
"Kalian vampir?" Tanyaku
"Iya.. ini bukti kita vampir dan kita bisa kapan aja makan darah lu" ucap Bimo
"Kalo kalian vampir, kenapa Kevin bisa lewati matahari? Terus kenapa Kevin bisa makan? Kenapa Kevin bisa semua itu? Bukannya vampir gak bisa itu semua?" Tanyaku
"Kita golongan origin.. bukan golongan outcast, dan bedanya jika yang benar-benar gak bisa dibawah sinar matahari, makan makanan manusia, benar-benar tidak bisa terlihat dicermin itu golongan outcast, kevin, gue, Bimo sama Mikha origin, manusia vampir yang bisa sempurna menyerupai manusia"
Perlahan aku berdiri dari kursi ku, mengeserkan badanku sedikit demi sedikit
Menghindari berharap pintu dekat lalu bisa lari sekencang-kencangnya, tapi saat melihat kearah pintu kenapa bisa menjauh begitu seolah-olah?
"Mau kemana? Kabur? Lari? Takut? Kamu sekarang tau kan siapa kita dan siapa Kevin? Masih mau dengannya?" Tanya Rino
"Lu kan sayang sama Abang gue.. si Kevin, gak bisa selama nya kalian bareng kalo lu bukan vampir, gue akan bikin lu jadi golongan kita" tegas Bimo
Tiba-tiba mereka mengeluarkan taring yang selama ini tak terlihat.. mereka semakin mendekati tubuhku yang semakin mundur dan mundur
Tapi saat mereka sudah hampir menggigit leherku
Kevin masuk dan menghentikan mereka
"Stop" ucap Kevin lantang
"Kevin?" Ucap bimo kaget
Kevin, Bimo dan Rino terjadi baku hantam
"Kevin stop" aku menengahi mereka
Aku menarik tangan Kevin pergi dari tempat itu
"Kamu gak papa?" Tanya kevin
"Gakpapa" jawabku
"Semua sudah terlanjur buat apa lagi aku menyembunyikan"
"Kenapa kamu bohong"
"Kalau aku jujur, kamu ninggalin aku kan mita"
"Enggak, kan udah berlalu aku bilang, aku akan terima"
"Aku mohon sama kamu cukup kamu orang dan manusia pertama yang tau kita vampir"
"Iya aku janji aku akan simpen"
"Makasih"
"Kamu gak akan gigit aku biar jadi sepertimu kan?"
"Enggak mit.. gak akan, sempat ada dipikiran tapi aku pikir ulang Gak mit, aku gak mau kamu jadi vampir golongan slave apalagi golongan alter"
Kevin menjelaskan beberapa golongan pada vampir.. beberapa hari kemudian..
Rino dan Bimo mendekati ku
"Mita.." sapa Rino
Aku yang mendengar dan melihat kearah suara kaget sedikit menghindar
"Tenang mit aku sama Bimo mau minta maaf"
"Aku maafin kok Rino, Bimo, justru aku makasih, kalian mau jujur padaku"
"Kamu janji sama kita jangan bilang ke siapapun soal ini"
"Iya pasti, parcayakanlah"
Mungkin sejak aku tau pacarku vampir. Aku mencoba menutupi dan membungkam jika ada yang menuduh maupun menjelekkan Kevin adalah vampir
Kevin memang vampir, tapi dia mampu menjaga ku, entah sampai kapan tapi aku yakin, ini gak akan selamanya..
Umur ku aja masih 21 tahun sementara Kevin udah 500tahun
Hem.. jadilah vampir kesayangan saja
Terkadang aku berpikir..
Apa mungkin jodohku seorang vampir?
Tapi sejauh ini manusia tak ada yang menjadi tanda-tanda jodohku
Ya kalo enggak Geri pasti Nando, dua lelaki itu lah yang sering denganku
Berpikir untuk pacaran dengan mereka yang manusia Sempurna aja gak ada.. apalagi berfikiran berjodoh
Aku sempat bertanya apa anwar tau soal ini. Kan bagaimana pun Anwar yang mengenalkan ku pada Kevin
"Sayang.. aku mau tanya.. anwar tau tentang kamu?"
