
"udah ma, biar papa bisa ambil keputusan mana yang tepat dengan ambil vote, kalau vote kan orang lain yang membuktikan" jelas lidi
dan ketika vote 100persen kepada afan..
beberapa art dan supir maupun beberapa satpam penjaga rumah, menjelaskan, jauh perbedaan antara afan yang kaya dari bawah dengan yunan yang lahir sudah kaya
dimana satpam menjelaskan jika perbandingan antara keduanya ketika satpam sulit mengrluarkan mobil
"ya contohnya apa?" tanya dito pada beberapa satpamnya
"yang dilakukan yunan hanya diam, benar benar melihat hingga benar benar beres kerjaan satpam, tapi berbeda dengan afan yang membantu.."
"juga pak, nak afan kalau lihat kami selaku art sedang istirahat dan makan siang, nak afan sering membawakan nasi bungkusan, juga sekali ajak kami makan diluar di restoran besar" ucap art
"ya pak, saat saya mau belanja bulanan diminta sama non lidi, yang antar saya pak afan, sampai ke pasar juga bawain makanan.. yaaa pak yunan juga baik kok, sopan, tapi saya lebih srek sama pak afan deh" jawan art lainnya
" see pa?" tanya lidi
dan tak puas, semalaman suntuk dito memikirkan apa benar yang dikatakan beberapa karyawan rumahnya sebaik itukah afan?
membuatnya memberikan tugas kepada lidi untuk tugas di luar kota, supaya dito leluasa mengintrogasi beberapa karyawan diperusahaan anaknya tentang afan...
"pak afan itu baik banget pak, yaa pak yunan baik juga kok, sopan juga, ramah, tapi pak yunan tidak pernah turun tangan ketika kantor tak ada bu lidi dan beberapa karyawan sedang ada masalah, berbeda dengan pak afan pak, kalau beliau langsung meminta penjelasan bagian mana ada masalah ya langsung ia kerjakan solusinya" jelas admin
"terus apa ada yang lain yang pernah mendapatkan perbedaan afan sama yunan secara terang?" tanya dito
"saya pak" ucap kepala bagian ob atau pengantar makanan dan minuman..
"ya.. coba kamu jelaskan"
"selama perkenalan pak yunan dari bapak saya hanya melihat pak yunan ya langsung keruangan bu lidi, sementara pak afan, sering turun, melihat kualitas kopi dan teh buatan anak ob, dan sesekali memberikan praktek untuk tampilan kopi dan teh dengan aroma lebih baik" jelas nya
"iya pak, saya pernah lihat juga pak afan meminta beberapa kunci kendaraan di admin dan memindahkan dengan benar benar rapi"
"pak"teriak salah satu karyawan..
"iya"
"saya pernah sampai diperusahaan pak afan"
dan dito mendekati arah wanita itu. . .
"lalu?" tanya dito
"bukan seperti atasan dan bawahan diperusahaan itu, saya melihat sekilas seperti keluarga, teman, sahabat" jelasnya
"itu kan diperusahaannya" ucap dito
"disini pun sama pak, sejak ada pak afan.. yaa kantor lebih sedikit santai.. tidak seperti sebelumnya sedikit penuh keseriusan.. jujur pak, kalau pekerjaan full dengan deadline, kerja kerja kerja tanpa jeda juga tanpa santai, akan jenuh juga, pak afan orang yang paham hal itu"
tak sampai disini membuat dito luluh dan merestui dengan mudah kepada anaknya bersama lelaki itu..
banyak jalan yang harus dilalui afan untuk mendapatkan keyakinan dari dito bahwa afan layak menjadi seorang menantu..
bak bunga mawar yang sepanjang batangnya pasti ada duri
suatu ketika..
sengaja dito memergoki afan ketika membantu satpam sedang bertugas mengatur kendaraan..
"hemm" ucap dito
ketika menoleh, betapa kagetnya afan..
seketika ia menunduk malu..
