Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
NA #5


__ADS_3

Nirmalla dibelakang memegangi tubuh Sami yang mengigil, sementara Dipo dan Diandara mengikuti dari belakang,


sesampainya...


Dipo masuk ruang pemeriksaan dan tinggallah diluar Nirmalla, Dipo, Diandara dan Mia, ibu Sami


"kamu sama teman ya" tanya Mia


"iya tante maaf ya" ucap Nirmalla


"iya gakpapa"


"gakpapa, tante gak enak jadi ngerepotin banyak orang"


"gakpapa te, kita juga teman Sami" ucap Dipo


seketika itu Nirmalla menoleh kearah Dipo yang sudah percaya kepada Nirmalla


setelah dokter keluar dan meminta berbicara dengan mereka didalam ruangannya


"tante, kita boleh ikut masuk?" tanya Dipo


"boleh nak, kalian teman Sami juga kan?"


"iya te"


Nirmalla, Dipo dan Diandara pun diperbolehkan masuk oleh dokter


dokter pun menjelaskan..


"ibu, sebelumnya saya turut berduka ya, anak ibu sudah masuk stadium 3, kemo terapi juga berjalan tapi semua berjalan diluar kendali kami sebagai paramedis, stadium 4 akan lebih banyak rutinitas kemo dan obat minum permanen harus dikonsumsi Sami, jadi ibu bersabar ya. kami akan bantu sebisa kami dengan maksimal" jelas dokter yang menangani Sami disana


"pak, bantu saya pak" kata Mia


"kami membantu anda selalu ibu Mia"


mendengar nya, Dipo keluar dari ruangan, disusul Diandara, kemudian Nirmalla izin keluar, mengejar Dipo


"kamu percaya?" tanya Nirmalla


Dipo memeluk Nirmalla, dengan menangis, hatinya sedang tersentuh karna ala yang dialami oleh Sami memang berat


"maafkan aku" ucap Dipo


"iya, aku tau, udah jangan nangis, kaya bayi, kamu udah gak imut juga"


"hehe kamu bisa aja buat ku ketawa"


"yaudah aku pulang dulu, kamu lanjutkan saja semua nya ya penjagaannya, dia butuh kamu syaang" ucap Dipo


dengan besar hati dibalik sikap Dipo yang angkuh dan kasar, ia memberikan izin untuk pacarnya merawat mantan pacar dari pacarnya itu


"aku ikut deh" ucap Nirmalla tapi ditolak


"jangan, Sami butuh kamu, aku gakpapa, asal kamu jaga diri juga jaga hati"


"tapi.."


"udah gakpapa, aku kan yang ngizinkan, aku pulang" ucapnya mencium kening Nirmalla


sejak itu Dipo mengalah, mengalah dengan keadaan lebih tepatnya..


dia harus bisa bersabar jika nantinya Nirmalla lebih lagi dekat dengan Sami


esoknya saat Nirmalla akan mengembalikan lampu led kesayangan Dipo yang ketinggalan dirumahnya, Nirmalla tak sengaja mendengar percakapan antara Noni dan Dipo


"kamu loh, kan kamu pacaran sama Malla, kenapa kamu biarin Malla jalan sama Sami, mantannya sendiri, lu sayang gak sih sama dia" ucap Noni


"Aku membiarkan bukan berarti aku tak sayang.. aku tau mana yang lebih membutuhkan sosok lara, dan sekarang sami sedang membutuhkan, aku tak apa" ucap Dipo


tak lama Diandara menyapa Nirmalla disana


"hey, kamu ngapain sih" ucap nya


"huuust dar, jangan berisik, itu mereka sedang"


"ngapain dia kesini, keruang prodi kakakku, mau gangguin lagi?"


"tahan dar, tahan" ucap Nirmalla menarik tangan nya


Diandara tetap memaksa masuk dan melabrak Noni karna memang sangat emosi


"mencoba menghasut? Dipo sudah tau cerita sebenernya dan lu gak tau apa apa, lu kekasih nya Sami, apa lo tau Sami kanker?" ucap Diandara


Nirmalla masuk...


"daaar, udah" ucap Nirmalla


"Malla, benar kata dia?" tanya Noni


Nirmalla hanya diam..

