
cerita dimulai dari si pemilik nama panjang Okta Khalisa dengan sepupunya yang memiliki nama panjang juga yaitu Ami Yunirta
memiliki hubungan cukup dekat, karna juga masih memiliki hubungan darah dan seumuran juga
saat sekolah dasar, kenal, sama sama kenal, dan mulai tau jika mereka masih satu sepupu, hingga mulai dekat pula dari sana, merasa cocok hingga masuk di sekolah SMP yang sama pula, makin dekat lagi mereka
hingga akhirnya saat sama duduk di bangku SMA, mereka disibukkan dengan urusan masing-masing meskipun masih satu sekolah, tapi juga masih menyempatkan waktu untuk sekedar sharing, cerita dan berbagi pengalaman, dimana semua sebelum perubahan berputar 180°
awalnya Okta adalah seorang yang bisa dikatakan suka bermain api dengan banyak lelaki
selalu berpakaian dengan baju-baju seksi
dan sering dapat teguran dari sepupunya itu yang dikenal memang orangnya yang baik, pendiam, kalem, pintar, bahkan yang dapat dibanggakan dari sosok sepupu Okta ini adalah ia selalu mendapatkan juara satu untuk murid paling pintar dan rajin setiap tahunnya
"Okta, kapan kamu gak pakai baju bentukannya begini sih?" tanya Ami
"kenapa Mi? salah ya?" tanya Okta
"lha pake nanya lagi, kamu tau kan ajaran ajaran agama disekolah gimana? kan gak boleh ini pakai baju ini nih, ya Allah ini baju minim banget" kata Ami lagi menggerutu
karna Okta dan Ami adalah seorang gadis yang sangat berbeda, jadi memang Ami lah orang yang sering mengingatkan Okta untuk berubah
"Cobak ini pakai jilbab ku" ucap Ami
"untuk apa?" tanya Okta
"ya coba saja, dipake saja siapa tau nyaman kan"
setelah Okta mencoba dan Ami melihat hasilnya, Ami mengatakan jika cantik
"Cantik, banget malah, coba deh pakai terus" kata Ami
Tiba-tiba Nani membuka jilbab nya lagi
"Belum siap dih, main suruh make terus aja?" ucap Okta
"Kenapa sih?" tanya Ami
"Gak ah, gak ngepikir dulu" kata Okta
"Ya kenapa dulu?"
"Kepikiran pakai celana panjang apa lagi baju lengan panjang di siang bolong kayaknya bagai berdiri di kobaran api tau gak kamu, panas"
"astagfirullah Okta kenapa kamu berkata seperti itu?"
"kenapa? aku berkata apa yang aku rasakan, ehh bukan aku menghina apa apa atau menolak ajaran agama ku sendiri, aku belum siap aja Mi" kata Okta
"ahh kamu, belum dicoba"
"Kan udah kebayang tapi kalau belum siap"
"ya udah lah, aku kan cuma kasih masukan saja"
Ami memang sangat sering memberikan masukan positif salah satunya saat menasehati Okta soal dengan kehidupannya itu
saat duduk dirumah Okta, karna ibu Okta memiliki usaha toko kecil kecilan, kebetulan Ami sedang menginap dirumah Okta
"Coba deh, kalo memang kamu pengen sama cowok pilih satu, jangan semua yang Fito lah karna tampang, yang Alif lah karna keren, yang Dio lah karna hits, pilih satu" kata Ami
"Aku mau Eldo" ucap Okta
Eldo adalah salah satu teman dekat mereka yang sedang ditaksir Ami, tapi malah Okta menyukainya juga
"ya gak masalah, asalkan kamu cukup satu" ucap Ami
"bulshit... dalam hatimu juga dongkol" ucap Okta dalam hati
__ADS_1
yaa.. sedekat itu memang antara Okta dan Ami, saling cerita banyak hal termasuk percintaan jadi tidak heran jika keduanya memiliki hubungan dengan beberapa orang lelaki
meskipun Okta terbilang cukup munafik, tapi ia tidak mencelakai Ami, semua niat nya bukan untuk menyakiti Ami
banyak teman sekolah bilang memang Eldo lebih suka dengan Okta, tapi untuk Okta, Eldo bukanlah tipe nya sementara menurut Eldo, Ami yang sering ada untuknya hanya sebatas teman nya
sejak mereka SMP satu sekolah, Okta tau dimana sepupunya itu memang terbilang lebih cantik darinya hanya saja tampilannya sedikit kurang dan lebih ke apa adanya
sedangkan Okta yang cukup lah untuk dikatakan baik dalam balance fashion, jadi soal fashionable, Ami lebih unggul dari adiknya itu walaupun pakaian nya sederhana
ketika di sekolah, Ami duduk di depan kelasnya sambil membaca novel kesukaan
"Ami" sapa Eldo
"hai do, kenapa?"
