Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
IM #1


__ADS_3

"iya.. disini itu pegang teguh itu yang dilihat... kalau mau memberi juga jangan ditokonya, sepulangmu kerja cari orang itu dan berikan"


"wah sedikit jahat ya kalau harus usir pengemis"


"memang seperti itu peraturan pekerjaan disini, bener benar disiplin"


setelah hari melelahkan itu, Naya melanjutkan esoknya setelah pulang dari warung makan, ia mendapatkan alamat salah satu spa yang dikasih oleh teman barunya kemaren, Adiv..


iya datang dan langsung interview, akhirnya Naya pertama kalinya mendapatkan pekerjaan hasilnya walaupun dapat bantuan dari Adiv..


dan akhirnya naya meminta izin kepada Made pemilik warung makan dan temannya Gina...


"yasudah syukurlah kamu dapat kerjaan, semoga betah, ini ada uang untuk saku mu, bisa digunakan" ucap Made


"bu.. jangan udah ibu udah sering bantu Naya"


"iya ambil saja, ini uang wajib kamu dapat, kamu diluar berani panas panas, ujan juga kedinginan basah basahan, untuk bekerja, udah ambil"


Naya melirik kearah Gina, Gina mengangguk


"bu.. makasih sudah baik, Naya gak ngerti cara bales untuk sekarang selain terima kasih, makasih ibu, bapak, juga Gina dan temen kerja lain baik padahal gina belum pintar, diajarin sampek ngerti"


"iya Naya.. kamu semangat ditempat baru"


dan setelah dua hari ia pindah kost didekat tempat kerjanya...


perjalanan Gina panjang..


mulai dari setahun ia bekerja di spa, lalu berpindah ke restoran western, pindah lagi ke butik / garmen, dan sejauh ini paling lama ia bekerja di toko suvenir hampir dua tahun...


hingga akhirnya ia berhasil membuat penjualan melejit dengan tingkah nyeleneh dan periangnya setiap menyambut costumer datang...


sampai akhirnya ia ditawarin oleh salah satu pelanggan di tempatnya bekerja..


pemilik hotel sava, hotel bintang lima yang cukup terkenal di kuta dan ia bahkan ditawarin menjadi pengganti kepala housekepping yang berhenti karna sedang hamil besar dan mengundurkan diri..


dan ketika itu Agung salah satu pelanggan datang menemui Naya


"selamat sore pak" sapa Naya


"sore nay"


"mau pesen yang mana pak?"


"ini nay, saya tolong buatkan miniatur taman bermain didalam kotak kaca ya"


"berapa pak?"


"selusin isi berapa?"


"selusin 12 pak"


"10 lusin deh"


"buat pelanggan pak"


"iya nih.. kebetulan ulang tahun sava hotel dirayain sambil memberikan give away biar makin menarik kan"


setelah Naya menulis pesanan..


"Naya kerja disini betah?" tanya Agung salah satu pelanggan setia di tempat nya bekerja itu


"betah pak, kalau kerja mah betah gak betah harus betah sih ya pak"


"oh bener bener.. oh iya.. kalau misalkan besok lusa kamu datang keacara hotel saya bisa?"


"waduh saya diundang pak?"


"iya... tenang, acaranya malem sampai pagi kok, kan kalau sabtu kamu pulang siang?"


"iya sih pak, ya nanti saya usahakan datang ya pak"


"bener saya tunggu"


"iya pak"


dan lusa nya Naya menepati janji..


ia datang ke salah satu acara dihotel itu..


dengan baju seadanya ia datang tanpa malu keacara bintang lima...


"selamat malam pak" sapa Naya


"Naya.. eh oh iya ini klien bapak, kenalin"


"naya" sapa naya kebeberapa teman Agung..


dan ditengah acara.. ketika salah satu musisi menyanyikan lagu dan memainkan musiknya, Agung membawa Naya ketempat agak sepi suara..


"ada apa ya pak?" tanya Naya


"gini, gimana ya ngomongnya, saya itu"


"kenapa pak?"


