Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Alexander Achmad Islami


__ADS_3


naah ketemu lagi kan, gak perlu lama lama deh buat next cerita untuk kisah dari story sebelumnya yang judulnya masih sama yaitu Aneska Cicha Raveena


tapi kali ini dalam story ini, aku beri judul nama pria nya saja ya


yaitu Alexander Achmad Islami


tapi tetap ini story disini dari sisi kehidupan si perempuannya ya


-POV CICHA-


Ini adalah hari setelah pernikahan ku dengan Alex


yaa Alex teman sekolahku yang sangat membenci ku, begitupun sebalikny...


kehidupan yang jauh dari kata bahagia seperti sekarang.. kini yang sudah sah menjadi suamiku, meski tanpa pacaran


"beb, aku kerja dulu, kamu kalau pergi hati hati" kata ku berpamitan


"iya, kamu sudah siapkan untuk bekal ku belum?"


"sudah kusiapkan semua dalam tas kerja mu"


"oh baiklah"


Karna memang aku dan Alex hanya ingin jalani semua setelah pernikahan


Hari pertama ku harus menjadi istri yang baik dan wanita karier yang harus profesional, dan itu tak mudah dilakukan untuk bersamaan, tapi karna dukungan Alex aku bisa melakukan semuanya..


"kamu kalau capek cari uang, jangan maksa beb, biar aku yang cari uang"


"iya beb, gak apa kok, sambil nunggu aku hamil juga kan"


"kalau hamil gak mau tau ya harus berhenti kerja"


Di pagi hari setelah kemaren hari resepsi


Aku mulai dengan aktifitas baru dirumah baru bagi Alex dan jelas bagiku pula, karna selama kami siapkan pernikahan, Alex membangun rumah untuk kita dan menyicil usaha-usaha kecil dari awal untuk anak anak kita kelak


Pagi hari aku melakukan aktivitas ku dan Alex..


karna selalu aku yang berangkat duluan, aku siapkan makan pagi suamiku, lalu membungkuskan kotak nasi dan menyiapkan kedalam tasnya


bangun pkl 04:00, jogging, karna jogging tidak bisa kutinggalkan, aktifitas rutin menjaga stamina


"masak beb?" sapa alex


"iya, kamu sana mandi, aku siapin makan, baru kita makan"


"iyaa"


lalu masak untuk sarapan kami meskipun jarang makan bersama ya karna itu tadi, aku harus berangkat lebih awal


membangunkan suami lalu aku berpamitan..


tapi jika hari libur..


semua urusan sudah selesaikan, menyiapkan pakaian yang akan dipakai suami kerja sembari menunggu suami mandi aku membersihkan tempat tidur


Alex selesai mandi kusiapkan sarapan nya, aku bergegas mandi saat Alex menikmati sarapan, dan bersiap kerja, dan aku menyusul suami yang sedang sarapan


"kamu hari ini pulang jam berapa?" tanya ku


"biasanya"


"oh gak ada kerjaan lainnya?"


"gak beb, nanti pulang sore, aku kalau pulang lambat kan bilang dulu"


"iya sih"

__ADS_1


"kenapa? kangen nih kalau lama lama akunya?"


"dih kamu kali itu"


"haha sama sama lah"


"emm kamu saja, aku tidak"


"terserah tapi suamimu sulit dibodohi ya"


dan berangkat bersama hanya saja karna kantor Alex yang lebih dekat jadi mobil berhenti di kantor Alex dan aku membawa mobil ke kantor ku


untuk makan siang kita tak hanya bertemu vicall dan selebihnya tidak bertemu mulai pukul 07.00 s/d 15.00


"hai babe" sapa nya


"hai, gimana kerjaannya?"


"begini saja, kamu?"


"sama lah, eh jangan telat makan"


"pasti, makan siang dulu ya, bye"


"iya, bye"


begitulah, rutinitas vicall lepas jam kerja saat makan siang...


