Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
FNK #2


__ADS_3

Saat tiga hari akan datang pesta digelar, justru Fasa mendapatkan bukti video dan beberapa bukti pengakuan jika bahwa sudah yang menjadi korban buaya darat si alvan


Mira, Natasya, resi, dini, dan masih banyak lainnya


Suatu hari ketika ia bertemu dengan Elmira, Elmira mengenali nya


"Hei, kamu kan yang diundangan pernikahan alvan kan?" Ucap Elmira


"Oh, iya"


"Hem, palingan juga nanti kamu sama jadi senasib dengan Ku, ditinggalin demi cewek lain"


"Emmm maksudnya apa ya?"


"Sini, duduk, aku cerita semuanya"


Elmira menceritakan jika ia menjadi korban dari playboy nya si alvan


"Alvan ya, berapa kali minta maaf, sebanyak itu juga ngelakuin hal yang salah, lakuin lagi lagi dan lagi" jelas Elmira


"Hmm" ucap Fasa menarik nafasnya


"Bukannya gak seneng nih, sebagai mantan nya gue sih cuman berbagi lah pengalaman sedikit"


Beberapa menit mereka mengobrol, tak lama alvan menjemput Fasa ditempat yang sama karna memang keduanya sedang janji makan siang bersama


"Elmira" ucap alvan kaget melihat Elmira yang sudah duduk dengan Fasa


"Hei, alvan, apa kabar" ucap elmira


"Kamu ngapain kok disini"


"Oh ini kebetulan aja, tadi ngenalin wajah dia di foto undangan nikah kamu"


"Kamu ngomong apa aja, jangan bilang kamu ngehasut dia" ucap alvan


"Coba tanya sama orangnya saya bicara apa aja"


Alvan menatap kearah Fasa yang mulai sinis menatapnya


"Kamu kenapa?"


"Kamu ternyata buaya?"


"Apa?" Ucap alvan


Alvan dengan cepat menoleh kearah elmira


"Uppps kayaknya udah masalah intern ya, gue cabut deh, bye rin" ucap elmira


"He, mau kemana Lo" ucap alvan menarik tangan Elmira


Fasa membantu Elmira melepas tangan alvan


"Aku gak nyangka kamu bisa sekasar ini sama cewek" ucap Fasa


"Ya aku cuman mau dia ini jelasin, aku gak maksud begitu kok"


"Udah lah, aku lihat sendiri ya, kamu kasar, kenapa sih kasar, artinya sama orang aja kasar apalagi sama aku nantinya"


"Sayang, enggak sumpah beneran aku gak akan kasar, gak akan ngecewain kamu"


Fasa mulai berjalan pergi namun alvan menghalangi nya


"Yang plis jangan marah"


"Aku gak boleh marah, lalu apa kamu bisa jelasin ucapan Elmira kalo kamu sering nyakiti cewek lain"


"Bisa aku bisa jelasin"


"Jelasin sudah sekarang"


"Aku gak nyakiti kok, aku kan cuman cari yang cocok, kebetulan dia..."


"Ah, udah stop"


Fasa berlalu pergi


Dengan marahnya, alvan mencari keberadaan Elmira namun tak ia dapatkan


Esoknya, ketika Fasa baru saja keluar dari rumahnya setelah seharian berdiam diri didalam kamar tanpa keluar pun, ia mencoba mencari makan keluar rumah dan kebetulan tak jauh dari sana ada warung makan


"Mbok, makan ya, pake sate jeroan"


"Ya neng, kok tumben neng"


"Iya mbok, gak masak, capek"


"Hem, emang kerja begitu capek neng, dapetnya gak seberapa"

__ADS_1


Padahal yang dimaksud capek oleh Fasa ya urusan nya Dengan alvan, bukan dengan usahanya


Tak lama setelah keluar, ia berpapasan dengan Sindy, mantan pacar alvan yang paling lama


Sindy mengenali karna memang ia tau dari foto diundangan yang tersebar


"Mbak Fasa kan?" Ucapnya


"Em iya"


"Saya Sindy mbak"


"Sindy?"


"Mantannya alvan"


"Oh"


"Mbak udah lama ya kenal sama alvan?"


