Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DHP #2


__ADS_3

dan ia menoleh kearah belakang moza sudah ada disamping dua satpam yang ngomongin endru


"moza.." teriak endru


"ha.. ya pak" ucap satpam


"oh bukan pak.."


dan moza pun masuk bersama endru..


"duduk dibawa.. kau mau apa?"


"aku ingin hiburan"


dan endru memberikan ponselnya memutarkan beberapa video lucu boneka beruang dari china..


dan salah satu temannya menyadari..


"pak, hape nya jatuh" sapa teman kantor endru..


"oh iya, biarkan sudah buk, saya masih sibuk"


"saya ambilkan?"


"oh jangan bu, udah biarkan saja"


"tapi pak.."


"serius bu.. tidak apa apa"


beberapa hari berlalu..


ketika hari cuti tiga hari endru hanya diam dirumah seharian menonton televisi


"endru... aku ingin keluar"


"besok"


dan ketika seharian penuh moza merayu endru meminta pergi jalan..


esoknya endru mengajaknya jalan ke mall


dan mereka pun jalan bersama, sementara endru memakaikan kalung ke leher moza


banyak orang berkomentar.. jika moza cantik sayang kecil.. tingginya hanya se siku endru


"silahkan kak mau minum apa?" tanya pelayan ketika mereka berhenti untuk ngopi dan makan


"emm susu original aja.. kasih topping bubbleblack"


"dua?"


"satu saja.."


"baik kak"


dan ketika mereka melanjutkan jalan jalan hari itu ditengah jalan moza dan endru bertemu digta..


"mozaaa" teriak digta


"endru.."


"kamu kemana aja?"


"aku. ."


"aku mau ngomong sesuatu.."


"apa?"


endru mengerti bahasa dari mata digta, ia pun sedikit menjauh..


"moza... aku sadar.. ketika itu kamu pasti bercanda.. yaa kakakku bilang ini tidak akan terjadi, dia bilang pasti kamu sedang menguji aku, yakan moza"


"aku.."


dan syukurlah, endru mendekati keduanya yang sedang mengobrol


"maaf kami ada urusan" ucap endru


"tapi saya belum selesai pak" ucap digta


"maaf pak, kami ada urusan lain" jawab endru


dan ketika endru menarik tangan moza, digta mengejar nya dan berdiri didepan wajah moza


"digta" teriak salah satu teman digta


ketika digta menoleh, endru melepaskan kalung dileher moza..


"mozaa, aku... loh moza"


"moza sudah pergi, kan sudah saya bilang, moza ada urusan, kamu terlalu memaksa, bukan berarti saya diam saya lemah" jelas endru


"tapi..."


endru pun berlalu dan pergi membawa moza


"tadi siapa, kenapa kenal kamu, padahal dia bukan indigo" tanya endru


"dia.. orang yang menemukan ku pertama kali dibumi"


"apa dia sudah tau kamu siapa?"


"enggak, bahkan, dia memintaku untuk tidak lagi mendekatinya, aku tidak tau kenapa, mungkin sejak ia tau aku alien"


"kamu bilang dia alien?"


"enggak, dia mungkin merasa"


"yasudah jangan dibahas dia"


"iyaaa.."

__ADS_1


ketika mereka pergi, menuju kesalah satu rumah teman endru...


"endru, siapa itu" tanya moza


"diem aja.."


"aku pakai kalungku"


"jangan"


"eh endru.." sapa temannya


dan mereka pun mengobrol, yang tak dimengerti oleh moza..


dan ketika sampai dirumah...


"kamu dari tadi tanyain baim, kamu suka?" tanya endru


"hehe... baim itu cowok terkeren yang pernah aku liat. "


"nah loh"


dan esoknya..


"jangan ikut kerja, kamu diem dirumah"


"iyaaa.. tapi nanti belikan makanan ku"


"iyaa.. bukannya baru dua hari ya.."


"kantong perutku udah kosong"


"okeh.."


