
HAI GUYS, I'AM COMING AGAIN, HUHUH😉😊
kali ini aku bawa salah satu kisah, tapi sebelum memulai, aku mau jelaskan tentang keluarga dari kisah yang akan aku bawa ini ya, biar nanti kalau ada cerita baru aku up dan berhubungan dengan keluarga mereka jadi relate..
nah, keluarga kali ini
terdiri dari ayah, ibu, kakak perempuan dan 9 adik laki laki yang masing masing adalah kembar 3
Bobby Julian Astrada - his Dad
Early Tina Sandrina - his Mom
Shua Arcella Astrada - anak pertama, perempuan
anak kembar pertama :
Dena Justian Mangkubumi
Delta Juvian Mangkubumi
Deoponi Sepian Mangkubumi
anak kembar kedua :
Domino Muchtar Aksara
Devano Dian Aksara
Dedi Diaz Aksara
anak kembar ketiga :
Didit Endro Prasasti
Digta Hanum Prasasti
Demi Trias Prasasti
.
.
nah, paham kan? silsilah nya..
*btw. nama nama diatas bukan karangan yaa, karna mereka semua diatas adalah teman author, hihi
author berteman sama yang paling bontot yaitu Demi dan deket juga sama abangnya Deoponi yang biasa author panggil Dopo
jadi ini benar ada dikehidupan nyata dimana sebuah pasangan melahirkan anak 3 kali dan 3 3 nya kembar 3
benar kuasa Tuhan..
.
.
nah okeh lanjut, untuk kisah sekarang author bawain yang atas nama Digta Hanum Prasasti..
adalah anak dari keluarga early dan bobby julian..
digta memiliki 2 saudara kembar.. dan tiga kakak ketiga nya kembar tiga.. dan satu kakak perempuan.. paham ya sama maksud saya?
digta adalah anak ke-9
dia punya kakak yang mirip dengannya (namanya juga kembar) bernama didit endro prasasti (didit) dan adik kembarnya demi trias prasasti (detri)
terserah kalian sudah mau memprediksi dan berfikiran bagaimana dengan maksud saya diatas... saya mulai ceritanya.. cuuzz..
ketika suasana dirumah nya..
"digta.. kekampus jam berapa?" tanya detri..
"jam 1 det, lama, kurang dua jam"
"anterin gue nah"
"kemana?"
"ya kekampus"
"yaudah yuk deh, sekalian gue ngerjain tugas"
sesampainya dikampus..
digta menuju kearah perpustakaan..
meminjam buku, digta membawanya ke kantin...
sekitar beberapa menit, ia melihat arah jam ditangannya..
ia memutuskan untuk pulang..
saat kembali, ia mendapati ban mobilnya pecah...
"haduh, nelpon montir lama kayak nya, haduh gue chat detri aja deh" gerutunya
dan digta mengirim pesan chat kepada detri jika ia pulang meninggalkan mobil..
digta pun keluar kampus dan menunggu bis umum..
setelah ia mendapatkan bis..
ia duduk disalah satu kursi yang dia ingat betul ketika ia masuk dan duduk lalu memakai handset ditelinganya dan sejenak memejamkan mata namun ketika kondiktur bis menyapanya untuk meminta tagihan penumpang, sudah ada wanita yaa berbedan imut lah..
"pak.. karcis" sapa kondiktur
"oh iya pak, bentar, nah nih pak"
"makasih"
tapi aneh, kondiktur tidak sama sekali menarik tagihan pada gadis disebelah digta..
ketika digta menoleh, gadis itu terlihat tersenyum dengan wajah pucatnya..
ketika turun, digta merasa jika gadis itu ikut turun.. namun ketika menoleh...
tak ada orang yang ikut turun dengannya..
dan ketika ia membalikkan pandangan kearah depan, tiba tiba gadis itu sudah didepan nya..
"astaga.." ucap digta kaget
"hehe.. aku gak tau daerah ini daerah mana" jawab gadis itu
"lah, bagaimana bisa, terus ngapain elu turun?"
"aku ingin diantar kamu"
"ha.. gila... mana gue kenal lu?"
"aku moza" sapa gadis itu...
