas squish baru nih keluaran bareng sama black packi"


"apa itu black packi?"


"blackpapper tapi manis manis kaya ada rasa coklat"


"paper choco?"


"begitulah, nitip gue besok"


"gue ada, di freezer"


"buat gue ya"


"ambil sana dah, gratis"


"waah lu adik pengertian" ucap Hanum mencium kening adiknya


duduklah berdua Venya dengan Remi


"temen kuliah kakak ya?" tanya Venya


"emm.. iya.." jawab Remi


"aku Venya"


"udah tau, eh.. em"


"kakak ku yang bilang ya.. hehe bilang apa aja dia?"


"cuman bilang nama kamu aja kok"


"oh... kirain apa.. kamu?"


"Remi"


"oh.. okay" jawab Venya kembali fokus dengan camilan


Venya tak curiga jika Remi ternyata wanita, yang Venya liat, yaaa Remi berdandan lelaki, rambut cepak, gaya klimis, parfum khas laki


nah, baru aku ingat jelaskan, Remi ini adalah perempuan ya, dia memang teman dari Hanum sejak lama, jadi Hanum tau semua hal tentang Remi, termasuk Remi yang penyuka sesama jenis


"ehmm... venya, kakakmu sering ninggalin hape yaa?" tanya Remi


"ah bukan ditinggalin sih, lebih ke males ngeces emang, jadi dia ngeces bentar asal idup kalo ada kepentingan"


"oh.. pantes.."


"daaan kebiasaan itu sama dengan Raksa, kalo tidak aku yang ngeces hape nya mana mau dia ngeces walau tau ada kepentingan" gerutu Venya dalam hati


terdiam sejenak, akhirnya keluarlah jurus utama yang sedari tadi cuman awalan basa basi saja, niat Remi ya minta nomor ponsel Venya karna ia tau minta pada Hanum takkan diberi


"oh iya, boleh minta nomormu? nanti kalo penting pas hape Hanum lowbat kan ngubungi kamu" ucap Remi


"bisa bisa.. ini"


tak lama setelah bertukar nomor ponsel masing masing


"hei.. waaaah kalian" ucap Hanum


yaa Hanum lupa jika mengambil camilan dan bikin juice lumayan lama. jadi ada kesempatan Remi deketin adiknya


"haa" jawab Remi


"ngapain?" tanya Hanum


"bang aku kekamar deh" ucap Venya


"iya sana, kekamar aja" jawab Hanum


malamnya, Remi menelfon Venya cukup lama bahkan sampai Venya tertidur


esok siangnya, Remi mengajak Venya unuk jalan

__ADS_1


"kamu sibuk gak sekarang?"


"ada jam kuliah nih, lagi nunggu dosen juga bentar lagi"


"wah.. sore?"


"kelar kelas jam 5 sore palingan, kenapa?"


"em.. mau ngajak jalan sih"


"eh, besok gimana, siang tapi kak, aku sama temen temenku"


"oh gakpapa nih aku ikut?"


"gakpapa kok, kan kamu temen kakakku, jadi udah sama kenal kan sama kakakku"


"iya sih, yaudah besok aku jemput?"


"eh gak usah kak, aku dijemput sama temenku udah, janjian di ditempat ketemu aja"


esoknya.. mereka pun jalan tapi Hanum tidak tau adiknya jalannya sama Remi


"nge mall?" tanya Hanum


"nitip ga bang?" tanya Venya


"beliin bakso urat ya?"


"bakso urat mana?"


"mana aja, penting bakso urat"


"oh yaudah"


saat adiknya bersiap siap, ia juga menghubungi teman nya untuk jadi berkumpul dirumah Remi


namunĀ  Remi membatalkan karna ada urusan


"wah parah lu" ucap Hanum


"suwer, lu main aja kerumah, gakpapa kok, gue cab urusan lain"


"gak asik lu" jawab teman lainnya


"jalan sama cewek lu?" tanya Hanum


"temen doang"


"ah masak sih?"


Remi pun pergi dan menuju salah satu mall


"hai kak Remi" sapa Venya dan beberapa temannya


"hei.. ini teman kamu?" tanya Remi sok cool


"iya kak, kenalin semua"


Venya mengenalkan teman perempuannya dan hanya ada Raksa lelaki disana


"ini Raksa kak" kata Venya


"iya sudah tau kan dari kakakmu"


"oh iya"


"salam kenal" jawab Raksa


"yaa"


sementara jalan, Venya dan teman perempuannya yang lain melihat lihat baju, namun Raksa kini berdua dengan Remi menunggu didepan lapak itu, bahkan Venya mengenalkan Remi pada temannya sebagai lelaki jadi dikira Raksa ya Remi laki laki


selama perjalanan, Remi terus memperhatikan Venya, sesekali juga memperhatikan Raksa, melihat cukup dekat keduanya


"dia pacar Venya? ah tapi kata Hanum dia jomblo," gerutu Remi dalam hati


"bro.. begong aja" sapa Raksa


Raksa emang anak yang cepat dekat dengan orang karna sikapnya yang sedikit nyablak, jadi bisa cepat dekat


"ehmm.. enggak kok" jawab Remi


"lu kenal lama sama Venya sejak kapan?"


"enggak, gue temen Hanum, kebetulan aja diajak jalan bareng daripada diem gak ada tugas kampus, gak lama kok bang"


"oh lu temen bang Hanum?"


"iya.. eh kalo lo? pacaran sama Venya? kok kayaknya si Hanum gak suka?" tanya balik Remi


"pacaran sih enggak, gue sama Venya cuman sepakat teman mesra aja sih tapi gue sayang ke dia"


"oh.."


"soal Hanum, emang gue sama dia sering begitu kok, kaya tom and jerry"


"yaaa ya haha memang Hanum orang yang nyablak"


bahkan terlihat jika Raksa pun tak curiga sebenarnya Remi wanita..


sering nongkrong bersama temen teman Venya, dan sering mengirimkan pesan perhatian pada Venya, akhirnya Hanum curiga dengan sebuah nama diponsel adiknya


"kak Remi? si Remi anj*r lho dia punya nomor adik gua" gerutu Hanum


"halo apa?" jawab Hanum mengangkat telfon


"Hanum" ucap Remi dalam hatinya kaget dan langsung mematikan telfonnya


"waah si Hanum yaa anj*r loh dia" gerutu Hanum


Hanum meneriaki adiknya dan menanyakan soal kenalnya Remi dengan Venya


"loh, kupikir kamu tau, kan dia teman mu kak"

__ADS_1


"iya baru tau aja, tingkahnya ya gppa juga" jawab Hanum


__ADS_2