"mana kalung ku"


"nih"


dengan berbesar hati, entah kena angin apa justru endru memberikan kalung itu


dan setelah memakai nya, moza menemani endru yang sedang sarapan, sembari memainkan ponsel endru


dan saat selesai sarapan ingin mengantarkan endru kedepan teras rumahnya..


namun moza lupa jika ia sudah memakai kalung itu, karna jika sudah memakai kalung itu, moza akan kehilangan beberapa kepintarannya seperti menembus pintu..


moza langsung menabrak pintu namun kepala nya terbentur..


"aaaaaauh" teriak moza


melihat tingkah konyol moza, endru hanya diam..


"kamu itu pake kalung, mana bisa nembus?"


"astaga, kenapa tidak kau beritahu dari tadi endru"


"males.. biar rasa gimana kejedot"


"sakit"


malam hari.. ketika moza mencoba posisi tidur seperti endru, ia mempraktikkan di sofa dekat ranjang endru..


ia memperhatikan endru dan mulai memejamkan mata, endru yang sedari tadi mengetahui jika moza mencoba melakukan yang ia lakukan...


ketika moza benar benar tertidur..


"apa dia bisa tertidur? atau sebenarnya dia mencoba tidur.. atau sudah tertidur kah?" gerutu endru.


endru mendekati moza dan mengangkat tubuh moza ke atas ranjangnya


"lalu.. bagaimana bisa wanita secantik dia adalah seorang alien" ucap endru dalam hati


ketika moza berbalik badan membelakanginya, endru mencoba membalikkan badannya kembali namun moza ternyata membalikkan badannya sendiri dengan masih tertidur dan meletakkan kepalanya tepat didada endru..


mereka pun terlelap tidur hingga pagi tiba..


sebelum moza terbangun, endru pun terbangun dan bergegas mandi..


hari ini ia libur, tapi ketika moza bangun melihat jam di tembok, dikiranya pasti endru sudah pergi kerja namun ketika moza bangun dan melihat kearah televisi, dengan tontonan film dewasa.. moza duduk menatap arah tivi dengan memperhatikan sangat jeli..


moza terus memperhatikan setiap gerak didalam video itu..


bahkan terihat kocak ketika moza bahkan sampai mengikuti arah pemain hingga kepala nya ikut miring miring...


betapa lucunya moza membuat endru terus memperhatikan moza yang sibuk menonton film dewasa


endru pun kembali ke meja kerja nya dirumahnya setelah moza selesai menonton video itu..


mendengar suara seperti orang mandi..


endru mendekati kamar mandinya..


membuka kamar mandinya ternyata sudah ada moza disana..


endru kembali menutupnya..


"apa dia sedang berbohong ketika dia sebenarnya alien? karna dari ujung ke ujung dia tidak pantas dikatakan alien" ucapnya membayangi otak nya saat ini


moza pun keluar dengan baju handuk berjalan kearah kamar endru dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk..


"endru" ucapnya kaget


endru mendekati wajah moza dan membantu moza mengeringkan rambutnya..


dan ketika endru melirik kearah bibir, ia mulai mendekati bibir moza dan hampir menciumnya namun moza menutupinya dengan handuk itu lalu membuka bagian matanya saja..


"kau.. mau apa kau endru?" tanya moza


endru meniup kedua mata moza..


"ah endru ih" ucap moza


dan moza pun berlalu menuju kamar endru dan memakai salah satu baju endru..

__ADS_1


dipakai endru.. kemeja itu sampai pinggangnya saja.. ketika di pakai moza, kemeja itu menjadi dress hampir mendekati lutut moza...


dan ketika endru sedang sibuk di taman belakang rumahnya, moza melirik kearah luar dari jendela samping pintu utama rumah endru


betapa ingin sekali dirinya keluar mencari sesuatu entah apa yang dicari


ketika ia berani keluar tanpa meminta izin kepada endru ia pun pergi ke minimarket depat gang rumah endru...


karna tak tau nilai mata uang, moza hanya membawa dua lembar uang pink (100ribuan) dan tak lupa mengalungkan benda yang membuatnya terlihat oleh orang


sesampainya di minimarket


ia masuk dan karna ia merasa ia bisa menembus pintu kaca itu


tapi justru ia terjatuh karna tak bisa menembus nya karna karna ketika ia memakai kalung itu, kemampuannya akan menghilang 2 saja dari seluruh kemampuannya total


yang pertama ia bisa terlihat, dan kedua ia tidak bisa menembus apapun, ketika itu ia menolak Jika mengambil kalung yang akan menghilangkan semua kekuatannya ketika ia memakainya, tapi ia menolak..


