
"oh, jualan online?"
"iya pak, ada apa ya pak?"
"minta nomornya?"
"bisa, ini pak"
saat akan pergi, tiba tiba niara mendapat telfon, ia mengangkat tapi tak ada yang menjawab
saat melihat di sekelilingnya, ia juga tidak mendapatkan seorangpun
niara mematikan telfon, seketika izam menelfon boardiguardnya menghalangi niara pergi
niara melanjutkan pergi, tapi tiba tiba
"siapa kalian" tanya niara kaget
beberapa orang menghalanginya
lalu dari belakang, izam menyapanya
"kamu?"
izam memerintahkan semua pergi
"apa?"
"aku minta maaf"
"iya, lain kali lagi kalau bicara, aku ada urusan"
"kuantar"
"tidak"
"nanti malam aku kerumahmu"
"emm? tau?"
"tau"
"darimana?"
tanpa menjawab, izam berjalan masuk kantornya
malamnya..
setelah makan malam, niara mengatakan pada ayahnya agar mengatakan pada siapapun yang datang mencarinya jika niara tidak bisa diganggu
"ada masalah?" tanya ayah niara
"tidak pa, capek saja, butuh istirahat lebih awal lagi aja"
"ya sudah"
tak lama benar saja, yang datang izam..
"cari siapa?" tanya ayah niara
"emm selamat malam paman, saya teman niara sudah janji akan main malam ini"
"niara tidur nak, kecapek an dia"
setelah mengusir secara halus..
izam tau ayah nya pasti disuruh niara..
dengan nekatnya ia menunggu diluar tak jauh dari rumah niara sembari memperhatikan jendela kamar niara
esok paginya niko, ayah niara memberikan nasehat
agar tidak terlalu dekat dengan lelaki berjaz
"kamu kenalan sama orang orang berjaz hati hati niara" kata niko
"kenapa pa?"
"negatif aja sih, lelaki, pakai jaz, masih muda banyak uang, berarti kebanyakan anak ini gak baik"
"iya pa, niara jaga jarak kok"
"semalam izam kan? namanya?"
"iya"
"sama tuh sama hadie, dulu hadie awal awal kesini pakai jaz kan, akhir akhir ini saja datang lagi pakai jaket atau baju biasa"
"iya sih pa"
setelah makan, niara berpamitan karna akan pergi mengantarkan pesanan disalah satu cafee
lalu keluar dan ketempat lain, ditengah jalan, ia bertemu izam
"niara" teriaknya
"kamu"
"sini aku bantu"
niara hanya diam membiarkan barangnya dibawakan izam
"aku minta maaf, jika pernah membuatmu kesal"
"iya" jawab niara
beberapa hari berlalu . .
dimana ketika niara menolak ajakan izam untuk jalan demi jalan dengan hadie
"gak bisa zam, aku ada janji sama hadie"
"hadie?"
"iya"
seiring berjalan nya waktu, terlihat sikap niara masih saja dingin dan bersikap biasa, berbeda dengan sikapnya pada hadie
ia rasa niara masih belum mempercayai sepenuhnya..
melihat kedekatan niara dengan dua lelaki itu, andrew terus memperingatkan agar tidak terlalu dalam dekat mereka
"kamu sudah masuk ditengah mereka niara" kata andrew
__ADS_1
"iyaaku tau masalah mereka"
"karna ya sejak awal mereka problem"
"iya"
"tapi tenang, aku tetap bersama kamu, aku temani kamu"
"makasih ndrew, udah baik selama ini"
beberapa hari berlalu, dimana ketika niara sedang duduk berdua dengan hadie..
"kamu udah gak sibuk lagi?"