__ADS_1


"jawab Malla, kanker, kanker apa, kenapa gak bilang ke aku" bentak Noni


"karna Sami gak sayang sama lu, nyadar lo" ucap Diandara


"udah dar, kamu kan kan sudah berubah, kenapa masih frontal?"


"greget aja.. sama nih cewek"


"Malla, anterin aku ke Sami" ucap Noni


"eh enak aja, Jalan sendiri. cari dengan usaha sendiri" jawab Diandara


"dar, udah gakpapa aku anterin"


sepulang kelas Nirmalla mengantar Noni ketemu dengan Sami, sesampainya..


"Noni, ngapain kamu?" ucap Sami


"Sami, kenapa kamu gak bilang? Kenapa kamu nutupi dari aku"


"Malla, kenapa dia disini? Kamu bilang?"


"terpaksa Sam, maaf, aku tau Noni mencintaimu, aku juga tau kaupun masih mencintai nya kan, bukan aku, aku berikan waktu untuk kalian"


Nirmalla mengajak Mia disana untuk keluar mencari makan dan memberikan waktu untuk mereka


"udah kamu diem sini aja, jagain tau tau ada apa apa sama Sami kan ada orang, tante yang cari makan" ucap Mia


"gakpapa ini tante?" tanya Noni


"iya santai aja"


Nirmalla mengintip pembicaraan antara Noni dan Sami yang ternyata masih sama saling mencintai memang


"aku gak mau kamu tau dan repot ngurusin aku, dan aku bilang aja dengan alasan aku masih cinta sama lara, tapi aku jelasin semua ke lara yang sebenernya, aku tidak mau kamu gagal konsen kuliah" kata Sami


"aku iklas merawatnya Sami, kalo kamu gini membuat aku menyalahkan orang lain karna salah paham"


"iya maafin aku Non"


Nirmalla masuk..


"sekarang aku lega, kalian bisa satu, aku tau kalian sebenernya saling sayang, tapi aku tau karna keadaan membuat semua berubah, maafkan aku Noni, aku membuatmu berburuk sangka" ucap Nirmalla


Noni memeluknya dengan menangis


"aku yang minta maaf Malla, aku jahat sama kamu, aku nuduh enggak-enggak, makasih udah ngerawat Sami, kamu bebas sekarang aku yang menggantikan mu" ucap Noni


"oh ya"


"maaf, karna aku tidak mau Dipo salah paham"


"iya gakpapa kok"


sekitar empat bulan berlalu, Nirmalla dan Dipo lalu Noni dan Sami saling berhubungan baik, terlihat memang kondisi membaik dialami Sami dan pada saat dokter memanggil Mia dan kebetulan ibu sami itu membolehkan Nirmalla, Dipo, dan Noni masuk


kebetulan Diandara tidak ikut karna mendapatkan iklan parfum


yaa.. meskipun sudah menjadi orang baik, Diandara masih menggeluti kariernya sebagai artis endors sosmed


dan dokter mengucapkan disana.


"begini buk, ini sudah stadium akhir, atau stadium 4, hanya ada keajaiban membuat anak ibu sembuh, banyak lah berdoa meminta ya bu.. saya sudah tidak bisa untuk kemo karna stadium akhir takut justru berakibat fatal" ucap dokter


"maksud dokter, anak saya sudah tidak bisa ditolong?" ucap Mia marah dan menangis


"hanya mukjizat yang mampu menyembuhkan anak ibu" ucap dokter


Nirmalla dan yang lain menyemangati Mia disana. sementara Noni lari menuju ruang Sami..


Nirmalla menyusul Noni, ia memeluk Sami


"sayang? ada apa?" ucap Sami


"aku sayang sama kamu, kamu cepat sembuh ya" ucap Noni


"hahah iya iya sayang" jawab Sami


menghindari Noni memberitahu kan soal tadi, Nirmalla mendatangi mereka


"Malla, ada apa ini?" tanya Sami


"enggak, dia cuman ingin mengucapkan dia sayang sama kamu, itu aja"


"oh ya aku tau itu sayang, udah jangan nangis"


setelah waktu istirahat Sami harus dimulai. Nirmalla menarik tangan Noni, takut dia keceplosan soal penyakit Sami yang memburuk, setelah keluar ruangan..


