
Kamu kembali saja sama mereka. Karna jika aku diposisi kamu aku akan pilih keluarga ku, ambillah, dan kamu bisa kembali dengan keluargamu" ucap Fasa..
Fasa beranjak pergi membawa beberapa pakaian di lemari nya
Disusul oleh alvan...
"Kamu bercanda kan, enggak sayang, jangan sekarang bercanda, sayang.. katakan jika kamu memang bercanda.."
Fasa terus membereskan pakaiannya, membuat alvan pun murai resah
"Yang, kamu janji kan, kamu ada janji loh sama aku, semalam, kamu janji sendiri tanpa aku minta kalo kamu mau nemenin aku kan"
Fasa terus membereskan pakaiannya, membuat alvan pun murai resah
"Yang, kamu janji kan, kamu ada janji loh sama aku, semalam, kamu janji sendiri tanpa aku minta kalo kamu mau nemenin aku kan"
Fasa yang sudah selesai membereskan pakaian nya
"Aku akan nemenin kamu, jika Restu kita dapat.. sekarang sudah waktu nya, pilihlah keluargamu, jangan aku, aku akan mulai lagi hidup baruku" ucap Fasa
Fasa beranjak keluar dan berpamitan, dan disusul oleh beberapa keluarga nya juga untuk menawari tumpangan tidur
Namun Fasa memilih pulang ke rumah kedai miliknya
"Ma.. katakan sekarang ma, bilang sama Fasa, Mama setuju kan ma, ayo ma, sebelum Fasa pergi" ucap alvan
"Ma, ayolah, kamu gak kasian apa liat anak kita" bisik papa alvan
"Enggak pa" ucap Mama alvan
"Ma.... Ayo ma katakan ma, papa.. ayo bicara... Maaaa"
Alvan terus menggocang tubuh Mama nya
Tak mendapat respon, alvan memecahkan salah satu botol minuman dan mengambilnya pecahan kaca nya lalu mengancam akan putus kan urat nadi di tangannya
"Alvan, jangan bodoh van. Lepas itu bahaya" ucap omah alvan
"Van, ayolah, duduk tenang dulu" ucap papa
"Maaaa... Pa.... Berapa kali harus alvan bilang, tanpa Arinda alvan sudah tak akan ada lagi berdiri didepan kalian saat ini"
Alvan terus meluap-luap kan kemarahan nya
Selang beberapa menit, Sofi datang, menemui alvan sebenarnya, namun ia pun dikagetkan dengan peristiwa terjadi hari itu
"Em... Van, kamu... Ke..."
Belum selesai Sofi melanjutkan ucapannya, alvan dengan cepat meraih tangannya
"Sofi, bantu aku, bantu aku katakan pada Mama ku bagaimana butuh nya aku kepada Fasa, katakan Sofi" ucap alvan
"Eh bentar dulu, tunggu, emang ada apa ini"
Karna semua pada bungkam, akhirnya kakak alvan membuka pembicaraan, menjelaskan yang terjadi
"Oh okay, saya tau sekarang.. em, gini, apa Tante pernah terfikir, kedua nya berbeda keyakinan, dalam satu hubungan namun tetap saling mencintai, menghargai masing-masing hingga salah satunya tak ada yang mau mengalah atau harus mengalah, justru memilih jalan supaya satu agama, itu tidak salah, cinta tidak ada yang salah.." jelas kakak Alvan
"saya beri tau kisah saya hari ini, kenapa saya kesini? Saya ingin memberikan ini, undangan pernikahan saya, dengan Chusnul, tau bagaimana cerita kami dipertemukan menjadi jodoh?" tambahnya
Mendengar ucapan Sofi, alvan dengan cepat merubah ekspresi wajah nya
"Kamu nikah sama Chusnul?" Tanya Alvan merampas undangan pernikahan ditangan Sofi
"Iya, aku dengan Chusnul"
"Sejak kapan?"
"Nah itu yang akan saya jelaskan"
"Bukannya kalian gak pacaran?"
