
"baik saya laporkan dulu"
pihak perusahaan yang berdiri di naungan nya pun menghubungi asisten Emil
"ya pak, ada apa ya bapak cari saya?"
"begini Emil, dikantor kami ada dua pria mengaku keluarga kamu, bernama Dino dan Dion, apa benar mereka kakak kamu"
Emil terdiam, mendengar produser yang mengatakan dua nama itu, lalu dengan cepat ia menjawab
"tidak pak, saya tidak kenal, bapak kan tau saya terkenal, pasti banyak yang dengan cara licik itu hanya untuk bisa berdiri dengan saya" jawab Emil
"oh begitu, baiklah Emil, saya nanti bilang sama orangnya langsung"
"baik pak, pak, nanti tolong rahasia kan identitas saya ya"
"baik baik"
setelah menelfon
"bapak, permisi, saya dapat dari admin tadi bapak melapor jika keluarga Emil?"
"ya pak saya Dion, dan ini Dino"
"maaf pak, tapi Emil bilang tidak mengenal bapak"
Dion dan Dino membelalakkan matanya saling menatap satu dengan yang lainnya
"apa pak?"
"iya jadi maaf kami tidak bisa pertemukan, kecuali Emil mau bertemu"
"pak, tapi saya benar benar keluarganya pak"
"oh maaf pak, tapi memang banyak orang yang berbuat selicik ini hanya untuk bisa bertemu dengan artis kami, jadi silahkan bapak keluar"
"pak tapi"
"security, tolong bawa kedua orang ini keluar"
security pun membawa nya keluar dengan paksa, keduanya berlalu dengan penuh penyesalan terutama Dino, karna sudah menyepelekan adiknya, dan kini ia dibalaskan oleh takdir
seketika itu Dino mengingat ucapannya jika meminta untuk Enil tidak mengenalnya sama sekali
hingga akhirnya kia pun merasakan kehilangan pada anaknya, jika dulu ia hanya terima beres pekerjaan rumah, baju nya pun sudah siap dipakai, sejak kepergian Emil, membuatnya harus melakukan semua sendiri
akhirnya ia pun berkata pada Dino jika selama ini memang dia yang bersalah. ia mengakui jika ia sering melakukan hal semena-mena kepada Emil
ia memohon kepada Dino mengantar nya ke rumah Emil
"jadi semua yang dikatakan Emil benar ma?"
"maaf Dino, mama tau salah, mama sekarang sadar mama menyesal"
"telat ma" jawab Dino
"telat? telat gimana maksud kamu?"
"telat ma, kemaren aku sama kak Dino ketempat kerja Emil, tapi Emil bilang sama produser nya jika ia tidak mengenal kami, jadi mama terlambat" jelas Dion
"pokoknya ajak mama bertemu dengan Emil"
Kia memaksa kedua anaknya untuk mencari Emil, dengan berbekal media mereka pun tau kemana mereka bisa menemui Emil
mereka pun menuju kearah rumah Emil, terlihat alamat yang tepat di perumahan sangat elit, dan mereka berhenti dirumah super mewah dari sederetan rumah disana membuatnya takjub
"benar ini rumah Emil?"
"iya ma ini rumahnya"
"iya, alamatnya bener kok ma"
"maaf ibu ini siapanya Emil ya?" tanya grab yang mengantarnya kerumah Emil
"saya ibunya, dan ini kedua kakaknya" kata Kia
"apa? ngaku-ngaku kok kebangetan sih bu"
"eh jaga ucapanmu ha" ucap Dino
__ADS_1
"kak udah, jangan" kata Dion
"pak, kami memang betul keluarganya" jawab Kia
"ah terserah ibu deh, dasar orang-orang halu"
supir grab pun berlalu
saat mengetuk pintu rumahnya, kebetulan Emil sedang jam kosong tak ada jam kerja. ia membukakan pintu rumah yang terlihat dari gerbang adalah mama dan kedua kakaknya
Emil memberanikan dirinya mendekati arah mereka
"Emil, kamu Emil kan"
"Ada apa kalian kesini" ucap Emil
"kami kangen nak sama kamu"
"iya Emil kakak kangen"
"kangen? bukannya saya bukan lagi keluarga kalian?"
