
"Iya, kamu ikut?"
"Emang boleh?"
"Boleh"
"Yaudah"
"Anissa?"
"Biarin deh nanti aku yang cerita ke anissa"
"Yaudah"
Mereka pun menuju kantor polisi
Sesampainya, polisi menceritakan
"Nah, pak Gilang, ini untuk ciri-ciri pelaku menurut saksi mata bisa tolong di bacakan pak" ucap komandan polisi
"Ciri-ciri tidak terlalu tinggi, kulit sawo matang, rambut sebahu panjang sedikit, badannya agak gempal" jelas polisi
"Wati" ucap gilang pelan
"Wati? Wati siapa?" Bisik Dania
"Bagaimana pak, sudah mengenali mungkin kenal"
"Oh iya pak saya tau"
"Oh baik apa perlu bantuan kepolisian untuk mencari"
"Tidak pak, nanti jika saya dapatkan, saya akan bawa kesini"
"Baiklah, terimakasih atas kerjasamanya"
"Baik pak, kami pamit dulu"
Setelah keluar dari kantor polisi. Saat didalam mobil, Dania bertanya siapa orang yang disebut Gilang tadi
"Tunggu, tadi siapa yang kamu sebut, kamu belum jelaskan pada ku" ucap Dania
"Wati"
"Siapa dia?"
"Wati itu mantan aku, juga mantan Bayu"
"Kok bisa?"
Setelah Gilang menceritakan
"Oh, jadi gitu, bayu benar-benar tidak punya hati ya" jawab Dania
"Hem, begitulah dia"
"Lalu ini kamu mau kemana?"
"Aku kerumah Wati, mau nge geb dia"
Sesampainya dirumah Wati
Gilang mengetuk pintu rumah Wati dengan keras
"Gilang, jangan gitu, gak sopan" ucap Dania
Akhirnya Dania yang mengetuk, tak lama seseorang keluar dari rumah itu
"Cari siapa ya?" Tanya orang itu
"Ini bu, kami cari Wati, ada Wati nya?"
"Loh, Wati ya? Kan udah cukup lama ada sebulanan kok pergi"
"Pergi kemana?" Tanya Gilang dengan nada tinggi
"Gilang.." ucap Dania
"Maaf Bu, ini cuman ada keperluan sedikit kok, kalo boleh tau kemana ya?"
"aduh kurang tau ini saya nya"
"Oh, baik Bu, makasih, maaf mengganggu"
"Ya, sama sama"
Mereka pun berlalu, esoknya iya menemui Bayu untuk mengatakan tentang ini
"Bay? Lo bisa temui gue nanti sore?"
"Waduh nanti sore gue ke rumah tya, emang ada apa?"
"Ada urusan penting, soal pelaku yang dicurigai polisi"
"Pelaku yang mendorong tya?"
"Iya, bagaimana?"
"Em, yaudah, gimana kalo istirahat kerja gue, gue tunggu di cafee Deket kantor nanti gue share lokasinya"
"Okeh"
Siangnya..
Saat sudah bertemu di cafee
"Bay" sapa Gilang yang baru datang
"Hei, duduk, gimana gimana?"
"Jadi ciri-ciri versi polisi yang dapat dari hasil laporan beberapa warga disana, menunjukkan bukti ke arah Wati"
"Wati?"
"Iya, Wati, bagaimana menurutmu"
"Yaudah kita cari Wati"
__ADS_1
"Udah, gue sehabis dari kantor polisi menuju rumah nya, tapi kosong, kata orang didalamnya Wati sudah pergi sebulan lalu"
Tapi justru ekspresi yang diberikan Bayu pada Gilang biasa saja
"Malah biasa, diem pula, nyari bay" ucap Gilang
"Wati kan kaga ada udah, nyari, juga kemana?"
"Ya kan liat tya, oh lo mau lanjutkan kesempatan di kesempitan ya"
"Udah lah, percuma, udah udah, gue sibuk, gini ya, lagian buat apa? Gue denger lu Deket sama Dania, kaga ngargain Lo?"