Moza, atau dengan nama panjang Monita Zahra adalah sosok gadis yang polos
author mikir, entah ini cerita temen saya ngarang atau bagaimana, tapi dia meyakinkan saya jika ini cerita benar benar ia alami
"moza?" tanya digta, dan moza mengangguk ngangguk
"aneh"
"kamu?"
"digta"
"oh"
dan ketika digta sudah sampai di depan gang rumahnya..
"terus.. lu mau ngikutin gue ampek rumah gitu?" tanya digta dan moza mengangguk lagi..
"yaaa okeh okeh, habis saya selesai, saya antar kemana kamu"
"hemm"
dan ketika sampai dirumah..
"masuk?" ajak digta dan moza mengangguk..
__ADS_1
dan ketika sampai rumah, digta disambut oleh wanita cantik, dia adalah kakaknya, shua..
"lu gak kuliah?" tanya shua
"bentar lagi kak, kurang satu jam"
"dari mana kamu?"
"anterin detri, eh ban pecah"
"terus kamu naik bis?"
"iya.."
"sama siapa?"
"dia"
ketika adiknya menunjuk kearah sampingnya yang tak ada orang disana
"dia dia, dia siapa?"
"dia..."
ketika menoleh, sudah tak ada moza disana..
dan ternyata moza berapa dibalik badan digta
"bah" sapa moza
"dia?" tanya shua
"iya dia.. minta anterin pulang"
"emm.. apa dia sedang sakit?" bisik shua
"entahlah"
"wajahmu pucat kamu sakit?" sapa shua
dan moza mengangguk
"ha.. serius kamu sakit" tanya digta
"mau sakit mau enggak, kalo dandanan kamu pucet disangka mayat hidup" celetuk shua
shua membawa masuk moza
"kak.. nitip bentar.. mau mandi.." ucap digta..
dan membawa moza masuk, memakaikan liptint ke bibir moza dan memakaikan make up nya kepada wajah moza
"apa itu" tanya moza sembari bersin
"ini make up, nanti hasilnya akan membuat kamu cantik"
"hidungku gatal"
"ya gatal sedikit, bentar lagi udah enggak"
moza terus bersin sesekali..
"nama kamu siapa?"
"moza.."
"oh moza.. memang anak mana?"
"saya dari..." sejenak ia terdiam
"dari?"
"aku lupa nama rumahku... aku bukan orang sini"
"oh lalu orang mana?"
"aku juga lupa nama tempatku yang dulu"
"ha.. lupa?"
shua pun terheran..
"kak shua.."
"digta.. kamu jangan asal temenan sama orang"
"kenapa kak?"
"masa iya dia gak tau sama nama tempat tinggalnya, parah lagi dia gak tau dia asal dari mana"
"ah.. posting aja kak, siapa tau dia korban gegar otak, makanya lupa semua"
"iya kali ya"
dan ketika digta pergi bersama gadis itu
"kita kearah mana?"
"emm.. aku gak mau pulang, mau ikut kamu"
"gila... aku mau kuliah"
"kuyah?"
"kuliah"
"kuliah"
"iya kuliah"
"apa itu?"
"dih lu gak tau?"
moza mengangguk
"sekolah tapi yang jurusan paling besar.."
"em.."
"tau?"
"enggak"
"yasudah lah"
terdiam beberapa menit, dan sampai di kampus..
digta mematikan mesin mobilnya
"lu tunggu disini yakin?" tanya digta
"iya.."
"yasudah, gue kuliah dua jam.."
"iya"
dan ketika digta menyalakan ac mobilnya..
lalu mengunci mobilnya.. sementara moza didalam
digta mendekati arah mobil yang tadi ia bawa..
"gimana pak?"
"sudah pak, ini saya kembalikan alat nya"
"berapa pak?"
"40 ribu"
"nih pak makasih"
tiba tiba moza disamping digta
"itu apa?" tanya moza
"moza.. bagaimana bisa kamu keluar?" tanya digta
__ADS_1
"aku kedinginan, tidak bisa matikan suhu dingin di dalam sana"
"terus keluarnya?"
"keluar aja"
"bukannya aku kunci?"
