
tapi tak semua uang halal, karna sambilan Linggar kan sudah dikatakan masih saja malakin orang dan judi trek motor
hari berlalu, merasa dapat restu dari adik bungsu Varda, Linggar memberanikan dirinya menyatakan lamarannya
"Em... Var.." ucapnya memberikan bunga dengan tulisan
"menikahlah denganku"
"Hem kamu serius" ucap Vada
"Serius"
"Gak kecepatan ya?"
"Kan udah lama kita kenal, masak sih kamu belum juga peka sama perhatian ku selama ini"
"Ya.... Tapi?"
"Ali syah? Tegasin dia bisa gak serius dengan mu, kalo gak bisa tinggalkan, artinya dia hanya ingin bermain"
"Yaudah aku btuh waktu beberapa hari menjawabnya"
"Beberapa tahun juga aku tunggu kok Varda, untukmu"
dan ketika tiga hari Varda masih tak mendapatkan keputusan pasti dari Ali syah akhirnya ia memilih menerima lamaran Linggar
Varda sudah merembuk membicarakan dengan dua adiknya, dua tante nya dan anak anak dari tante tantenya, semua mendukung karna mereka yakin dengan pilihan Varda
tapi Vika sedikit berat, ia belum begitu yakin atas keputusan itu, karna Vika tau bagaimana Linggar, tapi melihat kakak paling ia percaya, jadilah ia pasrah dan percaya saja
saat Linggar mulai membantu mengangkat beberapa kerat telor, Varda memanggilnya
"Linggar.." sapanya
"yaa Var, Napa"
"Masih berlaku gak tawaran beberapa hari lalu?"
"Tawaran?"
"Iya, soal kamu ngajak aku menikah"
"Oh, jelas, aku kan sudah bilang kalau akan menunggu walaupun bertahun tahun, masih dong, kenapa?"
"Masih berlaku kan, yaudah aku ambil"
"Kamu ambil? Maksudmu?" tanya Linggar bingung
"Ya aku ambil sebelum kadaluarsa"
"Kamu nih, serius lah, ambil apa?"
"Yaudah aku serius, aku mau menerima kamu dan kita menikah"
"Serius?"
"Iya"
"Yeees yes, tapi Ali syah?"
"Dia masih mengulur, sementara aku sudah cukup umur menikah. Semua temanku menikah, aku saja yang belum, aku butuh yang serius"
"Kamu beneran kan ini, serius"
__ADS_1
"Iya serius"
hari berlalu, Varda menemui Ali syah, mengembalikan cincinnya
"Varda, ada apa ini?"
"aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, kamu terlalu lama mengulur waktu Ali, aku tidak bisa terus terus menunggu" kata Varda
"Varda, aku kan masih bekerja, aku sudah mengumpulkan uang kok, aku janji akan menyiapkan semuanya ya, aku siapkan pernikahan kita ya" kata Ali syah
"maaf, aku sudah dilamar lelaki lain, dan ini, undangan untuk kamu juga" kata Varda
Ali syah yang mendapatkan undangan pernikahan dari tunangannya
"makasih buat waktu kamu selama ini" kata Varda
Varda berjalan pergi dan meninggalkan Ali syah, itu adalah keputusan besar diambil Varda, tentang bagaimana ia berusaha bersama sama dengan Ali syah, berjuang, bahagia susah, semua kebersamaan yang erat
tapi ditinggal menikah dengan orang baru dikenal oleh Varda, itu adalah sebuah kesakitan terbesar karna Ali syah mengakui ia salah, ia mengulur kan waktunya memang dengan banyak hal yang membuatnya tidak yakin
sementara Varda setelah semua persiapan dirasa selesai tinggal menunggu waktu saja untuk ke hari yang ditunggu,
Varza mendekati Linggar, dan bertanya
"Linggar, beneran kakak gue nerima suka hati nya?" Tanya Varza
"Ya lah zaa kenapa?"