"Tau, dia tau, dia abangku"
"Maksutnya"
"Dia abangku"
"Abang? Jadi anwar juga vampir?"
"Ya.. tapi golongan alter, kamu gak ngomong ke temen-temen kamu kan soal aku? Termasuk Geri sama Nando"
"Sama sekali enggak sayang.."
Kevin memang sangat teledor, dia sering meninggalkan cincin nya yang bisa membuat nya terlihat di cermin tapi ia sering meninggalkan
__ADS_1
Terpaksa aku yang ambil alih cincin jadi setiap jalan aku pasangkan ke jarinya
"Kan Untung aja aku ambil alih ni cincinnya ditinggal kan"
"Iya iya sayang.."
Pernah beberapa waktu lalu, aku menuju ke grosir tempat biasa Dissa ambil barang untuk dijual online nya, tapi karna tak ada kendaraan waktu itu jadi aku yang dengan Dissa tak sengaja bertemu Kevin dan diantarnya
"Sayang.." ucapku
"Ya.."
"Mana cincin nya?"
"Astaga lupa"
"Kamu ini, yaudah diem aja di mobil"
Satu lagi sebelum ini, dia pernah tidak bawah cincin tapi aku juga kebetulan tidak memperhatikan
Aku menuju ke aksesoris untuk anak gunung karna Geri dan Nando menitip Minggu nya mereka naik gunung
Aku memilih milih beberapa barang dan dibawakan oleh Kevin
Esoknya.. karna kebetulan kasir di aksesoris itu kenal dengan Dissa dan aku juga, ia menghubungiku
"Permisi, saya bisa bicara dengan nona mita?"
"Ya saya sendiri"
"Ini non, saya diminta oleh atasan saya untuk menghubungi nona dan minta untuk datang sore ini ke toko kami bisa?"
"Bisa.. nantik sore ya.."
"Baik saya tunggu"
Aku dimintanya untuk datang ke toko nya
Aku meminta antar Kevin justru ia tidak datang karna ada perlu dengan ayah dan sepupunya
Sesampainya di toko
"Kenapa mbak tadi yang ditelfon"
"Oh baik mbak saya antar ke ruang atasan saya.."
"Baik, tapi ngomong-ngomong kenapa ya mbak?"
"Nantik dijelaskan mbak didalam, sama saya juga, mbak nya sendiri kesini?"
"Iya ."
"Baik"
Sesampainya diruang manager
"Ya masuk"
"Ini mbak mita"
"Oh baik"
Mereka menjelaskan pada salah satu cctv jika lelaki yang bersama ku kemaren tidak nampak pada cermin, mereka meminta penjelasan
Aku yang melihat video di cctv memang kaget, pasti Kevin lupa pakai cincin
"Oh dia.. saya gak tau pak, mbak, itu saya tadi minta saran untuk aksesoris nya ke orang itu, karna kan kebetulan bareng dengan saya.. tapi saya gak kenal mbak"
"Tapi kok dibayari mbak nya?"
"Nah itu saya kan sudah pilih lupa bawa dompet saya taruh lagi barang yang saya pilih, eh dia bilang ambil aja dia yang bayar awalnya saya tolak tapi dua bayar langsung ke kasir"
Setelah semua penjelasan selesai..
Tidak sampai disini cerita kisah cinta ku dengan mayat hidup ku
Ayah Kevin tidak merestui hubungan ku, ayahku merestui tapi memang karna di tak tau siapa Kevin
Berkali-kali Kevin maupun aku meyakinkan ayah Kevin
"Aku mohon yah.. dia yang mengerti aku, dia bisa jaga rahasia siapa kita" bujuk Kevin
"Ya tapi bukan golongan kita.. dia Manusia"
"Ya dia bisa jaga rahasia kita ayah"
"Enggak.. Okeh pertimbangan asal dia mau kamu jadikan vampir" ucap ayahnya
Sejenak berfikir.. kalo aku jadi vampir hidup dengan kevin selama nya, banyak pertimbangan juga, apa ayah ku mau denganku, tau tau aku justru akan memusnahkan aku?