"makasih sudah menjaga perusahaan anak saya" ucap dito
"emm.. maa.. maaf pak"
"mulai besok, tidak perlu kesini lagi, cctv on (menunjuk arah cctv)"
"baik pak"
dan ketika esok nya dan seterusnya, afan tidak lagi datang namun afan sudah menceritakan pada lidi..
dan beberapa hari kemudian..
ketika dito memakai nama sekertarisnya untuk menginves ke perusahaan afan...
afan kaget dengan kedatangan angel, ia datang menawarkan kerjasama dengan inves miliaran..
afan berfikir, apa ia sedang mimpi..
dan ketika semua waktu dan tenaga afan totalitaskan kepada angel, sekertaris suruhan dito..
disana dito memberikan satu point tentang semangat kerja yang tinggi..
dan ketika beberapa persen sudah deal
angel membatalkan kontraknya..
ditambah angel menuntut kerugian waktu dan tenaga dalam bentuk nominal.. dengan alasan perusahaan afan tidak kondusif dan berbau kegagalan..
rugi miliaran.. seolah afan tak percaya..
__ADS_1
seperti baru kemaren ia diajak terbang ke langit, sekarang sudah dijatuhkan lagi kebumi
dilain sisi..
menariknya adalah..
afan tidak sama sekali membahas atau menyinggung kepada seluruh karyawannya..
"pak.. gimana soal kerjasama nya, jadi? tender besar kan pak, itu produk terkenal"
"oh kamu tenang saja, semua aman, doakan saya yang terbaik saja" jawab afan
"pasti pak, selalu saya doakan paling baik untuk kita"
bahkan ketika bawahan merasa dekat dengan atasan, mereka takkan sungkan bertanya bagaimana proyek berjalan, disanalah afan menjawab jika semua baik baik saja..
ketika tak ada orang satupun bisa ia jadikan teman curhat..
hanya ada lidi yang bisa jadi pendengarnya..
ketika meluapkan segala pikirannya kepada lidi, lidi hanya membantu menenangkan padahal itu karna ulah ayahnya sendiri..
tak sampai disini..
ia harus menjual beberapa perusahaannya dan investasi nya untuk pengobatan ayahnya yang sakit sakitan. dan ketika ayah nya harus pulang kepada sang penciptanya..
ia harus tetap berdiri dan bertahan, ia tak bisa menunjukkan rapuhnya didepan dua wanita yang ia cintai, ibunya dan lidi..
lidi pun menemani afan ketika afan mengantarkan pulang ayah nya ke tempat terakhir.. meninggalkan dirinya, ibunya, bahkan meninggalkan dunia...
"kamu kuat" ucap lidi memberi semangat
"maafin ayahku ya jika ada salah salah dia kekamu" ucap afan
"ayahmu baik kok, kamu tenang aja, ia pergi untuk di keabadian yang lebih tenang dialam sana"
seketika itu afan memeluk lidi erat...
ketika dito, ayah lidi mendengar kabar itu..
ia menyuruh beberapa orang suruhannya untuk datang dan memberikan buket bunga...
"eh pak, ini dari siapa ya?" tanya lidi
"ditulisannya dari perusahaan mesin motor"
"mesin motor? itu bukannya perusahaan kamu yang kamu jual?" tanya lidi pada afan
"oh mungkin pemiliknya yang mengirimkan" ucap afan
"iya... sama sama"
dan beberapa hari kemudian..
dimana sejak meninggalnya ayah afan, ibu afan minta untuk diantarkan pulang ke kampung, afan pun mengantarkan ditemani lidi..
ketika beberes untuk gantian baju selama di kampung kelahiran ibu afan, juga kelahiran afan..
"lidi" ucap dito tiba tiba masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu...
"papa"
"kamu? mau kemana?"
"itu.. lidi ada kabar meeting dadakan sama gianyar resort"
"kamu mau ke gianyar? jauh kenapa mendadak? memang jam berapa meeting?"
tak mau terlihat gugup dan panik, lidi tau betul ayahnya bukan orang yang gampang dibohongi..
ditambah ayahnya menyematkan gps supaya tau kemana mana saja lidi..
besok pagi kok pa, tapi kan lidi sampek sana ya butuh istirahat lah" jelas lidi
"papa anter?"