"Gak lu paksa atau mungkin lu ancem gitu "
"Ya ampun ya enggak zaaa, tanyain aja sama orangnya"
"Ya udah sih, gue takut karna lo maksa, gue tau elu siapa"
"Linggar, sini" kata Varza
"Apa zaa?"
"Lu dapet duit cepet amat setahun doang bisa gelar resepsi detail mewah gitu, makan sehari-hari kakak gue gimana?"
"zaaa, tenang aja, itu jadi urusan gue, urusan Lo, liat bisa gak gue buktiin kakak Lo bahagia, dan sekarang mulai hari ini, Lo panggil gue Abang bukan Linggar"
"Yaelah, iyeeh nanti, kalau lo bener sudah sah"
beberapa hari berlalu, saat Varza baru saja mengamen, terlihat Risno pun mendekati arah Varza
"zaaa" panggil Risno
"Hei"
"zaa, si Linggar dapet yak Restu dari lu, gue dong restuin sama kakak lu,Vika"
"Lu, ngikuti jejak Linggar, wah palang sih lu"
"Ayolah zaaa, buat gue aja, gue kan ganteng za, nah Linggar yang penampakan nya begitu lu restui masak gue kagak za?"
"Ngomong apa lo" ucap Varza
"Lu ngomong penampakan gue kek mana?" Tanya Linggar datang tiba tiba
"Eh, Linggar, hehe, enggak kok"
"Dasar lu, lu suka sama Vika si nenek Lampir noh"
__ADS_1
"Hemm sapa nenek Lampir" ucap Vika menyambar
"Emz gue cari Varda dulu ya, bye" ucap Linggar mengindari Vika
"anji* dasar lo" kata Vika
disana Varza pergi, untuk memberikan kesempatan kepada Risno untuk bicara dengan Vika, kakaknya
percakapan pun dimulai antara Vika dan Risno
terlihat semakin hari keduanya semakin dekat, orang juga pasti tau jika keduanya mulai ada hubungan, bahkan semua juga tau sekalipun mereka bersikeras menyembunyikan
dan ketika hari pertama dimulai dengan status baru Linggar selepas pernikahannya, setelah seminggu berlalu, aktivitas dimulai, Varda berhenti berjualan dan fokus mengurus rumah
Sementara semua pekerjaan yang jadi tanggung jawab atas nama Linggar, sebagai suami Varda, biar dia yang handle urusan keuangannya
sudah waktu nya untuk Varda beristirahat dari segala aktivitas diluar rumahnya..
"Kamu tau gak, aku tuh ya dulu berubah gara-gara Riana, jadi brutal, dan sampai itu terjadi lagi pada kamu, aku akan ikut dengan mu menjadi baik, tapi kamu pergi, aku akan ikut kemana pun pergi" ucap Linggar
"Sayang.. kamu ini ngomong apa? bagaimana kalau aku mati duluan"
"aku mati"
"heeei"
"Beneran, paling tidak aku masih tetap brutal, karna aku terlanjur kecanduan dengan cara pakaian ku, tapi aku sudah berkorban tinggalkan aktivitas ku yang salah kemaren kemaren, dan kamu masih mau denganku, kamu itu anugrah, makasih sayang sudah menerima aku" ucap Linggar
tapi semua tak menjadi masalah, yang utama adalah Linggar bisa memiliki dan menjaga orang yang banyak mencintainya
melihat kakak nya bahagia membuat Vika dan Varza percaya jika Linggar memang tepat untuk kakaknya setelah apa yang Varda korbankan demi keluarga, tapi Linggar berubah dan menggantikan kerja keras sang kakak hanya demi sang kakak bisa hidup tenang dan beristirahat lebih banyak
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Linggar - pemain utama
Varda - istri Linggar
Vika - adik perempuan Varda
Varza - adik laki laki Varda
Nani - tante Varda
Nanda - anak tante dari Varda
Ali syah - mantan tunangan Varda
__ADS_1
Risno - sahabat Linggar