"gak, jadi datang kesini bantuin mengemas barang barang"
"waah makasih"
sering bersama dengan hadie, membuat niara terbiasa, tidak tau perasaan pasti bagaimana tapi niara cukup nyaman, hadie menjadi lelaki yang jauh dari perkiraan orang yang mengenalnya, ketika didepan niara, hadie begitu menjadi lelaki hebat, selalu ada dan membuat nyaman
beberapa hari berlalu..
hadie memberanikan diri mengatakan rasa nya pada niara, tentang ia menyukai niara
"aku suka nia sama kamu" kata hadie
niara menatap wajah hadie
"aku merasakan banyak perubahan, aku banyak belajar dari sebuah kehidupan niara"
niara hanya tersenyum..
"kita cukup berteman hadie, aku tidak bisa lebih dari itu, aku orang yang sering gagal fokus jika memiliki masalah"
"aku suka nia sama kamu" kata hadie
niara tersenyum melirik kearah hadie yang terus membantunya membungkus bungkus beberapa barang
kini, hadie benar benar buta, menyukai niara tiada taraan, ia juga tidak bisa melihat orang yang ia cintai dengan anak dari musuh bisnis papa nya sendiri meskipun masih sepupunya..
sering berjalan nya waktu, andrew mencurigai, dengan gelagat yang seolah ingin membuat niara berpaling dari dirinya
sikap niara sedikit berbeda ketika bersama hadie, benar benar bisa tertawa lepas dengan hadie
saat melihat kedatangan andrew
"hai ndrew" sapa niara
"hai"
"nah ada andrew, aku tinggal deh ya, kan aman kan drew, aku lanjut kerjaan ini" kata hadie
"iya iya" jawab andrew
sorenya, baru selesai antar barang ke pelanggan, niara dan andrew jalan..
ditengah jalan ada toko perhiasan
seperti akan membeli cincin, dan meminta niara untuk mencoba dengan alasan akan memberikan pada perempuan yang akan ia lamar
"niara, coba deh, mana jarimu" kata andrew
"kenapa aku?" tanya niara
seketika niara tau itu adalah dirinya yang dimaksud
alasan nya, karna jari perempuan itu sama dengan jari niara jadi niara lah yang mencoba nya tapi andrew melihat dan merasa jika apa yang dilakukan nya itu bukan sebagai peraga tapi memang membelikan niara cincin
"kamu masih menunggu?" tanya niara
"masih, akan selalu, aku serius dengan ucapanku nia"
niara yang melirik arah andrew langsung memalingkan wajahnya ketika andrew melirik nya balik
Andrew kembali melirik kearah niara, tapi andrew langsung memasukkan kembali cincin itu ke dalam tasnya
"Yakin cuman itu aja yang dibeli?" tanya niara
"Yakin lah, mau apa lagi? aku tau gadis itu tidak suka yang lain selain cincin"
"Siapa tau, yaudah kamu pulang dulu kerumah, kan motormu dirumah" kata niara
andrew mengiyakan setidaknya ia takkan membiarkan niara pulang sendirian
Dan beberapa bulan berlalu
ketika makan malam..
niara mengatakan pada ayah dan ibunya tentang andrew
"andrew? ah kalau dia papa setuju" kata niko
"iya, mama juga, setuju" jawab mama niara
"kenapa kalian setuju?"
"ya karna sudah kenal andrew lama"
"tapi andrew juga dari kalangan anak muda berjaz"
"tapi auranya beda nia, papa merasakan itu"
"iya sih"
"jadi si andrew ternyata suka juga sama kamu?" tanya niko
"iya pa"
"waah niara... sama aja sama nindia" kata niko
"sama?" tanya niara
"kamu sama mama sama nia, mama dulu masih muda ya, ada dua lelaki suka sama mama, berjas semua, tapi bedanya papa kamu belum berjas, dia masih pakaian hem biasa, makanya dia suka sama lelaki teman kamu datang pakai hem seperti andrew" jelas nindia, ibu niara
ternyata masa muda nindia sama persis dengan niara
Sontak membuat niara bingung dan tak menyangka, dengan diluar akal sehat bagaimana bisa kejadian yang sama dialami niara sekarang seperti ibunya dimasa lalu sama sama menjadi idola para pria
beberapa hari berlalu..
ketika niara terus dibuat pusing oleh izam dan hadie yang terus bertengkar..