Gilang melirik ke arah Dania yang duduk di kursi taman
"Udah ya, gue sibuk ini, bye" ucap Bayu
Bayu berlalu, dan beberapa Minggu setelah nya, Bayu menyatakan jika dirinya ingin melamar tya
Tya menyambut dengan sangat senang, dan tentunya menerima lamaran itu. Tapi tidak dengan Dania maupun Anissa
"Lo yakin ty, mau terima lamarannya?" Tanya Anissa
"Iya, kenapa ya nis?" Tanya tya balik
"Ya gini loh tya, ini menikah, bukan tentang hidup sehari dua hari kedepan, tapi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun"
"Ya kan aku pertama kali kenal sama Bayu, bayu orang pertama dihidupku nis"
"Tapi" ucapan Anissa terpotong oleh dania
"Udah, ngalah, biarin aja, terpenting kita selalu ada untuk tya" bisik Dania
Pernikahan yang cukup ribet dan lama pun akhirnya dapat dijalani sampai pada hari bersejarah itu akan di mulai, dan hari pernikahan pun datang
Banyak teman tya yang datang tapi tya melihat mereka Sama sekali cuek dan tidak mengenal
Akhirnya Dania dan Anissa lah yang menjelaskan peristiwa yang membuat tya menjadi berubah, dan untungnya teman-teman tya pun mengerti dan justru iba
Dan dihari setelah berganti status dimulai, memang Bayu membuktikan pada Anissa dan Dania selaku sahabat tya, dan kepada gilang terutama jika dirinya memang serius mencintai tya, sekalipun sudah menikah, tak lantas membuat bayu berlaku seenaknya kepada tya, justru sebaliknya, semakin lembut dan menyayanginya
Pernikahan itu memang cukup berwarna bagi Bayu apalagi tya, yang tya tau bahwa itu kisah pertama nya yang membuatnya bahagia selamanya
Pada saat kehamilan tya pun, sangat bahagia ditambah Bayu.. dengan ngidam yang termasuk dalam kategori menyusahkan, mencium bau parfum yang berbeda setiap harinya
Misal hari ini seharian di hari Senin, mencium parfum beraroma greentea, esoknya aroma lain misal beraroma kopi, dan lusanya jika mencium bau yang sama, seperti yang sudah-sudah, tya akan mual akhirnya muntah-muntah
Aneh kan? Ya sangat aneh, bahkan menyusahkan, tapi Bayu mau dan mampu berkorban menanggung malu, harus menginap di rumah semua saudaranya bergilir, sampai ke beberapa tetangganya hanya karna tidak bisa bau parfum yang sama, jika pulang kerumah...
karna parfumnya sama seperti sebelumnya pun akan terus mual tak henti
Dan saat penderitaan itu berakhir dengan kehadiran bayi mungil ditengah Bayu dan tya, mereka pun menyambut dengan bahagia dan Bayu memberi nama untuk anaknya dengan nama rey herman sutopo
6 tahun kemudian . . .
"Yah, gak kerasa banget ya tahun depan udah sekolah aja anak satu ini" ucap tya
"Ayah, kalo sekolah itu Rey ngapain yah?" Tanya Rey
"Iya bunda, udah gede Rey yaa"
"Rey, Rey disekolah nanti ya belajar, menulis, menyanyi, membaca, dan lainnya" jelas tya
"Iya, bunda betul, jadi Rey harus semangat ya"
"Iya ayah, bunda, Rey semangat, nanti ada temen gak bunda?"
"Ada kok, banyak temen nanti disekolah Rey"
"Yeee Rey suka deh ayah kalo banyak teman"
Setelah mendaftar kan Rey dan mengurus segala keperluan nya untuk sekolah, sepulangnya ia bertemu dengan fiko
"Hai tya" sapanya
"Siapa ya?" Tanya tya
"Fiko, masak lupa? Gara-gara lama nih ya gak ketemu?"
"Memang kita kenal sebelumnya?"
"Iya lah, kamu kan mantan aku"
"Mantan?"
"Bundaa, ayok pulang"
"Iya sayang"
"Ini anak kamu ty?"
"Iya anak aku"
"Kamu menikah? Sama siapa?"
"Bayu"
"Bayu?"
"Iya, udah dulu ya"
"Iya deh"
Tya pun berlalu
"Bayu bukannya sepupu Gilang, perasaan pacaran sama Gilang kenapa skarang nikahnya sama Bayu" ucap fiko heran
Sesampainya dirumah, tya pun mengganti kan baju Ray dan menyiapkan makan siangnya
"Ayo sayang, kita makan" ucap tya
"Bunda masak apa?"