"enggak"
"masak sih, jelas tadi aku kunci"
"jelas aku diluar sekarang kan?"
"aneh..." digta masih terheran heran..
dan dari kejauhan, detri memanggil digta yang sibuk dengan mobilnya yang merasa ada keanehan
"digta.. gimana mobilnya?" tanya detri
"mobilnya udah itu, nih kunci mobilnya, cepet pulang, papa mau pergi bawa mobilnya"
"iya inget gue"
dan moza sedari tadi hanya menatapi keduanya dengan heran.. seperti pertama kali ia melihat dua orang dengan wajah yang sama benar benar sama...
"dia siapa?" tanya detri
"oh ya, dia moza det"
"moza? cantik"
"ya cantik riasan kakak shua tercinte, aslinya mah mirip mayat idup" ledek digta
"ah masak, gak masalah kok, ada riasan make up"
dan melihat moza masih terheran heran..
"heh.. bengong.. kenapa?" tanya digta
"kok kalian? kamu alien ya" ucap moza kepada detri
"alien.. sembarangan aja.." bentak digta
"kok sama?"
"kami kembar"
"apa kembar?"
"iya.. kembar, artinya sama punya wajah"
"hah menakutkan.."
"orang lain bilang lucu kalo punya kembaran, eh dia bilang takut"
tiba tiba didit menyapa keduanya..
"digta... papa jadi gak ke lampung?" tanya didit
moza menoleh ke arah didit dan lagi lagi heran..
"jadi dit"
"mantep, mau ikut nebeng ama temen temen, kedaerah tempat pkn.. mumpung searah.. pulangnya nunggu papa juga pulang"
"oh.."
tiba tiba moza terjatuh
"kalian setan kah?" tanya moza
"ngomong apa kamu? bangun"
digta membantu moza bangun.."
dan memperkenalkan kepada didit...
"baru tiga kamu ketemu" sindir didit
dan setelah itu digta meninggalkan moza..
tapi didit menyapanya..
"kamu mau aku yang antar pulang?"
"digta"
"haduh yaudah"
"dia tau kali dit lu udah ada cewek.." sambar detri
"ah dia juga kaga mau ama elu"
"ya udah sama kan?"
setelah selesai kuliahnya..
digta mengajaknya untuk mengantar pulang..
tapi moza duduk ditanah dan menolak dipulangkan..
"terus kemana"
"gak mau pulang"
"yaudah ayok jalan"
"iya mau" jawab moza langsung berdiri
dan digta pun membawa moza ke salah satu mall..
"wah.. banyak... ini tempat apa digta?"
"ini mall, kalau kamu mau cari apapun disini"
"terus kita mau apa?"
"pertama kita nyari baju.. dandan cantik sama kak shua masak baju ttp kucel.."
"mana kucel?"
"ini pantatmu bekas kamu duduk ditanah tadi"
seharian mereka habiskan untuk jalan..
hingga ia lupa jika jam 4 sore ada jam kuliah lagi dan sekarang sudah jam 7 malam..
setelah malam nya digta ingin mengantar pulang moza.. moza terdiam tak menunjukkan arah pulang..
"aku pulang disini" ucap moza
"dimana? disini rumah kamu?" tanya digta
"iya.. ini rumah"
"ok.. yaudah istirahat"
"digta besok datang lagi kan?"
"besok? iya apa kata besok"
"aku tunggu digta.."
namun beberapa hari digta tak kunjung datang karna terlalu sibuk dengan segudang kerjaan, sampai akhirnya digta jatuh sakit dan harus dirawat inap dirumah sakit..
tapi dengan penciuman tajam, moza mengikuti arah angin menuju tempat rumah sakit digta dirawat..
dan ketika masuk.. moza memakai kalung nya lagi...
aneh, dari sebelum ia mengenakan kalung, seperti tak ada orang melihatnya, semua melewatinya begitu saja..
hingga tiba di depan pintu kamar tempat digta dirawat..
"digta.. bagaimana bisa kau masuk tempat horor ini?" tanya moza
"ah.. moza.. dari mana kau tau aku..."
"aku mengendus endus.."
__ADS_1
"mengendus? mengendus apa? ngapain sih mengendus kamu ini hah?"