"Lumayan, kenapa ya"


"Gakpapa"


Terlihat Sindy orang baik, Fasa menanyakan sedikit tentang alvan bersikap bagaimana kepada Sindy


"Kalo sama kamu dia gimana sih"


"Mas alvan? Baik kok, manis mbak kata-kata nya itu cewek mana juga yang gak ke ikut arus, asli aku kasih semua jempolku deh"


"Hem"


"Memang playboy mbak, sama saya aja berapa kali disakiti, awal-awal kenal memang manis mbak, setelah enam sampai tujuh bulan mulai kelihatan dah sifat jelek nya, berapa kali dia minta maaf, segitu banyaknya juga ia ngelakuin salah"


Fasa makin yakin, jika ia ragu kepada alvan tapi bagaimana lagi, semua sudah terlanjur basah


Akhirnya, Fasa mensurvei sendiri tentang alvan di semua mantannya


Tepat dihari dimana pesta pernikahan digelar, Fasa mengajukan syarat kepada alvan dan ia harus menjalani, karna jika tidak, Fasa tidak akan datang ke acara nya sendiri bersama alvan tersebut


Syarat yang diberikan sangat lah mudah memang untuk Fasa, namun jelas sulit untuk alvan


"Dan syaratnya, kamu harus minta semua tanda tangan di beberapa nama dibuku ini, tanya mereka sudah memaafkan kamu atau belum, jika sudah memaafkan suruh dia tanda tangan, inget, semuanya, jika ada 1 saja belum, acara gak akan dimulai" ucap Fasa


Dengan tegas dan cepat alvan menyanggupi


"Demi kamu walau aku tau itu sulit, aku lakuin" ucap alvan


Setelah jam berlalu, masih ada waktu dua jam lagi sebelum waktu pesta dimulai jika tidak, semua akan berakhir sampai disini


Dan ketika alvan kembali, ia tak mendapatkan 3 nama


Elmira, Sindy, dan Puput


"Kenapa mereka bertiga"


"Kok kamu tau"


"Walaupun kamu robek, kamu buang, kamu bakar sekalipun, aku tau karna aku punya di seperti itu"


"Punya dua?"


"Kamu sudah bisa ya membohongi aku, apalagi kedepannya pasti kamu akan berbohong lebih besar dari ini"


Alvan menjelaskan jika ia tidak mendapatkan tanda tangan Sindy karna ia tak tau Sindy sekarang berada dimana dan tinggal dimana, sementara Puput meninggal dan Elmira karna memang alvan tak mau berurusan dengan Elmira lagi apapun alasan urgentnya


"Aku mau kan semuanya, soal Sindy? Aku tau alamatnya, ini kamu kealamat ini aja, dan Puput, kamu bisa cerita kan semua kepada ibunya, apa ibunya kau memaafkanmu, dan Elmira, tak ada alasan apapun itu" jelas Fasa


Dengan ditemani Fasa, akhirnya semua didapatkan, dan menunggu beberapa menit keputusan ditangan Fasa


"Aku udah susah payah, keringetan, panas, kesana kesini, demi kamu, sekarang tinggal dijawab"


"Em..  sori, gak bisa" jawab Fasa


"Kok, gak bisa? Oh, yaudah kalo masih gak bisa aku mati aja"


"Mati?"


"Nyawaku aja ada di kamu, kamu gak terima aku ya aku mati, sama kan"


"Sori"


"Kamu gak bercanda kan?"


"Enggak kok"


"Yaudah, aku gak mau maksa kamu, bisa miliki kamu hari ini aja aku seneng"


Ketika alvan membalikkan badan dan mulai melangkah, Fasa memeluknya dari belakang

__ADS_1


"Huh dasar anak kecil, ya aku kali gak punya hati gak terima kamu setelah semua kamu lakukan" ucap Fasa


Alvan membalikkan badan


"Kamu serius"


"Kam lupa ya.. kita udah nikah suami istri jelas sah, lalu bagaimana bisa aku menolak ?"


"Oh iya, aku lupa, jadi kamu"


"Hem iyaaa aku terima lah"


Mereka pun saling berpelukan bahagia..