Pulang kerja aku menjemput Alex jika alex tidak bawa mobil sendiri


Biasanya berjalan-jalan menikmati beberapa tempat hiburan sebelum akhirnya pulang sampai dirumah


Seminggu hanya sekali bertemu itupun jika diantara kita tak ada yang tugas diluar jam kerja alias lembur,


terkadang Minggu alex dirumah aku yang sibuk lembur, kadang sebaliknya dan bahkan kita sama-sama jam kerja tambahan


jika hari Minggu sama-sama libur itulah qualiti time untuk kita berdua


Begitulah sedikit aktivitas ku dan Alex setelah menikah,


kita hanya masing-masing menabung masa depan kita sendiri di hari tua tanpa harus merepotkan anak cucu, apalagi orangtua masing masing, itu pemikiran dewasa kita


Semua berjalan seperti biasa hingga setahun pernikahan kita rayakan dengan mengundang teman-teman lain untuk berbagi pengalaman, dan dihari ini mereka pun memenuhi undangan kita, dirumah kita, dan diantara mereka masih kompak tak memiliki momongan, ini suatu kebetulan bukan?


Kita berkumpul semua disini setelah 5 tahun yang lalu kami berkumpul tempat yang berbeda tapi dengan formasi yang lengkap dan satu persatu nya dari kami belum menikah


"ahh kamu makin menggendut" kata yang lain


"ahh sama lah, kamu juga, kita mah sudah istri ya males ngurus badan mending ngurus rumah" jawab yang lain


"iya beneran, sibuk kerjaan rumah, gak ada selssainya ya" jawab ku


tak terasa begitu cepat nya, kami saling bertukar cerita dan semua berlalu setelah hari jadi pernikahan ku dan Alex berjalan 2 tahun aku dan Alex merayakan nya lagi dengan keluarga besar kami masing-masing


kami berkumpul dengan formasi lengkap, entahlah kapan terakhir aku berkumpul dengan saudara-saudara kandungku dari ibu dan ayah kandungku dan ibu ayah asuhku pun berkumpul bersama keluarga besarnya


hingga sekarang bertemu lagi dan berkumpul, dengan acara ini aku memperkenalkan Alex kepada keluarga yang belum mengenalnya dan begitu sebaliknya Alex kenalkan aku kepada keluarga besar Alex yang belum kenal padaku


"sudah dewasa anak mama ini" kata ibu asuhku


"iya lah ma, makasih ya ma, sudah merawatku selama ini"


"iya nak, kamu dengar kata suami ya, jangan bantah jangan marah, harus menurut apapun dikatakan suami"


"iyaaa ma"


"makasih ya nak, kamu sudah menemani alex dengan banyak rimtangan dan cobaan" kata ibu alex


"iya, saya pikir ini bukan hal mudah kamu berada dititik ini untuk mengatasi alex dengan sikap dan egonya" jawab ayah alex


"iya pa, ma, makasih juga ya sudah menerima aku sebagai istri dari alex" ucapku

__ADS_1


Dan semua berlalu, hingga berjalan 3 tahun pernikahan kami, masih belum diberi momongan, apa karna aku dan Alex sedikit waktu untuk bersama?


itulah yang ada dipikiran ku dan mungkin Alex memikirkan hal yang sama hanya saja Alex mengerti akan hal itu


dan saat pikiran mulai kacau sehari sebelum hari jadi pernikahan ku yang ketiga berlangsung aku masih belum diberikan janin, aku berputus asa


"mungkin memang diantara aku dan Alex mandul"


itulah pemikiran ku tapi Alex tak ingin mendengar kan aku berucap kata itu lagi, dan aku memutuskan setelah hari jadi pernikahan ku aku akan mengurangi aktivitas untuk perlahan merenggangkan waktu kerjaku sedikit demi sedikit agar aku menjadi istri sepenuhnya yang memenuhi suami, dan tibalah dihari pernikahan ku


aku dan Alex memutuskan untuk berlibur keluar negri dan sepulangnya aku memulai aktivitas sebagai istri rumah tangga yang sepenuhnya mengurus rumah dan suami tapi setelah perjalananku untuk karier ku terhenti, justru perlahan-lahan aku dan Alex mengalami beberapa permasalahan yaa seperti pada umumnya pernikahan...