"mama nyesel nak"
"nyesel? setelah apa yang sering anda lakukan untuk saya? lucu kalian ini"
"kami bisa jelasin Emil" ucap Dion
"udah lah, perlu diingat, enam tahun lalu, kalian mengusirku, memintaku untuk tak mengenal kalian, kalian inget gak? maaf untuk sekarang saya tidak lagi membutuhkan kalian, saya bisa buktikan saya bisa tanpa kalian, sekarang kalian pergi"
"Emil, kamu gak bisa dong gini sama kita, okeh sama kakak gak papa. tapi inget Emil, dia mama kamu, dia melahirkan kamu, plis jaga sikapmu Emil" ucap Dion
kalian pergi atau aku panggil polisi" bentak Emil
"Emil, mama mohon Emil, maafkan mama"
"enggak"
tak lama polisi datang dan membawa ibu dan kedua kakaknya masuk bui
karna kasihan, seminggu kemudian Emil membebaskan mereka
"saudara Dino dan Dion, dengan saudari Kia, kalian bebas" kata polisi
"silahkan lihat secara langsung"
melihat disana Emil dengan dua bodyguardnya, betapa ingin sekali Kia memeluk anak yang dirindukan nya itu
"nak" sapa Kia
tapi Emil bersembunyi dibalik bada sua boardiguard nya disana, dan kedua bodyguard nya menghalangi Kia menyentuhnya
"pak, saya ibunya lhoo" kata Kia
"iya maaf bu, kami hanya menjalankan tugas kami"
"sudah, sekarang jawab saja, saya tanya, ngapain kalian cari saya lagi?" tanya Emil
"kami minta maaf Emil, kami tau kami salah, maafkan kami" ucap Dino
"mama nyesel nak, nyesel udah siakan kamu" ucap Kia
"kalo sudah saya terkenal, saya kaya harta lalu kalian mau bertemu dengan saya? mau mengakui saya keluarga kalian? mengapa? selicik itu kalian" ucap Emil
"Emil, kamu tau kan saya bagaimana? saya orang yang keras, saya selalu mau berada diposisi paling benar, saya tidak suka saya di sepele kan, semua keinginan saya harus saya dapatkan, dan untuk hari ini, saya minta dan bersujud di depanmu, maafkan kesalahan kami, maafkan saya dengan kata-kata kasar saya, saya tarik semua ucapan saya, maafkan kami Emil" ucap Dino bertekuk lutut dihadapan Emil disaksikan banyak orang
"yang saya mau kalian, meminta maaf juga kepada Zaki, karna apa? karna Zaki adalah orang yang berperan penting dalam kehidupan saya hari ini" ucap Emil
"baik jika kamu mau menerima kami, temukan kami dengan dia" ucap Dino
sesampainya bertemu dengan Zaki
"Emil?"
"Zaki, ada yang mau bertemu"
"siapa?"
Kia dan Dino dan Dion pun menemui Zaki
__ADS_1
"tante Kia, kak Dino, kak Dion"
"saya kesini mau minta maaf, saya adalah orang yang tidak pernah mengucap maaf kepada orang lain, termasuk keluarga saya, tapi hari ini saya minta maaf kepada anda" ucap Dino
"buat apa Emil?"
"terserah kamu mau jawab apapun aku terima kok kalo kamu menolak"
"loh, kalo gue fine aja kok, gak ada masalah"
"jadi kamu maafin?" tanya Emil
"ya iya lah apa yang perlu di maafkan?"
"yaa syukur lah karna jika kamu menolak permohonan maaf mereka, aku pun menolak mereka"
"eh jangan gitu lah Emil, gak baik, ya aku maafin kok"
"karna Zaki memaafkan, satu hal yang harus kalian ingat, jangan pernah urusi sedikit saja semua urusan tentang saya dan Zaki, ataupun saya dengan kerjaan saya, karna saya tidak butuh ucapan apapun dari kalian" jawab Emil
"dengan dimaafkan saja saya berterima kasih sangat Emil" ucap Dion
"kami mohon Emil, jangan hukum kami seberat apapun, yang salah itu mama, Mama biang semuanya, plis jangan libatkan kepada kakak kakakmu" ucap Kia
Emil menyentuh lengan kia dan meminta nya berdiri dari bertekuk lututnya
"anda gak boleh begini, anda mama saya, sampai kapanpun juga akan jadi mama saya" ucap Emil
"Emil maafin mama?"
"maafin ma, kak Dino kak Dion juga, maafin Emil ya, sekarang kalian harus ikut dengan aku?"
"mau kemana?"
"em, ma, sebenernya Emil itu gak bener bener lupain kalian kok, Emil itu tulus, bahkan sekarang Emil sudah bangun 3 rumah sekaligus untuk mamanya dan kedua kakaknya, jadi sekarang kami antar" jawab Zaki
"serius yang dibilang Zaki?" tanya Kia
"iya, yaudah ayo, kita kerumah kalian, rumahnya deket kok masih satu komplek tapi jauh dengan rumah saya karna memang saya pilih jauh supaya seperti yang saya bilang tadi, agar kalian tidak mencampuri urusan apapun yang berhubungan dengan saya"
dan beberapa hari kemudian, Evita Milla, artis disebut ratu sinetron protagonis itupun akhirnya mengadakan jumpa pers dengan teman media untuk Klarifikasi tentang keluarganya dan mengenalkan 3 sosok pentingnya yaitu Kia, Dino dan Dion
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Evita Milla - Emil
Zaki - sahabat Emil
Kia - mama Emil
Dino - kakak Emil 1
Dion - kakak Emil 2
Refan - mantan 1 - anak proyektor bangunan
Erik - mantan 2 - anak penjual sayur keliling
Randy - mantan 3 - anak pengusaha kosmetik
Dimas - mantan 4 - pengusaha alat fitness
Rashel - sahabat Emil 1 - usaha sederhana olshop
__ADS_1
Afika - sahabat Emil 2 - anak pengusaha
Sodik - guru sekolah Emil