Beberapa tamu sudah mulai datang, dan memberikan selamat bahkan tak sedikit dari mereka yang mengatakan jika wajah keduanya sangat terlihat fresh


Dan baru saja menginjak bulan kedua pernikahan, beberapa masalah kembali menyapa bertubi-tubi, Untung lah bagi kedua pasangan selalu menyelesaikan masalah dengan bersama tanpa menutupi dari pasangan masing-masing


"Alvan alvan alvan"


Terlihat seseorang masuk tanpa permisi ke ruangan alvan


"Yanti?"


"Ku dengar kau sudah menikah?"


"Ya.." jawab alvan sembari menggarap laporan


"Saya tau gadis itu, bisa ya seorang alvan, menikahi gadis biasa saja, bukannya pernah bilang ya kepada saya jika level Anda itu terlalu tinggi, apalagi waktu meninggalkan saya demi Elmira kekasih gelapmu, Elmira bukannya terbaik ucapku padaku?"


"Ngomong apa kamu, kalo tak ada urusan penting silahkan keluar saja"


"Gini loh, kamu kan punya selera tinggi, gimana kalo aku kenali ke sepupu ku, cantik tajir pula, bisa kok kalo cuman mau bayarin Lo jalan dan jajan, gimana?"


Yanti berjalan dan menghampiri kursi yang berada di pojok ruangan belakang alvan


"He... Tidak ada yang boleh duduk di kursi ini kecuali istri saya" ucap alvan menarik kursi


"Waaah bahkan hanya sebuah kursi, it's okay lah, gimana sama tawaran ku"


"Hebat ya Fasa, anak raja bukan, orang berpengaruh bukan, tapi bisa ya mendapatkan lelaki sepertimu, kadang saya kasihan juga sih lihatnya, masak iya gadis sebaik dia, bisa dapat lelaki yang hanya bisanya mempermainkan perasaan orang, selalu membuat derita orang, saya yakin, tak lama ini kamu akan perlakukan dia hal yang sama" jelas Yanti


Fasa yang mengetahui pembicaraan keduanya, tetap berdiri dibalik pintu ruangan alvan dan ketika alvan membuka pintu ruangan nya untuk mengusir Yanti, ia dikagetkan dengan berdirinya Fasa disana


"Sayang" ucap alvan


"Kamu dari tadi kan ya disini" ucap Yanti berharap Fasa akan marah


Terlihat wajah Fasa yang datar tak seperti biasanya


"Yaa kalo kamu dengar harusnya marah ya" ledek Yanti


"Yanti, pergi" teriak alvan


Fasa meminta alvan diam, seketika alvan kaget, takut jelas karna baru saja Fasa memaafkan nya apa mungkin ia kembali marah


"Saya lebih percaya kepada alvan dari siapapun termasuk Anda" jelas Fasa singkat


Yanti termasuk alvan kaget mendengar nya, jawaban yang tidak pernah terlintas dipikiran alvan kini terucap


"Susah jelas? Silahkan pergi atau..." Usir alvan


"Saya pergi sendiri bisa" ucap Yanti


Setelah Yanti pergi, alvan memeluk Fasa


"Makasih kamu mau percaya padaku"


"Aku hanya membalas apa yang kamu lakukan untukku, kamu rela berkorban, kamu percaya kepadaku, kamu prioritas kan aku jelas aku harus lakukan hal yang sama, yaaaa walaupun aku tau suami ku ini seorang buaya daratan" ledek Fasa


"Kamu ya udah bisa godain aku ya" ucap alvan menggelitiki tangan Fasa


Beberapa pegawai yang melihat pun saling menyapa


"Waduh, seneng ya lihat pengantin baru masih harmonis begini" ucap salah satunya


"Kamu, bisa aja"


"Semoga sampek Kakek nenek ya pak"


"Pasti, terimakasih loh, kamu juga langgeng ya"


"Iya pak saya belum pernah loh liat bapak sebahagia ini" ucap karyawan lain


"Iya nih, bapak beneran sumringah" ucap yang lain lagi


"Istrinya kayak dia bagaimana gak bahagia ya kan?" Ucap alvan


Fasa memukul tangan alvan karna ia malu

__ADS_1


Pegawai nya pun kembali ke pekerjaan


__ADS_2