"saya mau ajak kamu bekerja sama, di hotel saya kepala HK mengundurkan diri, saya lihat kinerja kamu baik lebih baik dari anggota HK saya.. apa kamu bersedia bekerja di hotel saya"


"wah saya habis mimpi apa semalam bapak tawarin pekerjaan?"


"saya serius nay"


"ah bapak, tapi.."

__ADS_1


"ya saya cuma nawari, saya suka aja kinerja kamu Naya"


"ya kalau begitu mana bisa pak saya tolak, orang kan cari pekerjaan susah, eh ada yang datang nawarin ke saya dimana kerjaannya sangat menjanjikan ditolak saya terlihat bodoh pak"


"kamu mau kan?"


"mau pak, kapan saya bisa mulai kerja.."


"formalitas didepan pekerja lainnya.. senin depan kamu datang bawa lamaran ya soalnya ada benerapa juga yang melamar"


"baik pak"


dan seninnya ketika makan siang, naya meminta izin untuk pulang cepat..


dan ia pun menuju ke hotel..


namun saat masuk lift Naya melihat bapak yang menunggu antrian untuk naik lift berikutnya karna lift terlalu sempit, dan Naya mengalah lalu memberikan tempatnya untuk bapak sementara Naya keatas menaiki tangga


"pak silahkan"


"loh kamu saja nak, bapak gak diburuh waktu kok"


"saya juga pak, saya mau lamar kerjaan, cuman bossnya sedang istirahat siang.."


dan ketika si bapak itu masuk lift sementara Naya berjalan dengan sedikit cepat supaya menututi si bapak tadi..


"loh nak, kamu nungguin bapak?" tanya bapak ketika keluar dari lift


"iya pak, saya kepikiran, bapak memang mau kemana?"


"saya mau ketemu anak saya kerja disini nak"


"dimana itu saya anter"


"makasih nak"


ternyata bapak tua itu adalah ayah dari Agung, pemilik hotel sava itu..


"pak, kebiasaan gak kabarin, naik lift siapa yang bantu?" tanya Agung


"ini bapak dianterin ini"


Naya pun masuk


"Naya.."


"pak Agung"


"makasih nay sudah temenin bapak saya"


"iya pak , oh ini bapak nya pak agung, hehe maaf ya pak saya gak tau" ucap Naya pada bapak itu


"iya nak gakapapa, bapak gak punya anak perempuan, anak bapak laki semua, jadi bapak seneng ketemu kamu jadi seperti anak sendiri"


Naya pun pulang setelah hari itu esoknya iya bertemu dengan boss nya di toko sovenir dan meminta izin..


ternyata lagi lagi, Naya bertemu dengan orang baik, boss di tempat lama nya bekerja, memberikan gaji utuh sebulan untuk Naya


tapi ia tetap menerima gaji full sebulan..


dan setelah hari pertama bekerja..


Naya pun memperkenalkan dirinya kepada beberapa anggota housekeeper lainnya..


sekarang kerjaan Naya lebih baik, ia hanya perlu menjadi pengawas dan penerima laporan dari beberapa HK lainnya..


"naya, ini kunci kost kamu, ada dibelakang hotel, disana ada teman kamu lainnya saya sediakan untuk yang dari luar bali, tapi kamu penempatan yang rumah nomor 204 ya, soalnya 200 sampai 203 sudah penuh, jadi kamu sendirian masih didalam kamar 204, gakpapa kan?" ucap Agung


"gakpapa pak makasih pak"


berjalan setahun bekerja, Naya mendapat kerjaan baru, gaji baru, tempat baru, teman baru..


ketika Naya sedang libur tugas mendapatkan telfon dari Gina jika ingin bertemu, dan Naya pun bersiap siap bertemu dengan naya disalah satu warung makan dekat kuta..


"Naya.. mau keluar?" sapa Agung ketika menutup pintu kost..