"Nah ini, dalam Islam, kita dilarang berpacaran, jika sudah yakin langsung saja lanjutkan jika tidak tinggalkan sekalian"
"Maksudnya"
"Gini, saya jelaskan kepada kamu alvan, juga kepada keluarga yang ada disini semua, sekedar berbagi cerita saja, siapa tau bisa membuka mata hati dan batin, saya dipertemukan dengan wanita yang namanya tertulis di undangan ini adalah jodoh, dari Allah, dititipkan melalui alvan dan Fasa, mungkin jika keduanya tidak mau berhijrah, istilah kalian berpindah agama, mungkin kami tidak dijodohkan dalam pertemuan itu, mungkin masih menunggu beberapa saat, gak ada yang tau, mungkin Tante juga Om, pernah gak berfikir jika kalian dipertemukan dan terlanjur saling mencintai, namun setelah tau, ternyata kalian berbeda, bagaimana, masih harus mencintai atau berhenti? Itu sekedar pertanyaan tak harus kalian jawab kok, satu hal terpenting, apa yang dilakukan Fasa dengan alvan, itu benar, hanya ingin menjadi satu agama namun tidak saling harus mengalah, tepat sekali, cinta memang begitu"
Sofi terus menjelaskan jika apa yang diambil Fasa dan alvan sudah benar, tak salah sedikitpun, semua mengalah demi yang baru, dan mereka lah perantara atas bertemunya jodoh sofi dengan Chusnul
"Lalu, kemana Chusnul? Kenapa tidak ikut?" Tanya alvan
"Chusnul dan aku sedang menjalani pingit, dimana kami tidak boleh bertemu dalam beberapa waktu hingga hari itu tiba"
__ADS_1
Sejak mendengar penjelasan Sofi, semua keluarga alvan terutama Mama dan papa alvan terdiam menatap jauh
Mereka barulah Sadar jika mereka harusnya mendukung apa yang membuat bahagia anaknya
Tanpa basa-basi Mama Alvan keluar dari rumah alvan dan dikejar oleh papa alvan
Diikuti oleh papa alvan, ternyata Mama alvan menuju rumah Fasa dan meminta maaf, memintanya untuk kembali dengan anaknya karna ia tau kebahagiaan yang bagaimana yang dicari alvan selama ini
"Fasa" panggil Mama
"Mama"
"Maafin Mama, sekarang Mama tau kebahagiaan bagaimana untuk alvan, dan itu kamu, Mama Sekarang bisa menerima keputusan itu asal anak saya bahagia, kamu kembali ya sama alvan"
"Mama serius ma"
Papa alvan mendekati keduanya
"Mama serius ma" jawab papa
"Papa"
"Iya pa serius" jawab Mama
Mencari waktu tepat, Mama dan papa memberikan sureprize untuk alvan dengan kedatangan Fasa
"Kamu lihat kan, alvan, setiap harinya begitu, Mama yakin kedatangan kamu hari ini adalah hari paling ceria untuknya, sana temuilah" ucap Mama
"Makasih ma" ucap Fasa memeluk Mama
Fasa mendekati arah alvan
"Hem" ucap Fasa
"Nanti mbak saya gak mau pesen, yang lain aja" ucap alvan tak sadar
Fasa menyodorkan foto favorit alvan dan Fasa saat pernikahan keduanya
Melihat itu, alvan menatap arah belakangnya
"Sayang?" Ucap alvan
Dan benar.. seketika wajah itu menjadi wajah ceria
"Iya.."
"Kamu beneran kan?"
"Iya, ini Fasa sayang.. maafin Mama ya udah bikin kamu menderita beberapa hari ini, Mama sadar akan semuanya karna penjelasan Sofi kemaren, dia ada benarnya" jawab Mama alvan
"Mama serius restui kita?"
"Kalo mama gak serius gak mungkin dong Mama jemput Arinda untuk kamu"
"Makasih ma"
Alvan memeluk alvan dan Fasa
"Tapi.. Mama gak ikutan masuk agama yang kalian masukin loh ya" ucap Mama alvan
"Itu pilihan Mama, alvan menghargai kok, karna Mama sudah menghargai alvan sama Fasa"
"Iyaa"
Beberapa hari setelah nya, mereka hadir di pernikahan Sofi dan Chusnul, namun saat akad dimulai, Fasa dan alvan bingung karna tak melihat Chusnul sama sekali
"Sofi, kamu jadi kan ini sama Chusnul?" Bisik alvan
"Jadi lah, kan di buku undangan nama kita"
"Tapi mana?"
"Bentar lagi"
Sampai pengucapan akad selesai hingga penghulu meninggal kan tempat akad, masih tak terlihat chusnul
"Kok dari tadi Chusnul gak keliatan" bisik Fasa pada alvan
"Iya itu, tau ni Sofi"
"Bentar" ucap sofi pelan
Tak lama seorang bercadar dengan gaun mewah pun keluar dan mendekati arah Sofi
__ADS_1
Sofi menyematkan cincin ke jari wanita itu begitu pun sebaliknya
Setelah penyematan cincin selesai
Fasa membisikkan Sofi siapa wanita itu, karna ia tak yakin jika itu Chusnul
"Dia siapa?Chusnul?" Tanya Fasa pelan didepan Sofi
"Iya Fasa, ini aku" jawab nya
"Chusnul, beneran kamu?"
"Iya aku"
Fasa memeluk Chusnul
"Aku aja belum bisa pakai itu, apa namanya, penutup rambut itu" ucap Fasa
"Hijab" jawab Chusnul
"Nah, iya, hijab"
"Bertahan kok Rin.. gakpapa" jawab Sofi
"Em.... Rupanya masih banyak yang harus ku pelajari, kalian setelah menikah jangan sombong"
"Sombong gimana?" Tanya Sofi
"Ya sombong, mentang-mentang udah nikah malah jarang lagi ngajari kita ya kan sayang" ucap alvan
"Enggak kok, kalian tenang aja, untuk kebaikan kami tidak akan menunda apalagi berhenti" jawab Chusnul
N O T E :
nama Fasyah Nur Kamil ini sudah sejak ia masuk muslim ya.. jadi sebelumnya bukan nama itu melainkan nama Arinda saja
jadi mohon maap kalau ada masih tercantum nama Arinda nya hehe
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Fasyah Nur Kamil - Fasa
Alvan Sanjaya - suami Fasa
Chusnul - sahabat Fasa
Sofi - teman Alvan dan Fasa
Sindy - mantan pacar Alvan
hendli henburck - klien Fasa
Gunawan
Nila
mantan mantan Alvan :
puput
Elmira
Natasha
Resi
Dini
__ADS_1