Beberapa hari setelah sepulang dari negri orang, ini adalah hari lahir Alex, seperti sebelum-sebelumnya ia sering memberiku kejutan entah pesta, liburan, jalan-jalan, atau lainnya begitu pula sebaliknya saat ia yang berulang tahun


tapi di tahun ini aku ingin memberikan surprise kejutan, sepagi mungkin aku bangun dan melakukan aktifitas, setelah Alex berangkat kerja aku mulai aksi ku


"beb, bangun, ayo mandi, makan, kerja" ucapku membangunkannya


"iyaa, sudah siap kamar mandi?"


"sudah, sana tinggal mandi"


alex pergi mandi, aku siapkan baju yang akan ia pakai, baru selesai mandi tinggal alex memakai lagi bajunya sementara aku menyiapkan sarapan, lalu alex makan dan siap pergi kerja


"hati hati beb" kata ku


"iya, bye beb"


aku pun beraksi, aku belanja keperluan memasak yang semakin menipis, dan memesan tempat pada teman satu kantor ku dulu yang memiliki usaha resto, aku janjian untuk bertemu, setelah semua clear, aku memesan kue tart dan lain sebagainya


karna ini hari ulang tahun suami maka aku putuskan untuk menyewa tempat temanku sepenuhnya, tanpa ada siapapun termasuk pemiliknya


"siap semua?" sapa temanku ini


"sudah, makasih ya sudah membantuku siapkan semua"


"iya pastinya, aku rasa aku akan bangga dan bahagia mendapatkan istri seperti kamu"


"astaga kamu bicara apa sih?"


aku memasak ditemani pemilik tempat ku berikan surprise itu dan dia hanya membantu ku memasak tapi setelah ku sampai dirumah, justru Alex datang dengan rasa kecewa, ternyata Alex mengetahui tentang pria teman sekantor ku dan dia salah pahami


"beb, sini, makan, kamu bersihkan dulu badannya" jawab ku


"emm" jawab alex singkat


aku awalnya tidak sadar tapi setelah alex balik lagi dan melihat itu adalah sikap yang tidak biasa, aku bingung


"babe, kamu kenapa?" tanyaku


"siapa pria di kafe tadi siang?"


"kamu tau?"


"iya tau, kenapa tanya balik aku belum dijwab"


"dia teman ku babe, kenapa kamu tau?"


"pastas ya seorang perempuan memiliki suami malah pergi sama lelaki lain"


"beb apasih? apa kamu katakan sih?"


"bisa bisanya sama pria lain aku gak dikasih tau, kamu punya ku, apa apa bilang sama aku bukan sama pria lain" bentaknya


yaa aku tau dia cemburu, tapi itu bukan hal yang tepat untuk cemburu, dengan nada kesalnya Alex menuduh ku berbuat tidak wajar saat ia tak dirumah, tapi semua salah paham


kurasa ada mata-mata untukku dan aku tau Alex dia menyuruh intel-intel nya untuk mata-mata ku dan menjaga ku secara sembunyi-sembunyi, itu ia ucapkan saat ia benar-benar merasa dikecewakan


"kamu ada apa sama dia? katakan" bentaknya


"beb apa sih aku gak ngerti"

__ADS_1


"gak ngerti gak ngerti, malah pasang muka gak ngerti kamu, selingkuhan kamu daia itu kan?"


"beb, apa sih, kamu ini tau dari siapa aku tanya, kamu salah paham"


__ADS_2