"kamu ini ceroboh, kenapa harus bilang gitu, harusnya kamu semangati, bukan buat dia drop dengan cara kamu bersikap tadi" ucap Nirmalla


Noni memeluk nya sembari menangis, Nirmalla tau memang Noni sangat peduli pada Sami, disini terkadang membuat bingung Nirmalla, ia masih ada perasaan pada Sami, bagaimana pun Sami dan dia pernah menjalani hubungan, tapi sisi lain ia harus bisa kuat demi sahabatnya uang juga mencintai Sami

__ADS_1


"udah, yang perlu kamu lakuin ya berdoa, jangan pernah bosan disampignya.. cinta sejati itu rela menunggu" ucap Nirmalla menenangkannya


Noni masih tetap menangis di pelukan Nirmalla, sementara Dipo yang sudah keluar dari ruang dokter, dan melihat Nirmalla dengan Noni membiarkan..


Nirmalla bingung dirinya harus apa sekarang, Nirmalla pilih Dipo, melepaskan Sami kepelukan Noni pastinya


"Non, udah ya, kan ada tante Mia, aku pamit ya" ucap Nirmalla


"ya Malla, makasih ya"


"makasih Malla" ucap Mia


"iya tante, saya pamit" ucap Nirmalla disana


Nirmalla berlari kecil mengejar Dipo dan Diandara yang sudah berjalan duluan untuk pulang


"Malla?" ucap Dipo


"aku ikut pulang Dipo"


"jangan, kamu diam sini, Noni sama tante Mia butuh kamu" jawab Dipo


"udah lah kak, biar pulang aja bareng kita, Nirmalla kan tak ada hubungannya lagi sama Sami, itu sudah ada pacarnya kan" sambar Diandara


"iya aku terserah kamu aja" ucap Dipo


akhirnya Nirmalla pulang dengan Dipo dan Diandara, sesampainya dirumah Nirmalla, aku mengistirahatkan tubuh, sejenak eh tau tau pagi


Nirmalla berlari mandi, menuju kamar mandi, lalu ke kampus, kuliah, seperti biasa, bareng dengan Diandara


"Malla.. kamu tau Via?" tanya Diandara


"Via?"


"iya, itu loh yang pas nyariin Dipo"


"yang mana sih"


"Olivia, yang rambut panjang lurus item kerumahku"


"oh Olivia? tau tau"


"iya itu dipanggil Via kan"


"oh, iya kenapa?"


"dia kan sebenernya suka sama Dipo, dulu almarhum ayah juga percaya dia merubah Dipo, tapi gagal"


"ouh"


"ouh doank sih? ya cemburu kek, apa kek, gimana kek, bla bla en bla kek"


"gausah cemburu, cukup percaya aja"


"sama siapa?"


"Dipo"


"bagus deh"


malamnya, saat Dipo janji untuk makan malam dengan Nirmalla dirumah Nirmalla karna ia kebetulan masak, tapi Dipo tak juga datang..


Nirmalla tertidur hingga terbangun saat matahari sudah tinggi, untuk pergi ke kampus..


Nirmalla berlari ke kamar mandi, dan tak peduli lagi soal makanan yang harus dipanasi agar tidak basi karna takut terlambat juga


sesampainya dikampus, dan setelah selesai kelas, Dipo juga tak terlihat, dan kini sudah empat hari berlalu, Nirmalla bertanya pada Diandara


"entah lah, akupun tak tau" ucap Diandara


tepat pada saat bersamaan Nirmalla bertanya kepada Diandara, sebuah pesan foto masuk di notifikasi hape Nirmalla


ia membuka dan terlihat ada banyak foto Dipo dengan wanita lain


"kenapa?" tanya Diandara


"kenapa sih Malla, sini aku liat" ucap Diandara lagi


Diandara melihat foto nya membuat nya kenal siapa wanita itu


"Via" ucap Diandara


"siapa" tanya Nirmalla


"ini Via, kataku, oh, pantes tidak pernah pulang Dipo"


"Dipo gak pernah pulang"


"iya, makanya pas kamu tanya aku tak tau"


"lah bagaimana?"

__ADS_1


"aku tau ini dimana"


__ADS_2