Aku mengangguk ke arah Kevin
"Gak mungkin yah, aku cinta dia karna memang dia bukan vampir" ucap Kevin
"Yaudah itu jalan dan solusi nya, kamu mau lakukan gak mau ya sama ayah juga gak mau dan tolong jangan paksa ayah"
Kevin menarik tanganku dan berkata..
"Gak mungkin"
"Aku ikhlas kok Vin"
"Aku yang gak iklas.."
Tiba-tiba ayah Kevin menghampiri
__ADS_1
"Yaudah biar ayah yang jadikan dia vampir jika kamu tidak mau"
"Gak ayah gak"
Kevin membawa ku pergi dengan kecepatannya
"Sayang.. stop" ucapku
"Kenapa?"
"Kamu yang kenapa? Kenapa gak buat aku bisa hidup sama kamu selamanya?"
"Kamu mau jadi vampir?"
"Asal sama kamu, aku rela"
"Aku yang gak rela, aku cinta sama kamu karna kamu manusia, kamu bisa kondisikan aku yang teledor"
Esoknya.. saat kembali merujuk ayah Kevin
"Kenapa lagi Kevin?" Tanya ayahnya tanpa melihat ke arah ku dan kevin
"Selain itu caranya gimana yah biar aku bisa terus sama mita.. aku sayang sama mit yah"
"Dia harus jadi vampir itu jalan terakhirnya"
"Jadikan aku manusia saja ayah"
"Seribu kali kau menggigit manusia ataupun manusia menggigit mu, takkan membuat kau jadi manusia"
Setelah merasa tidak ada harapan, Kevin berharap jika ayahku nantinya akan merestui jika tau siapa sebenarnya Kevin
"Sayang.. gimana kalo kita ketemuan sama ayah kamu terus aku ngaku ke ayah kamu. Siapa tau nanti bisa bantu ngomong ke ayah aku"
"Jangan gila kamu"
"Salah nya dimana?"
"Ayahmu aja tidak merestui kau dengan aku apalagi ayahku tau kau siapa"
"Ya kan belum dicoba?"
"Enggak"
Tapi tanpa sepengetahuan ku, Kevin memberitahu dan menceritakan kepada ayahku tentang nya
Ayah marah besar.. ayah menelfon ku menyuruhku pulang saat aku masih dirumah teman ku, padahal aku sudah ijin pada ayah untuk menginap
"Mita.. kamu dimana?"
"Dirumah misya ayah, kan udah pamit nginep"
"Pulang dulu, sebentar sekarang"
"Kenapa ayah"
"Udah pulang aja.."
Sesampainya dirumah aku yang diantar oleh misya
"Kenapa ayah?" Tanya ku
"Misya tau vampir Kevin?" Bisik ayah
Aku melihat ke arah misya dan memberi kode untuk dia pulang
"Kenapa ayah"
"Ayah tau soal Kevin"
"Maafin mita ayah"
Aku menunduk
"Ayah minta kamu lupain Kevin, dia bukan orang yang tepat untukmu, ayah tidakkan pernah begitu saja merelakan anak ayah satu-satu jika harus dan sampai menikah dengan vampir"
"Mita sayang sama Kevin yah, apapun kondisinya"
"Kalo sewaktu-waktu kamu di bunuh, dimakan, disiksa bagaimana?"
"Dia udah berjanji ayah, tidakkan begitu"
"Keputusan ayah bulat"
Aku maupun kevin akan terus seperti ini, sampai ayah Kevin maupun ayahku merestui meskipun tak tau sampai kapan dan mungkin takkan pernah kami mendapatkan restu
aku dan kevin berada disituasi perbedaan paling menyakitkan, bukan tentang beda agama, beda ras, beda suku, beda budaya, beda negara, beda lainnya tapi beda dunia
dimana kevin hidup di kematian dan aku hidup di dunia penuh realita dan fakta dimana tidak akan ada yang mempercayai bahwa vampire itu ada diduni termasuk aku
tapi sejak aku mengetahui kevin adalah vampir, aku tidak peduli lagi dunia bahkan melarang kami bersama
aku akan tetap bersama kevin sampai kapan aku ditakdirkan berpisah oleh situasi, kondisi dan waktu yang berjalan biarkan berjalan semestinya
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
-SELESAI-