ia mencoba terus menghidari keduanya
__ADS_1
"jangan ganggu aku, kita cuma teman tapi pusing merasakan kalian begini" kata niara
"niara, kami bukan masalahkan kamu kok, kami masalah keluarga saja" kata hadie
"iya sudah sudah, berhenti"
berjalannya waktu, niara masih sering mendengar keributan keduanya..
niara malas, ia pun mencoba menghindari terus keduanya..
karna sebal, mereka selalu melibatkan otot dan juga kekuasaan
Keesokan harinya niara terpikirkan, menerima andrew hal yang tepat
niara menemui andrew
"nia" sapa andrew
"hai, ndrew"
"hai, duduk sini"
"iya"
duduk berdua menemani andrew
"ndrew"
"iya?"
terdiam lagi
"ada apa nia?" tanya andrew
"gak"
diam lagi beberapa detik
"pasti ada sesuatu kan, katakan saja nia" kata andrew
"emm"
andrew melirik arah niara dan meminta nya mengatakan apa yang ingin dia katakan
tak lama, akhirnya niara mengatakan karna tak tahan terus didesak
"aku . ." kata niara terhenti
"ya?" tanya andrew
"emm, aku.. emm kamu masih menungguku atau tidak?" tanya niara"
"pacaran?" tanya andrew
"aku sih gak mau pacaran"
"lah terus menunggu apa?"
"lain"
"lain, lain apa sih nia, ribet dah, bilang aja dah"
"mama sama papa kan sudah kenal kamu, mama papa kamu juga, mereka selalu meminta kita menikah, tapi kalau menikah aku belum siap segalanya, aku mau menerima kamu tapi aku gak siap menikah tapi gak mau pacaran"
"paham dah, pakai kode keras dah, yaudah aku akan atur kita bertunangan" jawab andrew
seketika niara tersenyum
"eh tunggu, kamu gak lagi ngerjain kan?" tanya andrew
"ya gak lah"
"katanya nolak"
"ya makanya, peka nya harus lebih cepat, aku gak mau pacaran tapi belum siap nikah"
esoknya..
niara mengatakan pada ayah ibunya..
tentang niara yang sudah menerima tawaran andrew
"pa.. ma.. sebenarnya, andrew sudah lama ajak niara pacaran, pernah niara tolak, tapi andrew bilang masih nunggu niara, tapi sekarang niara terima" kata Niara
"kamu terima? pacaran kalian?"
"enggak, kita akan tunangan, sabtu besok dia akan datang kerumah sama ayah ibunya"
"oh yasudah, gak masalah"
"iya nanti mama siapkan masakan deh" kata ibu nya
sabtu tiba..
seharusnya ini hari pertemuan keluarga mereka..
tapi karna niara mengantarkan barang, akhirnya pertemuan tak jadi siang, diundur sore hingga malam
setelah malam itu tiba..
keluarga andrew datang..
dengan niat baik..
akhirnya malam itu juga hanya disaksikan dua keluarga, mereka bertunangan..
"kami datang mengantarkan anak kami" kata ayah andrew
"ahh kamu, seperti acara ini sangat resmi, anak kita berteman sejak jaman kapan kan, sok pakai bahasa resmi" sambar Niko, ayah niara
"haha iya, sih"
"udahlah, kalau anaknya berteman lama jatuhnya kalau gak jadi tamu undangan ya jadi pengantinnya kan" sambar ibu andrew
"betul, lagi pula kita saling kenal lama, anak sama sama hanya satu juga bersahabat sejak lama, kita, kita ketemu juga sering layaknya anak remaja" tambah niko
malam tiba, melanjutkan makan malam.. masih dengan mengobrol santai
"kalian memutuskan memilih bertunangan dan serius karna apa?" tanya niko
keduanya saling melirik..
"ya karna kami sadar kami lebih dari itu berteman" jawab andrew
__ADS_1
"papa juga pernah bilang kalau kamu lebih pantas bersama niara dibanding gadis lainnya"