"Ini masak capcay sosis jamur kesukaan ayah"
"Wah, Ray juga suka ini loh bunda"
"Iya? Hemmm, ayo makan"
__ADS_1
Sorenya, saat pulang kerja, Bayu langsung rebahan diatas kasur dengan pakaian kerja lengkap
"Yah, kok gak ganti bajunya? Mandi sana, udah disiapin sama bunda" ucap tya
Tapi Bayu tak mendengar kan
"Ayah, mandi dulu, pasti ini ayah capek" ucap tya lagi
Bayu masih tak menjawab
Tya membuka sepatu bayu, menyimpan tas kerjanya, membuka kemejanya
Tapi saat ia sentuh justru badan Bayu panas
"Ayah, badan ayah panas loh" ucap tya
Bayu masih tak menjawab
Tanpa lama-lama tya mengambil kompresan air es untuk menurunkan panas bayu, saat tya duduk dan menunggu Bayu sadar iya membangunkan Ray
"Ayah udah pulang bunda?"
"Udah, sekarang Ray mandi ya"
"Ya bunda"
"Mandi sendiri apa?"
"Mandi sendiri tapi bunda tungguin sampek Ray selesai ya bunda"
"Iya deh"
Setelah Ray selesai, dan tya menuju kamar, terlihat Bayu sudah sadar dan tengah duduk santai di atas ranjang
"Ayah?" Ucap tya
"Ayah bangun, ini tya buatin teh anget yah"
"Makasih ya bund"
"Ayah kenapa?"
"Ayah gak enak badan bunda"
"Kok bisa? Besok periksa ya"
"Ayah belum izin sama bos"
"Kan bisa lewat telfon yah"
"Tapi"
"Udah pokoknya besok periksa, titik"
"Iya bunda, Ray kemana?"
"Main itu didepan televisi"
"Oh yaudah"
Esoknya, mereka bersiap-siap mengantar Ray sekolah lalu tya mengantarkan Bayu periksa
"Ray, bunda sama ayah pergi dulu, Ray kalo jam istirahat didalam aja ya, jangan keluar kelas"
"Bunda sama ayah mau kemana?"
"Ke dokter sayang, periksa ayah"
"Ray boleh ikut?"
"Nanti pulang nya Ray ikut nya ya"
"Ya bunda"
Setelah Ray masuk, tya pun melaju kan mobilnya menuju rumah sakit
Sesampainya di dokter, ternyata Bayu hanya kecapekan, dan harus Istirahat intens jika tidak mau dirawat inap
Sorenya, Bayu menelfon bos nya dan meminta izin untuk beberapa hari cuti
"halo pak robi" ucap Bayu
"Iya, kenapa bay?"
"Ini pak, saya mau minta izin beberapa hari ambil cuti gak papa kan pak?"
"Loh, kok dadakan ya bay, kamu mau kemana?"
"Lagi sakit pak, cuman demam, sama dokter disuruh istirahat total"
"Oh, gitu ya? Pasti kecapekan, kamu sih maksain banyak kerjaan, kan saya sudah bilang, saya kasih kamu pinjam kalo butuh uang, gak usah minta kerjaan tambahan, jadi drop kan"
"Iya gakpapa pak, kan saya gak mau merepotkan"
"Gak lah, yaudah kamu istirahat, nanti pekerjaan mu saya cari yang akan mengurus sementara"
"Makasih pak, sekali lagi saya minta maaf pak"
"Loh gakpapa, justru saya yang minta maaf mungkin saya tidak bisa jenguk kamu, pekerjaan saya deadline, kan kamu tau, jadi saya yang minta maaf"
"Iya gakpapa pak"
"Yaudah sana istirahat lah"
"Baik pak"
Seminggu kemudian...
"Udah beneran badan kamu enakan yah?" Tanya tya
"Iya, kan gaenak bun, udah hari keenam, besok udah seminggu nya, pak robi terlalu baik bund"
"Yaudah tapi saratnya aku antar jemput"
"Tapi"
"Udah santai, gakpapa"
__ADS_1
Tya pun harus mengantar jemput suami dan anaknya, dengan kegigihan nya membuat bayu bersemangat lagi bekerja dan sembuh dari drop nya