"aduh" ucap nya pelan


"kakak tak apa kak?" sapa salah satu pegawai minimarket itu


"iya saya gakpapa kok"


ketika masuk..


"saya mencium ada daging mentah" ucap moza pada pegawai tersebut


"oh iya kaak, di pojok sebelah kanan"


dan ketika melihat..


"kak" teriak moza


"ya kaka"


"ini apa sudah hilang darah nya?"


"oh sudah, sudah bersih, tinggal mengolah bumbu lalu memasak, praktis kak"


"oh.. gak jadi deh"


dan pegawai itu kebingungan


"kakak cari yang bagaimana kak?" tanya pegawai itu


"yang masih ada darahnya"


dan lagi lagi kaget nya pegawai itu


"maksudnya kakak pengen potong sendiri"


seketika moza teringat jika pegawai itu mulai curiga


"oh iya kak, saya pengen gitu yang potong sendiri, jadi bisa tau ukuran besar kecilnya kan"


"oh dipasar kak, kami sudah olahan sama semua seperti ini"


"maka itu saya tidak jadi, saya cari lain"


dan akhirnya moza berjalan mengelilingi setiap lorong jalan..


walaupun berlebel minimarket, namun tempatnya cukup besar.. dan ketika moza melihat tas plastik untuk mengumpulkan belanjaannya, ia mengambilnya dengan tetap diam diposisinya, dan tiba tiba tas plastik yang disediakan minimarket itu menghilang satu yang atas dan sudah berada ditangan moza


moza kembali membeli beberapa macam snack


dan ketika ia kembali, terlihat endru sudah diteras


"dari mana?"


"belanja"


"kenapa gak minta aku?"


"kamu sibuk sama tanaman itu, jadi aku berangkat sendiri"


"dua ratus habis?"


"iya habis"


"hmm.. yaudah masuk"


dan ketika membuka belanjaan, moza tak mau memakan nya karna terlalu banyak bumbu, dan ada beberapa mengandung bawang putih membuatnya akan kesakitan


"kmu ini alien apa mahluk halus sih?"


"aku gak mau, gak suka, jijik"


dan malamnya


beberapa orang tetangga endru beserta pak RT mengetuk pintu rumah endru


"ya... ada apa ya pak, kok rame" tanya endru


moza ikut melihat kearah pintu tapi ia sengaja melepas benda dileher nya


"begini mas endru, saya dapat laporan, banyak warga bilang dirumah mas endru ada perempuan cantik yang tinggal disini, apa benar?"


"ha.. perempuan? temen saya mungkin pak, cuman gak nginep, siang datang paling lama magribnya pulang"


"ah enggak mas, saya lihat sendiri, tuh cewek cantik masuk rumah ini, mana pakaian nya minim banget" ucap beberapa tetangga


"iya mas, saya juga, dia masuk udah saya pas ngeronda dia gak keluar juga dari rumah ini"


"tapi gak ada buk, pak, saya beneran sendirian"


"ya di cek aja mas kalau emang berani, biar kami yang cari"


"iya mas, apa boleh kami cek" tanya pak rt


"oh ya silahkan pak"


dan ketika warga berkeliling

__ADS_1


endru berbisik pada moza supaya beberapa hari ini moza tidak menyentuh kalung itu


"liat tuh, udah kalau keluar dari rumah ini jangan dipake dulu, pake kalung nya diluar rumah ngerti ya" jelas endru bisik


__ADS_2