"lagi baca novel?"
"iya nih.."
"oh iya, kamu mau eskrim coklat?" tanya Eldo
"mau, memang kenapa?
"ada, aku kasih, tunggu ya"
tak lama Eldo menyodorkan eskrim vanilla tapi dengan banyak toping coklat
"ah ini kan vanila, tetep saja bukan eskrim coklat tapi toppingnya banyak loh" tanya Ami
"tapi ada coklatnya yang penting meskipun cuma topping
"iya, yasudah gakpapa, sini aku coba"
dan bahkan Eldo satu dari banyak lelaki mendekati Ami
sebenarnya Okta ingin mendekati Eldo, tapi melihat penampilan Eldo, jadi mundur, lagipula itu kan sudah jadi orang terdekat sepupunya
"hai Okta?" sapa Eldo
"hai Eldo" sapa Okta yang akan keluar kelas
"kamu bukan dari kelas ini kan?"
"iya, aku baru dari temanku"
"oh, terus kemana ya si Ami?"
"mana ku tau"
Okta akan lanjutkan jalannya tapi ia berpikir jika itu kesempatannya, jadilah ia berkenalan dengan Eldo, disana mereka mengobrol, hingga jam masuk, dan akhirnya mereka bubar
kedekatan itu membuat Eldo terkesan oleh sosok Okta, karna ternyata Okta dipikirannya yang sombong itu salah, karna Eldo berpikir jika cewek cantik dan terkenal di sekolah itu biasanya malas menyapa murid yang biasa biasa saja
nah, sebenarnya Okta begitu, tapi ia penasaran dengan Eldo
hari hari berlalu, karna tidak ada pekerjaan dikelas, Okta main ke kelasnya Ami, tak lama Okta dikelas itu, juga datang Eldo, Eldo menyapa Ami tapi juga menyapa Okta
Okta sedikit kesal akhirnya ia mencoba untuk melakukan keinginannya, merubah tampilan nya, bisa terbilang fress dari sebelumnya, agar Eldo tidak berpaling kepada Okta
dan yang membuat beberapa lelaki sedikit mulai memandangnya apalagi Ami seorang gadis yang taat agama tiba tiba berubah yang hampir mirip dengan dandanan Okta, semua takjub
"Ami" sapa Okta kaget
"Iya" jawab Ami
"kamu?"
"Keburu, sorry"
__ADS_1
"dih, eh tunggu tunggu, kamu kenapa jadi gini? malah mirip dandanan aku" kata Okta
"ya kan aku lihat nya kamu doang, aku perhatiin pas dandan muka kamu sendiri"
Ami awalnya dongkol, tapi harus bisa menerima, setidak nya bagi nya, ia bisa melihat sepupunya ini didekati pria yang perna mendekatinya
apalagi selama mereka bersama, Eldo hanya melihat kearah Okta tanpa memandang dirinya, hingga pacar kesayangan Okta yaitu Alip mendekati Ami, jadilah Okta semakin marah, dia kira perubahan sepupunya karna balas dendam untuk Okta karna mendekati Eldo
"Oh. Gini cara kalian dibelakang ku?" kata Okta saat memergoki Ami dan Alip
disana malah Ami terlihat hanya diam saja tanpa membantah sama dengan alip
Okta pun berlalu..
waktu tak terasa begitu cepat hingga akhirnya mereka lulus sekolah itu, Ami mulai melamar beberapa pekerjaan dan salah satu nya di perusahaan seprei bagian packing..