"pak Agung.. waduh iya pak, ketemu temen saya, ada urusan katanya"


"wah, saya bawakan juice ini"


"oh makasih pak, saya bawa aja, tadinya saya juga mau beli dijalan"


"memang mau kemana?"


"ke bedugul pak, tadinya ke kuta eh temen saya gak bisa kejauhan"


"ya terus malah kamu nya kejauhan"


"gak papa pak, untuk teman saya, saya banyak dibantu dia"


"naik apa? saya anter?"


"yah saya sudah pesen ojek online"


"kan mahal nay, berapa habis uang itu?"


"40ribu pak"


"nah lumayan kan, udah cancel saja saya anter"


dan setelah mengcancel ojol, naya masuk kemotor matik milik Agung..


"naik ini pak?"  tanya Naya

__ADS_1


"iya.. kenapa, kamu gak mau ya?"


"mau lah, justru senengan begini, kena angin langsung, memang mobil bapak kemana?"


"mobil biar istirahat aja, sering saya pakai"


padahal niat Agung memang untuk mengetest apa benar kata HK lainnya jika naya bukan orang yang pemilih..


sengaja ia membawa matik dan benar saja, naya tidak keberatan..


setelah sampai..


"kamu duluan aja, saya tunggu dimotor" ucap Agung


"mana ada.. ikut masuk lah pak, bapak kan bukan ojol"


"tapi"


"udah..."


Naya menarik tangan Agung, Agung terkesima, tangannya disentuh naya..


mereka pun masuk menoleh kanan kiri..


"nay" teriak Gina


"hai.."


dan setelah sampai dimeja


"Naya, apa kabar?"


"baik gin, kamu gimana? bukannya kamu di kuta?"


"aku kerja di toko tas daerah sini"


"ehmm... saya meja sebrang nay" sapa Agung


"iya pak"


dan mereka pun mengobrol disana..


Gina menceritakan jika setahun setelah kepergian naya dari rumah, ternyata kak Nardi, Liana, dan Nino datang ke rumah gina dengan marah marah menuduh jika Gina yang menghasut Naya


"lah, kenapa kamu kasih tau aku baru ini?"


"aku aja baru tau sebulan lalu nay, cobak kamu pulang jelasin, bisa kamu kapan pulang.."


"kamu kapan mau pulang?" tanya balik Naya


"aku sih nunggu libur pasti, liburku minggu depan, cuman cuti tiga hari.."


"oh yaudah nanti aku minta izin deh sama boss ku"


"eh itu siapa?" tanya Gina menunjuk arah Agung


"oh dia, boss dikerjaanku"


"di spa?"


"oh spa udah lama gin, aku udah berapa kali pindah kerjaan, ini sekarang aku kerja di sava hotel"


"sava hotel kuta?"


"iya.."


"wih, kamu sekarang sukses ya nay"


"ya kalau gak berkat kamu juga saya gak seperti ini.. eh.. ini tempat makan mau nutup ya?"


"gak tau, masak iya.. baru aja kita ngobrol"


"permisi pak, sudah mau menutup, apa ada perlu lainnya" tanya pelayan kepada Agung..


"oh enggak, sebentar saya bicara kepada teman saya"


dan Agung mendekati arah Naya..


"nay.. belum? toko mau nutup" sapa Agung


"nah kan aku bilang apa gin, iya deh pak sudah kok"


"pelayan.." teriak Naya


"nay aku yang bayar.."


"eh gak ada, aku aja"


"nay"


"gin.."


dan tak lama seseorang lelaki dengan pakaian hem rapi dengan sepatu..


"pembayaran kepada saya kak, soalnya sudah tutup buku hari ini" sapa lelaki itu..


ketika membuka kacamata nya lelaki itu menyapa naya


"kamu..." sapa lelaki itu


"Adiv?"


"aduh aku lupa, tapi aku inget kamu Naya kan"

__ADS_1


"iyaa... sudah berapa lama ya, hampir lima tahun kita gak ketemu"


__ADS_2