"ha.. enggak pa"
"anter kebandara aja gitu"
"enggak pa, aku masih kekantor nanti dari kantor sama karyawan lainnya jadi barengan"
"oh sama anak kantor?"
"iya pa, yaudah pa lidi mandi dulu, tidur bentar nanti berangkat"
"oh okeh"
dan ketika selesai mandi..
"papa belum keluar?" tanya lidi
"kamu lama banget mandi?" tanya dito
"ya lah pa, namanya juga anak perempuan.. beda ama laki cuman asal mandi"
__ADS_1
"itu hape kamu kenapa dikasih password sandi?" tanya dito
lidi melirik sedikit sinis..
"papa kepoin hape ku ya?" ucap lidi merebut ponsel nya yang ada di samping papanya duduk
"ehm enggak kok, cuman tanya, tumben, biasa nya enggak"
"kan lidi udah bukan anak kecil, bukan remaja, ada hal pribadi harus lidi jaga lah"
"alah biasanya kamu cerita sama papa, apapun itu, kenapa sekarang ada rahasia lah.. ini lah itu lah" gerutu dito meninggalkan kamar anaknya karna malu ia krceplosan tanya soal sandi hape
"ih si papa, tengsin kali" ucap lidi tertawa geli
ketika sorenya lidi berangkat..
dan sampai rumah afan..
mereka pun mulai jalan..
hape nya berdering..
"halo"
"halo bu, ini pak dito kekantor tanya jadwal beberapa hari kedepan ibu" jelas sekertarisnya
"oh kamu kasihkan berkas yang kemaren saya bikin, dan ada ttd saya, maap merah"
"baik bu"
bukan lidi jika tak pintar...
ia kuliah tinggi dengan nilai tertinggi pula untuk manipulasi hal kecil
dan ketika sampai di desa...
"nak maaf ya rumah ibuk ada nya begini, gak ada AC juga kipas angin" ucap ibu afan
"oh gakmasalah bu, ini yang saya cari.. sepanjang jalan tadi terbentang sawah sawah, seger banget, beda sama dikota" ucap lidi
"iya nak kalau disini jarang banget orang jualan, beli apa apa harus jalan ke atas.. ini pelosok kan nak"
ketika pagi sampai, lidi istirahat, sementara afan pergi berkeliling menghilangkan rindunya..
malamnya..
afan mengantarkan dua gelas tea hangat
"ibu tidur?" tanya lidi
"iya, sudah"
"emm... eh makasih teh nya"
"iya.."
dan ketika melihat arah langit..
"kamu gimana bisa dibolehkan datang kesini?"
"oh papa kan keluar negri"
"oh pantesan"
terpaksa ia kembali berbohong..
karna jika ia menceritakan sebenarnya, pastilah afan akan mengantarkannya pulang karna merasa kurang enak dan merasa penyebab semua adalah dia
"hape kamu disini ada signal gak" tanya afan
"emm.. hape ku mati"
"loh kenapa?"
"ya gak ada signal itu, buat apa juga kan"
"emmm"
sejak ia pergi mengantarkan ibu afan ke kampung, hape nya sengaja ia matikan...
ketika waktu menunjukkan jam 10 malam..
"aku tidur ya" ucap lidi
"oh iya, tidur dikamar aja.. dikamarku ada kipas angin kok"
ketika lidi masuk, lidi tidak bisa tidur lelap karna banyak nyamuk, ia keluar dan mencek ibu afan yang tertidur, lalu menuju dapur mengambil minum
ketika ia baru sadar kemana afan..
berjalan kearah jendela dan melihat kearah luar ternyata afan tertidur diluar, mengambilkan selimut dan memakaikan kepada afan..
paginya..
afan terbangun dan melihat kearah kamar ibunya.. ternyata sudah ada ibunya bersama lidi sedang mengobrol
__ADS_1