Tapi sayangnya ia tak diterima..
Mendengar kabar itu membuat Okta penasaran dengan perusahaan itu, berniat iseng ternyata Okta diterima
"hai Ami, kemarin kamu jadi melamar di pabrik sprei bagian packing?" tanya Okta
"iya, aku melamar disana tapi tidak diterima"
"loh karna apa? aku padahal diterima loh" kata Okta
"kamu diterima? kamu melamar? tau dari mana lowongan itu?"
"aku tau sendiri, dengar kamu mendaftar pekerajan disana jadi aku iseng, tapi diterima padahal coba coba"
semakin kesalnya Ami disana, ia tidak pedulikan lagi bagaimana soal Okta dan kehidupannya
sementara Okta, dilain hari, setelah masuk dan mulai kerja.. dimana Okta mendapatkan beberapa kabar, seperti alasan mengapa sepupu nya itu tidak diterima
menurut kantor bagian HRD, saat interview dan ditanya jika dikirim keluar kota bersedia atau tidak? tapi Ami menjawab mau bertanya pada ibunya berlebih dulu
padahal dimana pun melamar pekerjaan, apapun itu, semua perusahaan tidak akan menerima pegawai jika mereka tidak meyakinkan dengan jawaban jawaban interview mereka
selang beberapa hari..
Ami mendengar kabar jika Okta diterima di perusahaan yang menolaknya, membuat Ami menjadi meradang, Eldo sejak mereka lulus tidak pernah menemui Ami, malah sering datangi rumah Okta ditambah pekerjaan seperti juga memihak kepada Okta
akhirnya Ami mencoba menjelek-jelekkan Okta didepan Andri, Andri adalah sepupu mereka yang lain yang dekat dengan keduanya, tapi masih lebih dekat dengan Ami, jadi diambillah kesepatan untuk Ami menjatuhkan Okta kepada sepupu nya itu
"emang pekerjaan Okta apa sekarang mi?" tanya Andri
"dia itu sering kerja jadi pelacur, jual diri sekarang.." jawab Ami
"heeei masak sih? aku tau lagi siapa dia, ya dia memang seperti itu, sering sembarangan tapi gak sampek segitu nya deh"
"Iya bener, ngapain aku boong, kamu tau aku bagaimana dan siapa kan?"
benar juga, Andri yakin Ami bukan tipe menjelekkan orang tanpa kenyataan, karna Andri tau sikap asli Ami memang cukup baik dan ditambah ada memang kemungkinan tentang ucapan Ami jika Okta seperti itu
Ami tak habis habisnya memfitnah Okta didepan Andri, seperti tentang pekerjaan Okta, Ami mengatakan bahwa pekerjaan Okta adalah pelac*r yang jual diri
dan Ami mengatakan bahwa Okta selalu menjelek-jelekkan Ami kepada orang lain, belum lagi jika Okta menceritakan tentang Andri yang bla bla bla kepada Ami, itu membuat Andri tiba-tiba menghilang.. menjauhi Okta..
saat bersama dirumah Okta, Okta merasa tidak ada kabar dari Andri selama ia mulai bekerja itu
"Kenapa sih kak Dri?" tanya Okta
saat penasaran mengapa Andri tiba-tiba menghilang, jadi ia pertanyakan juga disana
"dengar ya Okta, aku gak mau berteman dengan wanita yang menjual harga dirinya" kata Andri
"maksudnya apa sih?" tanya Okta bingung
"aku tau semuanya kok, Ami sendiri yang cerita"
__ADS_1
Andri menjelaskan jika dirinya mendapat kan cerita dari Ami sekalipun Okta sudah menjelaskan nya, Andri masih saja percaya pada Ami, entah apa yang merasuki kepala Andri